Tanya Jawab Falun Gong
Bagian-bagian berikut berisi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling umum mengenai Falun Gong, penganiayaan di Tiongkok, dan narasi yang lebih luas mengenai Falun Gong di seluruh dunia.
Jika anda tidak menemukan jawaban atas pertanyaan Anda, silakan Hubungi Kami.
Dasar-Dasar Falun Gong

Apa itu Falun Gong (Falun Dafa)?
Falun Gong—juga dikenal sebagai Falun Dafa—adalah sebuah latihan spiritual yang mencakup meditasi dan gerakan lembut bersama dengan filosofi moral yang berpusat pada Sejati, Baik, dan Sabar (Zhen 真, Shan 善, Ren 忍). Para praktisi di lebih dari 100 negara bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari, dan banyak yang menggambarkan latihan ini sebagai cara untuk meningkatkan kesehatan fisik serta perilaku pribadi. Pada tahun 1990-an, menurut pemerintah Tiongkok, ada sekitar 70–100 juta orang di Tiongkok dilaporkan melakukan latihan Falun Gong, yang menjadikannya salah satu disiplin spiritual yang paling populer. Pelajari lebih lanjut di sini: Apa itu Falun Gong?
Apa arti Falun Gong?
Falun Gong diterjemahkan sebagai “Latihan Roda Hukum” (atau “Qigong Roda Hukum”). Nama resminya, Falun Dafa, diterjemahkan sebagai “Jalan Besar Roda Hukum.” Dalam beberapa konteks, kata “Fa” atau “Dharma” dapat menggantikan “Jalan”, seperti dalam “Dharma Besar Roda Hukum.”
Apakah Falun Gong sebuah agama?
Falun Gong sering kali digambarkan sebagai disiplin spiritual atau “kultivasi (penempaan) diri”, namun para praktisinya memiliki keyakinan kepada Sang Pencipta (Lihat bagian “Ajaran”). Berbeda dengan agama pada umumnya, Falun Gong tidak mengenal sistem keanggotaan, rohaniwan, sumbangan wajib, ataupun ibadah rutin yang wajib. Orang-orang melakukan meditasi ini secara individu maupun dalam kelompok, dan semua kegiatannya sepenuhnya bersifat sukarela.
Bagaimana cara orang-orang melakukan latihan Falun Gong?
Sebagian besar praktisi mempelajari gerakan latihan dan meditasi, membaca ajaran secara rutin, serta menerapkan prinsip-prinsip moral dalam kehidupan sehari-hari. Bimbingan dan latihan bersama selalu diberikan secara gratis oleh para sukarelawan. Pelajari lebih lanjut di: BelajarFalunDafa.com.
Apakah para praktisi membayar iuran atau “bergabung” dengan Falun Gong?
Tidak ada keanggotaan formal yang diperlukan dalam berlatih Falun Gong, dan ini tidak beroperasi sebagai organisasi keanggotaan dengan iuran. Banyak orang di seluruh dunia mempelajari latihan ini secara daring atau dari sukarelawan, dan melakukannya di rumah masing-masing secara pribadi. Banyak pula yang lebih suka melakukan gerakan latihan bersama, atau bahkan mempelajari ajaran secara berkelompok.
Asal-usul dan Sejarah

Kapan dan di mana Falun Gong dimulai?
Meskipun latihan ini memiliki akar kuno dalam tradisi Buddha, Falun Gong diperkenalkan kepada publik di Tiongkok pada tahun 1992, yakni pada periode ketika praktik qigong dan meditasi sangat populer. Melalui penyebaran dari mulut ke mulut, pada tahun 1999 sebanyak 100 juta orang telah melakukan latihan ini di seluruh Tiongkok.
Apakah ini cabang dari agama Buddha?
Falun Gong termasuk dalam aliran Buddhis sejauh tujuannya, yang pada akhirnya, untuk mencapai status Buddha dan pencerahan. Latihan ini lebih tepat diklasifikasikan sebagai ajaran Qigong aliran Buddha ketimbang “agama Buddha” sebagaimana yang umum dipahami di Barat. Berbeda dengan banyak bentuk agama Buddha institusional, Falun Gong tidak memiliki struktur biarawan/umat awam, kalender ritual, atau sistem kebaktian. Untuk pembahasan yang lebih lengkap, pembaca dapat merujuk pada buku pengantar yang berjudul Falun Gong.
