PEMANTAU INSIDEN
Memantau Kampanye Penindasan Lintas Negara dan Disinformasi Terbaru PKT terhadap Falun Gong dan Shen Yun
Terakhir diperbarui pada 8 November 2025. Langsung ke insiden terbaru di sini.
Partai Komunis Tiongkok (PKT) sudah sejak lama melakukan penindasan lintas negara terhadap Falun Gong. Mereka juga menjalankan kampanye sensor global untuk membungkam Shen Yun Performing Arts, grup tari klasik Tiongkok asal Amerika yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong. Namun, dalam satu tahun terakhir, serangan-serangan tersebut menjadi jauh lebih agresif, lebih sering terjadi, dan mulai mengarah ke tindakan kekerasan. Selain itu, taktik yang mereka gunakan sekarang jauh lebih rapi dan terselubung. Mereka sering kali bergerak melalui pihak ketiga (proksi), atau bahkan memanfaatkan pihak-pihak di Amerika Serikat yang secara tidak sadar membantu menyebarkan pengaruh mereka.
Perubahan taktik ini bukanlah suatu kebetulan. Menurut sumber internal partai, pada tahun 2022, pemimpin PKT, Xi Jinping, sempat mengeluh bahwa upaya untuk membungkam Falun Gong selama ini “kurang kreatif”. Ia kemudian memerintahkan aparat keamanan dan polisi rahasia untuk bekerja lebih keras lagi. Hasilnya, kini muncul kampanye baru yang jauh lebih gencar untuk merusak reputasi Falun Gong dan Shen Yun di mata dunia. Mereka juga mencoba memengaruhi lembaga pemerintah di Amerika Serikat agar melakukan penyelidikan, dengan satu tujuan utama: memberikan “pukulan terakhir” untuk menghancurkan Falun Gong.
Sejak Juni lalu, beberapa sumber internal partai membocorkan detail dan instruksi yang mendukung perintah Xi tersebut. Bocoran ini mengungkap taktik-taktik khusus yang direncanakan oleh rezim PKT, yang kini mulai terbukti lewat berbagai peristiwa nyata di lapangan.
Tim peneliti kami telah menyusun urutan kejadian ini untuk mencatat setiap insiden baru, tindakan dari penegak hukum, bocoran internal PKT, serta informasi penting lainnya yang ditemukan. Untuk penjelasan lebih mendalam mengenai taktik kampanye ini, silakan buka halaman berikut.
In an indication of the escalation and potential dangers evident in this campaign, at least 20 of the incidents documented in 2024 involved threats of violence or physical assaults against Falun Gong practitioners, Shen Yun performers, theaters hosting Shen Yun Performances, or other public venues. In most cases, actual violence did not come to pass and bomb threats turned out to be false. However, three physical attacks did occur: an assault on Falun Gong parade participants, the slashing of a Shen Yun vehicle’s tires, and a break-in to the home of an outspoken torture survivor.
Represi Transnasional Beijing yang Menargetkan Falun Gong: Dalam Angka (Diperbarui pada 30 Maret 2026)
- 5+ Arahan Strategis PKT yang mendorong aksi penganiayaan dan penyebaran disinformasi secara global sejak 2022.
- 338 insiden serangan menargetkan Shen Yun Performing Arts di seluruh dunia sejak 2006.
Sejak 2023
- Ribuan konten informasi palsu di media sosial.
- 70+ berita menyesatkan di media Amerika Serikat.
- 35+ kasus penyamaran berpura-pura menjadi praktisi Falun Gong untuk menyebar ancaman kekerasan.
- 5+ agen PKT dipenjara di Amerika Serikat karena menyerang Shen Yun atau Falun Gong.
- 4+ tuntutan hukum fiktif oleh pihak yang terkait dengan Tiongkok untuk menjatuhkan Shen Yun dan Falun Gong di AS.
Sejak Maret 2024
Ratusan ancaman bom dan ancaman pembunuhan anonim telah dikirimkan untuk mengintimidasi para praktisi Falun Gong serta menghalangi dukungan terhadap Falun Gong dan Shen Yun. Jumlah insiden yang terdokumentasi adalah:
- Jumlah: 259
- Falun Gong: 181 (139 terkait Shen Yun)
- Pejabat atau institusi pemerintah secara global: 170 (113 terkait Shen Yun)
- Pejabat atau institusi pemerintah AS: 85
Juni 2024
Bocoran Rapat Rahasia PKT:
Upaya Baru untuk Memusnahkan Falun Gong dan Shen Yun secara Global
Bocoran Rapat Rahasia PKT:
Upaya Baru untuk Memusnahkan Falun Gong dan Shen Yun secara Global
Pada bulan Juni dan Juli 2024, pusat studi kami memperoleh catatan bocoran dari rapat internal dan laporan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok serta lembaga pemikir milik negara. Dokumen tersebut secara tegas menyatakan bahwa rezim berencana meningkatkan strategi mereka untuk “memusnahkan” Falun Gong secara global, dengan target utama Amerika Serikat. Catatan tersebut menyebutkan penggunaan berbagai taktik—seperti mendukung para YouTuber anti-Falun Gong, menyebarkan narasi palsu ke media luar negeri, dan mengaktifkan mata-mata yang disusupkan ke dalam komunitas Falun Gong.
“Kerahkan agen-agen rahasia untuk menciptakan dan memperbesar konflik internal di Falun Gong, guna memperluas daya tempur, kedalaman, dan jangkauan [influencer media sosial yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun] tanpa henti… mereka harus menarik perhatian seluruh masyarakat Amerika Serikat secara terus-menerus, dan memaksa pemerintah AS untuk menyerang dari segala sisi demi memusnahkan kekuatan Falun Gong.”
Oktober 2022 Tiongkok
Tiongkok, Oktober 2022
Dalam rapat rahasia, Xi Jinping memerintahkan peningkatan serangan terhadap Falun Gong di luar negeri
Menjelang Kongres Nasional ke-20 pada Oktober 2022, pemimpin PKT, Xi Jinping, dilaporkan menggelar rapat rahasia dengan pejabat tinggi keamanan. Ia menginstruksikan langkah baru untuk menekan Falun Gong lebih keras. Dalam rapat tersebut, Xi mengeluh bahwa upaya membungkam Falun Gong di luar negeri selama ini “kurang kreatif”. Ia kemudian memerintahkan penggunaan dua taktik: lawfare (penyalahgunaan gugatan hukum tanpa dasar untuk menjatuhkan reputasi target) dan penyebaran informasi palsu (disinformasi).
Xi secara khusus mendesak penggunaan akun media sosial dan media arus utama yang tidak terlihat punya kaitan dengan PKT. Pelaksanaan kampanye ini diserahkan kepada Komisi Urusan Politik dan Hukum (PLAC) yang membawahi kepolisian dan intelijen. Meski rapat terjadi tahun 2022, informasi ini baru terungkap pada Desember 2024. Kabar tersebut dibocorkan oleh seorang akademisi Australia ke media luar negeri setelah mendapatkan informasi dari dua sumber di Tiongkok yang mengetahui isi rapat internal tersebut. Tautan ke kasus ini.
Mei 2023 New York, AS
New York, Mei 2023
Pemerintah AS mendakwa agen PKT atas skema suap yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun
Pada 26 Mei 2023, pengadilan federal mendakwa dua agen Tiongkok karena menjalankan kampanye penindasan lintas negara terhadap praktisi Falun Gong melalui skema suap di Orange County, New York. Di bawah arahan seorang pejabat PKT, kedua agen ini mencoba menyuap seseorang yang mereka kira pejabat kantor pajak (IRS) dengan uang puluhan ribu dolar. Permintaan mereka adalah agar status bebas pajak dari organisasi yang terkait dengan Falun Gong dicabut. Namun, pejabat IRS tersebut sebenarnya adalah agen FBI yang sedang menyamar. Kedua pelaku akhirnya ditangkap dan diadili. Setelah detail kasus terungkap lebih lanjut, diketahui bahwa organisasi yang menjadi target tersebut adalah Shen Yun Performing Arts. Kedua agen itu juga mengaku pergi ke New York untuk memata-matai warga Falun Gong di Orange County. Mereka mengumpulkan informasi sebagai bahan untuk mengajukan gugatan lingkungan hidup, yang bertujuan untuk menghambat perkembangan komunitas Falun Gong di wilayah tersebut. Baca selengkapnya →
January 2024
Falun Dafa
Information Center
Falun Dafa Information Center
Januari 2024
Laporan baru mengungkap upaya PKT mensabotase Shen Yun selama 18 tahun
Falun Dafa Information Center menerbitkan laporan yang membedah kampanye panjang PKT untuk menjatuhkan Shen Yun. Untuk menghentikan pertunjukan ini, PKT menggunakan berbagai cara, mulai dari tekanan diplomatik dan ancaman ekonomi, hingga menyebarkan informasi palsu serta melakukan sabotase. Laporan tersebut mencatat ada lebih dari 130 insiden yang terjadi di 38 negara. PKT menganggap Shen Yun sebagai ancaman karena menampilkan budaya asli Tiongkok dan memiliki kaitan dengan para praktisi Falun Gong. Meskipun terus ditekan, sebagian besar pengelola teater dan pemerintah di berbagai negara tetap menolak tunduk, meski ada juga beberapa yang akhirnya menyerah dan membatalkan pertunjukan tersebut. Baca selengkapnya →
Januari 2024 AS
AS, Januari 2024
YouTuber dukungan Beijing mengaku menjalin kontak dengan New York Times
Sejak awal Januari 2024, seorang YouTuber yang didukung Beijing mulai sering menyerang Falun Gong dan Shen Yun dengan kritik yang tidak masuk akal. Lewat kanal pribadinya, ia mengaku sedang menjalin komunikasi dengan media The New York Times. YouTuber ini sendiri sebenarnya sedang terjerat kasus kepemilikan senjata ilegal di Amerika Serikat dan pernah mengancam akan menyerang para penari Shen Yun.
Antara Januari hingga Agustus 2024, ia mengunggah setidaknya 14 konten di YouTube dan X (Twitter) yang membahas soal rencana artikel The New York Times tentang Shen Yun. Ia bahkan sesumbar bahwa Falun Gong dan Shen Yun akan “hancur” setelah berita itu terbit. Setelah artikel tersebut akhirnya muncul pada pertengahan Agustus, ia kembali mengunggah tulisan yang menjelaskan bagaimana ia membantu mencarikan narasumber untuk diwawancarai serta ikut memengaruhi isi berita tersebut. Baca selengkapnya →
Maret 2024 Taiwan
Taiwan, Maret 2024
Studio Tari milik narasumber New York Times di Taiwan usir murid dari keluarga praktisi Falun Gong
Salah satu narasumber utama dalam artikel The New York Times tentang Shen Yun (yang terbit Agustus 2024) memiliki sebuah studio tari di Taiwan. Pada Maret 2024, studio tersebut meminta murid-murid yang berasal dari keluarga praktisi Falun Gong untuk berhenti sekolah di sana dan mengembalikan uang kursus mereka. Pemilik studio ini adalah mantan penari Shen Yun. Diketahui bahwa ia mulai menjalin hubungan dengan Akademi Tari Beijing milik pemerintah Tiongkok setelah keluar dari Shen Yun dan sebelum mengusir murid-murid tersebut. Selain itu, ada laporan bahwa studio tari miliknya juga mendapatkan modal dari investor asal Tiongkok daratan. Baca selengkapnya →
Maret 2024 California
Kanada
Taiwan
AS
Kanada
Taiwan
Maret 2024
Markas besar dan teater Shen Yun terkena serangkaian ancaman bom dan penembakan
Markas besar Shen Yun di New York serta beberapa teater di California, Vancouver (Kanada), dan Taiwan menjadi sasaran ancaman bom serta penembakan massal. Selain ancaman tersebut, ban bus tur mereka juga disayat di Costa Mesa, California. Setelah dilakukan pemeriksaan keamanan, semua ancaman anonim tersebut dipastikan palsu atau bohong. Meski demikian, rangkaian kejadian ini menunjukkan meningkatnya upaya dari PKT atau pihak-pihak terkait untuk mengganggu jalannya pertunjukan Shen Yun. Baca selengkapnya →
7 Mei 2024 Prancis
Prancis, 7 Mei 2024
Teater di Prancis yang menyelenggarakan Shen Yun diancam bom dan penembakan
Menjelang pertunjukan Shen Yun pada Mei 2024, sebuah teater di Amneville, Prancis, menerima ancaman melalui email. Pelaku mengancam akan melakukan penembakan dan melemparkan granat ke arah penonton jika pertunjukan tersebut tidak segera dibatalkan. Pihak kepolisian setempat segera turun tangan untuk mengamankan lokasi, sehingga pertunjukan tetap bisa berlangsung dengan aman tanpa gangguan. Tautan ke kasus ini
4 Juli 2024 New York
New York, 4 Juli 2024
Sekolah Tari Afiliasi Shen Yun, Fei Tian College, menerima ancaman bom
Sekitar pukul 04.00 pagi tanggal 4 Juli, situs web Fei Tian College menerima pesan ancaman melalui kolom pertanyaa yang menyatakan, “Kami telah menaruh bahan peledak di sekolah. Kami telah menyuap penjaga keamanan dan berhasil menyelinap masuk. Kami akan meledakkannya besok pagi. Hei, kami tidak main-main. Kami akan melululantakkan sekolah bodoh.” Ancaman tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum, dan meskipun keamanan kampus telah diperketat, tidak ada insiden kekerasan yang benar-benar terjadi. Tautan ke kasus ini
“Kami telah menaruh bahan peledak di sekolah. Kami menyuap penjaga dan berhasil menyelinap masuk. Kami akan meledakkannya besok pagi...”
