Memperalat Media Sosial
Memperalat Media Sosial
Rencana Baru PKT untuk “Memusnahkan” Falun Gong Secara Global
Rencana Baru PKT untuk “Memusnahkan” Falun Gong Secara Global
Bocoran dokumen baru dan serangan online yang kian meningkat menunjukkan bahwa perang melawan Falun Gong kini memasuki babak baru yang belum pernah terjadi sebelumnya
Bocoran dokumen baru dan serangan online yang kian meningkat menunjukkan bahwa perang melawan Falun Gong kini memasuki babak baru yang belum pernah terjadi sebelumnya
Diterbitkan pada: 7 Agustus 2024
“Kerahkan agen-agen rahasia untuk memicu dan memperbesar konflik internal di dalam Falun Gong, agar kekuatan, kedalaman, dan jangkauan serangan [para influenser media sosial yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun] terus meningkat… mereka harus terus-menerus memancing perhatian masyarakat Amerika Serikat, dan memaksa pemerintah AS untuk melakukan penindakan dari segala arah guna memusnahkan kekuatan Falun Gong.”
— Catatan terperinci dari rapat Kementerian Keamanan Publik Tiongkok pada Juni 2024
Poin-Poin Penting
Laporan kredibel yang baru-baru ini bocor menunjukkan bahwa rezim Tiongkok telah mengambil keputusan strategis untuk meningkatkan penganiayaan terhadap Falun Gong di tingkat global. Mereka memperluas propaganda, penyebaran disinformasi, serta aktivitas penindasan lintas negara demi menyerang Falun Gong secara lebih agresif di luar Tiongkok, terutama di Amerika Serikat.
Taktik utama dalam serangan baru ini adalah mengerahkan kekuatan Kementerian Keamanan Publik dan lembaga Partai Komunis Tiongkok (PKT) lainnya untuk “mendukung penuh” para influenser media sosial agar menyerang Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts—sebuah grup tari klasik Tiongkok yang banyak anggotanya adalah praktisi Falun Gong. Rezim tersebut juga bersiap untuk “mengaktifkan” jaringan mata-mata yang telah disusupkan—termasuk ke dalam internal Falun Gong—dalam upaya untuk menghancurkan kelompok spiritual ini di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat. Ini tampaknya menjadi langkah terakhir PKT untuk benar-benar memusnahkan Falun Gong.
- Peningkatan Serangan dan Perubahan Strategi: Berdasarkan informasi yang bocor pada Juni 2024 dari pertemuan Kementerian Keamanan Publik (MPS), tujuan rezim tersebut adalah untuk “sepenuhnya memusnahkan Falun Gong di seluruh dunia” dan memaksa penutupan Shen Yun Performing Arts. Informasi lain yang bocor pada Juli 2024 juga mengungkap strategi serupa untuk menipu pengguna internet di seluruh dunia mengenai Falun Gong. Strategi ini berdasarkan dokumen dari CITIC Foundation, sebuah lembaga pemikir dan pendanaan milik pemerintah Tiongkok. Dalam kenyataannya, serangan daring memang meningkat sejak awal 2024 dan menjadi eskalasi besar dalam kampanye penganiayaan selama 25 tahun terhadap Falun Gong. Hal ini menandakan adanya perubahan strategi di mana rezim tersebut kini menjadikan Falun Gong sebagai prioritas target utama di tingkat dunia.
- Kampanye Multidimensi: Menurut dokumen internal dan bukti yang ada, rezim tersebut sedang—atau akan—menggunakan beberapa taktik berikut untuk menjalankan serangan ini:
a. Menyebarkan Disinformasi dan Konten Anti-Falun Gong: Pejabat dari Kementerian Keamanan Publik (MPS) telah memerintahkan jajaran di tingkat provinsi untuk menyokong dua Youtuber yang menjadi motor serangan daring terhadap Shen Yun dan Falun Gong. Dukungan ini termasuk mengerahkan akun-akun “pasukan 50 sen” (komentator bayaran) di media sosial. Selain itu, CITIC Foundation memberi instruksi untuk menyebarkan fitnah tentang Falun Gong ke media asing dan memanipulasi hasil mesin pencari agar informasi yang muncul hanyalah konten negatif.
b. Menggerakkan Agen PKT: Rezim telah memerintahkan pengaktifan jaringan luas agen di luar negeri maupun penyusup di dalam komunitas Falun Gong, khususnya di Amerika Serikat. Mereka bertugas memasok konten bagi para Youtuber tersebut dan menjalankan agenda rezim lainnya. Tujuannya adalah menyebarkan kebohongan, memicu perpecahan internal, serta merusak organisasi yang didirikan oleh para praktisi dari dalam. Beberapa orang mencurigakan yang diwawancarai oleh para Youtuber dukungan pemerintah tersebut diidentifikasi sebagai bagian dari jaringan ini.
c. Upaya mengadu domba pemerintah dan masyarakat Amerika Serikat dengan Falun Gong: Selain merusak reputasi Falun Gong dan Shen Yun di mata masyarakat Amerika, rezim Tiongkok dan para agennya juga berencana memicu konflik antara Falun Gong dengan pemerintah Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk menghasut pemerintah AS agar melakukan penindasan terhadap organisasi-organisasi yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong.
- Dalam beberapa minggu dan bulan ke depan, kampanye disinformasi dan fitnah terhadap Falun Gong serta Shen Yun diperkirakan akan semakin meningkat dan terlihat jelas. Bukti yang ada menunjukkan bahwa Kementerian Keamanan Publik PKT adalah penggerak utama di balik upaya ini, didukung oleh lembaga negara seperti CITIC. Setidaknya ada satu influenser yang disebut oleh kementerian tersebut tinggal di Amerika Serikat; ia diduga bertindak sebagai agen asing PKT namun tidak terdaftar secara resmi. Selain itu, terdapat kemiripan antara narasumber yang diwawancarai oleh influencer tersebut dengan narasumber yang diwawancarai oleh wartawan New York Times. Hal ini memicu pertanyaan besar: apakah pemberitaan surat kabar tersebut telah terpengaruh oleh kampanye fitnah yang disokong PKT.
- Tindakan mendesak diperlukan: Selama 25 tahun, para praktisi Falun Gong telah bertahan secara damai melawan penganiayaan kejam PKT di Tiongkok. Di luar negeri, mereka terus mencari cara kreatif untuk membongkar propaganda rezim dan menyampaikan pesan harapan kepada dunia, salah satunya melalui pertunjukan Shen Yun. Upaya mereka selama ini didukung oleh para pejabat negara demokratis, kelompok HAM, dan masyarakat luas. Mengingat rezim kini mengalihkan taktiknya ke media sosial dan disinformasi—yang merupakan titik lemah pertahanan negara demokrasi terhadap pengaruh asing—sangatlah penting bagi pemerintah AS dan publik untuk menyadari bahwa komentar-komentar yang tampak “independen” tersebut sebenarnya kemungkinan besar berasal dari aparat keamanan Tiongkok. Pemerintah AS harus menegakkan hukum terhadap agen-agen PKT yang menyebarkan propaganda di Amerika. Begitu pula dengan platform media sosial, mereka harus mengambil langkah nyata untuk mendeteksi dan membatasi penyebaran disinformasi PKT yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun.
Daftar Isi
Latar Belakang
Upaya PKT Menargetkan Shen Yun Performing Arts
Perubahan Taktik Setelah Kegagalan Sebelumnya
Rencana Aksi PKT
- Serangan propaganda terkoordinasi terhadap Shen Yun dan Falun Gong
- Menghasut konflik antara Falun Gong dan Pemerintah Amerika Serikat
- Memutus saluran komunikasi yang mengungkap penganiayaan di dalam Tiongkok
- Memanipulasi mesin pencari dan menyebarkan konten dalam berbagai format
- Memicu ketidakpercayaan dan perpecahan internal di dalam komunitas Falun Gong
Mengapa Terjadi Eskalasi?
Apa yang Perlu Diwaspadai Selanjutnya
Risiko dan Implikasi
Rekomendasi
Latar Belakang
Apa itu Falun Gong?
