Kampanye Luar Biasa PKT untuk Menyabotase Shen Yun dan Melenyapkan Falun Gong secara Global
Kampanye Luar Biasa PKT untuk Menyabotase Shen Yun dan Melenyapkan Falun Gong secara Global
Pembaruan Terakhir: 16 Desember 2024
Penindasan Lintas Negara yang telah lama dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang menargetkan praktisi Falun Gong di luar Tiongkok telah mengalami perubahan drastis selama setahun terakhir.
Instruksi dari Pucuk Pimpinan: Berawal dari perintah pejabat tinggi partai, rezim ini meluncurkan kampanye baru untuk menjatuhkan nama baik komunitas Falun Gong di Amerika Serikat. Mereka juga berupaya menyabotase Shen Yun Performing Arts, kelompok tari klasik Tiongkok asal Amerika yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong.
Instruksi dari Pucuk Pimpinan: Berawal dari perintah pejabat tinggi partai, rezim ini meluncurkan kampanye baru untuk menjatuhkan nama baik komunitas Falun Gong di Amerika Serikat. Mereka juga berupaya menyabotase Shen Yun Performing Arts, kelompok tari klasik Tiongkok asal Amerika yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong.
Tujuan Akhir Rezim: Tujuan nyata PKT adalah untuk membalikkan opini masyarakat Amerika dan bahkan pemerintah AS agar menentang Falun Gong dan Shen Yun, serta memperlemah mereka secara global sebagai sumber perbedaan pendapat dan visi alternatif bagi masa depan Tiongkok.
Tujuan Akhir Rezim: Tujuan nyata PKT adalah untuk membalikkan opini masyarakat Amerika dan bahkan pemerintah AS agar menentang Falun Gong dan Shen Yun, serta memperlemah mereka secara global sebagai sumber perbedaan pendapat dan visi alternatif bagi masa depan Tiongkok.
Taktik Utama: Sejauh ini, serangan yang telah dilakukan dalam bentuk aksi fisik, ancaman bom palsu, hingga tuntutan hukum yang dibuat-buat. Ada juga segelintir penghasut yang menyebarkan informasi menyesatkan di media sosial dan media besar seperti New York Times. Selain itu, mereka juga berupaya menekan lembaga pemerintah AS agar menyelidiki Shen Yun.
Taktik Utama: Sejauh ini, serangan yang telah dilakukan dalam bentuk aksi fisik, ancaman bom palsu, hingga tuntutan hukum yang dibuat-buat. Ada juga segelintir penghasut yang menyebarkan informasi menyesatkan di media sosial dan media besar seperti New York Times. Selain itu, mereka juga berupaya menekan lembaga pemerintah AS agar menyelidiki Shen Yun.
Strategi Baru: Kampanye terencana ini sangat mirip dengan bocoran rencana dari internal aparat keamanan rezim yang sempat beredar sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa peringatan tersebut memang nyata.
Strategi Baru: Kampanye terencana ini sangat mirip dengan bocoran rencana dari internal aparat keamanan rezim yang sempat beredar sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa peringatan tersebut memang nyata.
Risiko Besar: Masalah ini bukan hanya soal ancaman bagi praktisi Falun Gong dan Shen Yun. Jika kampanye ini berhasil, Beijing akan memiliki “panduan” untuk menghancurkan perusahaan atau organisasi mana pun di Amerika Serikat sesuka mereka. Ini merupakan ancaman serius bagi tatanan institusi di Amerika secara luas.
Risiko Besar: Masalah ini bukan hanya soal ancaman bagi praktisi Falun Gong dan Shen Yun. Jika kampanye ini berhasil, Beijing akan memiliki “panduan” untuk menghancurkan perusahaan atau organisasi mana pun di Amerika Serikat sesuka mereka. Ini merupakan ancaman serius bagi tatanan institusi di Amerika secara luas.
Falun Dafa Information Center telah memantau kampanye besar-besaran ini sejak akhir 2023. Kami melihat adanya lonjakan tajam berita bohong (disinformasi) di internet serta ancaman nyata yang ditujukan kepada praktisi Falun Gong dan Shen Yun. Di halaman ini, kami menyajikan jawaban atas berbagai pertanyaan penting berdasarkan riset kami. Kami juga menyediakan laporan yang lebih mendalam, termasuk dokumen dari internal partai serta analisis mengenai berita tidak akurat dan bias dalam “investigasi” terbaru New York Times terhadap Shen Yun dan Falun Gong.
Kami paham bahwa bagi sebagian orang, sulit dipercaya bahwa PKT bisa memanipulasi media besar di Amerika dan memanfaatkan sistem hukum AS. Namun, sebagai pihak yang menghadapi serangan ini secara langsung, itulah kenyataan yang kami lihat. Gambaran tentang komunitas kami di media sudah sangat melenceng. Apa yang diberitakan sangat jauh berbeda dengan sosok praktisi Falun Gong yang sebenarnya. Kami adalah komunitas global yang beragam, terdiri dari orang-orang baik dan pekerja keras yang fokus pada kultivasi diri secara spiritual. Kami menggunakan cara-cara damai dan kreatif untuk menyingkap kebohongan PKT serta menyelamatkan keluarga dan rekan praktisi di Tiongkok dari penganiayaan agama yang kejam oleh rezim tersebut. Kami berharap Anda bisa tetap berpikiran terbuka saat membaca penjelasan lebih lanjut.
Pertanyaan dan Jawaban Penting
Pertanyaan dan Jawaban Penting
Siapa yang berada di balik kampanye ini?
Jawabannya adalah para petinggi keamanan PKT. Informasi dari orang dalam menunjukkan bahwa perintah kampanye ini datang langsung dari level teratas partai. Bahkan, Xi Jinping sendiri pada tahun 2022 meminta agar serangan terhadap Falun Gong di luar negeri lebih ditingkatkan.
Dalam arahannya, Xi dikabarkan mengeluh bahwa upaya membungkam Falun Gong selama ini “kurang kreatif”. Ia lalu memerintahkan dua taktik utama: pertama, lawfare (sengaja mengajukan tuntutan hukum yang mengada-ada untuk menguras energi dan merusak nama baik target). Kedua, penyebaran berita bohong (disinformasi). Xi disebut secara khusus meminta penggunaan akun media sosial dan media besar yang tidak terlihat punya hubungan langsung dengan PKT.
Untuk pelaksanaannya, Xi menunjuk Komisi Politik dan Hukum (PLAC) yang membawahi seluruh aparat keamanan. Sumber internal lainnya menyebutkan bahwa misi ini adalah kerja sama antara Kementerian Keamanan Negara dan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok. Kabarnya, operasi ini dipimpin langsung oleh Menteri Keamanan Negara, Chen Yixin.