Bagaimana Falun Gong menyebar begitu cepat di Tiongkok?
Falun Gong berkembang pesat melalui penyampaian dari mulut ke mulut, bimbingan publik, dan latihan bersama—serupa dengan cara menyebarnya berbagai latihan kesehatan dan meditasi lainnya. Perkiraan jumlah praktisinya sangat bervariasi, namun ia telah menjadi salah satu disiplin spiritual atau meditasi yang paling populer di Tiongkok sebelum tahun 1999.
Di manakah Falun Gong dilatih saat ini?
Saat ini, Falun Gong telah dilatih oleh jutaan orang di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, dengan komunitas yang tersebar di Amerika Utara, Eropa, Asia-Pasifik, Timur Tengah, dan wilayah lainnya.
Pendiri & Ajaran

Siapakah Master Li Hongzhi?
Master Li Hongzhi adalah pendiri dan guru Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa. Beliau pertama kali mengajarkan latihan Falun Gong kepada masyarakat umum pada tahun 1992 di timur laut Tiongkok, tepatnya di kota Changchun. Beliau adalah penerima berbagai penghargaan dan apresiasi atas upayanya dalam mempromosikan peningkatan kualitas hidup manusia. Beliau telah lima kali menjadi nomine Hadiah Nobel Perdamaian (2000; 2001; 2004; 2007; 2008), dan telah dinominasikan oleh Parlemen Eropa untuk Penghargaan Sakharov untuk Kebebasan Berpikir. Sejak tahun 2006, Master Li menjabat sebagai Direktur Artistik Shen Yun Performing Arts, sebuah perusahaan seni pertunjukan yang berbasis di AS yang tampil di hadapan lebih dari satu juta orang setiap tahunnya di lima benua. Posisi Master Li di Shen Yun adalah sebagai sukarelawan dan tidak memberikan penghasilan.
Mengapa Anda memanggilnya “Master”?
“Master” (Guru Besar) adalah sebutan kehormatan yang umum di Tiongkok bagi instruktur yang ahli dalam bidang seni terampil atau disiplin spiritual, termasuk qigong. Istilah ini digunakan secara luas di seluruh Asia dalam lingkungan biara, sekolah agama, bahkan sekolah bela diri. Sebutan ini digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada pengajar seseorang, serupa dengan sebutan “profesor” dalam lingkungan akademik.
Mr. Li mengajar dan membimbing para praktisi dalam latihan spiritual mereka, namun tidak ikut campur dalam kehidupan sehari-hari mereka. Faktanya, ketika ada pertanyaan yang diajukan kepada Mr. Li di luar bimbingan spiritual, beliau sering kali mengingatkan para praktisi bahwa beliau bukanlah bos mereka dan hanya menangani masalah spiritual.
Apakah benar beliau menghasilkan jutaan dolar dari Falun Gong?
Tidak. Secara umum, Mr. Li digambarkan hanya memperoleh pendapatan dalam jumlah kecil dari buku dan kegiatan terkait ceramah pada tahun-tahun awal, serta dari penjualan buku setelah tahun 1999. Narasi pemerintah Tiongkok menggambarkannya sebagai orang kaya; namun, para praktisi dan pendukung membantah klaim tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda yang bertujuan untuk mendiskreditkan beliau.
Apa yang diajarkan oleh Falun Gong?
Falun Gong mengajarkan pengembangan diri melalui:
- Menyelaraskan perilaku seseorang dengan nilai-nilai Sejati, Baik, dan Sabar (Zhen 真, Shan 善, Ren 忍).
- Meningkatkan karakter (sering dibahas sebagai disiplin diri secara moral).
- Melakukan meditasi dan gerakan latihan untuk kesehatan jiwa dan raga.
Apakah Falun Gong mendukung pandangan politik tertentu?
Tidak. Falun Gong bukanlah sebuah gerakan politik. Latihan ini sendiri tidak memiliki sikap politik apa pun, dan faktanya, para praktisi dianjurkan untuk tidak melibatkan latihan ini ke dalam urusan politik.