Falun Gong (yang juga dikenal sebagai Falun Dafa) adalah sebuah latihan spiritual kuno yang berakar dari tradisi Buddhis. Latihan ini memadukan meditasi dan gerakan tubuh yang lembut (mirip dengan yoga atau tai chi) dengan filosofi moral yang berlandaskan pada prinsip Sejati, Baik, dan Sabar (atau dalam bahasa Mandarin: Zhen 真, Shan 善, Ren 忍).[1] Para praktisi Falun Gong berusaha menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Latihan ini diperkenalkan kepada masyarakat pada Mei 1992 oleh Master Li Hongzhi dan merupakan wujud nyata dari budaya tradisional Tiongkok yang asli. Sebagaimana dilaporkan oleh pemerintah Tiongkok pada tahun 1990-an, manfaat kesehatan dari mengikuti latihan Falun Gong sering kali langsung terasa dan sangat luar biasa, bahkan ada pasien yang pulih dari penyakit parah. Selain itu, rakyat Tiongkok melihat Falun Gong sebagai representasi sejati dari tradisi spiritual yang hampir punah setelah puluhan tahun berada di bawah kekuasaan komunis. Hal-hal inilah yang memicu gelombang antusiasme terhadap latihan tersebut di Tiongkok selama era 1990-an, hingga berkembang pesat di seluruh penjuru negeri itu. Pada tahun 1998, hanya enam tahun setelah diperkenalkan, catatan resmi pemerintah Tiongkok memperkirakan ada sekitar 70 hingga 100 juta orang yang telah melakukan latihan ini. Angka tersebut menjadikan Falun Gong sebagai bentuk qigong dengan pertumbuhan tercepat dan paling populer dalam sejarah Tiongkok.[2]
25 Tahun Penganiayaan
Pada tahun 1999, melihat popularitasnya yang meledak, beberapa pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) meluncurkan kampanye sistematis untuk “menumpas” latihan spiritual Falun Gong dan menindas keras puluhan juta orang yang menjalankan latihan ini.[3] Selama 25 tahun terakhir, jutaan praktisi Falun Gong di Tiongkok telah mengalami pelecehan oleh polisi, penculikan, pemenjaraan, penyiksaan, hingga kematian dalam tahanan.[4] Lebih jauh lagi, banyak orang yang jumlahnya tak terhitung telah dibunuh agar organ mereka bisa diambil demi mendukung industri transplantasi organ bernilai miliaran dolar yang berkembang pesat di Tiongkok. Di saat yang sama, propaganda fitnah di dalam negeri—serta beberapa pemberitaan di media Barat yang keliru karena menyontek propaganda PKT—telah memojokkan Falun Gong dan membuat orang-orang yang seharusnya membela HAM menjadi ragu untuk bertindak.
Apa itu Shen Yun Performing Arts?
Shen Yun Performing Arts adalah perusahaan tari dan musik klasik Tiongkok nomor satu di dunia. Pertunjukannya menjadi wadah kebangkitan kembali budaya tradisional Tiongkok yang asli[5]—budaya luhur yang hampir musnah di bawah kekuasaan komunis di Tiongkok. Dalam setiap pertunjukannya, Shen Yun menampilkan kekayaan budaya yang luas, mulai dari kisah-kisah sastra besar, tradisi etnis dan rakyat, hingga legenda dari tradisi spiritual Tiongkok yang kaya seperti Buddhisme, Taoisme, dan Falun Gong—termasuk kisah-kisah yang diangkat dari peristiwa nyata di Tiongkok saat ini. Perusahaan ini didirikan di New York oleh para seniman elit yang melarikan diri dari penganiayaan agama di Tiongkok. Kini, Shen Yun telah memiliki delapan grup yang berkeliling dunia secara bersamaan, tampil di lebih dari 200 kota di lima benua, dan disaksikan oleh lebih dari satu juta penonton setiap tahunnya.
Apa Saja Sumber yang Digunakan dalam Analisis Ini?
Temuan-temuan yang dianalisis dan dipaparkan dalam dokumen ini utamanya bersumber dari poin-poin berikut, di mana catatan kaki juga telah disertakan di setiap bagian sebagai referensi tambahan:
- Catatan rinci dari dua sumber berbeda mengenai isi rapat tingkat provinsi di Kementerian Keamanan Publik (MPS) pada Juni 2024
- Catatan rinci dari satu sumber tentang isi laporan internal Juli 2024 yang diterbitkan oleh CITIC Foundation, sebuah lembaga riset milik pemerintah Tiongkok[6]
- Surel (email) dan pesan teks kepada mantan staf Shen Yun Performing Arts yang berisi ajakan untuk diwawancarai sekaligus mempromosikan Youtuber yang didukung oleh MPS
- Kesaksian pribadi dari mantan tahanan di Tiongkok, termasuk seorang warga Eropa yang ditangkap saat sedang mengunjungi kerabatnya di sana
- Rilis pers dan dokumen gugatan hukum Departemen Kehakiman AS terkait skema penindasan lintas negara yang dilakukan PKT terhadap Falun Gong di Amerika Serikat[7]
- Wawancara dengan puluhan pemain Shen Yun saat ini dan mantan pemain, yang utamanya dilakukan untuk laporan Januari 2024 mengenai Shen Yun (lihat #2 di bawah), namun terus berlanjut hingga Juni dan Juli 2024 untuk menyelidiki ancaman serta tuduhan baru terhadap Shen Yun
Sebagai konteks tambahan, laporan ini juga mengambil referensi dari bagian-bagian relevan dalam laporan Falun Dafa Information Center sebelumnya, termasuk analisis dari hal-hal berikut:
- Serangkaian dokumen PKT tingkat provinsi dan kota, serta pidato para pejabat tinggi keamanan publik yang merinci prioritas dan strategi PKT untuk memfitnah, membungkam, dan menindas Falun Gong di luar Tiongkok, khususnya di Amerika Serikat[8]
- Laporan khusus berjudul: Gangguan Diplomatik dan Disinformasi: Upaya Global Beijing untuk Menghentikan Shen Yun (Januari 2024)[9]
- Laporan khusus berjudul: Bagaimana New York Times Mendistorsi Fakta Mengenai Falun Gong (Maret 2024)[10]
PKT Menargetkan Shen Yun Performing Arts
Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menargetkan Shen Yun Performing Arts—sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di AS—dengan kampanye global berupa intimidasi dan penyensoran seni yang agresif. Hal ini bisa dianggap sebagai upaya pemberantasan karya seni terbesar yang pernah tercatat hingga saat ini. Di mana pun Shen Yun tampil—baik di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, hingga Timur Tengah—upaya sabotase PKT selalu membuntuti. Sebuah laporan riset yang diterbitkan organisasi kami pada awal 2024 mendokumentasikan lebih dari 130 insiden gangguan oleh pejabat Tiongkok atau kaki tangan mereka di 38 negara, termasuk Amerika Serikat, sejak tahun 2007.[11]
Kampanye melawan Shen Yun ini merupakan bagian penting dari penindasan lintas negara yang dilakukan rezim tersebut terhadap para praktisi Falun Gong, aksi damai mereka, serta para pendukungnya di seluruh dunia. Taktik utama yang digunakan meliputi: mengancam pihak teater dan pejabat pemerintah dengan sanksi politik maupun ekonomi; menyebarkan disinformasi; menyabotase kendaraan yang membawa para pemain Shen Yun; mengancam atau memenjarakan kerabat pemain yang masih berada di Tiongkok; serta menggerakkan kelompok diaspora pro-Beijing untuk berdemo di luar lokasi pertunjukan.
Dokumen internal partai mengungkapkan bahwa perintah untuk menyabotase Shen Yun datang langsung dari pucuk pimpinan tertinggi PKT. Otoritas pusat telah mengeluarkan arahan yang menetapkan bahwa penekanan terhadap Shen Yun adalah “bagian penting dari… perjuangan melawan Falun Gong.” Kenyataannya, dalam mayoritas kasus, para diplomat Tiongkok itulah yang menjadi aktor utama dalam upaya membungkam Shen Yun.[12]
Fokus Khusus di Amerika Serikat
Lebih dari tiga puluh insiden upaya sabotase terhadap Shen Yun oleh pejabat Tiongkok atau kaki tangan mereka telah terdokumentasi di Amerika Serikat—jumlah tertinggi dibandingkan negara lain mana pun. Pejabat konsulat Tiongkok secara aktif menekan pemerintah daerah dan pihak teater di Amerika agar menolak pertunjukan Shen Yun. Selain itu, para pemain juga mengalami sabotase kendaraan hingga serangan siber. Pusat pelatihan Shen Yun di New York pun tidak luput dari aksi vandalisme, spionase, gangguan hukum, kampanye hoaks di media sosial, hingga ancaman kekerasan fisik. Pada Mei 2023, Departemen Kehakiman AS mendakwa dua pria etnis Tionghoa karena mencoba menyuap pejabat Amerika dalam sebuah skema untuk menargetkan Shen Yun Performing Arts, sebagai bagian dari upaya “menumbangkan Falun Gong” di Amerika Serikat.[13] Pada Juli 2024, keduanya telah mengaku bersalah.[14] Kasus ini menunjukkan perubahan taktik PKT yang semakin licik, di mana mereka mulai menggunakan praktik korupsi untuk menghasut instansi pemerintah AS agar berbalik memusuhi Shen Yun.
Mengapa Menargetkan Shen Yun?
Terdapat empat alasan utama mengapa PKT menjadikan penindasan terhadap Shen Yun sebagai prioritas tertinggi:
1. Kebangkitan budaya yang menghidupkan kembali tradisi yang ingin dimusnahkan PKT: Shen Yun menampilkan budaya tradisional Tiongkok yang asli. Karena budaya ini memiliki akar spiritual yang sangat dalam, PKT terus berupaya memberangusnya sejak merebut kekuasaan pada tahun 1949 guna memaksakan paham komunisme kepada rakyat Tiongkok. Selama puluhan tahun, melalui berbagai kampanye berdarah, mereka berusaha menghancurkan kuil-kuil Buddha, ajaran Konfusius, sastra klasik, dan berbagai elemen peradaban 5.000 tahun Tiongkok lainnya. Dengan menghidupkan kembali budaya ini di panggung dunia, Shen Yun memicu kebangkitan nilai-nilai dan spiritualitas yang secara langsung menantang ideologi Partai Komunis..