6 Juli 2024 New York
New York, 6 Juli 2024
Fei Tian College menjadi sasaran upaya pemerasan
Situs web Fei Tian College menerima pesan pemerasan melalui formulir kontak daring. Pelaku mengaku bahwa peretas (hacker) telah mengumpulkan data pribadi mahasiswa dan staf pengajar, termasuk alamat rumah mereka. Pelaku mengancam akan menyerahkan data tersebut kepada PKT jika pihak sekolah tidak membayar uang tebusan sebesar US$25 juta dalam jangka waktu tiga hari. Tautan ke kasus ini
21 Juli 2024 New York
New York, 21 Juli 2024
Kampus Latihan Shen Yun menerima ancaman bom dan tuntutan tebusan
Kampus latihan Shen Yun, Dragon Springs, menerima email ancaman dari seseorang yang mengaku telah menanam bahan peledak di area kampus. Selain ancaman tersebut, pelaku juga mencoba memeras sejumlah uang dari pihak Shen Yun. Seperti insiden sebelumnya, ancaman ini telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Hingga saat ini, tidak ada insiden kekerasan yang terjadi di lokasi. Tautan ke kasus ini
22 Juli 2024 New York
New York, 22 Juli 2024
Situs Web Shen Yun menerima pesan dari pelaku yang mengaku bertanggung jawab atas ancaman bom sebelumnya
Seseorang mengirimkan pesan melalui formulir kontak di situs web Shen Yun dan mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangkaian ancaman bom sebelumnya. Orang tersebut menyertakan alamat-alamat email yang digunakan pada ancaman terdahulu untuk membuktikan klaimnya. Pelaku juga sesumbar bahwa dirinya tidak akan tertangkap dan menghina otoritas terkait. Ia menyatakan, “Anda, Kongres AS, Departemen Luar Negeri, dan FBI adalah orang-orang tidak kompeten yang akan selalu berada di bawah kaki saya!” Tautan ke kasus ini
"Kalian, Kongres AS, Departemen Luar Negeri, dan FBI adalah orang-orang tidak kompeten yang akan selalu berada di bawah kaki saya!”
24 dan 25 Juli 2024 New York
New York, 24 dan 25 Juli 2024
Dua pria mengaku bersalah dalam skema suap yang menargetkan Shen Yun
Dua agen Tiongkok di New York mengaku bersalah atas keterlibatan mereka dalam kampanye penindasan lintas negara yang diarahkan oleh PKT untuk menargetkan para praktisi Falun Gong. Kedua agen tersebut mencoba menyuap seseorang yang mereka anggap sebagai pejabat Layanan Pajak Internal (IRS). Suap ini dilakukan agar otoritas pajak mencabut status bebas pajak Shen Yun Performing Arts, sebuah organisasi nirlaba yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong. Para pelaku dijadwalkan menjalani sidang vonis pada Oktober 2024 dan terancam hukuman penjara maksimal 25 tahun. Baca selengkapnya →
Chen Jun (kiri) dan Lin Feng (kanan) mengaku bersalah di Pengadilan Federal Distrik Selatan New York atas dakwaan bertindak sebagai agen PKT secara ilegal. Keduanya terbukti menjalankan kampanye pengaruh Beijing di wilayah Amerika Serikat.
August 1, 2024 New York
New York, 1 Agust 2024
Staf Falun Dafa Information Center mendapat ancaman pembunuhan
Seseorang dengan nama Tionghoa mengirimkan email kepada Levi Browde, Direktur Eksekutif Falun Dafa Information Center, yang berisikan ancaman pembunuhan terhadap staf organisasi dan keluarga mereka. Email tersebut juga menyertakan foto-foto selongsong peluru dan senapan mesin yang terisi peluru. Selain itu, pengirim email diduga mencoba menyamar sebagai seorang aktivis Tiongkok terkemuka, Jie Lijian—yang sebenarnya sangat mendukung Falun Gong dan vokal menentang penganiayaan. Hal ini mengindikasikan adanya upaya untuk mengadu domba antara praktisi Falun Gong dengan aktivis Tiongkok lainnya. Tautan ke kasus ini
“Anda akan bertemu Tuhan. Kalian, dan ... serta anggota keluarga, semuanya akan dibunuh. Saya tidak main-main!”
7 Agustus 2024
Falun Dafa
Information Center
Falun Dafa Information Center
7 Agust 2024
Laporan baru mengungkap rencana PKT meniingkatkan disinformasi dan penindasan lintas negara terhadap Falun Gong
Falun Dafa Information Center merilis laporan berdasarkan bocoran informasi terbaru yang mengungkap rencana rezim Tiongkok untuk memperluas penganiayaan terhadap Falun Gong secara global. Rezim ini berencana memperkuat propaganda, penyebaran berita bohong (disinformasi), dan penindasan lintas negara, khususnya di Amerika Serikat. Salah satu taktik utama yang terungkap adalah pengerahan lembaga-lembaga PKT untuk memberikan dukungan penuh bagi para influenser media sosial agar menyerang Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts. Selain itu, rezim tersebut berencana menggerakkan jaringan mata-mata yang menyusup hingga ke dalam komunitas Falun Gong sendiri demi “melenyapkan” kelompok spiritual ini secara global. Laporan ini juga menjelaskan taktik lain seperti manipulasi hasil mesin pencari, serta memberikan rekomendasi bagi pemerintah AS dan perusahaan teknologi untuk mengambil tindakan tegas. Baca selengkapnya →
Media Sosial Jadi Senjata: Rencana Baru PKT untuk “Melenyakpan” Falun Gong secara Global.
10 Agustus 2024 New York
🇺🇸 New York, 10 Agust 2024
Kebun Binatang Central Park menerima ancaman bom dari seseorang yang mengaku praktisi Falun Gong
Sejumlah departemen di Kebun Binatang Central Park, New York, menerima pesan ancaman melalui email dan formulir kontak. Pengirim pesan tersebut mengaku sebagai praktisi Falun Gong dan menyatakan telah menanam bom di seluruh area kebun binatang. Pelaku menuntut pihak kebun binatang untuk mengirimkan uang sebesar US$5 juta ke Dragon Springs, yang merupakan kampus latihan Shen Yun Performing Arts. Salah satu pesan ancaman tersebut bahkan mencantumkan alamat email Direktur Eksekutif Falun Dafa Informatin Center sebagai pengirimnya, yang tampaknya merupakan upaya untuk menjebak atau menyalahkan sang direktur. Pihak kebun binatang merasa ragu dengan kebenaran ancaman tersebut, lalu menghubungi Mr. Browde yang kemudian mengonfirmasi bahwa hal itu adalah upaya penyamaran palsu. Tautan ke kasus ini
15-16 Agustus 2024 New York
🇺🇸 New York, 45-16 Agust 2024
New York Times menerbitkan rangkaian artikel yang menyerang Shen Yun dan Falun Gong
Media New York Times menerbitkan lima artikel yang menyudutkan Shen Yun Performing Arts dan Falun Gong. Artikel-artikel tersebut menuduh Shen Yun sebagai lingkungan kerja yang penuh kekerasan, sekaligus meremehkan fakta tentang penganiayaan Falun Gong yang terjadi di Tiongkok. Laporan tersebut dinilai berat sebelah karena hanya mengambil narasumber dari segelintir mantan pemain yang tidak mewakili suara mayoritas. Beberapa narasumber tersebut bahkan diketahui memiliki hubungan dengan lembaga pemerintah Tiongkok dan YouTuber yang didukung oleh Beijing. Penulis artikel juga mengabaikan fakta-fakta penting yang dapat membantah narasi negatif tersebut. Para ahli HAM mengkritik tulisan-tulisan itu karena dianggap membantu kampanye berita bohong (disinformasi) milik PKT. Pada 26 Agustus, Falun Dafa Information Center merilis hasil investigasi yang membongkar berbagai kesalahan data serta pelanggaran etika jurnalistik dalam laporan New York Times tersebut. Baca selengkapnya →
18 Agustus 2024 AS
🇺🇸 AS, 18 Agust 2024
YouTuber yang didukung Beijing sesumbar di X telah mengenalkan narasumber ke New York Times
Hanya beberapa hari setelah New York Times menerbitkan artikel kontroversial mengenai Shen Yun dan Falun Gong, seorang YouTuber yang didukung Beijing sesumbar melalui platform X (Twitter). Ia menyatakan, “Sayalah yang memperkenalkan orang-orang [mantan pemain] kepada New York Times, terutama untuk wawancara-wancara awal.” Dalam bocoran catatan rapat dari Kementerian Keamanan Publik (MPS) Tiongkok pada Juni 2024, nama YouTuber ini disebut sebagai individu yang harus menerima dukungan penuh dari rezim tersebut. Selain itu, YouTuber tersebut tengah menghadapi dakwaan kepemilikan senjata ilegal di Amerika Serikat dan pernah melontarkan ancaman kekerasan terhadap para pemain Shen Yun serta praktisi Falun Gong. Baca selengkapnya →
Terjemahan: “Sayalah yang memperkenalkan orang-orang [mantan pemain] kepada New York Times, terutama untuk wawancara-wancara awal. Melalui mereka, koran itu berhasil menemukan narasumber tambahan lainnya. Nama saya mungkin akan disebut dalam artikel New York Times tentang Shen Yun di masa mendatang.” — 18 Agustus 2024 [Catatan: Pernyataan ini muncul tiga hari setelah New York Times menerbitkan artikel pertama mereka mengenai Shen Yun].
19 Agustus 2024 New York
New York, 19 Agust 2024
Situs Web Shen Yun menerima ancaman kekerasan
Pada 19 Agustus, Shen Yun menerima pesan ancaman yang menuntut penghapusan pernyataan mereka terkait laporan New York Times. Pesan tersebut memperingatkan bahwa jika pernyataan itu tidak dihapus dalam waktu satu bulan, “Para karyawan Shen Yun Performing Arts dan sekolah Fei Tian, serta anggota keluarga mereka, kemungkinan besar akan mengalami kecelakaan mobil yang tidak dapat dijelaskan, rumah mereka akan terbakar secara misterius, dan juga mungkin diserang oleh gangster New York.” Pengirim pesan mendesak Shen Yun untuk memikirkan keselamatan staf dan keluarga mereka. Baca selengkapnya →
“Para karyawan Shen Yun Performing Arts dan sekolah Fei Tian, serta anggota keluarga mereka, kemungkinan besar akan mengalami kecelakaan mobil yang tidak dapat dijelaskan, rumah mereka akan terbakar secara misterius, dan juga mungkin diserang oleh gangster New York.”