Karena praktisi Falun Gong tersebar di lebih dari 100 negara di seluruh dunia, pandangan politik di antara pengikutnya sangatlah beragam. Upaya advokasi yang dilakukan terkait Falun Gong umumnya hanya berfokus pada menghentikan penganiayaan di Tiongkok dan melindungi hak asasi manusia (HAM), bukan untuk mengejar tujuan politik praktis atau kepartaian.
Penganiayaan di Tiongkok

Mengapa Partai Komunis Tiongkok melakukan penganiayaan terhadap Falun Gong?
Meskipun Falun Gong mendapat dukungan luas di seluruh Tiongkok pada tahun 1990-an (bahkan dipuji oleh media resmi pemerintah), pada Juli 1999, pemimpin tertinggi PKT saat itu, Jiang Zemin, memerintahkan kampanye brutal untuk “memusnahkan” kelompok ini. Ada beberapa faktor utama yang menyebabkannya:
- Popularitas Falun Gong yang masif: Dengan jumlah mencapai 100 juta orang, penganut latihan ini melampaui jumlah anggota partai komunis sebanyak 40 juta orang.
- Kemandirian Falun Gong: Kelompok apa pun dengan skala sebesar ini yang berada di luar kendali langsung partai komunis, dianggap sebagai sebuah ancaman.
- Keyakinan dan Tradisi: Selama puluhan tahun, partai komunis telah berupaya menghapuskan budaya spiritual Tiongkok yang kaya demi menanamkan paham Marxisme. Falun Gong mewakili kebangkitan tradisi spiritual Tiongkok dan merupakan lawan dari ideologi komunis.
- Kecemburuan pemimpin PKT dan motivasi politik: Pemimpin PKT kala itu, Jiang Zemin, sangat berambisi membangun pengikut fanatik bagi dirinya sendiri seperti Mao Zedong, namun Falun Gong justru sedang populer di seluruh negeri dan menjadi pusat perhatian.
Pelajari lebih lanjut tentang alasan di balik kampanye PKT untuk “memusnahkan” Falun Gong di sini: Mengapa Falun Gong dianiaya di Tiongkok?
Bukankah Falun Gong mengepung kompleks pemerintah pusat di Beijing (Zhongnanhai)? Bukankah itu memprovokasi Pemerintah Tiongkok?
Lebih dari 10.000 pengikut berkumpul dengan damai di dekat Zhongnanhai pada 25 April 1999. Perkumpulan tersebut ditujukan ke Kantor Pengaduan Negara yang berada di dekat sana dan berlangsung dengan tertib, tanpa memblokir pintu masuk maupun menghalangi lalu lintas. Lebih jelasnya, para praktisi Falun Gong pergi ke sana untuk menyampaikan kekhawatiran mereka. Menyampaikan petisi adalah saluran resmi yang dijamin konstitusi di Tiongkok, dan para peserta berupaya mencari keadilan atas gangguan serta penahanan yang dialami sebelumnya. Peristiwa ini bukanlah pemicu penindasan; sebab, tindakan represif sebenarnya sudah mulai meningkat selama bertahun-tahun sebelum kejadian tersebut.
Pelajari lebih lanjut tentang insiden 25 April: Di Balik Permohonan 25 April
Apa saja bentuk-bentuk penganiayaan yang terjadi?
Berbagai laporan dan dugaan yang terdokumentasi dari waktu ke waktu mendeskripsikan rentetan pelanggaran, termasuk:
- Penahanan Massal: Lebih dari satu juta orang ditahan atau dipenjarakan di pusat-pusat penahanan, kamp kerja paksa, penjara, atau penjara gelap (black jails).
- “Transformasi” Paksa: Melalui “pusat cuci otak,” yang sering kali melibatkan penyiksaan untuk memaksa para praktisi melepaskan keyakinan mereka.
- Kekerasan Seksual: Terjadinya pelecehan seksual dan pemerkosaan selama dalam tahanan.
- Penyiksaan dan Penganiayaan: Tindakan kejam di dalam tahanan yang sering kali berujung pada kematian.
- Pengambilan Organ Paksa: Di mana para tahanan dibunuh dengan cara diambil organ vitalnya secara paksa.