2. Visi tentang Tiongkok tanpa komunisme: Kunci utama PKT dalam mempertahankan kekuasaan adalah kemampuannya meyakinkan rakyat Tiongkok dan dunia bahwa PKT adalah Tiongkok itu sendiri—bahwa keduanya tidak dapat dipisahkan. Melalui narasi palsu ini, PKT mengeklaim sebagai penjaga sah atas budaya dan rakyat Tiongkok. Namun, hanya dengan satu pertunjukan, Shen Yun berhasil menunjukkan keagungan budaya Tiongkok sebelum komunisme berkuasa. Dengan begitu, Shen Yun menawarkan visi tentang betapa indahnya Tiongkok jika tanpa PKT. Pertunjukan ini tidak hanya mematahkan anggapan bahwa PKT dan Tiongkok tidak terpisahkan, tetapi juga membuktikan betapa agungnya bangsa tersebut tanpa kehadiran mereka. Hal ini secara langsung merusak legitimasi PKT dalam mengeklaim diri sebagai representasi Tiongkok dan budayanya.
3. Mengungkap tirani masa kini: Dalam mengisahkan 5.000 tahun peradaban Tiongkok, setiap pertunjukan Shen Yun selalu menyertakan bagian yang jujur dan sering kali menyayat hati tentang kondisi Tiongkok modern di bawah tirani PKT. Gambaran ini membongkar narasi palsu tentang “kebangkitan Tiongkok yang damai” di bawah kendali PKT, dengan cara menunjukkan dampak kemanusiaan yang nyata dan mengerikan akibat kekuasaan mereka.
4. Membongkar kebohongan narasi anti-Falun Gong: Selama 25 tahun terakhir, PKT telah berupaya keras untuk “menumpas” Falun Gong di Tiongkok, sekaligus berusaha membungkam dan memfitnah latihan spiritual berbasis Buddhis ini di kancah internasional. Namun, dalam pertunjukan Shen Yun, penonton menyaksikan sendiri para seniman yang merupakan praktisi Falun Gong menampilkan keahlian seni kelas dunia dan alur cerita inspiratif yang penuh dengan nilai-nilai kebajikan serta pesan harapan. Singkatnya, jati diri Falun Gong yang sebenarnya terpampang nyata, yang mana hal ini secara telak membantah propaganda anti-Falun Gong yang selama ini disebarkan oleh PKT.
Tepatnya, hanya dengan satu pertunjukan, Shen Yun mampu meruntuhkan kebohongan yang telah dibangun PKT selama lebih dari 75 tahun demi melegitimasi tirani mereka.
Perubahan Taktik Setelah Kegagalan Sebelumnya
Sebagaimana telah disebutkan, sejak Shen Yun dibentuk, para pejabat Tiongkok dan kaki tangan mereka telah menempuh berbagai cara untuk menghalangi atau menyabotase pertunjukannya, termasuk menggunakan pengaruh ekonomi dan politik untuk menekan pemerintah daerah serta pihak teater agar menolak mereka. Terkadang upaya ini berhasil, seperti pembatalan kontrak di Korea Selatan, Spanyol, dan Ekuador. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa dalam banyak kasus—terutama di Amerika Serikat dan Uni Eropa—mereka justru gagal. Hal ini membuktikan ketangguhan prinsip demokrasi di banyak negara. Faktanya, tercatat ada 43 insiden di mana pihak setempat berani menolak tekanan tersebut di setidaknya 19 negara. Alhasil, meski terus disabotase, popularitas Shen Yun justru melonjak, grupnya semakin bertambah, dan selalu tampil di depan teater yang penuh sesak di seluruh dunia.
Kegagalan rezim ini sejalan dengan apa yang terjadi pada kampanye penganiayaan luas mereka terhadap Falun Gong. Meski telah ditekan dengan kejam selama 25 tahun, Falun Gong tetap eksis di Tiongkok maupun global, dan dilatih oleh puluhan juta orang di lebih dari 100 negara.[15] Selain menunjukkan dedikasi teguh pada keyakinan mereka, para praktisi Falun Gong juga berhasil meruntuhkan propaganda jahat rezim melalui edukasi akar rumput. Mereka kini meraih dukungan luas dari warga Tiongkok, pejabat pemerintah luar negeri, anggota parlemen, kelompok HAM, hingga masyarakat umum. Hal ini terbukti dari banyaknya pernyataan dukungan yang muncul bulan lalu dalam peringatan 25 tahun dimulainya penindasan oleh PKT. Bahkan, pesan dukungan dari akun resmi pemerintah AS di media sosial dalam bahasa Mandarin menarik perhatian besar, dengan salah satu unggahannya mencapai hampir dua juta tayangan.[16]
Sebagai bagian dari rezim otoriter yang terus beradaptasi, perangkat keamanan PKT tampaknya mulai mengubah taktik. Karena gagal menumpas Falun Gong di Tiongkok maupun menghentikan dukungan global terhadapnya, serta sering kali gagal menghalangi pihak teater untuk menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun, pada tahun 2024 rezim ini beralih ke metode yang lebih licik. Taktik baru ini meliputi ancaman bom palsu[17] dan kampanye disinformasi untuk memicu perpecahan di dalam komunitas Falun Gong, sekaligus merusak reputasi Shen Yun agar penonton di seluruh dunia ragu untuk datang. Aspek utama dan yang paling merusak dari upaya ini adalah meningkatnya manipulasi di media sosial. Hal ini mencakup pembuatan akun-akun palsu yang menyamar sebagai staf senior Shen Yun, serta kemunculan dan penyebaran konten dari dua YouTuber berbahasa Mandarin. Salah satunya diketahui memiliki hubungan lama dengan media pemerintah Tiongkok, sementara yang lainnya pernah melontarkan ancaman kekerasan terhadap pusat pelatihan Shen Yun di New York.
Peningkatan Nyata Serangan Media Sosial dan Penyamaran Akun
Youtuber yang Bermusuhan: Sejak pertengahan 2023 dan semakin gencar pada awal 2024, dua Youtuber berbahasa Mandarin terus meningkatkan serangan terhadap Shen Yun dan Falun Gong. Latar belakang serta perilaku terbaru mereka menimbulkan keraguan besar atas kredibilitas mereka dan memicu kecurigaan kuat akan adanya hubungan dengan PKT.
Salah satu pria tersebut menetap di Jepang dan pernah bekerja selama bertahun-tahun di China Central Television (CCTV), stasiun televisi milik pemerintah Tiongkok yang menjadi corong PKT. Bahkan setelah keluar dari Tiongkok, ia tetap konsisten menyuarakan pandangan yang mendukung PKT atau mengeluarkan pernyataan yang sejalan dengan partai dalam berbagai isu. Baru-baru ini, ia dikabarkan kembali ke Tiongkok untuk mencari pendanaan dari rezim bagi proyek “propaganda luar negeri”, serta mulai mengunggah wawancara dengan orang-orang yang mengaku sebagai mantan artis Shen Yun untuk menjelek-jelekkan Falun Gong dan Shen Yun.
Individu kedua berdomisili di Amerika Serikat. Ia mengelola saluran Youtube anti-Shen Yun dan anti-Falun Gong, serta sangat aktif di platform X (sebelumnya Twitter). Ia sempat dipenjara di Tiongkok karena hubungannya dengan Falun Gong, lalu bermigrasi ke Amerika Serikat bersama istrinya sebelum akhirnya bercerai. Dalam beberapa tahun terakhir, sikapnya berubah drastis menjadi sangat kritis dan agresif terhadap Falun Gong, bahkan mulai menunjukkan kecenderungan melakukan kekerasan. Sejak akhir Agustus 2023, retorikanya semakin ekstrem; ia melontarkan pernyataan tidak masuk akal serta ancaman pembunuhan terhadap komunitas Falun Gong dan pusat latihan Shen Yun. Ia bahkan pernah mengeklaim dirinya sebagai “mata-mata” dan “sosiopat,” serta mengaku ingin menjadi bagian dari sebuah “pasukan maut.” Saat ini, ia menghadapi dakwaan atas kepemilikan senjata api ilegal. Pada September 2023, aparat penegak hukum AS mengeluarkan peringatan kepada pejabat di New York bahwa pria ini “berpotensi bersenjata dan berbahaya” setelah ia terlihat berkeliaran di dekat pusat latihan Shen Yun. Dalam video-video yang diunggah pada Juli 2024, ia menyatakan ingin “menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalan” dan melontarkan gertakan yang tampak tidak stabil kepada para instruktur tari serta pemain Shen Yun, dengan mengatakan, “Kalian harus takut kepada saya.”
Dokumen yang baru-baru ini bocor dari Kementerian Keamanan Publik (PKT) secara spesifik mencantumkan nama-nama individu tersebut dan memerintahkan para kader untuk “mendukung penuh” serangan mereka terhadap Falun Gong dan Shen Yun. Hal ini tampaknya merupakan bagian dari pergeseran strategi untuk memfokuskan kembali upaya pemusnahan Falun Gong, tidak hanya di dalam negeri Tiongkok, tetapi juga di kancah internasional (lihat rincian di bawah).
Narasumber wawancara yang manipulatif: Selain ancaman dan komentar meresahkan dari kedua Youtuber tersebut, video mereka juga menampilkan wawancara dengan mantan penari atau musisi Shen Yun. Mereka adalah sekelompok kecil orang yang sebelumnya telah diberhentikan dari perusahaan, baik karena melanggar kode etik maupun karena gagal memenuhi standar artistik tinggi yang ditetapkan oleh Shen Yun.
