Praktisi Falun Gong Hilang Selama 20 Tahun
September lalu adalah peringatan 20 tahun hilangnya Yang Aijin. Sejak pria yang saat itu berusia 33 tahun tersebut ditangkap pada 6 September 2002 karena melakukan meditasi Falun Gong di luar ruangan, keluarganya tidak pernah lagi mendengar kabar darinya.
Sama seperti Yang, banyak praktisi Falun Gong lainnya juga hilang sejak rezim komunis Tiongkok mulai melakukan penganiayaan terhadap latihan ini pada Juli 1999. Meskipun beberapa di antaranya kemudian dipastikan telah ditangkap dan ditahan tanpa boleh berkomunikasi, keluarga dari sebagian besar praktisi lainnya benar-benar kehilangan kontak dengan orang-orang yang mereka cintai.
Dengan penganiayaan yang masih berlangsung dan laporan luas mengenai pengambilan organ dari praktisi yang masih hidup untuk memasok industri transplantasi yang menguntungkan di Tiongkok, keluarga dari para praktisi yang hilang merasa cemas siang dan malam apakah mereka masih hidup.
Hilang Selama Berpuluh-puluh Tahun
Yang Aijin, pria asal Provinsi Hunan yang saat itu berusia 33 tahun, melarikan diri dari rumah dan pindah ke provinsi paling selatan Tiongkok, yaitu Hainan, untuk menghindari penganiayaan karena melakukan latihan Falun Gong. Namun, ia ditangkap pada 6 September 2002 saat sedang bermeditasi di halaman rumput di samping tempat tinggalnya.
Keluarga Yang berkali-kali mendatangi departemen kepolisian di Hainan untuk mencarinya, namun mereka justru dimaki dan diancam oleh wakil kepala polisi yang bernama Lin. Meskipun polisi mengklaim bahwa mereka telah membebaskan Yang tapi tidak ada seorang pun yang mendengar keberadaannya.
Ayah Yang menulis puluhan surat permohonan ke departemen kepolisian. Ia hanya menerima satu balasan pada Oktober 2007 yang menyatakan, “Masalahnya rumit dan kami akan membalas dalam waktu 60 hari.” Pihak keluarga tidak pernah lagi menerima kabar setelah itu.

Hilangnya Praktisi Baru-baru Ini
Fu Yurong, wanita dari Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, dipanggil oleh polisi pada 19 Juli 2022 untuk mengisi dokumen pembebasan bersyarat. Polisi mengancam akan menerobos masuk ke rumahnya jika ia tidak datang ke kantor polisi. Ia pergi ke sana keesokan harinya dan tidak pernah kembali ke rumah.
Yu Faquan pria asal Kota Leshan, Provinsi Sichuan, telah hilang sejak 20 Maret 2022.
Zhang Lihua, wanita warga Kota Huaian, Provinsi Jiangsu, yang berusia 65 tahun, telah hilang sejak Maret 2022.
Zhang Jiekang, asal Provinsi Gansu berusia 40-an tahun, sedang bekerja di Beijing sebelum ia menghilang pada Mei 2021. Istri dan kedua putranya tinggal bersamanya di Beijing sebelum ia hilang.
Bai Shuangcheng dan istrinya, Cui Yunyun dari Tianjin, keduanya telah hilang sejak 24 Maret 2021.
Lyu Fengyun, 85 tahun, wanita dari Kota Liaocheng, Provinsi Shandong, telah hilang sejak akhir Maret 2021.
Piao Guangxun, 68 tahun, dari Kota Yanji, Provinsi Jilin, telah hilang sejak akhir Februari 2021. Polisi mengganggunya pada 6 Februari 2021 dan mengintimidasi pria penyandang disabilitas tersebut, memperingatkannya agar tidak keluar untuk membicarakan Falun Gong kepada orang-orang. Piao menghilang tak lama kemudian, dan keluarganya belum mendengar kabar apa pun tentangnya sejak saat itu.
Li Yanxia, 63 tahun, wanita dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, hilang pada Januari 2021 saat ia pergi ke luar rumah. Keberadaannya masih belum diketahui hingga saat ini.
Ditahan Tanpa Komunikasi
Selain para praktisi yang benar-benar kehilangan kontak dengan keluarga mereka, beberapa praktisi yang hilang akhirnya dipastikan telah ditangkap. Pihak berwenang tidak mengizinkan mereka untuk berkomunikasi dengan keluarga, yang tentu saja merasa khawatir karena tidak tahu apakah mereka telah dijatuhi hukuman penjara secara diam-diam atau sedang disiksa dalam tahanan.
Huang Qian wanita dari Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, rumahnya digeledah pada malam hari tanggal 7 April 2022. Keluarganya tidak dapat menghubungi beliau sejak 13 April.
Liu Yanqi, pria usia 68 tahun, dari Kota Nanyang, Provinsi Henan, ditangkap di rumahnya pada 2 Maret 2022. Sejak saat itu, ia ditahan tanpa boleh berkomunikasi.
Zhang Shushan, wanita dari Kota Changchun, Provinsi Jilin, ditangkap pada 17 Februari 2022, rumahnya digeledah. Polisi menolak memberikan informasi mengenai keberadaannya.
Wei Jinlu, pria dari Kota Xining, Provinsi Qinghai, telah hilang sejak Juli 2021. Minghui.org mengonfirmasi pada Desember 2021 bahwa ada seseorang yang melaporkannya ke polisi. Tidak jelas di mana ia ditahan saat ini.
Luo Chunrong, wanita dari Kabupaten Pujiang, Provinsi Sichuan, ditangkap pada 13 Juli 2021 saat sedang mengunjungi praktisi lain. Polisi tidak mengizinkan keluarganya untuk menjenguk atau memberi tahu di mana ia ditahan.
Wang Qingtian, wanita dari Kota Jieyang, Provinsi Guangdong, pergi keluar untuk membagikan materi informasi tentang Falun Gong pada suatu malam di awal Februari 2021. Ia dilaporkan lalu ditangkap. Keluarganya tidak diberi tahu apa pun mengenai situasinya.
Wei Jinxian, wanita berusia 60-an tahun, dari Kota Xianning, Provinsi Hubei, ditangkap pada 25 Desember 2020 setelah dilaporkan berbicara kepada orang-orang tentang Falun Gong. Ia ditahan tanpa boleh berkomunikasi sejak saat itu.
Chen Duofen, wanita dari Kota Changzhou, Provinsi Jiangsu, ditangkap pada 16 Mei 2020. Keluarganya belum menerima kabar terbaru mengenai kasusnya sejak saat itu.
Berdasarkan laporan asli dari Minghui.org.