3 September 2024 New York
New York, 3 Sept 2024
Kampus Latihan Shen Yun menerima ancaman kekerasan dan pemerkosaan
Kampus latihan Shen Yun, Dragon Springs, menerima email anonim yang mengancam akan menyerang para siswa dan staf di Shen Yun serta Akademi Seni Fei Tian. Ancaman ini menuntut agar pernyataan resmi Shen Yun dalam menanggapi laporan bermasalah New York Times baru-baru ini dihapus dari situs web mereka. Email tersebut memiliki pola yang sama dengan ancaman yang diterima dua minggu sebelumnya. Pesan itu menyatakan bahwa para pemain, siswa, dan staf “kemungkinan besar akan mengalami kecelakaan mobil, diserang oleh gangster New York, dan rumah mereka akan terbakar!” Lebih lanjut, email tersebut mengancam, “Kebakaran juga mungkin terjadi di Dragon Springs di New York bagian utara! Siswa perempuan dan staf perempuan akan dilecehkan secara seksual dan diperkosa beramai-ramai! Saya tidak main-main!” Tautan ke kasus ini
Awal September 2024 New York
New York, Awal September 2024
Ajakan palsu memprotes New York Times beredar di internet
Setelah New York Times menerbitkan artikel yang menyesatkan tentang Shen Yun dan Falun Gong pada 15 Agustus, sejumlah akun media sosial palsu yang mengaku sebagai praktisi Falun Gong menyebarkan unggahan rencana protes di kantor pusat New York Times pada 15 September. Koordinator Falun Gong setempat mengidentifikasi aksi tersebut sebagai taktik PKT untuk memprovokasi insiden yang dapat mencoreng nama baik Falun Gong. Kesimpulan ini didasarkan pada bocoran dokumen PKT yang memperingatkan para praktisi bahwa agen-agen rezim akan mencoba memicu insiden semacam itu sebagai bagian dari kampanye mereka saat ini. Pada hari yang direncanakan, terpantau beberapa orang mencurigakan berkeliaran di dekat gedung New York Times, meskipun tidak ada praktisi Falun Gong yang datang. Orang-orang tersebut terlihat berbicara dengan petugas keamanan, mengambil foto pintu masuk serta area sekitar, dan melakukan panggilan telepon. Tautan ke kasus ini
9 September 2024 AS
🇺🇸 AS, 9 September 2024
Email palsu mengatasnamakan Shen Yun dikirim ke Gedung Putih
Kampus latihan Shen Yun menerima email balasan otomatis dari Gedung Putih. Hal ini menunjukkan bahwa seseorang telah menggunakan alamat email yang seolah-olah milik Shen Yun untuk mengirim pesan melalui formulir kontak Gedung Putih. Pesan tersebut diduga berisi ancaman kekerasan atau konten aneh lainnya yang sengaja dibuat agar Shen Yun terlihat buruk. Taktik semacam ini sebelumnya juga pernah dilaporkan terjadi di Amerika Serikat dan Australia. Dalam kasus-kasus tersebut, email palsu yang janggal dikirimkan kepada para pejabat pemerintah dengan mengatasnamakan praktisi Falun Gong. Tujuannya adalah untuk merusak reputasi dan kredibilitas komunitas tersebut. Tautan ke kasus ini
10-11 September 2024 AS
🇺🇸 AS, 10-11 September 2024
Akun X Anonim mengirim ancaman pembunuhan terhadap Praktisi Falun Gong
Pada 11 September, sebuah akun anonim di platform X mengirimkan beberapa komentar ancaman pada unggahan milik akun yang berafiliasi dengan Shen Yun. Akun tersebut mengancam akan melakukan kekerasan dan pembunuhan terhadap praktisi Falun Gong, pihak “manajemen” Shen Yun, hingga pendiri Falun Gong, Mr. Li Hongzhi. Pelaku menyatakan ingin membuat keluarga praktisi Falun Gong menjadi cacat, menyinggung akan membunuh praktisi, dan mengancam akan menggunakan detonator (bahan peledak) buatan sendiri. Dalam salah satu unggahannya, orang ini mengaku “lebih gila” daripada seorang YouTuber pendukung Beijing yang sebelumnya juga pernah mengancam Shen Yun dan kini terjerat kasus senjata ilegal di AS. YouTuber tersebut dikabarkan menjalin kontak dengan jurnalis New York Times yang menulis laporan bermasalah tentang Shen Yun. Hasil analisis terhadap akun anonim tersebut menunjukkan bahwa ia hanya mengikuti akun-akun yang menyebarkan informasi negatif tentang Falun Gong dan Shen Yun. Beberapa akun yang diikuti termasuk YouTuber pendukung Beijing di Jepang serta mantan pemain Shen Yun yang diwawancarai New York Times, yang diketahui memiliki hubungan dengan lembaga pemerintah Tiongkok. Tautan ke kasus ini
11 September 2024 New York
New York, 11 September 2024
Hakim tolak gugatan tak berdasar terhadap kampus Shen Yun, menyebut bahwa tuntutan itu "samar" dan "tidak logis"
Pengadilan distrik New York menolak gugatan yang diajukan oleh Mid-New York Environmental and Sustainability Promotion Committee (NYenvironcon), sebuah kelompok yang memiliki hubungan dengan Tiongkok, terhadap Dragon Springs—kampus yang menjadi fasilitas latihan Shen Yun Performing Arts. Ini merupakan kegagalan keempat bagi kelompok tersebut dalam upaya mereka menuduh adanya pelanggaran lingkungan. Hakim Kenneth M. Karas menolak pengaduan tersebut karena dinilai “samar” serta “tidak logis”, dan melarang adanya gugatan di masa depan dengan isu yang sama. Gugatan ini dianggap sebagai bagian dari kampanye penindasan lintas negara yang lebih luas oleh PKT dan para kaki tangannya untuk mencoreng nama baik Falun Gong dan Shen Yun. PKT diketahui sering menggunakan taktik serupa, termasuk mengajukan gugatan hukum yang tidak berdasar, untuk menargetkan para aktivis di luar negeri guna menguras sumber daya mereka. Baca selengkapnya →
SKIP SKIP some
14 September 2024 New York
New York, 14 September 2024
Praktisi Falun Gong diserang saat pawai di Brooklyn, New York
Pada 14 September, para praktisi Falun Gong mengadakan pawai di Brooklyn, New York, untuk merayakan Festival Musim Gugur sekaligus mengungkap penganiayaan yang dialami para praktisi di Tiongkok. Selama pawai berlangsung, terjadi dua insiden di mana ada pria Tionghoa yang tidak dikenal menyerang peserta pawai dengan cara memukul dan meludahi mereka. Dua hari kemudian, seorang pria yang mengaku sebagai salah satu penyerang mengirimkan email yang mengancam akan melakukan kekerasan lebih lanjut terhadap para praktisi Falun Gong. Baca selengkapnya →
Awal October 2024 Taiwan
Taiwan, Awal October 2024
Bioskop-Bioskop di Taiwan menerima ancaman bom palsu dan penembakan massal
Selama pemutaran film dokumenter pemenang penghargaan, State Organs, di Taiwan, sejumlah bioskop di Taichung, Kaohsiung, Yilan, dan Pingtung, serta sebuah media di Taipei, menerima email ancaman. Pesan tersebut mengklaim bahwa bom telah ditanam di dalam bioskop dan mengancam akan menembak penonton jika film tersebut tetap ditayangkan. Film dokumenter ini mengungkap praktik mengerikan PKT terkait perampasan organ paksa, sebuah kejahatan yang telah lama mencoba ditutupi oleh rezim Tiongkok serta ditekan pembahasannya di luar negeri. Ancaman-ancaman tersebut tampaknya merupakan taktik intimidasi, karena sejauh ini tidak ditemukan bom dalam satu kasus pun. Tautan ke kasus ini
24 October 2024 AS
Amerika Serikat, 14 Oktober 2024
YouTuber Amerika mengungkap upaya Tiongkok menyuap Influenser untuk mengunggah konten anti-Falun Gong
Tim Pool, seorang YouTuber konservatif asal Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa PKT telah menawarkan uang kepada para influenser untuk menyebarkan narasi anti-Falun Gong di saluran-saluran populer. Saluran YouTube milik Pool sendiri memiliki 4 juta subcriber dan telah ditonton sebanyak 3 miliar kali. Pada 24 Oktober 2024, ia menceritakan pengalamannya saat didekati dengan tawaran untuk menyebarkan konten yang didukung rezim Tiongkok. “Orang-orang Falun Gong sedang membagikan selebaran dan semacamnya,” jelas Pool, “dan lucunya adalah karena Tiongkok mulai menyewa para YouTuber. Mereka menawarkan—saya cukup yakin pernah ditawari hal ini—mereka bilang akan memberi saya US$200 untuk mengunggah sebuah video ke saluran YouTube saya.” Video tersebut menampilkan serangan rekayasa terhadap Falun Gong yang menggambarkan kelompok tersebut secara negatif. Pool menolak tawaran itu, namun ia mencatat bahwa orang lain yang tergiur oleh insentif finansial kemungkinan besar menerimanya. Baca selengkapnya →
29 Oktober 2024 New York
New York, 29 Oktober 2024
Kampus latihan Shen Yun menerima ancaman bom dan pembunuhan via email
Seseorang yang menggunakan nama seorang penari Shen Yun mengirimkan email ancaman ke kampus latihan Shen Yun, Dragon Springs, serta ke beberapa alamat email yang berafiliasi dengan Komisi Pemilihan Umum Federal AS. Pesan tersebut mengancam akan melakukan serangan kekerasan di kampus tersebut pada hari pemilihan AS, 5 November. “Kami diam-diam telah membeli bom kendali jarak jauh, bom waktu, jebakan maut, peledak plastik C4, ranjau darat sederhana, dan bahan peledak lainnya, serta senapan otomatis, pistol, dan senjata lainnya,” klaim pengirim email tersebut. “Pada hari pemilihan, kami akan meledakkan bom, lalu menyerbu masuk ke Dragon Springs dan menembak semua orang yang tersisa!” Ancaman ini telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan tidak ada serangan nyata yang terjadi. Ancaman ini menambah panjang rangkaian ancaman serupa melalui email yang dikirim ke kampus latihan, teater-teater yang menampilkan Shen Yun, serta tempat umum lainnya sejak Maret 2024. Dalam setiap kasus tersebut, tidak ditemukan bahan peledak dan tidak ada kekerasan nyata yang terjadi. Tautan ke kasus ini
"Kami secara diam-diam telah membeli bom kendali jarak jauh, bom waktu, jebakan maut, peledak plastik C4, ranjau darat sederhana, dan bahan peledak lainnya, serta senapan otomatis, pistol, dan senjata lainnya... Pada hari pemilihan, kami akan meledakkan bom-bom tersebut, kemudian menyerbu masuk ke Dragon Springs dan menembak semua orang yang tersisa!"
Akhir Oktober – Awal November 2024 New York
New York
Akhir Oktober – Awal November 2024
Penyintas perampasan organ menghadapi ancaman serius, termasuk pembobolan rumah
Cheng Peiming, orang pertama yang diketahui selamat dari praktik perampasan organ paksa di Tiongkok, kini menghadapi ancaman besar di AS setelah membongkar kekejaman PKT. Pada 31 Oktober, seorang peneliti memberikan bocoran catatan rapat dari orang dalam Biro Keamanan Publik kepada Falun Dafa Information Center. Dokumen itu mengungkap tiga rencana badan keamanan Heilongjiang untuk membungkam Cheng: pertama, menekan Cheng agar pulang ke Tiongkok melalui keluarga dan teman; kedua, menyuapnya agar mau menarik kesaksiannya; dan ketiga, jika cara lain gagal, membunuhnya lalu merekayasa kejadiannya seolah-olah ia bunuh diri. Informan tersebut menyatakan, “Biro Keamanan Publik Heilongjiang bertanggung jawab menjalankan rencana ini dan mereka sudah mulai bersiap-siap.”
Pada 2 November 2024, orang tak dikenal membobol rumah Cheng antara pukul 4 hingga 6 pagi. Grendel pintu garasi dirusak, dan dua pintu di dalam rumahnya ditemukan terbuka. Pembobolan ini adalah bagian dari rangkaian teror terhadap Cheng dalam tiga bulan terakhir. Sebelumnya, setelah pemutaran film dokumenter State Organs di Delaware pada bulan Oktober—tempat Cheng menceritakan kisahnya—seseorang merusak cat mobilnya. Selain itu, sudah dua kali ditemukan paku yang sengaja ditancapkan di ban mobilnya. Kejadian pertama baru ia sadari setelah bannya meledak saat sedang dikendarai, untungnya tidak ada korban luka dalam peristiwa itu. Baca selengkapnya →
November 2024 AS
AS, November 2024
New York Times kembali menerbitkan artikel yang menuduh pelanggaran hak buruh di Shen Yun
Pada tanggal 17 dan 25 November, New York Times merilis dua artikel tambahan yang isinya masih mengandalkan sumber-sumber bermasalah yang sama dengan laporan mereka pada Agustus lalu. Salah satu artikel menonjolkan sebuah gugatan hukum dari mantan penari Shen Yun yang menuduh adanya pelanggaran hak buruh hingga tuduhan “perdagangan manusia”. Mantan penari tersebut diketahui memiliki hubungan dengan Beijing Dance Academy (BDA). Meskipun namanya terdengar seperti sekolah seni biasa, BDA sebenarnya dipimpin oleh 10 anggota Partai PKT yang menangani urusan propaganda dan kerja infiltrasi politik (United Front).