Tampaknya karena menyimpan dendam terhadap Shen Yun, individu-individu tersebut sering kali mencampurkan kebohongan nyata dengan pemutarbalikan fakta guna menciptakan gambaran yang sangat menyesatkan. Sebagai contoh, ada yang mengeklaim bahwa Shen Yun melarang mereka mendapatkan perawatan medis untuk cedera tari. Narasi palsu ini terbantahkan oleh catatan medis lengkap dari banyak penari Shen Yun yang justru menjalani operasi besar (seperti cedera ligamen ACL dan lutut) serta perawatan rutin untuk keluhan fisik lainnya.[19] Dalam kasus lain yang mencolok, seorang mantan penari mengeklaim bahwa putra seorang instruktur meninggal setelah pingsan di pusat latihan, sementara orang-orang di sekitarnya hanya “berdoa”. Faktanya, anak tersebut jatuh sakit di rumah dan segera dilarikan ke Westchester Medical Center, bahkan sempat dikonsultasikan dengan pakar medis dari Columbia University—semuanya tercatat dalam dokumen komunikasi dokter dan rekam medis resmi.[20] Cerita-cerita fiktif ini sengaja dirancang untuk menghasut masyarakat Amerika agar memusuhi Shen Yun dan Falun Gong, sekaligus memancing otoritas AS agar melakukan penyelidikan.
Penyamaran akun di X: Sejalan dengan kemunculan para Youtuber tersebut, pada Juli 2024 juga terjadi lonjakan akun-akun palsu di platform X yang menyamar sebagai staf senior Shen Yun. Akun-akun ini mengunggah pernyataan-pernyataan yang merusak reputasi atau sangat keterlaluan. Meski akun-akun tersebut telah dihapus oleh pihak pengelola media sosial setelah adanya laporan, hal ini mempertegas adanya kampanye besar untuk memanipulasi opini publik di internet, khususnya bagi masyarakat penutur bahasa Mandarin.
Rencana Aksi PKT
“Rapat tersebut menginstruksikan seluruh pemerintah tingkat provinsi untuk menyediakan sumber daya guna mendukung penuh [nama-nama influencer media sosial yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun], dan lain-lain, dalam rangka melawan Falun Gong… Pasok semua informasi negatif tentang Falun Gong yang telah dikumpulkan secara internal oleh Keamanan Publik.”
— Catatan terperinci dari rapat Kementerian Keamanan Publik (PKT) yang diadakan pada Juni 2024
Seiring dengan meningkatnya serangan daring terhadap Shen Yun serta retorika anti-Falun Gong oleh para YouTuber tersebut, banyak pengamat mulai mencurigai adanya keterlibatan PKT. Faktanya, dalam beberapa tahun terakhir telah terdokumentasi berbagai kasus di mana para influenser media sosial—baik warga Tiongkok maupun warga asing—dibayar, dilatih, atau didekati oleh media pemerintah Tiongkok atau agen PKT. Tujuannya adalah untuk menciptakan atau menyebarluaskan propaganda serta kebohongan nyata mengenai berbagai topik, seperti perlakuan terhadap etnis Uyghur di Xinjiang atau asal-usul virus COVID-19.[21]
Semakin jelas terlihat bahwa memang ada keterkaitan antara rezim Tiongkok dengan kampanye terbaru yang menyerang Shen Yun dan Falun Gong. Pada Juni 2024, dua orang dari dalam perangkat keamanan Tiongkok yang bersimpati pada Falun Gong membagikan catatan rapat internal yang membongkar serangan rezim tersebut dan memperkuat adanya hubungan ini. Catatan itu juga merinci tindakan serta tujuan lain dari Kementerian Keamanan Publik (PKT) dalam menargetkan Falun Gong dan menyebarkan perpecahan di Amerika Serikat.[22] Pada Juli 2024, sumber ketiga memberikan rincian laporan internal dari CITIC Foundation untuk Studi Reformasi dan Pembangunan milik pemerintah Tiongkok. Laporan ini berkaitan erat dan memperluas arahan dari Kementerian Keamanan Publik tersebut. Dokumen-dokumen ini secara eksplisit menyebutkan tujuan untuk membubarkan Falun Gong di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat, serta merinci lima taktik untuk mencapai target tersebut.
1. Serangan propaganda terkoordinasi terhadap Shen Yun dan Falun Gong
Influencer media sosial: Menurut sumber internal dari Tiongkok, dalam berbagai rapat yang diadakan pada pertengahan hingga akhir Juni 2024, para pejabat biro keamanan publik Tiongkok menginstruksikan “seluruh pemerintah provinsi untuk mengerahkan sumber daya guna mendukung penuh [dua Youtuber yang disebutkan namanya], dsb. dalam memerangi Falun Gong.” Pejabat tersebut memerintahkan penggunaan “berbagai jalur untuk menyuplai materi kepada orang-orang ini, termasuk memberikan semua informasi negatif tentang Falun Gong yang telah dikumpulkan secara internal oleh pihak keamanan.” Jika dianggap perlu, mereka juga diminta untuk “mengerahkan agen-agen rahasia” yang menyusup di dalam komunitas Falun Gong guna memicu konflik internal. Laporan ini secara gamblang mencantumkan nama YouTuber tersebut, sehingga mengonfirmasi adanya dukungan dari pemerintah Tiongkok, meski dukungan berupa dana masih belum bisa dipastikan. Instruksi dari Kementerian Keamanan Publik (PKT) tersebut kemudian memerintahkan staf untuk “memperkuat intensitas, kedalaman, dan cakupan serangan [para Youtuber] terhadap Falun Gong… serta berusaha menarik perhatian publik Amerika secara terus-menerus, demi menekan pemerintah AS agar mengambil tindakan tegas untuk menghapuskan Falun Gong.”
Media arus utama: Pada musim gugur 2023, sekembalinya dari tugas enam bulan bersama tim Tiongkok di New York Times (NYT), seorang reporter mulai mengerjakan artikel investigasi mengenai Shen Yun. Pada periode yang sama, orang-orang yang pernah diwawancarai atau mempromosikan para influenser bermasalah tersebut juga bersedia diwawancarai oleh NYT. Dalam beberapa kasus, individu-individu ini secara aktif mencari mantan artis Shen Yun yang mungkin menyimpan dendam untuk diarahkan melakukan wawancara, baik dengan NYT maupun dengan salah satu Youtuber tersebut.
Catatan yang bocor dari laporan internal CITIC Foundation secara gamblang merinci bagian dari “operasi serangan” terhadap Falun Gong, di mana staf diperintahkan untuk “Memobilisasi sumber daya media pusat negara, lembaga pemikir (think tank) universitas, dan unit lainnya guna secara aktif menyebarkan informasi fitnah tentang Falun Gong kepada media luar negeri.” Bahkan, pada awal Agustus 2024, salah satu Youtuber tersebut secara terang-terangan menyebut “media seperti NYT” sebagai salah satu dari tiga “medan tempur” utama untuk menjatuhkan reputasi Falun Gong dan Shen Yun. Secara keseluruhan, berbagai fakta ini mengindikasikan bahwa pemberitaan media tersebut sedang atau berisiko dipengaruhi—baik secara sadar maupun tidak—oleh aktor-aktor terkait PKT yang terlibat dalam kampanye fitnah ini.
Ini bukan pertama kalinya surat kabar tersebut memperkuat propaganda dan kebohongan PKT mengenai Falun Gong. Sebuah studi mendalam yang diterbitkan oleh Pusat Informasi Falun Dafa pada Maret 2024 menemukan bahwa pemberitaan NYT mengenai latihan ini sejak tahun 1999 terus-menerus diwarnai ketidakakuratan, pemutarbalikan fakta, dan penghilangan informasi penting. Hal ini sangat kontras dengan laporan mereka mengenai isu hak asasi manusia lainnya di Tiongkok yang dinilai lebih kredibel.[23] Terlebih lagi, upaya pengaruh yang dikendalikan PKT ini sejalan dengan bocoran arahan internal sebelumnya untuk menyusup ke media Barat. Sebagai contoh, arahan tahun 2017 dari Provinsi Henan menyerukan untuk “membina kekuatan non-pemerintah dalam memerangi [kelompok yang dilarang] seperti ‘Falun Gong’, serta memobilisasi orang-orang yang pro-Tiongkok seperti pakar, cendekiawan, jurnalis, dan tokoh masyarakat Tiongkok di luar negeri yang berpengaruh di AS dan negara-negara Barat untuk menyuarakan kepentingan kita. Tujuannya adalah agar semakin banyak media asing yang menerbitkan laporan yang menguntungkan kita [dalam isu Falun Gong].”[24]
2. Menghasut konflik antara Falun Gong dan Pemerintah AS
Untuk menciptakan perpecahan antara Falun Gong dan pemerintah Amerika Serikat, Kementerian Keamanan Publik (PKT) menjalankan strategi dua arah secara serentak::
- Menghasut praktisi Falun Gong agar tidak percaya dan bahkan memprotes pemerintah AS
- Memprovokasi pemerintah AS agar menyelidiki Shen Yun Performing Arts serta organisasi lain yang didirikan oleh para praktisi
Terkait strategi pertama, dokumen yang bocor mengungkap bahwa kementerian tersebut memiliki jaringan mata-mata di dalam komunitas dan organisasi praktisi. Menurut satu sumber, rencananya adalah “mengaktifkan” para mata-mata ini untuk “memperkeruh suasana, memicu protes publik terhadap pemerintah AS, dan menciptakan insiden dalam aksi tersebut agar pemerintah AS terpaksa menindak Falun Gong.” Sumber lain menyebutkan bahwa PKT memiliki “tenaga profesional” untuk merancang insiden tersebut dan menipu para praktisi. “Misalnya, agen rezim akan menyebarkan isu bahwa lembaga pemerintah AS telah disusupi PKT untuk menindas Falun Gong,” tujuannya agar “praktisi terhasut untuk melawan pemerintah AS.” Seperti taktik yang sering digunakan di Tiongkok, rencana ini juga mencakup pembuatan dan penyebaran “ajaran” palsu untuk membakar emosi komunitas agar menentang pemerintah AS. Selain itu, kementerian tersebut telah memerintahkan “seluruh pasukan siber (pasukan 50 sen) yang mengelola akun luar negeri untuk secara serempak menyebarkan” rumor yang memecah belah hubungan Falun Gong dengan pemerintah AS.