- Pembatasan Pembelaan Hukum: Sulitnya mendapatkan akses bantuan hukum yang adil.
- Diskriminasi Sosial: Penolakan hak atas pendidikan dan pekerjaan.
- Pengawasan Ketat: Pemantauan terus-menerus dan sensor di media sosial.
Pelajari lebih lanjut tentang penindasan ini di sini: Penindasan Kejam terhadap 100 Juta Orang
Pelajari lebih lanjut tentang statistik dan bukti di sini: Statistik & Bukti
Berapa banyak orang yang terdampak oleh penganiayaan ini?
Ketika penganiayaan dimulai pada tahun 1999, perkiraan pemerintah Tiongkok menempatkan jumlah praktisi di angka 70 hingga 100 juta orang. Hal ini menunjukkan adanya dampak pada lingkaran keluarga dan komunitas yang jauh lebih luas—mencapai ratusan juta orang. Kampanye ini juga mengandalkan propaganda yang ekstensif, sesi “belajar” di tempat kerja, serta tekanan sosial yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Jumlah total yang tepat sulit didapat karena adanya pembatasan akses dan sensor di Tiongkok. Namun, dokumentasi hak asasi manusia dan pelaporan sumber terbuka mendeskripsikan pola kekerasan yang terus berlanjut sejak tahun 1999. Hingga Februari 2026, jumlah kematian yang telah dikonfirmasi telah jauh melampaui 5.000 praktisi Falun Gong. Selain itu, China Tribunal menyimpulkan bahwa puluhan ribu orang telah dibunuh melalui perampasan organ paksa.
Pelajari lebih lanjut tentang statistik dan bukti di sini: Statistik & Bukti
Mengapa rezim Tiongkok mengatakan mereka melakukan ini terhadap Falun Gong?
PKT membantah adanya perlakuan buruk dan membenarkan pelarangan tersebut dengan menggambarkan Falun Gong sebagai sesuatu yang berbahaya bagi masyarakat, “anti-sains”, atau mengancam secara politik. Para pakar Tiongkok dan akademisi yang telah mempelajari Falun Gong berpendapat bahwa hal-hal tersebut adalah klaim propaganda yang digunakan untuk merasionalkan penindasan. Mereka mencatat bahwa sumber-sumber pemerintah tersebut sama sekali tidak berdasar dan seringkali dengan mudah dibuktikan kesalahannya.
Pelajari lebih lanjut tentang alasan di balik kampanye PKT untuk ‘memberantas’ Falun Gong di sini: Mengapa Falun Gong mengalami penganiayaan di Tiongkok?
Apakah pengambilan organ secara paksa merupakan bagian dari penganiayaan?
Ya, pengambilan organ secara paksa merupakan bagian dari penganiayaan tersebut. Praktisi Falun Gong dibunuh melalui pengambilan organ secara paksa—sebuah praktik mengerikan di mana tahanan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya. Banyak peneliti, institusi, dan pengacara telah menyuarakan keprihatinan atas sumber organ dan tuduhan pengambilan organ secara paksa di Tiongkok. Yang paling menonjol adalah China Tribunal, sebuah pengadilan independen yang berbasis di London, yang pada tahun 2019 dan 2020 menyimpulkan bahwa puluhan ribu praktisi Falun Gong telah dibunuh dan kejahatan tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini. Satu-satunya korban selamat yang diketahui, Tn. Cheng Peiming, berhasil melarikan diri dari Tiongkok dan sekarang tinggal di Amerika. Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, dan Israel, telah mengesahkan undang-undang untuk membatasi pengambilan organ secara paksa.
Pelajari lebih lanjut tentang Pengambilan Organ Secara Paksa di sini: Perampasan Organ Paksa
Bagaimana tanggapan Falun Gong terhadap penganiayaan tersebut?