Pada awal Agustus, Falun Dafa Information Center merilis laporan tentang taktik-taktik baru ini berdasarkan informasi dari sumber di kepolisian Tiongkok. Ada beberapa strategi yang disiapkan rezim untuk menghancurkan Shen Yun dan Falun Gong, yaitu: menyewa influencer media sosial (dua nama sudah teridentifikasi), memancing media arus utama agar membuat berita negatif, mendorong pemerintah AS melakukan penyelidikan, hingga menyusupkan agen rahasia ke dalam komunitas untuk memata-matai dan memecah belah para praktisi Falun Gong dari dalam.
Kutipan dari catatan pertemuan internal kementerian keamanan pada Juni 2024 ini mengungkap beberapa taktik serta tujuan akhir rezim tersebut:
“Kerahkan agen-agen rahasia untuk memicu dan memperbesar konflik internal di dalam Falun Gong. Terus tingkatkan kekuatan dan jangkauan [para influencer media sosial yang menyerang Falun Gong dan Shen Yun]… mereka harus terus memancing perhatian seluruh masyarakat Amerika Serikat, agar pemerintah AS terpaksa turun tangan menyerang dari segala sisi untuk menumpas kekuatan Falun Gong.”
“Kerahkan agen-agen rahasia untuk memicu dan memperbesar konflik internal di dalam Falun Gong. Terus tingkatkan kekuatan dan jangkauan [para influencer media sosial yang menyerang Falun Gong dan Shen Yun]… mereka harus terus memancing perhatian seluruh masyarakat Amerika Serikat, agar pemerintah AS terpaksa turun tangan menyerang dari segala sisi untuk menumpas kekuatan Falun Gong.”
Pada awal Desember 2024, seorang sumber internal kembali membagikan catatan dari rapat video kementerian. Isinya menekankan strategi yang sedang berjalan, seperti menambah jumlah agen penyusup ke dalam komunitas Falun Gong. Mereka juga mencoba membujuk para praktisi senior agar “keluar dari Falun Gong” dan menyebarkan cerita bohong tentang “rahasia gelap” kelompok tersebut.
Kemudian pada Februari 2025, sebuah lembaga nirlaba di Australia menerbitkan pernyataan seorang pakar dan aktivis politik asal Tiongkok, Yuan Hongbin, yang membeberkan detail lebih lanjut mengenai rapat internal akhir tahun 2022. Saat itu, Xi Jinping memerintahkan agar serangan terhadap Falun Gong di luar negeri diperkuat. Xi meminta penggunaan “perang opini publik” dan “perang hukum” untuk menjatuhkan Falun Gong di seluruh dunia, termasuk merusak reputasi pendirinya, Li Hongzhi. Yuan menjelaskan bahwa informasi ini ia dapatkan dari beberapa orang di dalam partai yang merupakan mantan teman sekelas atau muridnya. Mereka adalah “orang-orang yang masih punya hati nurani di sistem PKT” atau mereka yang tidak menyukai Xi karena adanya pertikaian politik di internal partai. Menurut Yuan:
“[Dalam pidato tahun 2022] Xi Jinping mengatakan bahwa… upaya menekan Falun Gong di dunia internasional selama ini dianggap gagal. Xi menyatakan bahwa cara-cara lama yang digunakan terlalu kaku, ketinggalan zaman, dan tidak kreatif. Karena itu, Xi memerintahkan agar kekuatan Falun Gong di kancah internasional harus benar-benar dihentikan total.”
“[Dalam pidato tahun 2022] Xi Jinping mengatakan bahwa… upaya menekan Falun Gong di dunia internasional selama ini dianggap gagal. Xi menyatakan bahwa cara-cara lama yang digunakan terlalu kaku, ketinggalan zaman, dan tidak kreatif. Karena itu, Xi memerintahkan agar kekuatan Falun Gong di kancah internasional harus benar-benar dihentikan total.”
Pelajari selanjutnya:
- Sumber Internal Tiongkok Menyebut Menteri Keamanan Negara sebagai Penggerak Disinformasi Anti-Falun Gong (Falun Dafa Information Center)
- Sumber Internal Tiongkok Menyebut Menteri Keamanan Negara sebagai Penggerak Disinformasi Anti-Falun Gong (Falun Dafa Information Center)
- Petinggi Partai Komunis Tiongkok (PKT) Meningkatkan Rencana Rahasia untuk Menyerang Falun Gong, Shen Yun, dan Epoch Times (Organisasi Dunia untuk Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong, Desember 2024)
- Pernyataan dari Profesor Yuan Hongbin (Koalisi Internasional untuk Mengakhiri Penyalahgunaan Transplantasi)
- “Dokumen PKT yang Bocor Mengungkap Tindakan Keras Global terhadap Perbedaan Pendapat” (The Diplomat)
Taktik apa saja yang digunakan oleh rezim tersebut?
Kampanye penyebaran berita bohong dan penindasan lintas negara yang muncul saat ini sangat mirip dengan rencana yang disebutkan sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa mereka sekarang menggunakan “strategi baru” yang lebih licin dan rapi.
Berikut adalah beberapa taktik utama yang terlihat sejauh ini:
Ancaman kekerasan anonim, termasuk ancaman bom, yang ditujukan kepada para pemain Shen Yun, gedung pertunjukan, serta lembaga-lembaga lain yang terkait dengan Falun Gong.
YouTuber bayaran Beijing yang namanya tercatat dalam dokumen internal PKT menyebarkan berita palsu atau ancaman kekerasan terhadap Falun Gong dan Shen Yun.
Media arus utama—khususnya New York Times—memuat berita yang tidak adil dan menyesatkan. Berita tersebut didasarkan pada sumber yang meragukan yang punya hubungan dengan para YouTuber binaan Beijing dan lembaga pemerintah Tiongkok.
Orang-orang atau organisasi yang terhubung dengan Tiongkok mengajukan tuntutan hukum yang tidak berdasar, seperti menuduh adanya kerusakan lingkungan atau pelanggaran hak pekerja.
Orang-orang ini (termasuk agen PKT yang sudah divonis bersalah oleh pengadilan) mencoba memancing lembaga pemerintah Amerika Serikat untuk menyelidiki Shen Yun terkait masalah pajak, lingkungan, atau aturan tenaga kerja.
Ada orang yang menyamar sebagai praktisi latihan Falun Gong di media sosial (seperti X) atau lewat email untuk menyebarkan pernyataan aneh atau ancaman kekerasan demi memperburuk citra komunitas tersebut.
Berikut adalah beberapa taktik utama yang terlihat sejauh ini:
• Ancaman kekerasan anonim, termasuk ancaman bom, yang ditujukan kepada para pemain Shen Yun, gedung pertunjukan, serta lembaga-lembaga lain yang terkait dengan Falun Gong.