Terkait strategi kedua, di antara berbagai poin propaganda yang telah disusun Kementerian Keamanan Publik (PKT) terhadap Falun Gong dan Shen Yun selama bertahun-tahun, kampanye yang kini sedang digencarkan bertujuan untuk menyebarkan narasi yang paling berpotensi memicu masalah hukum di Amerika Serikat. Selain narasi palsu yang sudah lama mereka gunakan—seperti melabeli Falun Gong sebagai “aliran sesat”—para influencer yang didukung PKT kini lebih fokus pada fitnah yang bisa memancing penyelidikan oleh otoritas AS. Contohnya adalah tuduhan bahwa Shen Yun “menyiksa” atau “mengeksploitasi” artis di bawah umur dengan memaksa mereka “tampil dalam kondisi cedera”, memberikan “upah rendah”, atau bahkan “memaksa” mereka untuk menikah. Sebagaimana telah disebutkan, beberapa klaim ini memang sudah muncul dalam video-video kedua Youtuber tersebut. Meskipun narasi palsu ini relatif mudah dibuktikan kebohongannya (lihat tabel di bawah), penyebarannya tetap dilakukan sebagai upaya untuk memaksa adanya penyelidikan terhadap Shen Yun Performing Arts dan pusat latihannya.[26]
Tabel Cek Fakta: Ketidakakuratan Utama yang Digunakan untuk Menyerang Shen Yun
Tuduhan Palsu:
Cek Fakta:
Seniman muda “disiksa” dengan cara dipaksa tampil saat sedang cedera dan/atau dilarang mendapatkan bantuan medis.
Tuduhan ini sepenuhnya bohong. Para penari Shen Yun telah menjalani berbagai prosedur bedah untuk menangani cedera seperti robeknya ligamen ACL dan masalah lutut, serta menerima perawatan medis rutin untuk keluhan fisik ringan. Dalam beberapa kesempatan, perusahaan bahkan menerbangkan penari ke berbagai kota demi mendapatkan penanganan dari pakar medis terbaik. Semua proses ini didukung oleh rekam medis resmi; bahkan beberapa penari mendokumentasikan perjalanan rehabilitasi mereka setelah operasi dan membagikannya secara terbuka di Youtube.
Siswa di bawah umur “dieksploitasi” dengan cara dipaksa bekerja sebagai pemain pertunjukan.
Ini adalah pemutarbalikan fakta yang sangat keliru. Shen Yun Performing Arts adalah perusahaan seni profesional yang dikelola oleh tenaga ahli dewasa, yang banyak di antaranya merupakan penari tarian klasik Tiongkok terbaik di dunia. Namun, perusahaan juga membuka kesempatan luar biasa bagi siswa berbakat yang telah mencapai standar artistik profesional untuk ikut serta dalam tur Shen Yun sebagai bagian dari program latihan kerja (praktikum) dari sekolah mereka. Selama masa praktikum ini, mahasiswa memperoleh kredit akademik dan berkesempatan belajar langsung dari para profesional senior. Program ini sepenuhnya legal, transparan, dan serupa dengan peluang yang diberikan oleh perusahaan balet atau seni pertunjukan ternama lainnya. Pengalaman ini sangat dicita-citakan oleh para artis muda, bahkan banyak dari mereka mengakui bahwa masa praktikum tersebut adalah momen paling berkesan selama mereka bersekolah. [27]
Para pemain muda “dipaksa” untuk menikah.
Tuduhan ini sepenuhnya bohong. Tidak ada seorang pun yang pernah dipaksa untuk menikah (atau dipaksa melakukan apa pun) di pusat latihan Shen Yun, Dragon Springs.[28] Sebagai komunitas Asia yang sangat erat, adalah hal yang lumrah bagi kaum muda untuk sesekali meminta bimbingan dan masukan dari orang yang lebih tua ketika mempertimbangkan pernikahan, namun hanya sebatas itu saja. Anggapan yang melebih-lebihkan hal tersebut adalah tidak akurat dan cenderung tidak peka terhadap norma budaya tradisional Asia. Ini hanyalah upaya ceroboh untuk mengemas kembali narasi palsu PKT mengenai “aliran sesat” ke dalam bentuk yang diharapkan dapat memicu penyelidikan hukum.
3. Memutus jalur komunikasi yang mengungkap penganiayaan di dalam Tiongkok
elama lebih dari 20 tahun, jaringan akar rumput yang terdiri dari jutaan praktisi Falun Gong di Tiongkok telah bekerja keras mengumpulkan laporan pelanggaran HAM dan ketidakadilan yang dilakukan oleh PKT, untuk kemudian diteruskan kepada para aktivis kemanusiaan di luar negeri.[29] Jaringan ini terbukti sangat efektif, tidak hanya dalam membongkar rincian kejahatan terhadap praktisi Falun Gong, tetapi juga menjadi jalur bagi informasi penting lainnya untuk keluar dari Tiongkok. Sebagai contoh, pada awal pandemi COVID-19, seorang jurnalis warga dari kalangan Falun Gong adalah salah satu pihak yang mengungkap situasi asli di Wuhan, termasuk lonjakan angka kematian dan krematorium yang kewalahan.[30]
Dalam rapat-rapat Kementerian Keamanan Publik (PKT) baru-baru ini, staf diperintahkan untuk “memutus total saluran komunikasi antara praktisi Falun Gong di dalam dan luar negeri.” Untuk mencapai target ini, besar kemungkinan akan terjadi peningkatan tajam dalam penargetan praktisi, baik yang berada di dalam maupun di luar Tiongkok. Langkah ini mencakup peningkatan serangan siber terhadap platform komunikasi serta penangkapan massal di dalam negeri terhadap siapa pun yang dicurigai mengumpulkan atau membagikan informasi.
4. Memanipulasi mesin pencari dan menyebarkan konten dalam berbagai format
Catatan yang bocor dari laporan internal CITIC Foundation menunjukkan adanya instruksi untuk menggunakan dua taktik tambahan dalam “melancarkan serangan” terhadap Falun Gong serta organisasi-organisasi terkait.
Pertama, laporan tersebut memerintahkan agar konten fitnah tentang Falun Gong disebarkan dalam beragam format, mulai dari laporan berita, makalah akademik, video pendek, hingga “drama mikro”. Tujuannya agar konten tersebut cocok untuk penyebaran secara “terfragmentasi” (potongan-potongan kecil) di media sosial luar negeri demi memperluas jangkauan. Strategi ini serupa dengan taktik disinformasi rezim Tiongkok di masa lalu, di mana sebuah konten dibuat lalu diperkuat melalui berbagai platform. Cara ini bertujuan meningkatkan kredibilitas informasi dengan menciptakan “ruang gema” (echo chamber) buatan, sekaligus menyamarkan asal-usulnya agar tidak terlihat langsung berhubungan dengan Tiongkok. Contoh nyata dari taktik ini diuraikan dalam laporan Meta pada Agustus 2023, yang membongkar laporan LSM palsu mengenai asal-usul COVID-19 yang disebarkan secara masif melalui YouTube, Medium, Facebook, X, dan Reddit.[31]
Kedua, dokumen tersebut memuat perintah untuk “menekan trafik internet Falun Gong dengan cara membeli iklan, optimasi SEO, dan metode lainnya.” Hal ini mengindikasikan bahwa entitas yang terkait dengan PKT atau jaringan akun palsu berencana memanipulasi hasil mesin pencari secara aktif. Tujuannya adalah agar pengguna internet di seluruh dunia mendapatkan informasi yang sudah diatur saat mencari kata kunci terkait Falun Gong. Penelitian sebelumnya terhadap mesin pencari Google dan Bing bahkan telah menemukan adanya bias atau bukti pengaruh PKT pada pencarian terkait Falun Gong di Amerika Utara, terutama dalam fitur saran otomatis (autosuggestion).[32]
“Mobilisasi seluruh sumber daya media pemerintah pusat, lembaga pemikir (think tank) universitas, dan sumber daya unit lainnya; manfaatkan momen pemilihan umum AS serta perselisihan di antara kedua partai politik di sana… bagikan informasi fitnah tentang Falun Gong secara aktif kepada media luar negeri, dan berikan dukungan penuh… konten yang dikemas dalam bentuk video pendek yang menarik harus terus disebarkan melalui media sosial luar negeri untuk memperluas jangkauan. Tekan trafik internet Falun Gong dengan membeli iklan serta melakukan optimasi SEO.”