Data dari unggahan Facebook menunjukkan bahwa sikap penari tersebut berubah drastis dari memuji menjadi membenci Shen Yun dalam setahun terakhir. Perubahan ini terjadi tepat setelah studio tarinya di Taiwan menjalin hubungan dengan BDA. Fakta penting ini diabaikan oleh New York Times, meskipun sempat menarik perhatian kantor berita Associated Press. Artikel New York Times ini telah disebarluaskan ke seluruh dunia dan dianggap menyebarkan klaim sepihak yang menyesatkan tentang Shen Yun dan Falun Gong. Kasus ini dinilai sebagai bagian dari taktik lawfare, yaitu sengaja mengajukan gugatan hukum tanpa dasar untuk menjatuhkan reputasi lawan. Dalam kasus lain di Amerika Serikat, dua orang pernah ditangkap karena mengakui bahwa mengajukan gugatan hukum palsu adalah taktik sengaja untuk menyibukkan para pengkritik PKT di pengadilan dan merusak nama baik mereka. Tautan ke kasus ini
November 2024 Latvia
Latvia,
November 2024
Kedubes Tiongkok mendesak teater di Latvia untuk membatalkan pertunjukan Shen Yun
Pada November 2024, Juris Žagars, Direktur Teater Dailes di Riga, Latvia, menerima surat resmi dari Kedutaan Besar Tiongkok. Dalam surat itu, pihak kedutaan mendesak teater untuk membatalkan pertunjukan Shen Yun Performing Arts yang dijadwalkan tayang pada 5–7 Januari 2025. Sebagai gantinya, mereka menawarkan pertemuan untuk membahas peluang kerja sama di masa depan. Alasan yang diberikan kedutaan adalah karena Falun Gong dilarang di Tiongkok. Namun, Žagars dengan tegas menolak permintaan tersebut melalui wawancara media lokal. Ia menyatakan bahwa “sangat tidak bisa diterima jika kedutaan negara asing mendikte kami” soal pertunjukan mana yang boleh tampil. Žagars juga melaporkan kejadian ini ke Kementerian Luar Negeri Latvia. Menanggapi hal itu, pemerintah Latvia menegaskan kepada Kedutaan Besar Tiongkok bahwa mereka sangat menghormati kebebasan berpendapat dan ekspresi seni. Mereka juga mengingatkan agar diplomat asing “tidak mencampuri urusan dalam negeri negara tuan rumah.” Kasus ini menambah daftar panjang upaya diplomat Tiongkok dalam menekan gedung-gedung teater di luar negeri agar menolak Shen Yun. Meski sebagian besar teater menolak tekanan tersebut, ada sebagian kecil yang akhirnya menyerah pada tuntutan Kedutaan Besar Tiongkok. Laporan media: Bnn, ZinasTV, Baltic Times. Tautan ke kasus ini
November 2024 China
Tiongkok, November 2024
Sumber internal menyebut Menteri Keamanan Negara Tiongkok sebagai dalang disinformasi anti-Falun Gong
Informasi terbaru dari orang dalam aparat keamanan Tiongkok mengungkap bahwa Kepala Kementerian Keamanan Negara, Chen Yixin, adalah pejabat utama yang menggerakkan kampanye hitam global terhadap Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts. Sumber tersebut menjelaskan bahwa agen-agen rezim ini bekerja sangat profesional. Mereka mampu menyusupkan narasi menyesatkan ke dalam media-media asing untuk merusak reputasi Falun Gong. Menurutnya, ambisi pribadi Chen menjadi motor penggerak utama; ia ingin menggunakan keberhasilannya dalam menekan Falun Gong di luar negeri untuk “pamer prestasi kepada Xi Jinping demi mendapatkan pengakuan dan hadiah.”
“Serangan PKT terhadap kalian (Falun Gong) adalah sebuah rencana yang sangat sistematis dan lengkap. Saya rasa kalian bisa melihatnya dengan jelas. Di setiap tahapannya, ada pihak keamanan publik dan keamanan nasional yang mengatur konspirasi tersebut. Operasi seperti inilah—lewat agen-agen rahasia dan propaganda luar negeri yang masif—yang bisa mengacaukan situasi. Dengan pasokan materi yang terus mengalir dari Keamanan Negara, ini merupakan ancaman besar bagi kalian.” Read more →
19 November 2024 AS
AS, 19 November 2024
Departemen Kehakiman AS menghukum pelaku suap pajak yang menargetkan Shen Yun
John Chen, salah satu dari dua pria yang terlibat dalam skandal suap untuk mencabut status nirlaba bebas pajak milik Shen Yun Performing Arts, dijatuhi hukuman 20 bulan penjara. Ia terbukti bertindak sebagai agen ilegal untuk PKT tanpa mendaftarkan diri secara resmi. Antara Januari hingga Mei 2023, Chen dan rekannya, Lin Feng, bersekongkol untuk menyuap seseorang yang mereka kira adalah pejabat pajak (IRS) dengan uang sebesar US$50.000. Padahal, orang tersebut adalah agen FBI yang sedang menyamar. Tujuan suap tersebut adalah agar pihak pajak membuka audit terhadap Shen Yun. Selain hukuman penjara, Pengadilan Distrik New York Selatan juga menetapkan bahwa Chen akan berada di bawah pengawasan selama tiga tahun setelah bebas, serta menyita uang sebesar US$50.000 miliknya. Tautan ke kasus ini
6 December 2024 Kanada
Swedia
Kanada
Swedia
6 Desember 2024
Email palsu yang mencatut nama mantan penari Shen Yun untuk menyerang perusahaan di Kanada dan Swedia
Pada awal Desember 2024, seorang anggota parlemen Kanada yang vokal mendukung Shen Yun Performing Arts menerima email mencurigakan. Pengirimnya mengaku sebagai mantan penari Shen Yun, melampirkan tautan laporan menyesatkan dari New York Times, dan menceritakan klaim tentang kerja berlebihan serta trauma selama bekerja di sana. Karena curiga, anggota parlemen tersebut melapor kepada seorang praktisi Falun Gong setempat. Setelah dikonfirmasi ke pihak Shen Yun, terbukti tidak pernah ada penari dengan nama yang tertera dalam email tersebut. Pada hari yang sama, seorang anggota parlemen Swedia yang juga pernah memuji Shen Yun menerima email serupa yang isinya hampir identik, namun menggunakan nama dan alamat email yang berbeda. Pihak Shen Yun kembali menegaskan bahwa nama tersebut tidak terdaftar sebagai penari maupun mantan penari mereka. Waktu pengiriman yang bersamaan serta kesamaan bahasa dalam email tersebut menunjukkan adanya koordinasi yang terencana. Hal ini juga mengindikasikan kemungkinan adanya anggota parlemen lain yang menjadi sasaran serupa karena pernah memberikan dukungan publik kepada Shen Yun.
Teror email ini berlanjut pada awal Januari 2025. Anggota parlemen Swedia tadi kembali menerima email palsu yang mendesaknya untuk berhenti mendukung Shen Yun. Kali ini, si pengirim menggunakan artikel-artikel terbaru dari New York Times yang menyerang Shen Yun dan Falun Gong sebagai bahan untuk memperkuat fitnah mereka. Penggunaan nama pengirim yang terus berubah-ubah semakin membuktikan bahwa email-email tersebut adalah bagian dari upaya penipuan. Tautan ke kasus ini
11 Desember 2024 Georgia
California
Georgia, California
11 Desember 2024
Ancaman penembakan massal terhadap pertunjukan Shen Yun yang akan diselenggarakan di Atlanta dan San Jose
Pada pagi hari tanggal 11 Desember 2024, sebuah ancaman pembunuhan melalui email dikirimkan kepada Himpunan Falun Dafa Atlanta, penyelenggara lokal pertunjukan Shen Yun di Atlanta Symphony Hall yang dijadwalkan tampil pada pekan Natal mendatang. Dalam email tersebut, pengirim menuliskan pesan dalam bahasa Mandarin yang mengancam akan “datang ke Atlanta Symphony Hall dan menembak semua orang di sana jika gedung tersebut tetap mengadakan pertunjukan Shen Yun!” Pesan tersebut juga melampirkan foto pistol beserta banyak amunisi. Setengah jam kemudian, pengirim yang sama mengirimkan email serupa ke bagian layanan tiket wilayah Teluk San Francisco, yang menjual tiket pertunjukan Shen Yun untuk San Jose Performing Arts Center. FBI dan kepolisian setempat telah dilaporkan mengenai kedua insiden ini.
Sejak Maret 2024, ancaman kekerasan terhadap pertunjukan dan para pemain Shen Yun terus meningkat. Hal ini merupakan bagian dari kampanye sabotase yang lebih luas oleh PKT dan kaki tangannya. Meski demikian, dalam semua kasus sebelumnya, ancaman anonim tersebut terbukti palsu dan tidak ada tindak kekerasan yang terjadi. Tautan ke kasus ini
11 Desember 2024 Tiongkok
Tiongkok, 11 Desember 2024
Sumber internal Tiongkok bocorkan detail konferensi video Menteri Keamanan Publik terkait rencana penargetan Falun Gong di AS
Pada 11 Desember, sekelompok peneliti luar negeri yang memantau penindasan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap praktisi Falun Gong merilis informasi terbaru dari sumber internal PKT. Bocoran tersebut berisi catatan terkini dari konferensi video yang dipimpin oleh Menteri Keamanan Publik Tiongkok, Wang Xiaohong. Catatan tersebut menguraikan rencana dan taktik baru untuk mengintensifkan kampanye yang menargetkan Falun Gong di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat. Tujuan utamanya adalah untuk “merusak hubungan antara Falun Gong dan Amerika Serikat” serta menekan lembaga pemerintah AS agar “berhenti mendukung Falun Gong.” Taktik yang disebutkan meliputi instruksi untuk mengaktifkan agen di dalam komunitas Falun Gong, baik untuk berbicara secara terbuka menentang Falun Gong maupun untuk meyakinkan praktisi yang ada agar “memutuskan hubungan dengan Falun Gong” dan kemudian berbicara di depan publik guna mengungkap apa yang diklaim sebagai “rahasia gelap” Falun Gong. Catatan tersebut juga beberapa kali merujuk pada pemberian “donasi” atau bantuan keuangan kepada mereka yang membantu PKT, termasuk kepada para praktisi yang bersedia “bertobat” dan berbicara menentang komunitas tersebut. Baca selengkapnya →
December 19, 2024 California
California, 19 Desember 2024
Pria asal California ditangkap karena jadi agen ilegal Tiongkok dan menargetkan Falun Gong
Yaoning “Mike” Sun didakwa di California karena terbukti bertindak sebagai agen ilegal pemerintah Tiongkok. Selain dituduh mencoba memengaruhi politik dan pemilihan umum di California Selatan, Sun juga diketahui aktif bekerja untuk menghalang-halangi aktivitas publik para praktisi Falun Gong. Dalam aksinya, Sun bekerja sama dengan John Chen—pria yang sudah lebih dulu dijebloskan ke penjara pada November lalu karena mencoba menyuap pejabat pajak Amerika Serikat (IRS). Suap tersebut dilakukan agar status bebas pajak Shen Yun dicabut. Berdasarkan laporan pidana tanggal 17 Desember 2024, Chen mengaku kepada rekan satu selnya bahwa ia telah menjadi agen rahasia selama 20 tahun. Ia bekerja untuk “Kantor 610“, sebuah unit khusus bentukan PKT yang bertugas untuk melenyapkan Falun Gong. Selama bertahun-tahun, kedua pria ini bersekongkol untuk mematikan pengaruh Falun Gong di California. Mereka mendapatkan dukungan dana langsung dari pejabat Tiongkok (Chen bahkan mengaku menerima bayaran $52.000 atau sekitar Rp 800 juta per bulan dari Kantor 610) dan terus berkomunikasi dengan konsulat Tiongkok setempat. Tautan ke kasus ini
Asisten Direktur yang mengepalai Kantor FBI Cabang Los Angeles, Akil Davis, dalam sebuah rilis pers menyatakan:
“Kasus ini menyoroti betapa luasnya upaya intelijen dan aktivitas pengaruh jahat yang terus dilakukan oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan menargetkan Amerika Serikat. FBI akan terus menggunakan segala cara yang ada untuk mengidentifikasi operasi intelijen RRT, membongkar jaringan pencucian informasi mereka, dan menyeret ke pengadilan siapa pun yang berusaha terlibat dalam konspirasi kriminal demi merusak integritas para pejabat terpilih kami.”
26 Desember 2024 New York
New York,
26 Desember 2024
Ancaman bom palsu yang menargetkan Kamp Pelatihan Shen Yun dikirim ke Falundafa.org
Pada tanggal 26 Desember 2024, sebuah ancaman bom dikirimkan melalui formulir kontak di situs Falundafa.org—situs utama yang menyediakan ajaran Falun Gong dan video instruksi latihan secara gratis. Email tersebut mengklaim bahwa sejumlah bahan peledak telah ditempatkan di kamp pelatihan Shen Yun di Dragon Springs, New York. Pengirim pesan menuntut uang tebusan sebesar $8 juta dalam waktu 24 jam, dan mengancam akan meledakkan bom-bom tersebut jika tuntutan tidak dipenuhi. Pesan itu ditulis dalam bahasa Mandarin tradisional dengan menyamar sebagai warga Taipei, Taiwan. Pengirim menggunakan nama palsu “Yu Xiurui,” mencantumkan alamat di Taipei, nomor telepon Taiwan, serta menggunakan alamat email [email protected]. Penggunaan alamat email tersebut tampaknya merupakan upaya sengaja untuk menjebak atau memfitnah media The Epoch Times.