• YouTuber bayaran Beijing yang namanya tercatat dalam dokumen internal PKT menyebarkan berita palsu atau ancaman kekerasan terhadap Falun Gong dan Shen Yun.
• Media arus utama—khususnya New York Times—memuat berita yang tidak adil dan menyesatkan. Berita tersebut didasarkan pada sumber yang meragukan yang punya hubungan dengan para YouTuber binaan Beijing dan lembaga pemerintah Tiongkok.
• Orang-orang atau organisasi yang terhubung dengan Tiongkok mengajukan tuntutan hukum yang tidak berdasar, seperti menuduh adanya kerusakan lingkungan atau pelanggaran hak pekerja.
• Orang-orang ini (termasuk agen PKT yang sudah divonis bersalah oleh pengadilan) mencoba memancing lembaga pemerintah Amerika Serikat untuk menyelidiki Shen Yun terkait masalah pajak, lingkungan, atau aturan tenaga kerja.
• Ada orang yang menyamar sebagai praktisi latihan Falun Gong di media sosial (seperti X) atau lewat email untuk menyebarkan pernyataan aneh atau ancaman kekerasan demi memperburuk citra komunitas tersebut.
Learn more:
- Pemantau Insiden: Mengawasi Kampanye Terbaru PKT Terkait Represi Transnasional dan Disinformasi terhadap Falun Gong (Falun Dafa Information Center)
- Memanfaatkan Media Sosial sebagai Senjata: Rencana Baru PKT untuk Menumpas Falun Gong di Seluruh Dunia (Falun Dafa Information Center)
- Hakim Federal Batalkan Gugatan Tanpa Dasar Terhadap Falun Gong dan Kampus Shen Yun (Falun Dafa Information Center)
- Akademi Tari Beijing: Institut Seni Milik Negara Tiongkok yang Terkait Erat dengan Partai Komunis Tiongkok (Falun Dafa Information Center)
Bagaimana taktik ini diterapkan dalam contoh nyata?
Hingga saat ini, Falun Dafa Information Center telah mencatat puluhan insiden sejak Januari 2024. Insiden tersebut mulai dari ancaman bom tanpa nama, berita yang meragukan, gugatan hukum yang dibuat-buat (seperti tuduhan penganiayaan atau kerusakan lingkungan), hingga influenser sosial media yang mewawancarai mantan praktisi yang merasa tidak puas, serta email palsu yang menyamar sebagai praktisi.
Mungkin awalnya kejadian-kejadian ini terlihat seperti peristiwa biasa yang tidak ada sangkut pautnya dengan PKT. Namun, jika diteliti lebih dalam, banyak dari kejadian tersebut memiliki pola dan keterkaitan yang sama. Semuanya mengarah pada satu kampanye yang terencana dan adanya pengaruh terselubung dari rezim tersebut. Berikut adalah lima contoh nyata dari beberapa bulan terakhir yang menunjukkan bagaimana berbagai taktik kampanye ini dipraktikkan di lapangan.
Ancaman kekerasan yang terencana: Pada Desember 2024, muncul ancaman penembakan massal dari orang tak dikenal yang dikirim ke teater pertunjukan Shen Yun di dua lokasi berbeda, yaitu Atlanta dan San Jose. Meski lokasinya berjauhan, kedua ancaman tersebut dikirim dari alamat email yang sama. Ini membuktikan bahwa aksi tersebut dilakukan secara terencana. Kasus ini hanyalah dua dari total 80 lebih ancaman serupa yang terjadi selama setahun terakhir. Ancaman ini menyasar gedung pertunjukan Shen Yun, pusat pelatihan mereka di New York, hingga organisasi seperti Falun Dafa Information Center. Isi pesannya sangat mengerikan, mulai dari ancaman menaruh bom di fasilitas Shen Yun, membakar rumah para pemain, hingga ancaman kekerasan seksual terhadap penari perempuan. Banyak dari pesan teror ini juga sengaja dikirimi foto senjata api dan peluru untuk menakut-nakuti.
Potongan tangkapan layar ancaman yang diterima oleh teater di California, 11 Desember 2024.
Influenser binaan Beijing ikut campur tangan dalam pemberitaan New York Times: Ada seorang YouTuber yang pernah mengancam akan melakukan kekerasan kepada pemain Shen Yun dan sekarang sedang terjerat kasus senjata ilegal di Amerika Serikat. YouTuber ini mengaku terang-terangan bahwa dialah yang mengenalkan wartawan New York Times kepada beberapa mantan anggota Shen Yun dan praktisi Falun Gong yang merasa kecewa untuk dijadikan narasumber berita. Nama YouTuber ini tercantum dalam bocoran catatan rapat Kementerian Keamanan Publik sebagai sosok yang harus didukung oleh aparat rezim dalam upayanya menyerang Falun Gong. Sejak Agustus, New York Times telah menerbitkan rangkaian artikel yang berat sebelah dan menyesatkan berdasarkan keterangan dari sekelompok kecil mantan pemain ini. Di sisi lain, media tersebut mengabaikan adanya kaitan dengan pemerintah Tiongkok, adanya konflik kepentingan dari para narasumber, serta peringatan tentang potensi manipulasi. Sebaliknya, kesaksian orang-orang ini justru sangat ditonjolkan dan digunakan untuk membuat klaim yang luas dan menyimpang tentang Shen Yun dan Falun Gong. (Lihat detail tambahan di bawah.)
Taktik Perang Hukum (Lawfare): Seorang mantan penari Shen Yun mengajukan gugatan dengan tuduhan pelanggaran hak pekerja hingga perdagangan manusia. Kasus ini ramai diberitakan media, padahal mayoritas pemain Shen Yun lainnya justru merasa nyaman dan punya pengalaman positif yang jauh berbeda dari tuduhan itu. Menariknya, dari unggahan Facebook-nya terlihat bahwa sikap penari ini berubah drastis dari memuji menjadi membenci Shen Yun dalam setahun terakhir. Hal ini terjadi tepat setelah sekolah tarinya di Taiwan bekerja sama dengan Beijing Dance Academy—lembaga seni yang sebenarnya disetir oleh 10 anggota PKT, termasuk pejabat bagian propaganda.
Gugatan ini mirip dengan pola sebelumnya, dimana kelompok-kelompok yang punya hubungan dengan Tiongkok menuduh pusat pelatihan Shen Yun (Dragon Springs) merusak lingkungan. Pada September 2024, hakim di New York membatalkan gugatan itu karena dianggap “aneh,” “tidak jelas,” dan “ngawur.” Hakim bahkan melarang mereka mengajukan gugatan serupa lagi karena ini sudah keempat kalinya mereka mencoba—istilahnya, mereka hanya “asal melempar tuduhan sampai ada yang nyangkut.” Dalam kasus lain, ada agen PKT yang mengaku bahwa sengaja membuat gugatan palsu adalah cara untuk membuat musuh mereka sibuk di pengadilan dan merusak nama baiknya. Sayangnya, media lokal hanya heboh saat gugatan diajukan, tapi diam saja saat gugatan itu ditolak karena tidak terbukti.