— Catatan laporan internal Yayasan CITIC milik pemerintah Tiongkok, Juli 2024
5. Memicu ketidakpercayaan dan perpecahan internal di dalam komunitas Falun Gong
Selain berupaya merusak reputasi Falun Gong dan Shen Yun di mata masyarakat internasional, dokumen internal kementerian tersebut juga menyerukan untuk “mengobarkan konflik internal di antara komunitas Falun Gong di AS.” Fakta di lapangan menguatkan hal ini; kesaksian dari sejumlah korban yang pernah ditahan secara ilegal di Tiongkok mengungkap bahwa polisi menggunakan video-video dari YouTuber tersebut untuk memecah belah komunitas. Taktik ini digunakan untuk menghasut para praktisi agar berbalik menyerang sesama anggota, serta untuk menekan dan merekrut mereka agar mau bekerja bagi PKT.
Pada pertengahan 2023, seorang praktisi Falun Gong asal Eropa ditahan saat sedang mengunjungi keluarganya di Tiongkok. Dalam serangkaian interogasi selama beberapa hari, polisi Tiongkok mendesak orang tersebut untuk menonton video dari salah satu kanal YouTube pro-PKT tersebut. Tujuannya adalah untuk “mengubah” pola pikirnya mengenai Falun Gong dan meruntuhkan keyakinannya terhadap latihan ini. Ia kemudian diperintahkan untuk mencari pekerjaan di organisasi yang didirikan oleh para praktisi setibanya kembali di Eropa, guna menjadi mata-mata yang menyusup di dalam.[33] Selain itu, ia diarahkan untuk mencari praktisi lain yang memiliki “keluhan” atau kekecewaan, lalu menghasut mereka menonton kanal Youtube tersebut agar mereka ikut meninggalkan Falun Gong.
Mengapa Terjadi Eskalasi?
Sangat jelas, baik dari sumber-sumber di dalam Tiongkok maupun dari serangan yang terlihat selama beberapa bulan terakhir, bahwa eskalasi terhadap Falun Gong telah dimulai dan sedang menuju ke tahap yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dokumen-dokumen internal tersebut secara eksplisit menyatakan bahwa tujuan rezim adalah untuk “menumpas Falun Gong secara global.”
Namun, yang masih menjadi pertanyaan adalah mengapa… dan mengapa sekarang? Bagaimanapun juga, PKT telah menargetkan Falun Gong selama 25 tahun, termasuk melalui pengawasan dan serangan penindasan transnasional di luar Tiongkok.
Motivasi pasti di internal PKT biasanya sulit dipastikan karena semua keputusan utama dibuat di balik pintu tertutup dan sering kali tanpa jejak tertulis. Selain itu, PKT bukanlah sebuah monolit; organisasi ini didominasi oleh pertikaian antar faksi yang sering kali meluncurkan inisiatif secara mandiri atau bahkan saling bersaing. Hal ini membuat semakin sulit untuk menyatakan secara pasti apa pemicu utama dari eskalasi serangan terhadap Falun Gong kali ini.
Meski demikian, pernyataan terang dalam dokumen tersebut serta masukan dari para analis yang berpengalaman puluhan tahun meneliti PKT menawarkan beberapa kemungkinan penyebab berikut.
Menghapus sumber skeptisisme terhadap PKT di Taiwan dengan menargetkan “akar” Falun Gong di AS
Salah satu alasan yang diungkap dalam dokumen tersebut mengenai perubahan strategi dan eskalasi serangan terhadap Falun Gong secara global berkaitan dengan ambisi rezim untuk menyatukan kembali Taiwan, termasuk kemungkinan melalui kekuatan militer. Dokumen tersebut menyebutkan adanya persepsi bahwa Falun Gong sangat berpengaruh di Taiwan. Mengingat rekam jejak ketangguhan para praktisi dalam menghadapi penindasan PKT di daratan Tiongkok, para pejabat tinggi “khawatir bahwa setelah menguasai Taiwan, Falun Gong akan menjadi masalah yang sangat besar.” Dokumen itu menyatakan, “Itulah alasan mengapa [PKT] mengubah sikapnya dan bersiap untuk melenyapkannya [Falun Gong] sepenuhnya.” Lebih lanjut, target rezim adalah “pembubaran total Falun Gong… dari akarnya,” yang mereka anggap berada di Amerika Serikat. Falun Gong memang merupakan bagian masyarakat Taiwan yang populer dan dihormati, dengan ratusan ribu orang yang melakukan latihan tersebut di seluruh pulau, meskipun kelompok ini tidak terlibat dalam politik praktis. Namun, fakta bahwa banyak warga Taiwan yang berlatih Falun Gong sudah cukup bagi rezim untuk secara preventif ingin membubarkan komunitas tersebut sebelum melakukan invasi di masa depan.
Memanfaatkan dakwaan terbaru di Amerika Serikat
Secara umum, PKT menyadari bahwa mereka memiliki kredibilitas yang rendah di mata dunia. Ketika mereka memfitnah Falun Gong atau mencoba menghasut negara lain untuk melakukan hal yang sama, upaya tersebut biasanya tidak banyak mendapat tanggapan. Sebaliknya, mereka paham bahwa pemerintah negara Barat, khususnya Amerika Serikat, memiliki kredibilitas yang jauh lebih kuat, bahkan di mata masyarakat di dalam Tiongkok.
Pada 3 Juni 2024, Departemen Kehakiman AS mengumumkan dakwaan pencucian uang terhadap mantan CFO surat kabar Epoch Times yang berbasis di New York. PKT melihat hal ini sebagai kesempatan emas yang belum pernah ada sebelumnya. Karena Epoch Times didirikan oleh beberapa praktisi Falun Gong, PKT yakin mereka bisa memanfaatkan kejadian ini untuk menyebarkan narasi palsu bahwa proses hukum tersebut adalah “awal dari penindasan terhadap Falun Gong di AS.” Catatan laporan internal CITIC Foundation mengungkap bahwa agen-agen PKT diinstruksikan secara eksplisit untuk “memperbesar ‘skandal’ tersebut” sembari menyebarkan berbagai informasi negatif lainnya tentang Falun Gong secara global.
Penting untuk dipahami bahwa meskipun The Epoch Times didirikan oleh sekelompok kecil praktisi Falun Gong, arah redaksi maupun operasional internal surat kabar tersebut tidak mewakili dan tidak berbicara atas nama keyakinan Falun Gong, ataupun puluhan juta praktisinya di seluruh dunia. Hal ini sama seperti koran The New York Times yang tidak mewakili atau berbicara atas nama agama Yahudi yang dianut oleh penerbitnya.
Memanfaatkan pengaruh para Youtuber
Meskipun berbagai kampanye propaganda dan disinformasi dipicu langsung oleh entitas negara atau partai Tiongkok, ada juga kasus-kasus di mana rezim memanfaatkan peluang dari para influenser media sosial untuk mencapai tujuannya. Ketika seorang Youtuber memiliki konten yang sejalan dengan operasi pengaruh luar negeri PKT dan berhasil membangun basis pengikut, hal ini secara alami menarik minat PKT untuk mengucurkan sumber daya guna memperkuat serangan terhadap pihak yang mereka anggap musuh. Dalam beberapa kejadian, entitas yang terkait dengan Tiongkok diketahui menawarkan pendanaan atau insentif tunai kepada YouTuber sebagai imbalan untuk menyebarkan kebohongan demi agenda PKT, seperti klaim bahwa COVID-19 berasal dari populasi rusa di Amerika Serikat.[36]
Terkait kampanye terbaru melawan Falun Gong, salah satu sumber internal melaporkan bahwa “seluruh sumber informasi [salah satu Youtuber tersebut] berasal dari intelijen Kementerian Keamanan Publik (PKT)” dan agen-agen yang telah “diaktifkan.” Hal ini mengindikasikan bahwa ia kemungkinan besar telah didukung oleh PKT sejak awal, terutama mengingat hubungan lamanya dengan CCTV dan perangkat propaganda rezim. Sementara untuk Youtuber yang berbasis di AS, situasinya tampak lebih pada pengamatan pihak kementerian terhadap kesuksesan platformnya, yang kemudian ditindaklanjuti dengan perintah kepada staf untuk “mendukung penuh” upaya propagandanya melawan Falun Gong.
Membendung kesuksesan besar Shen Yun di panggung dunia
Meskipun Shen Yun Performing Arts telah menjadi perusahaan tari dan musik klasik Tiongkok terkemuka selama bertahun-tahun, lonjakan popularitasnya di panggung internasional sangatlah luar biasa, terutama di tengah masa sulit saat banyak grup seni pertunjukan lainnya terpaksa gulung tikar. PKT telah menargetkan Shen Yun sejak didirikan lebih dari 15 tahun lalu, dengan setidaknya 135 insiden gangguan oleh pejabat Tiongkok atau kaki tangan mereka yang terdokumentasi di 38 negara. Namun, seiring dengan terus berkembangnya Shen Yun pada tahun 2022 dan 2023—di mana tur tahunannya mencakup lebih dari 200 kota di 5 benua—tampaknya menjadi jelas bagi PKT bahwa segala upaya mereka selama ini tidak ada yang efektif untuk menghentikan laju Shen Yun.