Para praktisi menanggapi sepenuhnya melalui cara-cara damai tanpa kekerasan, termasuk petisi, surat, aksi damai, upaya meningkatkan kesadaran, pendokumentasian, dan seruan kepada badan-badan internasional. Di dalam Tiongkok, jaringan akar rumput yang terdiri dari puluhan juta orang yang membuat dan mendistribusikan pamflet serta buletin bawah tanah untuk mengungkap penganiayaan merupakan gerakan pembangkangan sipil terbesar dalam sejarah Tiongkok. Di luar Tiongkok, kegiatannya meliputi rapat umum, forum, dan advokasi untuk pertanggungjawaban hak asasi manusia. Praktisi Falun Gong di Barat juga telah mendirikan organisasi-organisasi untuk menembus sensor internet (firewall) Tiongkok, menyiarkan konten yang menyampaikan kebenaran ke Tiongkok melalui satelit, organisasi HAM, perusahaan media, dan bahkan perusahaan seni pertunjukan—yang semuanya membantu mengungkap penganiayaan di Tiongkok dan meningkatkan kesadaran di seluruh dunia.
Pelajari lebih lanjut tentang pembangkangan sipil akar rumput Falun Gong di Tiongkok: Ketidakpatuhan Sipil
Jika Falun Gong begitu baik, mengapa ia dilarang? Mengapa kelompok lain tidak menjadi sasaran seperti ini?
Banyak komunitas lain yang juga menghadapi penganiayaan di Tiongkok, termasuk umat Kristen gereja rumahan, umat Buddha Tibet, dan aktivis HAM. Skala dan keganasan kampanye yang unik terhadap Falun Gong bermula dari jumlahnya yang besar dan popularitasnya di seluruh Tiongkok. Jika Anda menjumlahkan total populasi warga Uygur, Tibet, dan penduduk Hong Kong—tiga kelompok yang juga dianiaya oleh rezim Tiongkok—total populasi mereka masih kurang dari setengah jumlah praktisi Falun Gong di seluruh Tiongkok, yaitu 100 juta orang. Selain itu, sementara warga Uygur dan Tibet dikucilkan di wilayah-wilayah tertentu yang terpencil, praktisi Falun Gong ada di mana-mana di jantung wilayah Tiongkok; mereka berada di setiap kota, kota kecil, dan desa di seluruh 22 provinsi di daratan Tiongkok serta mencakup semua tingkat sosial ekonomi, mulai dari petani miskin hingga profesor universitas, dari ibu rumah tangga hingga pemimpin militer. Memang, praktisi Falun Gong tidak dapat dibedakan dari populasi umum, dan oleh karena itu, dari perspektif Beijing, hal ini merupakan ancaman yang unik dan menantang.
Apakah Falun Gong telah berubah sifat dan menjadi sangat politis sekarang?
Falun Gong sendiri tidak mencari kekuasaan politik. Perlu dicatat bahwa upaya advokasi yang dilakukan muncul sepenuhnya sebagai respons terhadap penganiayaan. Kegiatan seperti protes dan tindakan hukum tidak ada sebelum terjadinya penindasan di Tiongkok. Semua upaya tersebut bertujuan untuk mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia, bukan untuk mendapatkan otoritas pemerintahan.
Bukankah beberapa praktisi Falun Gong membakar diri di Lapangan Tiananmen?
PKT telah mempromosikan klaim ini secara luas. Namun, ajaran Falun Gong secara tegas menentang pembunuhan dan bunuh diri. Sumber-sumber Falun Gong serta beberapa laporan independen—termasuk laporan Washington Post pada Februari 2001—menyanggah narasi resmi tersebut dan menunjukkan bahwa insiden itu kemungkinan besar telah direkayasa.
Berikut adalah analisis yang lebih lengkap: Bakar Diri di Lapangan Tiananmen.
Mengapa saya jarang mendengar atau membaca berita tentang hal ini?
Ada beberapa alasan utama yang sering muncul: sensor ketat di dalam Tiongkok, tekanan terhadap media asing yang ingin meliput, serta pengaruh propaganda awal yang membentuk pandangan dunia. Banyak jurnalis dan peneliti mengakui bahwa meliput isu sensitif di Tiongkok memang sangat sulit karena banyaknya hambatan di lapangan.
Baca analisis selengkapnya: Mengapa Saya Belum Mendengar tentang Hal Ini?
Bagaimana sikap Amerika Serikat dan pemerintah negara lain terhadap penganiayaan ini?