Upaya Menghasut Lembaga Pemerintah AS: Pada tahun 2024, dua agen PKT dipenjara karena mencoba menyuap petugas pajak (yang ternyata agen FBI yang menyamar). Mereka ingin status bebas pajak Shen Yun dicabut. Ini adalah bukti nyata betapa beraninya rezim ini mencoba memanfaatkan lembaga pemerintah Amerika untuk menyerang lawan politik mereka. Selain itu, pihak yang menggugat soal lingkungan tadi juga terus melapor ke dinas terkait agar Shen Yun diselidiki. Namun, semua hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Shen Yun tidak melakukan kesalahan apa pun.
Taktik ini juga terlihat saat Departemen Tenaga Kerja New York tiba-tiba membuka penyelidikan. Padahal, Shen Yun sudah beroperasi selama 18 tahun dan program magangnya sudah lama disetujui dinas pendidikan. Penyelidikan ini dimulai tepat setelah YouTuber bayaran tadi menghasut pengikutnya di media sosial X untuk ramai-ramai melapor ke pemerintah. Berita ini kemudian dijadikan berita utama oleh New York Times. Seperti yang sudah direncanakan dalam kampanye PKT, taktik ini tujuannya memang untuk menyita waktu dan menciptakan citra buruk di media, meski tuduhannya sama sekali tidak berdasar.
Email Palsu yang Menyamar sebagai Praktisi Falun Gong: Pada Juli 2024, muncul beberapa kasus pembuatan akun palsu di platform X yang meniru staf senior Shen Yun. Akun-akun ini mengunggah pernyataan-pernyataan aneh yang seolah-olah merusak nama baik. Meski akun tersebut akhirnya dihapus setelah dilaporkan, taktik serupa muncul lagi di tempat lain. Pada bulan Agustus, beberapa bagian di Kebun Binatang Central Park, New York, menerima pesan ancaman dari orang-orang yang mengaku sebagai praktisi Falun Gong. Mereka mengklaim telah memasang bom di seluruh kebun binatang, bahkan mencantumkan email Direktur Eksekutif Falun Dafa Information Center, Levi Browde, sebagai pengirimnya. Karena ragu, pihak kebun binatang menghubungi Mr. Browde, yang kemudian memastikan bahwa itu adalah aksi penyamaran identitas.
Baru-baru ini, seorang anggota parlemen Kanada yang mendukung Shen Yun juga menerima email mencurigakan. Pengirimnya mengaku sebagai mantan pemain Shen Yun, menyertakan link berita dari New York Times, dan menceritakan pengalaman buruk seperti kerja berlebihan dan trauma. Anggota parlemen tersebut merasa ada yang janggal dan mengeceknya ke praktisi setempat. Setelah ditelusuri ke pihak Shen Yun, ternyata tidak ada catatan nama orang tersebut pernah bekerja atau belajar di sekolah seni Fei Tian yang berafiliasi dengan Shen Yun.
Secara keseluruhan, contoh-contoh ini membuktikan bagaimana di balik layar, rezim Tiongkok dan kaki tangannya berusaha memanfaatkan celah di media, media sosial, hukum, hingga lembaga pemerintah AS. Semua ini dilakukan demi mencapai tujuan PKT, yaitu membungkam Falun Gong dan Shen Yun untuk selamanya.
Mungkin awalnya kejadian-kejadian ini terlihat seperti peristiwa biasa yang tidak ada sangkut pautnya dengan PKT. Namun, jika diteliti lebih dalam, banyak dari kejadian tersebut memiliki pola dan keterkaitan yang sama. Semuanya mengarah pada satu kampanye yang terencana dan adanya pengaruh terselubung dari rezim tersebut. Berikut adalah lima contoh nyata dari beberapa bulan terakhir yang menunjukkan bagaimana berbagai taktik kampanye ini dipraktikkan di lapangan
Ancaman kekerasan yang terencana: Pada Desember 2024, muncul ancaman penembakan massal dari orang tak dikenal yang dikirim ke teater pertunjukan Shen Yun di dua lokasi berbeda, yaitu Atlanta dan San Jose. Meski lokasinya berjauhan, kedua ancaman tersebut dikirim dari alamat email yang sama. Ini membuktikan bahwa aksi tersebut dilakukan secara terencana. Kasus ini hanyalah dua dari total 80 lebih ancaman serupa yang terjadi selama setahun terakhir. Ancaman ini menyasar gedung pertunjukan Shen Yun, pusat pelatihan mereka di New York, hingga organisasi seperti Falun Dafa Information Center. Isi pesannya sangat mengerikan, mulai dari ancaman menaruh bom di fasilitas Shen Yun, membakar rumah para pemain, hingga ancaman kekerasan seksual terhadap penari perempuan. Banyak dari pesan teror ini juga sengaja dikirimi foto senjata api dan peluru untuk menakut-nakuti.
Potongan tangkapan layar ancaman yang diterima oleh teater di California, 11 Desember 2024.
Influenser binaan Beijing ikut campur tangan dalam pemberitaan New York Times: Ada seorang YouTuber yang pernah mengancam akan melakukan kekerasan kepada pemain Shen Yun dan sekarang sedang terjerat kasus senjata ilegal di Amerika Serikat. YouTuber ini mengaku terang-terangan bahwa dialah yang mengenalkan wartawan New York Times kepada beberapa mantan anggota Shen Yun dan praktisi Falun Gong yang merasa kecewa untuk dijadikan narasumber berita. Nama YouTuber ini tercantum dalam bocoran catatan rapat Kementerian Keamanan Publik sebagai sosok yang harus didukung oleh aparat rezim dalam upayanya menyerang Falun Gong. Sejak Agustus, New York Times telah menerbitkan rangkaian artikel yang berat sebelah dan menyesatkan berdasarkan keterangan dari sekelompok kecil mantan pemain ini. Di sisi lain, media tersebut mengabaikan adanya kaitan dengan pemerintah Tiongkok, adanya konflik kepentingan dari para narasumber, serta peringatan tentang potensi manipulasi. Sebaliknya, kesaksian orang-orang ini justru sangat ditonjolkan dan digunakan untuk membuat klaim yang luas dan menyimpang tentang Shen Yun dan Falun Gong. (Lihat detail tambahan di bawah.)