Apa yang Perlu Diwaspadai Selanjutnya
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, pemerintah AS dan pemangku kepentingan lainnya (termasuk platform media sosial) harus mulai memetakan arah eskalasi serangan ini ke depannya. Tujuannya adalah untuk menentukan cara terbaik dalam melakukan pencegahan, perlawanan, atau penanganan masalah secara efektif. Berikut adalah empat skenario yang kemungkinan besar akan terjadi:
- Ekspansi media sosial lintas platform dan bahasa: Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa gelombang baru unggahan dan video media sosial kemungkinan besar akan segera beredar dengan klaim fitnah tentang Shen Yun atau Falun Gong, baik berupa kebohongan nyata maupun laporan yang diputarbalikkan. Selama ini, sebagian besar konten tersebut hanya ada di YouTube dan dalam bahasa Mandarin, namun beberapa minggu terakhir, unggahan mulai muncul di platform X (Twitter) dan dalam bahasa Inggris. Sebelum lonjakan terbaru ini, bahkan sudah ada beberapa pemengaruh (influencer) TikTok non-Tionghoa yang menggunakan label-label negatif buatan PKT untuk menjelek-jelekkan Shen Yun atau Falun Gong. Kampanye disinformasi global PKT biasanya bermula dalam bahasa Mandarin di satu atau dua platform, lalu menyebar ke berbagai bahasa dan platform lainnya;[38] pola inilah yang perlu kita waspadai akan terulang kembali.
- Jaringan akun palsu dan rekayasa digital: Dalam beberapa tahun terakhir, rezim Tiongkok semakin aktif menggunakan jaringan akun palsu untuk memperkuat unggahan atau video media sosial yang menyebarkan fitnah terhadap musuh-musuh PKT, atau untuk memicu perpecahan di negara-negara demokrasi.[39] Mengingat adanya instruksi jelas untuk mengerahkan “pasukan 50 sen” guna mendukung kedua Youtuber tersebut, kita perlu mewaspadai bukti-bukti adanya jaringan akun bodong atau situs web terkait PKT yang mengamplifikasi konten ini. Baru-baru ini, identitas setidaknya dua staf senior Shen Yun bahkan telah dicatut oleh orang yang membuat akun palsu di platform X untuk menyebarkan klaim atas nama mereka (akun-akun tersebut akhirnya diturunkan setelah adanya pengaduan). Selain itu, waspadai juga penggunaan manipulasi gambar atau deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI), yang kini menjadi taktik baru dalam gudang senjata disinformasi global rezim tersebut.
- Media arus utama: Meskipun banyak media berita internasional sangat jeli dan peka terhadap propaganda serta kebohongan PKT saat meliput kelompok lain, tingkat pemahaman dan ketelitian mereka terkait isu Falun Gong cenderung lebih lemah. Akibatnya, media Barat sering kali tanpa sengaja menggaungkan narasi palsu PKT mengenai latihan ini, prinsip keyakinannya, serta kekerasan yang dialami para praktisi di Tiongkok. The New York Times, yang telah disebutkan sebelumnya, merupakan salah satu contoh dengan rekam jejak bermasalah dalam peliputan jangka panjang tentang Falun Gong.[40] Hal ini menciptakan celah kerentanan besar yang dapat memuluskan keberhasilan kampanye rezim kali ini, padahal dalam isu lain mereka sering kali menemui kegagalan atau skeptisisme. Patut diwaspadai adanya laporan di The New York Times maupun media lainnya yang isinya meniru poin-poin utama dari narasi PKT.
- Perilaku aneh dari individu yang mengaku sebagai praktisi Falun Gong: Dokumen-dokumen internal menyebutkan beberapa kali tentang pengaktifan agen-agen PKT di dalam komunitas Falun Gong, atau mereka yang berpura-pura menjadi praktisi, dengan tujuan khusus untuk menghasut pemerintah AS agar memusuhi Falun Gong. Di masa lalu, telah ditemukan contoh-contoh surel dan surat palsu dengan bahasa yang janggal[41], yang dikirimkan kepada pihak teater, anggota dewan, atau staf pemerintahan oleh orang-orang yang mengaku praktisi. Tujuannya adalah untuk merusak reputasi latihan ini dan menghentikan dukungan yang ada. Kita perlu waspada dan bersikap skeptis terhadap tindakan individu yang mengaku sebagai praktisi Falun Gong namun berperilaku aneh, ekstrem, atau memusuhi pemerintah AS, baik melalui surel maupun aksi protes fisik.
Risiko dan Implikasi
Komunitas praktisi Falun Gong di luar Tiongkok dan organisasi seperti Shen Yun akan menghadapi konsekuensi buruk yang serius jika PKT berhasil menjalankan rencananya untuk menipu serta memecah belah komunitas maupun masyarakat umum. Namun, temuan mengenai rencana PKT untuk meningkatkan serangan terhadap praktisi Falun Gong di luar negeri ini juga berdampak luas bagi dunia internasional. Hal ini menjadi ujian apakah negara-negara demokrasi seperti Amerika Serikat siap menghadapi operasi pengaruh yang didanai besar-besaran oleh Beijing.
PKT sudah lama dikenal sering mengasah taktiknya pada satu target tertentu—termasuk Falun Gong—sebelum akhirnya digunakan untuk menyerang target lain, seperti kelompok minoritas yang mengalami penganiayaan, pengacara HAM, atau kritikus asing. Dalam hal penyebaran informasi palsu, Taiwan telah menjadi tempat uji coba utama bagi rezim tersebut; taktik yang bermula di sana kemudian diterapkan juga di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Kampanye yang sedang berlangsung terhadap Falun Gong saat ini adalah kasus uji coba penting yang menggabungkan berbagai taktik tersebut. Hasil dari kampanye ini akan menentukan seberapa jauh rezim tersebut mampu:
- Memengaruhi cara pikir warga Amerika, termasuk terhadap sesama warga mereka sendiri: Jika rezim ini berhasil, ada risiko besar bahwa informasi bohong yang menjelek-jelekkan Falun Gong atau Shen Yun akan tersebar luas. Hal ini bisa membuat sebagian masyarakat Amerika memusuhi perusahaan seni pertunjukan yang berbasis di AS serta sesama warga Amerika yang melakukan latihan meditasi dan spiritual asal Tiongkok tersebut—hanya karena informasi yang diputarbalikkan atau palsu. Keberhasilan dalam upaya ini akan memberikan data intelijen dan pelajaran penting bagi aparat keamanan rezim tersebut, yang nantinya bisa digunakan untuk niat jahat lainnya, seperti memanipulasi pemilu atau menjatuhkan perusahaan-perusahaan AS yang dianggap sebagai saingan perusahaan Tiongkok.
- Memanipulasi lembaga-lembaga di AS: Pada Juli 2024, dua orang mengakui kesalahan mereka karena mencoba menyuap orang yang mereka kira pejabat pajak (IRS)—padahal sebenarnya adalah agen federal yang sedang menyamar—demi mencabut status nirlaba Shen Yun. Kejadian ini menunjukkan betapa beraninya PKT mencoba memanfaatkan lembaga demokrasi dan pemerintahan Amerika Serikat untuk kepentingan mereka, namun juga memperlihatkan ketangguhan pihak AS. Kampanye rezim saat ini tampaknya memiliki tujuan serupa, yaitu menggunakan akun media sosial dan media arus utama seperti New York Times untuk menyebarkan informasi yang seolah-olah menunjukkan kesalahan Falun Gong. Tujuannya adalah untuk memicu penyelidikan tanpa dasar terhadap individu dan organisasi yang menjadi target. Menunjukkan bahwa AS tidak mudah goyah oleh skema seperti ini akan sangat membantu dalam mencegah upaya serupa di masa depan, termasuk serangan yang membidik target-target Amerika lainnya.
- Menghancurkan merek Amerika dan membungkam suara diaspora Tionghoa yang kritis terhadap PKT: Seperti yang sudah dijelaskan, salah satu alasan utama rezim tersebut menargetkan praktisi Falun Gong dan Shen Yun adalah karena kesuksesan mereka dalam menjangkau banyak orang. Karya-karya mereka menyajikan konten yang berlawanan dengan ideologi PKT, memberikan gambaran tentang bagaimana Tiongkok jika tanpa komunisme, serta membongkar kebohongan di balik propaganda anti-Falun Gong milik rezim tersebut. Jika rezim ini berhasil menyingkirkan atau membubarkan Shen Yun, Amerika Serikat akan kehilangan cara penting untuk menangkal pengaruh PKT di dalam negeri. Selain itu, AS juga akan kehilangan duta budaya global yang mencerminkan kreativitas dan keberagaman Amerika yang luar biasa. Terlebih lagi, siapa yang akan jadi target mereka selanjutnya? Sebuah pementasan drama tentang Pembantaian Tiananmen? Atau seniman yang memamerkan karya tentang Tibet? Diplomat rezim tersebut sudah berkali-kali mencoba menyensor karya seni seperti itu di Amerika Serikat dan Eropa. Jika mereka berhasil membungkam Shen Yun, mereka akan semakin berani melakukan hal serupa di masa depan.