28 Desember 2024 Connecticut
Connecticut,
28 Desember 2024
Teater di Connecticut yang menyelenggarakan Shen Yun menerima ancaman bom
Pada pagi hari tanggal 28 Desember 2024, Palace Theater di pusat kota Waterbury, Connecticut, menerima pesan melalui formulir kontak yang mengklaim bahwa bom telah ditempatkan di dalam teater. Pesan tersebut mengancam akan meledakkan bom jika pertunjukan Shen Yun tidak dibatalkan. Pihak berwenang segera diberitahu dan telah mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Pertunjukan sore dan malam hari pun tetap berjalan tanpa insiden apapun. Tautan ke kasus ini
“Kami telah membuat beberapa bom… dan menaruhnya di beberapa sudut teater. Jika tidak ingin bom ini meledak, segera batalkan pertunjukan Shen Yun, usir semua staf mereka, dan hentikan kerja sama dengan Falun Dafa. Kalau kalian tetap nekat mengadakan pertunjukan, kami akan meledakkan bom itu tepat saat acara dimulai!”
Copy of emails sent to the Palace Theater.
31 Desember 2024 Texas
Texas,
31 Desember 2024
Gedung pertunjukan di Texas menerima teror bom terkait pementasan Shen Yun
Pada pagi hari tanggal 31 Desember 2024, Tobin Center for the Performing Arts di San Antonio, Texas, menerima email yang mengancam bahwa bom telah dipasang di area tertentu di dalam teater. Email tersebut menuntut pembatalan seluruh pertunjukan Shen Yun dan menggunakan alamat email palsu yang sama dengan ancaman serupa yang menargetkan pertunjukan Shen Yun di Georgia dan California awal bulan ini. Insiden-insiden tersebut tampak sebagai bagian dari upaya yang terkoordinasi.
Tobin Center telah sukses menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun pada malam sebelumnya dan dijadwalkan untuk pertunjukan berikutnya pada sore itu. Setelah menerima ancaman, pihak pengelola gedung segera melapor kepada penyelenggara lokal Shen Yun, aparat penegak hukum setempat, dan Kantor Gubernur Texas. Kepolisian San Antonio langsung mengerahkan petugas ke lokasi dan mengambil tindakan pencegahan lainnya.
Meskipun sempat ada gangguan, pertunjukan sore hari tetap berjalan sesuai rencana tanpa ada insiden apapun, keselamatan penonton dan para pemain tetap terjaga. Hal ini sesuai dengan pola yang terlihat sejak Maret 2024, di mana terjadi peningkatan ancaman kekerasan yang menargetkan pertunjukan dan pemain Shen Yun, namun ancaman anonim tersebut akhirnya terbukti palsu dan tidak ada kekerasan yang terjadi. Tautan ke kasus ini
Copy of emails sent to the Tobin Center for the Performing Arts.
10 Januari 2025 California
California,
10 Januari 2025
Teater di California menerima ancaman bom menjelang Pertunjukan Shen Yun
Pada 10 Januari 2025, Zellerbach Hall di Berkeley, California, menerima sebuah email ancaman yang mengklaim bahwa bom telah dipasang di titik-titik tertentu di dalam teater yang berlokasi di area kampus University of California, Berkeley tersebut. Pengirim pesan menulis dalam bahasa Mandarin dan mengancam akan “meledakkan bom-bom ini jika teater tidak membatalkan pertunjukan Shen Yun, mengusir personel terkait, dan menghentikan kerja sama dengan Falun Dafa.” Email tersebut menggunakan alamat email palsu yang sama dengan ancaman serupa yang menargetkan pertunjukan Shen Yun di berbagai teater lain di seluruh Amerika Serikat sejak Desember 2024. Rentetan insiden ini tampak sebagai bagian dari upaya yang terkoordinasi. Pihak FBI dan kepolisian setempat telah diberitahu dan segera mengambil langkah-langkah pengamanan yang diperlukan.
Meskipun ada ancaman tersebut, Zellerbach Hall tetap menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun dari tanggal 10 hingga 12 Januari sesuai rencana tanpa ada insiden apa pun. Hal ini sejalan dengan pola yang berkembang sejak Maret 2024, di mana terdapat peningkatan ancaman kekerasan yang menargetkan pertunjukan dan pemain Shen Yun, namun ancaman anonim tersebut pada akhirnya terbukti palsu dan tidak ada kekerasan yang terjadi.
Tautan ke kasus ini
13 Januari 2025 New York
New York,
13 Januari 2025
Ancaman penembakan dan bom palsu menargetkan Kampus Pelatihan Shen Yun dan tokoh pendukung Falun Gong
Pada 13 Januari 2025, sebuah email berisi ancaman penembakan dan peledakan bom dikirimkan melalui formulir kontak ke situs Stoporganharvesting.org. Situs tersebut dikelola oleh organisasi nirlaba yang fokus menyuarakan kesadaran terkait praktik perampasan organ paksa yang dilakukan rezim Tiongkok. Dalam pesan yang ditulis menggunakan huruf Mandarin tradisional tersebut, pengirim mengaku telah membeli beberapa pistol dan lebih dari seratus butir peluru. Mereka mengancam akan menembaki para praktisi Falun Gong serta meledakkan bom berkekuatan tinggi di Dragon Springs, yang merupakan kampus pelatihan Shen Yun di New York. Selain itu, pengirim juga mengancam akan membunuh anggota Kongres Amerika Serikat, pejabat terpilih lainnya, hingga selebritas yang menyuarakan dukungan bagi Falun Gong. Pengirim sesumbar bahwa “orang-orangnya” memiliki visa dari berbagai negara, yang akan memudahkan mereka melarikan diri dari Amerika Serikat setelah melakukan aksi penembakan tersebut. Pihak FBI dan kepolisian setempat telah diberitahu mengenai ancaman ini. Hingga tanggal 21 Januari, tidak ada insiden apapun yang terjadi. Tautan ke kasus ini
16 Januari 2025 New York
New York,
16 Januari 2025
Ancaman bom palsu dan tuntutan tebusan menargetkan Kampus Pelatihan Shen Yun
Pada 16 Januari 2025, sebuah ancaman bom dikirimkan melalui formulir kontak di situs Falundafa.org, situs utama yang menyediakan ajaran dan video instruksi latihan Falun Gong secara gratis. Email yang ditulis dalam huruf Mandarin tradisional tersebut mengeklaim bahwa beberapa bahan peledak telah dipasang di Dragon Springs, kampus pelatihan Shen Yun di New York, termasuk di area asrama, ruang minum teh, dan ruang kelas. Pengirim menuntut uang tebusan sebesar $10 juta dan mengancam akan meledakkan bom-bom tersebut jika tuntutan tidak dipenuhi paling lambat pukul 15.00 pada tanggal 17 Januari. Pengirim menggunakan nama “Ma Longgang” dengan alamat email [email protected]. Sama seperti kasus-kasus sebelumnya, ancaman ini telah dilaporkan kepada pihak penegak hukum, dan tidak ada insiden apapun yang terjadi. Tautan ke kasus ini
23 Januari 2025
Falun Dafa
Information Center
Falun Dafa Information Center,
13 Januari 2025
Falun Dafa Information Center mengingatkan agar mewaspadai penyamar yang mengatasnamakan Falun Gong untuk menyebarkan pesan kekerasan
Falun Dafa Information Center (FDIC) mengeluarkan peringatan yang mendesak para jurnalis, aparat penegak hukum, pengelola gedung publik, pejabat pemerintah, serta pengguna media sosial untuk tetap waspada dan kritis jika menemukan pesan-pesan aneh, kasar, atau mencurigakan yang mengatasnamakan praktisi Falun Gong atau pihak-pihak yang berafiliasi dengan Shen Yun. FDIC sangat khawatir bahwa rezim tersebut dapat meningkatkan penggunaan taktik penyamaran ini hingga memicu kekerasan di dunia nyata. Hal ini berkaca pada rekam jejak masa lalu rezim di Tiongkok yang sering menggunakan insiden semacam itu untuk menggiring opini publik guna memusuhi Falun Gong. Baca selengkapnya →
Desember 2024 hingga Januari 2025 Italy
Poland
Austria
Taiwan
Italia,
Polandia,
Austria,
Taiwan,
Desember 2024 – Januari 2025
Teater di Eropa dan Asia yang menyelenggarakan Shen Yun mendapat ancaman palsu terkait bom dan penembakan massal
Saat Shen Yun Performing Arts memulai musim tur globalnya pada Desember 2024, beberapa teater di Eropa dan Asia yang menjadi lokasi pertunjukan menerima ancaman kekerasan, meskipun semuanya terbukti sebagai ancaman palsu. Antara 12 Desember 2024 hingga 21 Januari 2025, email berisi ancaman bom dan penembakan dikirimkan setidaknya kepada tiga teater di Italia, Polandia, dan Austria. Pesan-pesan ini biasanya dikirim melalui formulir kontak resmi situs web teater dengan menggunakan berbagai nama samaran dan alamat email. Meskipun ditulis dalam bahasa lokal atau bahasa Mandarin, pesan-pesan tersebut mengikuti pola yang sama: ancaman untuk menanam bom di dalam teater, meledakkannya tepat saat pertunjukan dimulai, serta menembaki semua orang di lokasi. Satu email yang dikirim ke situs web pertunjukan Shen Yun di Taiwan bahkan mengancam akan memasang dan meledakkan bom “jika Shen Yun berani memulai pertunjukan.” Sama seperti insiden sebelumnya, aparat penegak hukum setempat segera diberitahu mengenai setiap ancaman tersebut dan tidak ada kekerasan yang terjadi. Seluruh pertunjukan tetap berlangsung dengan lancar tanpa insiden. Tautan ke kasus ini
27 Januari 2025 New York, Washington DC
New York, Washington DC,
27 Januari 2025
Ancaman pembunuhan keji menargetkan markas Shen Yun dan anggota Kongres AS menjelang Tahun Baru Imlek
Dua hari sebelum Tahun Baru Imlek, pesan anonim yang berisikan ancaman pembunuhan yang sangat mengerikan telah dikirimkan kepada Dragon Springs, markas besar Shen Yun di New York, serta kepada para anggota Kongres Amerika Serikat yang telah memberikan dukungan kepada Falun Gong. Pesan ancaman tersebut dikirim dalam bahasa Mandarin melalui email ke Falun Dafa Information Center, serta melalui formulir kontak di situs Falundafa.org—sebuah situs yang menyediakan informasi tentang ajaran spiritual dan video instruksi latihan Falun Gong. Dengan judul pesan “Membakar di hari pertama Tahun Baru Imlek,” pengirim memperingatkan:
“Saya telah membuat sejumlah besar bom molotov menggunakan alkohol dan botol kaca. Pada hari pertama Tahun Baru Imlek, kami akan secara diam-diam pergi ke Kuil Dragon Springs [markas dan fasilitas pelatihan Shen Yun], membakar kendaraan di sekitarnya, lalu meretas dan membunuh para penjaga, menerobos masuk ke dalam, dan melemparkan bom bensin ke bangunan-bangunan kayu! Kami akan menebas dan membunuh setiap orang yang kami lihat! Di saat yang sama, orang-orang kami akan menyerang para anggota Kongres yang mendukung Falun Gong!”
Falun Dafa Information Center dan pihak Shen Yun telah melaporkan ancaman ini kepada penegak hukum dan Kepolisian Capitol AS. Meskipun alamat IP pengirim terdeteksi berada di Prancis, besar kemungkinan pelaku menggunakan jaringan VPN untuk menyembunyikan lokasi asli mereka. Ini merupakan ancaman anonim kelima sejak 12 Januari yang menargetkan Falun Gong serta para anggota Kongres yang mendukung mereka.
2-3 Februari 2025 New York, Washington DC
New York, Washington DC,
2-3 Februari 2025
Pesan anonim mengatasnamakan aktivis Tiongkok dan Wakil Presiden Taiwan mengancam anggota Kongres pendukung Falun Gong
Dua pesan dalam bahasa Mandarin yang dikirim pada awal Februari berisi ancaman pembunuhan terhadap para anggota Kongres Amerika Serikat serta Dragon Springs, yang merupakan markas besar dan fasilitas pelatihan Shen Yun. Pesan-pesan tersebut dikirim melalui formulir kontak di situs web FalunDafa.org, platform yang menyediakan informasi ajaran dan instruksi latihan Falun Gong. Pesan pertama, dikirim pada 2 Februari, mencoba menyamar sebagai aktivis pro-demokrasi Tiongkok, Chen Pokong. Pengirim menuntut uang tebusan sebesar 18 juta dolar dan mengancam, “Jika tidak, saya akan membuat Kuil Dragon Springs dan Kongres AS dipenuhi mayat di mana-mana.” Pesan kedua, dikirim pada 3 Februari, mencatut nama Wakil Presiden Taiwan, Bi-khim Hsiao, sebagai pengirim dengan isi sebagai berikut:
Subjek: Kami tidak menutup kemungkinan untuk menyerang anggota Kongres yang mendukung Falun Gong. Bom akan dipasang dan diledakkan di dalam atau di dekat kediaman para anggota Kongres tersebut, atau di kendaraan mereka!