Taktik Perang Hukum (Lawfare): Seorang mantan penari Shen Yun mengajukan gugatan dengan tuduhan pelanggaran hak pekerja hingga perdagangan manusia. Kasus ini ramai diberitakan media, padahal mayoritas pemain Shen Yun lainnya justru merasa nyaman dan punya pengalaman positif yang jauh berbeda dari tuduhan itu. Menariknya, dari unggahan Facebook-nya terlihat bahwa sikap penari ini berubah drastis dari memuji menjadi membenci Shen Yun dalam setahun terakhir. Hal ini terjadi tepat setelah sekolah tarinya di Taiwan bekerja sama dengan Beijing Dance Academy—lembaga seni yang sebenarnya disetir oleh 10 anggota PKT, termasuk pejabat bagian propaganda.
Gugatan ini mirip dengan pola sebelumnya, dimana kelompok-kelompok yang punya hubungan dengan Tiongkok menuduh pusat pelatihan Shen Yun (Dragon Springs) merusak lingkungan. Pada September 2024, hakim di New York membatalkan gugatan itu karena dianggap “aneh,” “tidak jelas,” dan “ngawur.” Hakim bahkan melarang mereka mengajukan gugatan serupa lagi karena ini sudah keempat kalinya mereka mencoba—istilahnya, mereka hanya “asal melempar tuduhan sampai ada yang nyangkut.” Dalam kasus lain, ada agen PKT yang mengaku bahwa sengaja membuat gugatan palsu adalah cara untuk membuat musuh mereka sibuk di pengadilan dan merusak nama baiknya. Sayangnya, media lokal hanya heboh saat gugatan diajukan, tapi diam saja saat gugatan itu ditolak karena tidak terbukti.
Upaya Menghasut Lembaga Pemerintah AS: Pada tahun 2024, dua agen PKT dipenjara karena mencoba menyuap petugas pajak (yang ternyata agen FBI yang menyamar). Mereka ingin status bebas pajak Shen Yun dicabut. Ini adalah bukti nyata betapa beraninya rezim ini mencoba memanfaatkan lembaga pemerintah Amerika untuk menyerang lawan politik mereka. Selain itu, pihak yang menggugat soal lingkungan tadi juga terus melapor ke dinas terkait agar Shen Yun diselidiki. Namun, semua hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Shen Yun tidak melakukan kesalahan apa pun.
Taktik ini juga terlihat saat Departemen Tenaga Kerja New York tiba-tiba membuka penyelidikan. Padahal, Shen Yun sudah beroperasi selama 18 tahun dan program magangnya sudah lama disetujui dinas pendidikan. Penyelidikan ini dimulai tepat setelah YouTuber bayaran tadi menghasut pengikutnya di media sosial X untuk ramai-ramai melapor ke pemerintah. Berita ini kemudian dijadikan berita utama oleh New York Times. Seperti yang sudah direncanakan dalam kampanye PKT, taktik ini tujuannya memang untuk menyita waktu dan menciptakan citra buruk di media, meski tuduhannya sama sekali tidak berdasar.
Email Palsu yang Menyamar sebagai Praktisi Falun Gong: Pada Juli 2024, muncul beberapa kasus pembuatan akun palsu di platform X yang meniru staf senior Shen Yun. Akun-akun ini mengunggah pernyataan-pernyataan aneh yang seolah-olah merusak nama baik. Meski akun tersebut akhirnya dihapus setelah dilaporkan, taktik serupa muncul lagi di tempat lain. Pada bulan Agustus, beberapa bagian di Kebun Binatang Central Park, New York, menerima pesan ancaman dari orang-orang yang mengaku sebagai praktisi Falun Gong. Mereka mengklaim telah memasang bom di seluruh kebun binatang, bahkan mencantumkan email Direktur Eksekutif Falun Dafa Information Center, Levi Browde, sebagai pengirimnya. Karena ragu, pihak kebun binatang menghubungi Mr. Browde, yang kemudian memastikan bahwa itu adalah aksi penyamaran identitas.
Baru-baru ini, seorang anggota parlemen Kanada yang mendukung Shen Yun juga menerima email mencurigakan. Pengirimnya mengaku sebagai mantan pemain Shen Yun, menyertakan link berita dari New York Times, dan menceritakan pengalaman buruk seperti kerja berlebihan dan trauma. Anggota parlemen tersebut merasa ada yang janggal dan mengeceknya ke praktisi setempat. Setelah ditelusuri ke pihak Shen Yun, ternyata tidak ada catatan nama orang tersebut pernah bekerja atau belajar di sekolah seni Fei Tian yang berafiliasi dengan Shen Yun.
Secara keseluruhan, contoh-contoh ini membuktikan bagaimana di balik layar, rezim Tiongkok dan kaki tangannya berusaha memanfaatkan celah di media, media sosial, hukum, hingga lembaga pemerintah AS. Semua ini dilakukan demi mencapai tujuan PKT, yaitu membungkam Falun Gong dan Shen Yun untuk selamanya.
Pelajari selanjutnya:
- Pemantau Insiden: Mengawasi Kampanye Terbaru PKT Terkait Represi Transnasional dan Disinformasi terhadap Falun Gong (Falun Dafa Information Center)
- Gangguan Diplomatik dan Disinformasi: Upaya Global Beijing untuk Menghentikan Shen Yun (Falun Dafa Information Center)
Bagaimana dengan pemberitaan New York Times?
Media ini biasanya dianggap sebagai sumber informasi yang tepercaya. Sayangnya, New York Times memiliki rekam jejak yang panjang dalam memberikan pemberitaan yang tidak akurat dan menyimpang tentang Falun Gong. Akhir-akhir ini, gambaran yang mereka berikan tidak hanya tidak diakui oleh para pemain Shen Yun (baik yang masih aktif maupun mantan), tetapi juga oleh para dokter, pengacara, dan pakar Tiongkok yang memahami betul tentang Shen Yun dan Falun Gong.
Setelah New York Times menerbitkan rangkaian artikel pertamanya pada bulan Agustus, Falun Dafa Information Center meneliti berbagai aspek pemberitaan tersebut dan menemukan banyak poin yang meragukan, yang terus kami perbarui secara berkala. Berdasarkan berbagai sumber, termasuk wawancara dengan lebih dari 100 pemain Shen Yun (aktif maupun mantan), temuan kami menunjukkan betapa jauhnya pemberitaan koran tersebut menyimpang dari kenyataan hidup yang dijalani para praktisi latihan Falun Gong serta para penari dan musisi Shen Yun.
Beberapa poin yang kami temukan antara lain:
Narasumber yang dipilih-pilih: Artikel New York Times hanya mengandalkan cerita dari segelintir orang yang sedang sakit hati. Klaim mereka kemudian dipakai untuk membuat tuduhan besar tanpa bukti kuat. Koran ini sengaja memilih sedikit orang untuk membentuk satu cerita negatif, sambil mengabaikan fakta-fakta kebenaran dari pihak Shen Yun yang membantah tuduhan tersebut.