Banyak pemerintah dan parlemen di berbagai negara telah mengeluarkan pernyataan resmi serta laporan yang mengutuk pelanggaran hak asasi manusia ini, sekaligus mendesak pembebasan para tahanan. Kongres AS sendiri telah mengesahkan 5 resolusi yang mendukung Falun Gong dan mengecam penganiayaan di Tiongkok. Langkah serupa juga diambil oleh lembaga legislatif di Kanada dan Uni Eropa melalui berbagai pernyataan resmi dan sidang dengar pendapat. Departemen Luar Negeri AS dan negara-negara lain secara rutin menyoroti kasus penganiayaan Falun Gong dalam laporan tahunan mereka. Bahkan, pada Mei 2025, DPR AS secara bulat mengesahkan Falun Gong Protection Act. Undang-undang ini mewajibkan pemberian sanksi dan pelaporan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penganiayaan di Tiongkok.
Detail lebih lanjut tersedia di sini: Tindakan Pemerintah.
Bagaimana tanggapan organisasi seperti Amnesty International terhadap penganiayaan ini?
Selama dua dekade terakhir, berbagai kelompok hak asasi manusia internasional, jurnalis investigasi, pengacara Tiongkok, Pelapor Khusus PBB, serta laporan pemerintah Amerika Serikat telah secara independen mendokumentasikan dan menceritakan pelanggaran HAM yang sistematis. Hal ini mencakup penyiksaan hingga kematian dalam tahanan yang dialami oleh mereka yang melakukan latihan Falun Gong di Tiongkok. Semua temuan ini telah dicatat secara rinci dalam berbagai laporan resmi mereka.
Detail lebih lanjut tersedia di sini: Dokumentasi Independen.
Kampanye Global Beijing Terhadap Falun Gong

Mengapa Falun Gong menjadi isu penting saat ini?
“Untuk memahami Tiongkok, pertama-tama Anda harus memahami Falun Gong.” Isu ini memengaruhi masyarakat umum, lembaga demokrasi, dan masyarakat sipil secara luas.
Falun Gong tetap menjadi isu hak asasi manusia yang utama karena kampanye yang terus berkembang terhadap mereka telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi semakin canggih. Faktanya, metode dan taktik yang digunakan untuk membungkam dan menekan Falun Gong sering kali diterapkan terhadap kelompok lain, bahkan di tingkat internasional. Dalam hal ini, Falun Gong menjadi tempat uji coba untuk penindasan yang lebih luas. Taktik Beijing terhadap Falun Gong juga bersinggungan dengan masalah kebebasan beragama yang lebih luas, supremasi hukum, keamanan nasional, serta operasi pengaruh asing yang merugikan yang dapat mengganggu stabilitas masyarakat demokratis.
Apakah Falun Gong Menjadi Target Penindasan Lintas Negara?
Ya. Hanya beberapa jam setelah penindasan dimulai di Tiongkok, para sukarelawan Falun Gong di Kota New York dan negara-negara lain menghadapi aksi pembobolan rumah, ancaman pembunuhan, serta peningkatan fitnah keji yang sebagian besar disampaikan melalui kelompok masyarakat Tionghoa dan surat kabar yang dikendalikan oleh PKT.
Dalam beberapa tahun terakhir, PKT secara drastis meningkatkan upayanya untuk membungkam dan memfitnah Falun Gong di seluruh dunia, sambil beralih ke taktik yang lebih manipulatif dan berbahaya. Rezim tersebut dan kaki tangannya telah berusaha mempersenjatai lembaga-lembaga Barat, termasuk media AS, penegak hukum, dan lembaga pemerintah. Kampanye yang meningkat ini sejauh ini mencakup upaya agen PKT untuk menyuap pejabat pemerintah AS, pengajuan gugatan hukum sembarangan oleh kelompok-kelompok yang terkait dengan Tiongkok, ribuan akun media sosial palsu yang menyebarkan disinformasi, serta berbagai ancaman bom dan penembakan massal—beberapa di antaranya berhasil dilacak oleh otoritas Taiwan berasal dari Tiongkok. PKT juga berupaya memancing atau memanfaatkan lembaga-lembaga Amerika untuk melawan para pengkritik Beijing di AS.
Detail lebih lanjut mengenai kampanye ini tersedia di sini: Kampanye yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya untuk Menghapuskan Falun Gong Secara Global.