Falun Dafa Information Center telah melaporkan ancaman-ancaman ini kepada pihak penegak hukum. Tautan ke kasus ini
February 3, 2025 Dijon, France
Dijon, Prancis,
3 Februari 2025
Ancaman bom palsu telah membuat Polisi Prancis menghentikan persiapan pertunjukan Shen Yun
Sebuah ancaman bom anonim dikirimkan ke sebuah teater di Dijon, Prancis pada 3 Februari, yang menargetkan pertunjukan Shen Yun pada malam tersebut. Polisi tiba secara tiba-tiba di teater pada pukul 18.40, sesaat sebelum pertunjukan dimulai pukul 20.00. Petugas segera mengevakuasi para pemain dan staf untuk memeriksa keberadaan bahan peledak. Sesuai dengan pola ancaman palsu sebelumnya, tidak ditemukan adanya bom di lokasi tersebut. Namun, akibat prosedur keamanan ini, para pemain dan staf terpaksa menunggu di luar teater dalam cuaca dingin selama satu jam. Mereka baru diizinkan kembali masuk pada pukul 19.40, yang menyebabkan dimulainya pertunjukan tertunda hingga pukul 20.45. Tautan ke kasus ini
05 Februaryi 2025 Amerika Serikat
Jepang
Italia
Amerika Serikat,
Jepang,
Italia,
5 Februari 2025
Pesan anonim mengaku telah meretas sistem teater, mengancam staf di lokasi pertunjukan Shen Yun
Pada 5 Februari 2025, sebuah ancaman anonim dikirimkan melalui formulir kontak di situs falundafa.org, platform utama yang menyediakan ajaran dan video instruksi latihan Falun Gong secara gratis. Pengirim pesan, yang menyamar sebagai Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba, mengklaim dalam bahasa Mandarin sederhana bahwa mereka telah meretas sistem komputer di teater-teater yang menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun. Mereka mengaku telah mendapatkan data pribadi staf dan mengancam bahwa para staf teater beserta keluarga mereka berada dalam bahaya. Ancaman tersebut berasal dari alamat IP di Prancis (51.158.240.91), yang kemungkinan besar merupakan penggunaan server VPN untuk menyembunyikan lokasi asli pengirim. Pada hari yang sama, ancaman serupa dikirim melalui formulir kontak di faluninfo.net, situs resmi Falun Dafa Information Center yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok dan seluruh dunia. Pengirim kedua ini menggunakan alamat IP yang sama dengan insiden sebelumnya dan mencatut nama Guan Jianzhong, seorang miliarder asal Tiongkok. Ia mengulangi klaim dalam bahasa Mandarin sederhana, dengan merinci bahwa beberapa teater Shen Yun di Amerika Serikat, Jepang, dan Italia telah diretas. Namun, klaim peretasan tersebut tampaknya tidak benar atau palsu. Tautan ke kasus ini
3-6 Februari 2025 Inggris Raya
Inggris,
3-6 Februari 2025
Anggota Parlemen Inggris mendesak tindakan tegas atas Penindasan Lintas Negara terhadap Falun Gong dan Shen Yun usai ancaman bom palsu di teater Inggris
Pada 3 Februari, sebuah ancaman bom anonim mencoba mendesak sebuah teater di Woking, Inggris, untuk “membatalkan pertunjukan Shen Yun.” Pengirim pesan mengeklaim telah “membeli pistol dan membuat banyak bom molotov” serta mengancam akan melakukan serangan begitu pertunjukan dimulai. Pihak penegak hukum segera diberitahu dan tidak ada kekerasan nyata yang terjadi. Tiga hari kemudian, anggota parlemen Inggris, Jim Shannon, mengajukan pertanyaan di House of Commons (Dewan Perwakilan Rakyat Inggris) mengenai “penganiayaan tanpa henti” oleh PKT terhadap praktisi Falun Gong. Ia juga menyoroti peningkatan penindasan lintas negara yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun baru-baru ini, menyebutnya sebagai hal yang “sangat meresahkan.” Ia lebih lanjut menyatakan:
"Laporan yang bocor dari Kementerian Keamanan Publik Tiongkok menunjukkan bahwa rezim tersebut kini meningkatkan upaya untuk melenyapkan Falun Gong di seluruh dunia menggunakan jaringan mata-mata, media sosial, disinformasi, dan pelecehan terhadap praktisi—bahkan di Inggris Raya dan Irlandia Utara yang agung ini. Ini bukan sekadar serangan terhadap kebebasan beragama; ini adalah penghinaan terhadap nilai-nilai Inggris, demokrasi, dan supremasi hukum. Akankah Pemerintah segera menyelidiki dan melawan pengaruh penindasan lintas negara oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) di dalam perbatasan kita, termasuk serangannya terhadap Falun Gong dan upayanya untuk menyensor pertunjukan Shen Yun?"
Menanggapi pertanyaan tersebut, Lucy Powell, pemimpin House of Commons, mengakui bahwa Shannon “mengangkat isu penting mengenai kebebasan beragama atau berkeyakinan.” Ia juga mencatat bahwa “Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri telah mengangkat isu HAM serta masalah kebebasan beragama atau berkeyakinan dalam kunjungan terbaru mereka ke Tiongkok.” Tautan ke kasus ini
7 Februari 2025 Washington DC
Washington DC,
7 Februari 2025
Departemen Luar Negeri AS mengecam intimidasi terhadap Falun Gong dan Shen Yun
Berdasarkan laporan berita yang diterbitkan pada 7 Februari, menanggapi pertanyaan mengenai penindasan lintas negara yang dialami praktisi Falun Gong dan Shen Yun di Amerika Serikat baru-baru ini, juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan, “Kami mengecam tindakan intimidasi semacam itu dan mendesak perlindungan terhadap hak kebebasan berekspresi.” Juru bicara tersebut juga menambahkan bahwa mereka “mendesak Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk mengakhiri kampanye selama 25 tahun ini untuk melenyapkan Falun Gong.” Selain itu, ia mencatat bahwa dalam laporan tahunan kebebasan beragama internasional, departemen tersebut telah mendokumentasikan “berbagai insiden gangguan terhadap praktisi Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts di banyak negara.” Tautan ke kasus ini
7-11 Februari 2025 Washington DC
Amerika Serikat,
11 Februari 2025
Gelombang baru ancaman pembunuhan telah menargetkan Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS, dan anggota Parlemen pendukung Falun Gong
Antara tanggal 7 hingga 11 Februari, tujuh ancaman pembunuhan dan pengeboman anonim dikirimkan melalui situs web FalunDafa.org, Falun Dafa Information Center, dan Shen Yun Performing Arts. Pesan-pesan tersebut menargetkan berbagai pemimpin politik di Amerika Serikat, Taiwan, dan dunia. Ancaman yang ditulis dalam bahasa Mandarin tersebut memperingatkan akan adanya aksi penculikan, pengeboman, dan pembunuhan terhadap pejabat terpilih. Sebagian besar pesan tersebut mengaitkan serangan ini dengan dukungan para pejabat tersebut terhadap praktisi Falun Gong yang mengalami penganiayaan. Salah satu ancaman yang dikirim pada 8 Februari—tepat setelah Departemen Luar Negeri AS secara terbuka mengecam teror semacam ini—menggunakan judul: “Departemen Luar Negeri AS akan menjadi target pertama”. Pesan tersebut menyatakan: “Jika Departemen Luar Negeri AS berani mendukung Falun Gong, sangat mungkin [kami] akan mengendarai mobil berisi bom, menabrak pintu utama Departemen Luar Negeri, lalu meledakkannya!” Ancaman lain pada 11 Februari memperingatkan bahwa “politisi dan anggota parlemen di berbagai negara yang mendukung Falun Gong akan mendapat masalah.” Pesan itu bahkan mencatut Gedung Putih sebagai target:
"Politisi dan anggota Kongres dari semua negara yang mendukung Falun Gong akan menjadi target serangan, bahkan penembakan terhadap Trump dan juga akan menabrakkan kendaraan berisi bahan peledak ke Gedung Putih."
Di Amerika Serikat, mengancam pejabat pemerintah adalah tindak pidana berat (felony) berdasarkan hukum federal yang diancam hukuman penjara. Meski sejauh ini tidak ada kekerasan nyata yang terjadi, pihak berwenang belum melakukan penangkapan terkait ancaman-ancaman tersebut. Tautan ke kasus ini
13 Februari 2025 Washington DC
Washington DC,
13 Februari 2025
Ancaman palsu pembakaran menargetkan Capitol Hill dan FBI
Sebuah ancaman pembakaran anonim yang ditulis dalam bahasa Mandarin dikirimkan melalui formulir kontak situs Faluninfo. Pesan tersebut ditujukan kepada berbagai lembaga pemerintah Amerika Serikat.
Subjek: Gedung Putih dan FBI akan diserang
Isi Pesan:
"Tolong sampaikan kepada pemerintah AS bahwa jika mereka terus mendukung Falun Gong, maka Gedung Putih, FBI, dan Departemen Luar Negeri akan diledakkan atau dibakar!"
14 Februari 2025 New York
New York,
14 Februari 2025
Penyamaran sebagai konduktor Shen Yun dan ancaman kekerasan berulang terhadap Dragon Springs
Tiga ancaman pembunuhan anonim yang terpisah dikirimkan melalui beberapa situs web terkait Falun Gong, di mana dua di antaranya secara keliru menyamar sebagai konduktor Shen Yun, Chen Ying, dan situs Faluninfo.net. Ancaman tersebut mengklaim telah menanam bom kendali jarak jauh dan sebuah senapan Remington Model 700 di dekat Dragon Springs, lokasi markas besar dan fasilitas latihan Shen Yun berada.
Pesan ancaman yang sama dikirimkan dari dua alamat email berbeda, termasuk dari alamat penyesuai [email protected] yang telah kami dokumentasikan sebelumnya, dengan peringatan:
"Saya telah menyiapkan Remington Model 700. Saya akan berada di gunung dekat Kuil Longquan dalam waktu dekat. Saya akan membidik ke arah kuil dan menembak jika ada orang yang muncul!"
16-17 Februari 2025 New York
New York,
16-117 Februari 2025
Ancaman keji menargetkan anak-anak praktisi Falun Gong
Muncul ancaman kekerasan yang sangat meresahkan dalam bahasa Mandarin yang menargetkan anak-anak dari para praktisi Falun Gong di Amerika Serikat. Pesan tersebut berisi ancaman penculikan dan pembunuhan. Pesan anonim ini dikirim dari berbagai akun ke empat situs web terkait Falun Gong, yang menunjukkan bahwa aksi ini dilakukan secara terencana. Dalam email tersebut, pengirim melampirkan foto-foto pisau dan mendeskripsikan rencana penyiksaan serta pelecehan terhadap anak-anak perempuan di komunitas tersebut. Pengirim juga menuliskan kalimat penutup yang menyatakan “bersumpah demi Mazu bahwa ancaman ini akan benar-benar terjadi.” Salah satu email terlihat sengaja menggunakan alamat email asal Taiwan, yang diduga kuat sebagai upaya untuk menipu atau menyembunyikan identitas asli pengirim yang sebenarnya. Tatuan ke kasu ini
20 Februari 2025 New York
New York,
20 Februari 2025
Teror Bom Plastik C4 menargetkan Dragon Springs
Dua ancaman bom anonim dalam bahasa Mandarin dikirimkan melalui formulir kontak situs Faluninfo.net dan situs resmi Shen Yun. Ancaman ini secara khusus menargetkan Dragon Springs. Kedua email tersebut menyebutkan penggunaan “bom plastik C4” dan ancaman pembunuhan massal, yang menunjukkan adanya upaya terkoordinasi.
Subjek: Bom plastik C4 telah dipasang di Kuil Longquan
Isi Pesan:
"Penjaga telah disuap, dan sejumlah bom plastik C4 telah diletakkan di ladang sayur, ruang kelas, asrama, dan area lainnya di Kuil Longquan. Bom-bom ini akan diledakkan sekitar pukul 8 malam! Kami akan mengubah Kuil Longquan menjadi reruntuhan yang dipenuhi tumpukan mayat dan aliran darah!!!"