Menyembunyikan kepentingan terselubung: Media ini menggunakan sumber yang sangat bermasalah, termasuk mantan pemain yang punya hubungan dengan sekolah seni milik PKT di Beijing. Selain itu, ada YouTuber yang namanya tercatat dalam bocoran dokumen intelijen Tiongkok yang menjadi perantara antara wartawan dan para sumber tersebut. Hubungan narasumber dengan pemerintah Tiongkok ini sengaja tidak diberitahukan kepada pembaca.
Memutarbalikkan fakta kesehatan dan aturan sekolah: Artikel tersebut menuduh seniman Shen Yun dilarang berobat, padahal koran itu mengabaikan pernyataan para dokter yang benar-benar pernah merawat pemain Shen Yun. Mereka juga menggambarkan aturan sekolah yang sebenarnya normal di Amerika Serikat sebagai sesuatu yang kejam dan menindas.
Bias agama: New York Times menulis deskripsi yang penuh prasangka dan tidak akurat tentang Falun Gong serta budaya Asia (seperti tradisi menghormati guru). Salah satu artikel menuduh organisasi Falun Gong sebagai mesin uang untuk Mr. Li Hongzhi (pendiri Falun Gong) tanpa bukti sama sekali. Mereka hanya mengandalkan gosip dan transaksi keuangan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan operasional Shen Yun.
Meremehkan penindasan: Artikel-artikel tersebut seolah menutupi kejamnya penganiayaan PKT terhadap Falun Gong—termasuk kasus perampasan organ tubuh secara paksa dan penindasan lintas negara yang menargetkan Shen Yun yang sudah banyak didokumentasikan.
Waktu dan sumber daya yang tidak sebanding: Laporan terbaru ini mencatat penggunaan sumber daya New York Times yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pemberitaan Falun Gong, dimana selama bertahun-tahun surat kabar tersebut mengabaikan penganiayaan dan pelanggaran HAM yang merajalela di Tiongkok. Langkah ini dianggap mengikuti pola lama mereka yang sering mendistorsi makna keyakinan yang dianut para praktisi Falun Gong.
Setelah New York Times menerbitkan rangkaian artikel pertamanya pada bulan Agustus, Falun Dafa Information Center meneliti berbagai aspek pemberitaan tersebut dan menemukan banyak poin yang meragukan, yang terus kami perbarui secara berkala. Berdasarkan berbagai sumber, termasuk wawancara dengan lebih dari 100 pemain Shen Yun (aktif maupun mantan), temuan kami menunjukkan betapa jauhnya pemberitaan koran tersebut menyimpang dari kenyataan hidup yang dijalani para praktisi latihan Falun Gong serta para penari dan musisi Shen Yun.
Beberapa poin yang kami temukan antara lain:
Narasumber yang dipilih-pilih: Artikel New York Times hanya mengandalkan cerita dari segelintir orang yang sedang sakit hati. Klaim mereka kemudian dipakai untuk membuat tuduhan besar tanpa bukti kuat. Koran ini sengaja memilih sedikit orang untuk membentuk satu cerita negatif, sambil mengabaikan fakta-fakta kebenaran dari pihak Shen Yun yang membantah tuduhan tersebut.
Menyembunyikan kepentingan terselubung: Media ini menggunakan sumber yang sangat bermasalah, termasuk mantan pemain yang punya hubungan dengan sekolah seni milik PKT di Beijing. Selain itu, ada YouTuber yang namanya tercatat dalam bocoran dokumen intelijen Tiongkok yang menjadi perantara antara wartawan dan para sumber tersebut. Hubungan narasumber dengan pemerintah Tiongkok ini sengaja tidak diberitahukan kepada pembaca.
Memutarbalikkan fakta kesehatan dan aturan sekolah: Artikel tersebut menuduh seniman Shen Yun dilarang berobat, padahal koran itu mengabaikan pernyataan para dokter yang benar-benar pernah merawat pemain Shen Yun. Mereka juga menggambarkan aturan sekolah yang sebenarnya normal di Amerika Serikat sebagai sesuatu yang kejam dan menindas.
Bias agama: New York Times menulis deskripsi yang penuh prasangka dan tidak akurat tentang Falun Gong serta budaya Asia (seperti tradisi menghormati guru). Salah satu artikel menuduh organisasi Falun Gong sebagai mesin uang untuk Mr. Li Hongzhi (pendiri Falun Gong) tanpa bukti sama sekali. Mereka hanya mengandalkan gosip dan transaksi keuangan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan operasional Shen Yun.
Meremehkan penindasan: Artikel-artikel tersebut seolah menutupi kejamnya penganiayaan PKT terhadap Falun Gong—termasuk kasus perampasan organ tubuh secara paksa dan penindasan lintas negara yang menargetkan Shen Yun yang sudah banyak didokumentasikan.
Waktu dan sumber daya yang tidak sebanding: Laporan terbaru ini mencatat penggunaan sumber daya New York Times yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pemberitaan Falun Gong, dimana selama bertahun-tahun surat kabar tersebut mengabaikan penganiayaan dan pelanggaran HAM yang merajalela di Tiongkok. Langkah ini dianggap mengikuti pola lama mereka yang sering mendistorsi makna keyakinan yang dianut para praktisi Falun Gong.
Temuan ini memicu pertanyaan serius mengapa New York Times menerbitkan berita yang melanggar etika jurnalistik. Laporan tersebut jelas menyudutkan kelompok minoritas keagamaan yang sedang menghadapi penganiayaan di Tiongkok, sehingga secara tidak langsung justru membantu menyebarkan propaganda PKT. Hu Ping, seorang pakar asal Tiongkok dan pengamat pro-demokrasi, menegaskan, “The New York Times seharusnya mempelajari lebih dulu riset-riset yang sudah ada terkait masalah ini, bukan hanya sekadar membeo atau mengulang apa yang dikatakan PKT.”
Pola pemberitaan seperti ini terus berlanjut pada laporan-laporan mereka berikutnya, termasuk dalam artikel-artikel yang diterbitkan pada bulan November dan Desember 2024.
Pelajari selanjutnya:
- 12 Hal yang Perlu Diketahui Tentang “Investigasi” The New York Times terhadap Shen Yun dan Falun Gong (Falun Dafa Information Center)
- Latar Belakang yang Meresahkan di Balik Gugatan Perdata terhadap Shen Yun Shen (Shen Yun Performing Arts)
- Distorsi Falun Gong oleh The New York Times (Falun Dafa Information Center)
- Pemberitaan New York Times tentang Shen Yun Penuh dengan Ketidakakuratan dan Bias (Shen Yun Performing Arts)
Mengapa PKT meningkatkan serangan terhadap Shen Yun dan Falun Gong?