Apa yang dimaksud dengan “disinformasi” dalam konteks ini?
Disinformasi adalah informasi palsu atau menyesatkan yang disebarkan secara sengaja untuk membentuk persepsi publik, merusak kredibilitas, atau memicu konflik. Dalam kampanye yang menargetkan Falun Gong, hal ini dapat mencakup klaim buatan, penyamaran identitas, aktivitas media sosial tidak asli yang terkoordinasi, atau “pencucian” konten melalui media yang seolah-olah independen.
Apa itu “lawfare”?
Lawfare merujuk pada penggunaan pengajuan hukum secara strategis—yang sering kali lemah, berulang, atau tujuan utamanya menyerang reputasi—untuk membebani target dengan biaya hukum, mengganggu operasional, atau menciptakan berita negatif, meskipun klaim tersebut tidak berhasil di pengadilan.
Organisasi Afiliasi Falun Gong di Barat

Apa itu Falun Dafa Information Center (FDIC)?
FDIC adalah organisasi riset dan advokasi yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia terkait Falun Gong. Lembaga ini juga memantau tren terkait, termasuk penindasan lintas negara dan disinformasi.
Bagaimana hubungan Falun Gong dengan Shen Yun?
Saat penganiayaan terhadap Falun Gong berkecamuk di Tiongkok, pada tahun 2006, sekelompok kecil sukarelawan Falun Gong—sebagian besar adalah imigran generasi pertama yang terpelajar dan berasal dari elit budaya Tiongkok—membangun landasan di perbukitan yang tenang di bagian utara New York.
Didorong oleh visi yang mendalam, mereka berusaha menghidupkan kembali budaya asli Tiongkok yang hampir musnah akibat kampanye brutal Partai Komunis Tiongkok. Di sinilah Shen Yun Performing Arts dilahirkan.
Pelajari lebih lanjut tentang kisah Shen Yun di sini: Kisah Nyata Shen Yun.
Apa yang dimaksud dengan “disinformasi” dalam konteks ini?
Disinformasi adalah informasi palsu atau menyesatkan yang disebarkan secara sengaja untuk membentuk persepsi publik, merusak kredibilitas, atau memicu konflik. Dalam kampanye yang menargetkan Falun Gong, hal ini dapat mencakup klaim buatan, penyamaran identitas, aktivitas media sosial tidak asli yang terkoordinasi, atau “pencucian” konten melalui media yang seolah-olah independen.
Apa itu “lawfare”?
Lawfare merujuk pada penggunaan pengajuan hukum secara strategis—yang sering kali lemah, berulang, atau tujuan utamanya menyerang reputasi—untuk membebani target dengan biaya hukum, mengganggu operasional, atau menciptakan berita negatif, meskipun klaim tersebut tidak berhasil di pengadilan.
Apa Hubungan Antara Falun Gong dan The Epoch Times?
Secara teknis, tidak ada hubungan resmi. Falun Gong sebagai sebuah entitas—yang diwakili oleh Falun Dafa Information Center dan Himpunan Falun Dafa—tidak mendanai, menyediakan staf, atau memiliki afiliasi dengan The Epoch Times. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah media telah menyalahartikan hubungan antara Falun Gong dan surat kabar The Epoch Times dengan menggambarkannya sebagai “corong” atau mewakili pandangan politik Falun Gong. Meskipun benar bahwa The Epoch Times didirikan oleh sekelompok kecil individu yang melakukan latihan Falun Gong, surat kabar tersebut tidak mewakili ajaran spiritual ini, juga tidak berbicara atas nama komunitas praktisi global yang beragam. Hal ini perlu diperjelas karena kebijakan redaksi surat kabar tersebut bersifat independen dan terpisah dari prinsip-prinsip dasar latihan Falun Gong itu sendiri.
Kesalahpahaman
Untuk pembahasan lebih lanjut mengenai latihan Falun Gong itu sendiri, pembaca dapat mengunjungi halaman yang berjudul Ikhtisar, Ajaran & Keyakinan, atau Latihan. Bagi Anda yang tertarik untuk mempelajari cara melakukan latihan ini, sebaiknya mengunjungi situs resmi di www.falundafa.org.