20 Februari 2025 Washington DC
Washington DC,
20 Februari 2025
Ancaman bom di Kennedy Center, upaya terbaru untuk membungkam Shen Yun dan Falun Gong
Pada pagi hari tanggal 20 Februari, sebuah ancaman bom anonim dikirimkan ke Kennedy Center di Washington DC. Ancaman ini muncul saat pihak teater sedang bersiap untuk malam pembukaan rangkaian pertunjukan Shen Yun Performing Arts, sebuah perusahaan tarian klasik Tiongkok yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong. Gedung tersebut sempat dikosongkan selama beberapa jam selagi pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada bom yang benar-benar dipasang di dalam teater. Baca selengkapnya
1-20 Maret 2025 Amerika Serikat
Taiwan
Spanyol
Kanada
Amerika Serikat,
Taiwan,
Spanyol,
Kanada,
1-20 Maret 2025
Lebih dari 20 ancaman kekerasan menargetkan Falun Gong, Shen Yun, dan Pejabat Pemerintah terjadi selama Maret 2025
Berbagai pesan anonim yang mengancam akan melakukan kekerasan terhadap praktisi Falun Gong, Shen Yun Performing Arts, dan tokoh-tokoh penting pendukung Falun Gong terus bermunculan melalui email dan formulir kontak selama Maret 2025. Ancaman-ancaman ini menargetkan orang-orang dan lokasi di Amerika Serikat, Spanyol, serta Taiwan. Hingga 20 Maret, Falun Dafa Information Center (FDIC) telah mencatat setidaknya 23 insiden ancaman selama bulan tersebut. Dari jumlah itu, 78 persen (18 insiden) menargetkan Shen Yun, markas besarnya, para pemain, atau teater yang menyelenggarakan pertunjukan mereka. Selain itu, dilaporkan adanya tiga ancaman pembunuhan terhadap anak-anak dan kerabat praktisi Falun Gong. Ancaman pembunuhan lainnya juga ditujukan kepada Cheng Peiming, orang pertama yang diketahui selamat dari praktik perampasan organ paksa oleh Beijing, yang kini tinggal di Amerika Serikat. Selain komunitas Falun Gong, beberapa pesan juga mengancam akan melakukan kekerasan terhadap pejabat pemerintah Amerika Serikat dan negara lainnya. Salah satu ancaman pada 2 Maret yang dikirim ke email FDIC mengancam akan membakar markas besar Shen Yun serta melakukan kekerasan terhadap Presiden AS, Donald Trump. Kemudian pada 13 Maret, muncul ancaman yang lebih luas terhadap “politisi, selebritas, dan pejabat dari seluruh dunia yang mendukung Falun Gong.” Pihak berwajib telah menerima laporan mengenai semua ancaman ini. Hingga saat ini, tidak ada satu pun insiden yang terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa pesan-pesan tersebut terutama bertujuan untuk menakut-nakuti, mengganggu pertunjukan Shen Yun, serta menambah beban biaya operasional. Baca selengkapnya
27-30 March 2025 Amerika Serikat
Amerika Serita,
27-30 Maret 2025
Parade Falun Dafa menjadi sasaran ancaman kekerasan
Antara tanggal 27 hingga 30 Maret, ada tiga pesan ancaman yang masuk melalui email dan situs web penjualan suvenir Shen Yun. Pesan yang ditulis dalam bahasa Mandarin tersebut memperingatkan bahwa “25 April akan menjadi hari bencana bagi anggota Falun Dafa”. Pengirim mengancam akan melempar granat dan bom molotov ke arah parade, serta melakukan penembakan. Tanggal 25 April adalah hari yang sangat penting bagi praktisi Falun Dafa di seluruh dunia. Tanggal ini diperingati untuk mengenang aksi damai di Beijing pada tahun 1999, saat para praktisi meminta kebebasan untuk menjalankan latihan mereka kepada pemerintah Tiongkok. Biasanya, para praktisi di banyak kota besar seperti New York mengadakan parade untuk memperingati hari tersebut. Seperti ancaman-ancaman lainnya yang menyerang Falun Gong dan Shen Yun, pesan ini kemungkinan besar hanyalah gertakan untuk menakut-nakuti. Meski begitu, prosedur pengamanan tetap diperketat demi keselamatan semua orang.
28 Maret 2025 Amerika Serikat
Amerika Serikat,
28 Maret 2025
Situs web Shen Yun terkena serangan siber
Pada 28 Maret, situs resmi Shen Yun mengalami serangan Distributed Denial of Service (DDoS) selama lebih dari satu jam. Informasi dimuat pada entri blog Leeshai Lemish, seorang pembawa acara Shen Yun Performing Arts yang sering memantau upaya gangguan terhadap grup tersebut. Menurut laporannya, antara pukul 12:13 hingga 13:25 waktu setempat, sekitar 10.000 alamat IP dari seluruh dunia dikendalikan untuk menyerang www.ShenYunPerformingArts.org. Serangan siber skala besar ini sempat membuat operasional situs menjadi sangat lambat. Namun, pada pukul 13:25, sistem keamanan (firewall) situs berhasil memblokir semua alamat IP penyerang dan situs kembali berfungsi normal.
5 April 2025 Taiwan
Taiwan,
5 April 2025
Polisi Taiwan melacak ancaman bom palsu Shen Yun berasal dari Institut Huawei di Tiongkok
Pada 5 April, surat kabar Taiwan Liberty Times melaporkan bahwa Biro Investigasi Kriminal (CIB) kepolisian telah menyelidiki serangkaian ancaman bom yang menargetkan pertunjukan Shen Yun di Taiwan. Hasil investigasi polisi menyimpulkan bahwa sumber pesan ancaman tersebut berasal dari Xi’an, sebuah kota di Provinsi Shaanxi, Tiongkok, tepatnya dari “Institut Riset Huawei”. Hal ini menghubungkan ancaman tersebut dengan raksasa teknologi Tiongkok yang memiliki hubungan dekat dengan PKT. Menurut laporan surat kabar tersebut:
"Meskipun para pelaku menggunakan VPN luar negeri untuk menyembunyikan lokasi mereka—dengan alamat IP yang terlacak ke berbagai negara—unit kejahatan siber CIB beserta unit lainnya berhasil mengumpulkan data dan melacak sumbernya kembali ke Xi’an, Tiongkok. Petunjuk yang paling krusial mengarah ke Institut Riset Huawei di wilayah tersebut, dan tim penyelidik menyimpulkan bahwa tersangka yang terkait dengan Huawei mungkin terlibat dalam ancaman-ancaman ini."
21 dan 25 April 2025 Amerika Serikat
Amerika Serikat,
21 dan 25 April 2025
Ancaman Bom memicu evakuasi di Flushing, New York
Tanggal 25 April merupakan hari penting bagi praktisi Falun Gong untuk memperingati aksi damai tahun 1999 di Beijing. Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut pembebasan rekan mereka yang ditangkap dan menghentikan tekanan dari pemerintah. Setiap tahun, para praktisi di seluruh dunia merayakannya dengan mengadakan parade dan acara publik. Pada 25 April tahun ini, Global Tuidang Center—sebuah LSM yang didirikan oleh praktisi Falun Gong dan penyelenggara parade di Flushing—menerima ancaman bom melalui formulir kontak di situs web mereka. Pesan ancaman tersebut berbunyi:
“40-46 Main Street, Suite 201 Flushing, NY 11354 [Alamat kantor Tuidang Center]. Banyak bahan peledak sudah dipasang di sekitarnya! Jika tidak ingin bom meledak, siapkan 10 juta dolar AS sebelum lusa!”
Pihak Center segera melapor ke Kepolisian New York (NYPD), yang kemudian mengevakuasi dan memeriksa gedung kantor tersebut. Setelah satu jam pencarian dan tidak ditemukan bahan peledak, staf diizinkan kembali masuk. Empat hari sebelumnya, pada 21 April, Perpustakaan Umum Queens cabang Flushing juga sempat dievakuasi. Hal ini terjadi setelah muncul email ancaman bom yang menuntut pembatalan acara peringatan aksi damai Beijing 1999 yang direncanakan pada 25 April. Setelah dua jam pemeriksaan, gedung dinyatakan aman. Juru bicara perpustakaan, Elisabeth de Bourbon, dan pihak Kepolisian NYPD mengonfirmasi bahwa ancaman serupa juga dikirim ke Global Tuidang Center. Setelah dilacak, alamat IP pengirim ancaman tersebut berasal dari Tiongkok. Tautan ke artikel
23 April 2025 Lyon, Prancis
Lyon, Prancis,
23 April 2025
Email yang menyamar sebagai LSM Amerika Serikat menyebarkan Disinformasi menargetkan Shen Yun
Pada 23 April, sebuah teater di Lyon, Prancis, yang sedang menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun, menerima email palsu. Pengirimnya mengaku berasal dari sebuah organisasi nirlaba (LSM) ternama di New York yang dikenal vokal dalam membela hak-hak anak serta mencegah kekerasan pada anak. Email tersebut menyebarkan disinformasi yang menuduh bahwa perusahaan tari tersebut telah dilaporkan ke otoritas Uni Eropa atas tuduhan pelecehan terhadap anak di bawah umur. Pesan tersebut juga mengutip laporan yang menyesatkan dari The New York Times dan mengklaim secara sepihak bahwa Shen Yun tidak lagi diizinkan tampil di Amerika Serikat karena sedang dalam penyelidikan.
Pihak teater di Lyon segera menyadari bahwa email tersebut adalah penipuan karena alamat pengirim yang mencurigakan dan gaya bahasa yang janggal. Pesan itu pun langsung dilaporkan kepada komunitas Falun Gong setempat. Falun Dafa Information Center mencatat sedikitnya ada tiga kejadian serupa sejak Desember 2024, di mana insiden lainnya menargetkan pejabat pemerintah di Kanada dan Swedia. Upaya terkoordinasi yang menggunakan identitas palsu untuk memfitnah Shen Yun ini merupakan bagian dari pola disinformasi yang bertujuan merusak reputasi dan mengganggu pertunjukan mereka di seluruh dunia. Tautan ke artikel
30 April 2025
🇰🇷 Korea Selatan
🇰🇷
Korea Selatan,
30 April 2025,
Pengadilan Korea Selatan memutuskan bahwa pembatalan Shen Yun adalah ilegal, pertunjukan tetap jalan
Pengadilan di Korea Selatan memutuskan bahwa tindakan Universitas Nasional Kangwon yang membatalkan jadwal pertunjukan Shen Yun adalah perbuatan ilegal. Pembatalan tersebut sebelumnya dilakukan karena adanya tekanan dari PKT. Pada 30 April, Pengadilan Distrik Chuncheon mengabulkan gugatan Asosiasi Falun Dafa Korea dan memerintahkan pihak universitas untuk tetap mengizinkan pertunjukan pada 6–7 Mei di Baeckryung Art Center. Pengadilan menyatakan bahwa alasan universitas—yaitu takut akan ada protes atau keributan dari mahasiswa asal Tiongkok—hanyalah dugaan tanpa bukti yang kuat. Apalagi, Shen Yun sudah sering tampil dengan damai di tempat yang sama maupun di kota-kota lain di Korea Selatan. Selain itu, hakim menilai bahwa pembatalan mendadak (hanya 20 hari sebelum acara) sangat merugikan. Penyelenggara sudah mengantongi izin resmi, melakukan promosi, dan menjual 62 persen tiket. Jika dibatalkan, penyelenggara akan rugi besar secara uang maupun nama baik. Berkat putusan ini, Shen Yun akhirnya sukses tampil di Daegu, Chuncheon, dan Gwacheon antara tanggal 1 hingga 10 Mei. Laporan
5 Mei 2025 Washington DC
Washington DC,
5 Mei 2025
DPR Amerika Serikat sepakat mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong
Dalam sebuah langkah besar yang didukung oleh kedua partai besar, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat secara bulat mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong (H.R. 1540) pada 5 Mei 2025. Peraturan ini dibuat untuk meminta pertanggungjawaban (Partai Komunis Tiongkok) PKT atas penganiayaan kejam mereka terhadap para praktisi Falun Gong, termasuk praktik perampasan organ paksa yang didukung oleh pemerintah. Undang-undang ini diajukan oleh Perwakilan Scott Perry dan didukung oleh anggota dari berbagai partai. Ini merupakan langkah hukum pertama yang mengikat dari Kongres untuk menangani penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Beberapa poin utama dalam undang-undang ini meliputi pemberian sanksi kepada pejabat Tiongkok, pembuatan laporan kepada Kongres mengenai adanya kerja sama pihak Amerika dengan Tiongkok dalam transplantasi organ, dan penilaian resmi dari pemerintah AS mengenai apakah tekanan PKT terhadap Falun Gong termasuk dalam kategori “kekejaman”, seperti kejahatan terhadap kemanusiaan atau genosida. Saat ini, undang-undang tersebut sedang menunggu pertimbangan lebih lanjut di Senat. Laporan
1 April-13 Mei 2025
🇺🇸🇹🇼🇯🇵🇫🇷🇲🇽
Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, Prancis, Meksiko
🇺🇸🇹🇼🇯🇵🇫🇷🇲🇽
AS, Taiwan, Jepang, Prancis, Mexico,
1 April-13 Mei 2025
Ancaman pembunuhan menargetkan acara Falun Gong, Shen Yun, dan para pendukungnya selama April dan Mei
Selama bulan April dan Mei, komunitas Falun Gong beserta para pendukungnya di Amerika Serikat, Taiwan, Jepang, Prancis, dan Meksiko menerima serangkaian ancaman kekerasan dan intimidasi yang meresahkan. Pesan-pesan tersebut dikirim melalui email, percakapan langsung (live chat), serta formulir kontak dengan menyamar sebagai orang lain. Pesan yang sebagian besar ditulis dalam bahasa Mandarin tersebut memperingatkan akan adanya serangan dalam waktu dekat. Banyak dari ancaman ini sengaja dikirim untuk mengganggu acara peringatan 25 April dan 13 Mei—terutama acara parade—serta pertunjukan Shen Yun Performing Arts (grup tarian klasik Tiongkok yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong).