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, penyebab utama serangan ini adalah karena perintah tersebut datang langsung dari petinggi keamanan PKT, bahkan dari Xi Jinping sendiri. Hal ini memicu seluruh aparat, petugas, dan anggaran negara untuk bergerak menjalankan tugas yang dianggap sangat penting oleh partai tersebut.
Selain itu, sulit untuk menebak secara pasti apa yang dipikirkan oleh pemimpin atau rezim otoriter yang tertutup seperti Xi. Namun, berdasarkan bukti yang ada dan cara kerja PKT selama ini, ada beberapa faktor yang diduga menjadi alasannya:
Rezim ingin membungkam perlawanan dan kebangkitan budaya di luar negeri: Falun Gong adalah sebuah latihan spiritual dari tradisi Buddha yang terdiri dari latihan meditasi dan ajaran untuk hidup sesuai prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Pada tahun 1999, PKT melarang Falun Gong dan melakukan penganiayaan kejam untuk menghapusnya. Namun, hingga kini jutaan orang masih melakukan latihan Falun Gong di Tiongkok, dan ratusan ribu lainnya di lebih dari 100 negara. Berkat adanya diaspora global ini, komunitas Falun Gong dan kelompok seni seperti Shen Yun menjadi suara yang sangat berpengaruh di dunia.
Shen Yun membawa misi membangkitkan kembali budaya tradisional Tiongkok yang selama puluhan tahun mencoba dihancurkan oleh PKT. Pertunjukannya memperlihatkan wajah Tiongkok tanpa komunisme dan membongkar kebohongan propaganda PKT. Hal inilah yang membuat PKT ketakutan; mereka khawatir pengaruh pertunjukan Shen Yun dan aktivitas para praktisi Falun Gong akan merusak legitimasi mereka, baik di dalam maupun di luar Tiongkok. Itulah sebabnya rezim ini terus berusaha mengganggu kegiatan Falun Gong, khususnya Shen Yun.
Taktik lama rezim untuk menyensor Shen Yun telah sering gagal. Sejak Shen Yun berdiri pada 2006, PKT dan diplomat Tiongkok secara sistematis berupaya menyabotase dan membungkam grup ini. Laporan Januari 2024 mencatat lebih dari 130 insiden upaya penekanan terjadi di 38 negara. Berbagai taktik lama, mulai dari tekanan diplomatik pada pihak teater, intimidasi keluarga pemain di Tiongkok, hingga skema suap untuk mencabut status bebas pajak Shen Yun, semuanya gagal untuk membendung kesuksesan mereka. Tercatat sedikitnya 43 insiden di 19 negara, termasuk Amerika Serikat, di mana upaya pembungkaman oleh rezim tersebut mendapat perlawanan keras. Meski ditekan PKT, popularitas Shen Yun justru melonjak. Perusahaan ini terus berkembang dan tampil di hadapan ribuan penonton di seluruh dunia. Karena gagal dengan cara lama, rezim kini beralih ke taktik yang lebih kotor, kasar, dan canggih untuk merusak reputasi grup tari ini. Mereka berupaya menakut-nakuti pengelola teater dan calon penonton, sekaligus menghasut lembaga pemerintah AS agar menyelidiki organisasi nirlaba tersebut.
Sumber internal PKT ungkap perebutan kekuasaan, ketakutan akan sanksi:
Informasi dari sumber internal aparat keamanan partai mengungkapkan tiga alasan utama di balik kampanye ini. Pertama, Menteri Keamanan Negara Chen Yixin memanfaatkan situasi ini sebagai peluang untuk membuktikan kemampuannya kepada Xi Jinping demi mendapatkan kedudukan. Kedua, para pejabat Tiongkok merasa takut akan adanya sanksi baru—termasuk terkait pelanggaran HAM yang mereka lakukan terhadap praktisi latihan Falun Gong—oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Ketiga, mengingat adanya perlawanan akar rumput oleh praktisi Falun Gong di dalam Tiongkok serta komunitas penganut yang relatif besar di Taiwan, rezim merasa khawatir akan peran praktisi Falun Gong dalam perlawanan damai jika terjadi invasi militer PKT ke Taiwan. Oleh karena itu, rezim berupaya melemahkan Falun Gong dari “akarnya” di Amerika Serikat sebelum melancarkan serangan terhadap pulau demokratis yang berpemerintahan mandiri tersebut.
Selain itu, sulit untuk menebak secara pasti apa yang dipikirkan oleh pemimpin atau rezim otoriter yang tertutup seperti Xi. Namun, berdasarkan bukti yang ada dan cara kerja PKT selama ini, ada beberapa faktor yang diduga menjadi alasannya:
Rezim ingin membungkam perlawanan dan kebangkitan budaya di luar negeri: Falun Gong adalah sebuah latihan spiritual dari tradisi Buddha yang terdiri dari latihan meditasi dan ajaran untuk hidup sesuai prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Pada tahun 1999, PKT melarang Falun Gong dan melakukan penganiayaan kejam untuk menghapusnya. Namun, hingga kini jutaan orang masih melakukan latihan Falun Gong di Tiongkok, dan ratusan ribu lainnya di lebih dari 100 negara. Berkat adanya diaspora global ini, komunitas Falun Gong dan kelompok seni seperti Shen Yun menjadi suara yang sangat berpengaruh di dunia.
Shen Yun membawa misi membangkitkan kembali budaya tradisional Tiongkok yang selama puluhan tahun mencoba dihancurkan oleh PKT. Pertunjukannya memperlihatkan wajah Tiongkok tanpa komunisme dan membongkar kebohongan propaganda PKT. Hal inilah yang membuat PKT ketakutan; mereka khawatir pengaruh pertunjukan Shen Yun dan aktivitas para praktisi Falun Gong akan merusak legitimasi mereka, baik di dalam maupun di luar Tiongkok. Itulah sebabnya rezim ini terus berusaha mengganggu kegiatan Falun Gong, khususnya Shen Yun.
Taktik lama rezim untuk menyensor Shen Yun telah sering gagal. Sejak Shen Yun berdiri pada 2006, PKT dan diplomat Tiongkok secara sistematis berupaya menyabotase dan membungkam grup ini. Laporan Januari 2024 mencatat lebih dari 130 insiden upaya penekanan terjadi di 38 negara. Berbagai taktik lama, mulai dari tekanan diplomatik pada pihak teater, intimidasi keluarga pemain di Tiongkok, hingga skema suap untuk mencabut status bebas pajak Shen Yun, semuanya gagal untuk membendung kesuksesan mereka. Tercatat sedikitnya 43 insiden di 19 negara, termasuk Amerika Serikat, di mana upaya pembungkaman oleh rezim tersebut mendapat perlawanan keras. Meski ditekan PKT, popularitas Shen Yun justru melonjak. Perusahaan ini terus berkembang dan tampil di hadapan ribuan penonton di seluruh dunia. Karena gagal dengan cara lama, rezim kini beralih ke taktik yang lebih kotor, kasar, dan canggih untuk merusak reputasi grup tari ini. Mereka berupaya menakut-nakuti pengelola teater dan calon penonton, sekaligus menghasut lembaga pemerintah AS agar menyelidiki organisasi nirlaba tersebut.
Sumber internal PKT ungkap perebutan kekuasaan, ketakutan akan sanksi:
Informasi dari sumber internal aparat keamanan partai mengungkapkan tiga alasan utama di balik kampanye ini. Pertama, Menteri Keamanan Negara Chen Yixin memanfaatkan situasi ini sebagai peluang untuk membuktikan kemampuannya kepada Xi Jinping demi mendapatkan kedudukan. Kedua, para pejabat Tiongkok merasa takut akan adanya sanksi baru—termasuk terkait pelanggaran HAM yang mereka lakukan terhadap praktisi latihan Falun Gong—oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Ketiga, mengingat adanya perlawanan akar rumput oleh praktisi Falun Gong di dalam Tiongkok serta komunitas penganut yang relatif besar di Taiwan, rezim merasa khawatir akan peran praktisi Falun Gong dalam perlawanan damai jika terjadi invasi militer PKT ke Taiwan. Oleh karena itu, rezim berupaya melemahkan Falun Gong dari “akarnya” di Amerika Serikat sebelum melancarkan serangan terhadap pulau demokratis yang berpemerintahan mandiri tersebut.
Pelajari selanjutnya:
- Mempersenjatai Media Sosial: Rencana Baru PKT untuk Menghapuskan Falun Gong di Seluruh Dunia (Falun Dafa Information Center)
- Sumber Internal Tiongkok Menyebut Menteri Keamanan Negara sebagai Penggerak Disinformasi Anti-Falun Gong (Falun Dafa Information Center)
- Pemimpin Partai Komunis Tiongkok Meningkatkan Rencana Rahasia untuk Menyerang Falun Gong, Shen Yun, dan Epoch Times (Organisasi Dunia untuk Penyelidikan Penganiayaan terhadap Falun Gong, Desember 2024)
- Gangguan Diplomatik dan Disinformasi: Upaya Global Beijing untuk Menghentikan Shen Yun (Falun Dafa Information Center)
Mengapa masalah ini penting?
Masalah ini penting karena bukan hanya merusak pertunjukan budaya yang unik dan kelompok keagamaan, tetapi juga menjadi ujian bagi Amerika. Kita sedang melihat apakah PKT mampu memanipulasi opini publik AS dan media internasional untuk memusuhi warga yang tidak bersalah serta perusahaan Amerika yang sukses.
Kampanye baru dari PKT ini sudah memakan korban. Dalam setahun terakhir, ada sedikitnya 80 laporan mengenai ancaman kekerasan hingga serangan fisik yang menyasar praktisi Falun Gong dan seniman Shen Yun. Selain fisik, mereka juga mengalami tekanan batin akibat pemberitaan media yang tidak adil dan menyesatkan.”Rasanya aneh sekaligus traumatis ketika media besar menggambarkan kami sebagai sosok yang jahat,” kata Lillian Parker, mahasiswi Fei Tian College yang juga penari Shen Yun. Ia melihat sendiri bagaimana kampanye hitam ini sangat membebani teman-teman, keluarga, dan seluruh komunitasnya.
Pihak yang paling sedih adalah para pengungsi dari Tiongkok. Mereka melarikan diri ke Amerika Serikat untuk memulai hidup baru setelah mengalami penganiayaan yang kejam di sana. Banyak dari mereka masih trauma mengingat bagaimana media pemerintah Tiongkok dulu memfitnah keyakinan mereka, demi memuluskan rencana pemerintah untuk “menghapuskan Falun Gong”.
Steven Wang adalah seorang penari Shen Yun yang menderita selama bertahun-tahun akibat penganiayaan di Tiongkok, dan ibunya saat ini masih dipenjara di sana karena menyebarkan informasi tentang Falun Gong. Ia kini telah menjadi warga negara Amerika Serikat, namun saat masih di Tiongkok, ia menyaksikan sendiri bagaimana media yang dikelola negara menghasut kebencian di antara teman sekelas, tetangga, bahkan keluarganya.
“Semuanya bermula dari penyebaran berita bohong yang luar biasa tentang Falun Gong. Begitu media berhasil menghasut banyak orang untuk membenci Falun Gong, maka kekerasan, penyiksaan, dan tindakan tidak manusiawi terhadap kami menjadi lebih mudah diterima oleh masyarakat. Jujur saja, saat membaca artikel-artikel yang menyerang Shen Yun dan keyakinan Falun Gong, saya merasa tidak ada bedanya. Taktiknya sama, bohongnya pun sama. Ini benar-benar mengerikan.”
“Semuanya bermula dari penyebaran berita bohong yang luar biasa tentang Falun Gong. Begitu media berhasil menghasut banyak orang untuk membenci Falun Gong, maka kekerasan, penyiksaan, dan tindakan tidak manusiawi terhadap kami menjadi lebih mudah diterima oleh masyarakat. Jujur saja, saat membaca artikel-artikel yang menyerang Shen Yun dan keyakinan Falun Gong, saya merasa tidak ada bedanya. Taktiknya sama, bohongnya pun sama. Ini benar-benar mengerikan.”
Namun, dampak masalah ini sebenarnya jauh lebih luas, tidak hanya bagi komunitas Falun Gong saja. Meski target utamanya adalah Shen Yun dan kelompok Falun Gong, hal ini sebenarnya mengancam kebebasan dan kedaulatan Amerika. Jika kampanye ini berhasil, Beijing akan punya pola untuk menyetir media, pemerintah, dan opini publik di AS guna menyerang siapa pun target Amerika yang mereka inginkan.
Apa yang bisa kita lakukan?
Falun Dafa Information Center mendesak instansi terkait di Amerika Serikat untuk segera menyelidiki kampanye jahat Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang sangat licik ini.
Kami berharap ada tindakan cepat untuk menghentikan dampak buruknya. Jangan sampai kampanye ini terlanjur merusak organisasi nirlaba dan komunitas seni diaspora di AS, yang selama ini telah menyumbangkan nilai budaya unik bagi Amerika dan dunia.
Sementara itu, mohon bantu sebarkan informasi di halaman ini agar lebih banyak orang dapat melihat kebenaran di balik kebohongan yang disebarkan oleh PKT, baik melalui kaki tangan mereka yang sadar maupun yang tidak sadar.