Dengan adanya 29 ancaman yang diterima pada bulan April dan awal Mei ini, total ancaman kekerasan yang menargetkan praktisi Falun Gong, Shen Yun, dan pendukung mereka mencapai 149 insiden sejak Maret 2024. Meskipun tidak ada kekerasan fisik yang benar-benar terjadi, langkah-langkah keamanan telah ditingkatkan. Tautan ke artikel
28 April-31 Mei 2025 New York, Rhode Island
New York,
Rhode Island,
28 April-13 Mei 2025
Ancaman anonim mencoba menyamar sebagai Direktur Falun Dafa Information Center
Sejak 28 April, setidaknya enam email anonim yang berisi ancaman kekerasan terhadap praktisi Falun Gong, pertunjukan Shen Yun, atau acara publik lainnya telah mencatut nama Levi Browde secara palsu. Levi Browde adalah Direktur Eksekutif Falun Dafa Information Center (FDIC). Dalam semua kasus tersebut, para penerima email menyadari bahwa pesan itu adalah penyamaran palsu. Namun, insiden ini merupakan bagian dari taktik jangka panjang dari para pengganggu pro-PKT untuk mencoba menjebak para kritikus seolah-olah merekalah yang mengirimkan ancaman.
FDIC mengimbau siapa pun yang menerima email yang terdengar aneh atau berisi ancaman dengan mengatasnamakan Levi Browde atau praktisi Falun Gong lainnya, agar segera menghubungi InfoCenter untuk mendapatkan klarifikasi.
29 Mei-17 Juni 2025 Amerika Serikat
Amerika Serikat,
29 Mei– 17 Juni 2025
Ancaman baru dan penyamaran menargetkan Falun Gong serta institusi Amerika Serikat
Antara tanggal 29 Mei hingga 17 Juni, berbagai pesan anonim berisi ancaman kekerasan dikirimkan kepada Falun Dafa Information Center (FDIC) melalui formulir kontak daring. Pesan-pesan tersebut ditulis dalam bahasa Mandarin dan sering kali menggunakan identitas palsu—termasuk menyamar sebagai praktisi Falun Gong, pendiri Falun Gong, hingga aktivis dari Tiongkok. Ancaman ini ditujukan kepada lembaga-lembaga besar di Amerika Serikat, termasuk Gedung Putih, kampus latihan Shen Yun di New York, dan sebuah parade militer di Washington, D.C.
Kejadian ini telah dilaporkan kepada pihak berwajib dan tidak ada kekerasan fisik yang benar-benar terjadi. Meski demikian, kasus-kasus ini berfungsi sebagai bentuk intimidasi dan upaya untuk mencoreng nama baik Falun Gong. Dengan adanya insiden ini, total ancaman anonim yang menargetkan atau menyamar sebagai Falun Gong sejak Maret 2024 mencapai 154 kasus.
Di tempat terpisah, pada 17 Juni, Cheng Peiming—satu-satunya penyintas perampasan organ paksa oleh PKT yang berhasil selamat—melaporkan adanya pria mencurigakan yang mencoba mendekati kendaraannya saat sedang parkir di rumah. Pria tersebut akhirnya kabur karena takut dengan sistem keamanan rumah. Ini adalah kejadian mencurigakan kedua di rumah Cheng di New York, setelah sebelumnya terjadi pembobolan pada bulan November lalu. Baca selengkapnya
21 Agustus 2025
🇺🇸 Washington, D.C.
🇺🇸 Washington, D.C.,
21 Agust 2025
Ancaman bom palsu di Basilica of the National Shrine mengatasnamakan Falun Gong
Pada 21 Agustus, seseorang yang tidak dikenal melakukan panggilan ancaman bom palsu ke Basilica of the National Shrine of the Immaculate Conception, yang terletak di samping Catholic University of America (CathU). Penelepon tersebut mengaku-ngaku sebagai praktisi Falun Gong dalam upaya nyata untuk menjebak komunitas tersebut. Ancaman ini muncul di hari-hari pembukaan orientasi mahasiswa universitas, sehingga memicu tindakan pengamanan dari pihak berwenang. Kantor Rektor kemudian mengonfirmasi bahwa ancaman tersebut tidak terbukti dan tidak ditemukan bom apa pun. Insiden ini mencerminkan pola yang terus berulang, di mana pelaku membuat ancaman palsu atas nama Falun Gong untuk merusak nama baik komunitas tersebut dan menciptakan kekacauan. Tautan ke artikel
31 Okt-11 Nov 2025
🇺🇸 🇹🇼
Amerika Serikat, Taiwan
🇺🇸 🇹🇼
Amerika Serikat, Taiwan,
31 Okt-11 Nov 2025
Ancaman bom, upaya pemerasan, dan penyamaran menargetkan Falun Gong dan pendukungnya
Antara tanggal 31 Oktober hingga 11 November, para praktisi Falun Gong, Shen Yun Performing Arts, dan para pendukung mereka di Taiwan dan Amerika Serikat dilanda gelombang baru ancaman serta insiden penyamaran. Kampanye gangguan ini meliputi ancaman bom dan penembakan, upaya pemerasan, klaim peretasan, hingga pemalsuan identitas. Banyak dari pesan tersebut dikirimkan melalui formulir kontak daring dengan menggunakan data pribadi palsu. Baca selengkapnya
14 Nov-15 Des 2025 Amerika Serikat
Taiwan
Australia
14 Nov-15 Des 2025 Amerika Serikat
Taiwan
Australia
Ancaman pembunuhan anonim dan yang menyamar sebagai pihak lain menargetkan Falun Gong serta para pendukungnya.
Antara pertengahan November hingga pertengahan Desember 2025, terjadi peningkatan eskalasi ancaman anonim, skema penyamaran identitas, dan intimidasi lintas batas yang menargetkan Falun Gong, Shen Yun Performing Arts, organisasi media pendukung, serta para pejabat publik secara terus-menerus. Insiden-insiden ini mencakup wilayah Taiwan, Australia, dan Amerika Serikat, di mana para pelaku berulang kali mengeksploitasi sistem pengiriman daring, akun email palsu, dan identitas yang dipalsukan—termasuk identitas politisi Taiwan, aktivis demokrasi luar negeri, praktisi Falun Gong, serta staf senior dari lembaga-lembaga yang terkait dengan Falun Gong. Baca selengkapnya
Desember 2025 – 17 Jan 2026 Amerika Serikat
Taiwan
Kanada
Inggris
Prancis
Polandia
Italia
Spanyol
Australia
Desember 2025 – 17 Jan 2026 Amerika Serikat
Taiwan
Kanada
Inggris
Prancis
Polandia
Italia
Spanyol
Australia
Ancaman pembunuhan, pencemaran nama baik secara diplomatik, dan disinformasi terkoordinasi menargetkan Falun Gong serta para pendukungnya.
Antara Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026, represi transnasional yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts meningkat secara signifikan. Periode ini ditandai dengan lonjakan tajam ancaman pembunuhan anonim, peningkatan pencemaran nama baik di tingkat diplomatik oleh perwakilan rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT), serta kampanye disinformasi terkoordinasi yang mencakup berbagai benua. Secara keseluruhan, insiden-insiden ini mencerminkan upaya yang berkelanjutan dan multifaset untuk mengganggu musim tur global Shen Yun, mengintimidasi lokasi pertunjukan dan staf, serta memberikan stigma buruk terhadap Falun Gong melalui penyamaran identitas, intimidasi, dan narasi fitnah.
Desember 2025 – 16 Feb 2026 Amerika Serikat
Korea
Kanada
Prancis
Italia
Malaysia
Australia
Desember 2025 – 16 Feb 2026 Amerika Serikat
Korea
Kanada
Prancis
Italia
Malaysia
Australia
Serangan fisik, ancaman kekerasan, tekanan diplomatik, dan disinformasi terkoordinasi menargetkan Falun Gong serta para pendukungnya.
Selama dua bulan terakhir (akhir Desember 2025 hingga pertengahan Februari 2026), pola represi transnasional yang menargetkan para praktisi Falun Gong dan pendukung mereka telah meningkat di berbagai wilayah. Insiden-insiden yang didokumentasikan meliputi intimidasi fisik di ruang publik, ancaman pembunuhan terkoordinasi terhadap pejabat terpilih dan warga sipil, campur tangan diplomatik langsung di tanah Eropa, serta kampanye disinformasi berulang yang ditujukan kepada gedung-gedung teater dan lembaga pemerintah.
23 dan 27 Februari 2026
🇬🇧 Inggris 🇺🇸 Amerika Serikat
23 dan 27 Februari 2026
🇬🇧 Inggris
🇺🇸 Amerika Serikat
Praktisi Falun Gong Diserang di Stan Informasi di London dan Kota New York
Dua praktisi Falun Gong wanita diserang di stan informasi publik dalam insiden terpisah di London dan Kota New York dalam rentang waktu empat hari pada akhir Februari. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan keselamatan para sukarelawan yang melakukan kegiatan penjangkauan secara damai.
Pada tanggal 23 Februari, sekitar pukul 12:30 siang, Ibu Zhang Chunping sedang berbicara dengan turis asal Tiongkok mengenai Falun Gong di dekat pintu belakang British Museum di London. Seorang sopir bus wisata keluar dari kendaraannya, merampas spanduk Ibu Zhang, dan menghancurkan ponselnya. Ketika Ibu Zhang mencoba menelepon polisi dan mencegah pria itu pergi, sang sopir mendorongnya hingga jatuh ke tanah, yang menyebabkan luka pada kepalanya. Polisi London telah membuka penyelidikan kriminal resmi atas kasus ini.
Pada tanggal 27 Februari, Lydia sedang membagikan materi informasi dengan posisi membelakangi Main Street di Flushing, New York, ketika seorang individu tak dikenal mendekat dari belakang, memukul bagian belakang kepalanya, dan menjatuhkannya ke tanah. Kacamata dan topinya terlepas saat ia jatuh. Pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Baca Selengkapnya
20 Maret 2026
🇺🇸 AS
🇨🇦Kanada
🇲🇽 Mexico
🇮🇹 Italia
20 Maret 2026
🇺🇸 AS
🇨🇦Kanada
🇲🇽 Mexico
🇮🇹 Italia
Ancaman Bom Terkoordinasi dan Fitnah Diplomatik Menargetkan Pertunjukan Shen Yun serta Komunitas Falun Gong
Insiden penindasan lintas batas yang menargetkan praktisi Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts berlanjut pada akhir Februari dan Maret 2026, dengan kasus-kasus yang mencakup intimidasi fisik, ancaman bom yang terkoordinasi, dan pesan fitnah resmi oleh misi diplomatik Tiongkok. Pola ini mencerminkan penindasan yang terus berlangsung baik dalam cakupan geografis maupun tingkat keparahannya, terutama dalam ancaman yang bertujuan untuk mengganggu pertunjukan Shen Yun. Baca Selengkapnya
29 Maret 2026
Toronto, Kanada
23 dan 27 Februari 2026
🇬🇧 Inggris
🇺🇸 Amerika Serikat
Teater di Toronto Membatalkan Pertunjukan Shen Yun Setelah Ancaman Bom Palsu
Pada tanggal 29 Maret, Four Seasons Centre for the Performing Arts di Toronto menerima email ancaman bom yang menargetkan pertunjukan Shen Yun yang dijadwalkan di tempat tersebut. Hal ini memicu evakuasi total teater dan penyisiran bom oleh pihak kepolisian. Sama seperti ratusan ancaman sebelumnya yang ditujukan pada pertunjukan Shen Yun di seluruh dunia selama dua tahun terakhir, penegak hukum menetapkan bahwa ancaman tersebut adalah palsu (hoaks) — namun, pihak teater tetap membatalkan pertunjukan sore itu dan untuk minggu berikutnya.
Levi Browde, direktur eksekutif Falun Dafa Information Center, menyebut insiden tersebut sebagai “tonggak sejarah baru yang berbahaya.” Ia menyatakan, “Gagasan bahwa kita akan menyerah pada taktik menakut-nakuti ini dan menghentikan pertunjukan Shen Yun adalah sebuah preseden berbahaya dalam penindasan lintas batas ini.” Baca Selengkapnya