- Memecah belah diaspora Tionghoa: Karena sebagian besar konten yang disebarkan saat ini menggunakan bahasa Mandarin, dampaknya sangat merusak bagi anggota diaspora, termasuk keluarga, rekan kerja, atau pemilik bisnis yang mengenal praktisi Falun Gong. Berdasarkan cerita dari para praktisi di berbagai wilayah Amerika Serikat, mereka mulai dicurigai oleh kerabat sendiri atau mengalami diskriminasi di Chinatown akibat konten bermasalah yang beredar tersebut. Mereka merasa situasi ini mirip dengan masa-masa awal penganiayaan, ketika banyak orang Tionghoa di Amerika Serikat tertipu oleh propaganda rezim yang menjelek-jelekkan Falun Gong. Kenyataan bahwa PKT—sebagai partai otoriter asing—mampu memicu perpecahan di antara warga Amerika keturunan Tionghoa atau kelompok diaspora lainnya melalui operasi pengaruh seperti ini, menjadi sebuah peringatan yang sangat mengkhawatirkan.
Rekomendasi
Untuk mencegah dan menangkal skenario di atas, diperlukan tindakan segera dari pemerintah AS dan pihak-pihak terkait lainnya, termasuk langkah-langkah berikut:
1. Menyikapi tuduhan yang tidak masuk akal terhadap Falun Gong dan Shen Yun dengan rasa ragu (skeptis)
Selama 25 tahun terakhir, Kongres AS telah mengesahkan lima resolusi untuk memuji ajaran Falun Gong yang berlandaskan Sejati, Baik, dan Sabar, serta mengutuk penganiayaan kejam rezim Tiongkok terhadap para praktisinya[42]. Selama kurun waktu tersebut, ada ratusan pernyataan resmi dan penghargaan dari para gubernur, wali kota, anggota kongres, dan berbagai pemimpin pemerintahan lainnya yang memuji prinsip Falun Gong maupun pertunjukan inspiratif dari Shen Yun Performing Arts. Selain itu, ribuan penonton teater telah memberikan wawancara langsung yang memuji keindahan seni kelas dunia serta pesan penuh harapan yang dibawa oleh Shen Yun. Jika saja sebagian kecil dari propaganda penuh kebencian yang disebarkan oleh rezim Tiongkok itu benar, maka dukungan luas yang sudah berlangsung lama ini tidak mungkin pernah ada.
Namun, seiring meningkatnya kampanye global rezim tersebut untuk memfitnah Falun Gong dan Shen Yun, sangat mungkin berbagai tuduhan akan mulai muncul di media sosial atau sumber informasi terpercaya lainnya. Bahkan, tuduhan ini bisa datang dari individu yang terlihat kredibel dan tidak punya hubungan jelas dengan PKT. Meskipun begitu, dokumen-dokumen yang ada serta pengalaman masa lalu memberikan alasan kuat untuk percaya bahwa rezim tersebut dan MPS (Kementerian Keamanan Publik) bekerja di balik layar untuk “mengaktifkan” agen-agen yang menyamar sebagai “saksi”. Tujuannya adalah untuk menyebarkan klaim yang jelas-jelas bohong atau menyesatkan demi memberikan citra buruk pada Falun Gong atau Shen Yun. Siapa pun yang menemukan informasi seperti itu sebaiknya tetap waspada dan skeptis, menghubungi pihak Shen Yun atau Falun Gong untuk klarifikasi, atau mengunjungi situs www.faluninfo.net, terutama pada bagian “Kesalahpahaman“.
2. Membangun jalur komunikasi antara pihak Falun Gong dengan lembaga pemerintah AS dan platform media sosial
Karena ada begitu banyak praktisi Falun Gong yang mengungsi ke Amerika Serikat akibat penganiayaan di Tiongkok, komunitas ini merasa sangat bersyukur atas sambutan hangat dan kebebasan yang mereka rasakan di AS. Rencana MPS (Kementerian Keamanan Publik Tiongkok) untuk mengadu domba Falun Gong dengan pemerintah AS bisa berdampak sangat buruk bagi komunitas ini, dan bahkan berisiko membuat lembaga pemerintah AS dimanipulasi oleh PKT. Sangat penting bagi lembaga pemerintah untuk tetap waspada agar skema semacam itu tidak berhasil.
Oleh karena itu, perlu dibangun jalur komunikasi yang jelas antara perwakilan Falun Gong dengan kantor-kantor utama pemerintah AS, termasuk Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, Departemen Kehakiman, penegak hukum federal, serta anggota penting Kongres. Jika muncul masalah, komunikasi yang cepat dan jelas akan sangat membantu dalam menggagalkan rencana-rencana ilegal dari PKT.
Selain itu, lembaga dan pejabat pemerintah AS terkait harus membantu perwakilan Falun Gong atau Shen Yun untuk menemukan dan menghubungi orang yang tepat di platform media sosial seperti YouTube, X, Facebook, atau perusahaan keamanan siber seperti Mandiant yang ahli dalam mendeteksi dan membongkar operasi disinformasi. Selama ini, perusahaan-perusahaan tersebut biasanya hanya memberikan jawaban otomatis atau menindaklanjuti laporan akun palsu saja. Sangat sulit bagi komunitas untuk menemukan departemen yang tepat guna memberikan penjelasan mendalam tentang cara mengenali dan menangkal kampanye baru yang didukung oleh PKT ini.
3. Membuka penyelidikans
Sumber-sumber yang ada menunjukkan bahwa MPS (Kementerian Keamanan Publik Tiongkok) secara aktif mendukung setidaknya dua Youtuber, termasuk dengan “memberikan semua informasi negatif tentang Falun Gong yang dimiliki internal kementerian kepada mereka.” Ini berarti mereka bertindak atas perintah—atau setidaknya bekerja sama dengan—rezim komunis asing yang merupakan ancaman paling nyata dan luas bagi keamanan Amerika Serikat. Selain itu, tujuan mereka adalah untuk menipu dan memanipulasi pemerintah AS serta kebijakan terkait Falun Gong dan Shen Yun. Oleh karena itu, penyelidikan menyeluruh terhadap individu-individu ini sangat penting dan perlu dilakukan, demi keselamatan warga Amerika yang melakukan latihan Falun Gong serta menjaga integritas keamanan pemerintah AS. Secara khusus, untuk Youtuber yang tinggal di Amerika Serikat, ada alasan kuat bahwa ia mungkin melanggar Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing (FARA). Mengingat adanya dukungan dari MPS kepada para Youtuber ini, langkah bijak selanjutnya adalah memeriksa akun-akun daring yang aktif mendukung mereka dan melakukan analisis forensik untuk melihat keterkaitan akun-orang tersebut dengan kampanye disinformasi Tiongkok sebelumnya.
4. Mempercepat pengesahan Undang-Undang Perlindungan Falun Gong (Falun Gong Protection Act)
Undang-Undang Perlindungan Falun Gong telah disahkan oleh DPR Amerika Serikat pada Juni 2024 melalui pemungutan suara bulat. RUU penting ini sekarang sedang dibawa ke Senat. Undang-undang ini memberikan wewenang kepada pemerintah pusat (Lembaga Eksekutif) untuk menetapkan nama-nama individu tertentu—termasuk pejabat tinggi pemerintah dan militer Tiongkok—yang ikut serta atau terlibat dalam penganiayaan terhadap Falun Gong dan penyalahgunaan transplantasi organ. Individu-individu tersebut nantinya bisa dikenakan sanksi berupa pembekuan aset dan larangan visa perjalanan. Langkah ini bisa sangat efektif untuk menyasar orang-orang yang juga terlibat dalam kampanye saat ini, sehingga dapat menjegal rencana aksi MPS yang dijelaskan dalam dokumen ini. Selain itu, langkah ini akan menjadi peringatan bahwa para pelaku bisa dimintai pertanggungjawaban di masa depan dan menunjukkan bahwa Amerika Serikat serius melindungi Falun Gong. Hal ini diharapkan bisa menciutkan nyali pihak lain yang ingin ikut serta dalam kampanye tersebut. Pada 31 Juli, RUU ini mulai dibahas di Senat. RUU ini harus segera disahkan dan dikirim ke meja Presiden untuk ditandatangani menjadi undang-undang resmi.
Penting untuk diketahui bahwa salah satu sumber informasi di dalam MPS mengaku bahwa saat mendengar kabar pengesahan awal Undang-Undang Perlindungan Falun Gong oleh DPR AS, ia merasa “sangat dikuatkan, berarti, dan penting.” Hal ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk berani berbagi informasi yang dapat membantu Falun Gong dan pemerintah AS dalam melawan serangan PKT. Ini menjadi pengingat bahwa peraturan seperti Falun Gong Protection Act sangatlah penting. Bukan hanya karena menyediakan payung hukum untuk menghentikan penganiayaan dan mengadili para pelaku, tetapi juga sebagai sumber harapan bagi banyak orang di Tiongkok yang melihat Amerika mendukung kebebasan serta cita-cita mereka untuk hidup yang lebih baik.
中文版:將社交媒體武器化
Endnotes
[1] “Apa itu Falun Gong?,” Falun Dafa Information Center, https://id.faluninfo.net/apa-itu-falun-gong-falun-dafa/.
[2] Bay Fang, “An Opiate of the Masses? Millions of Chinese embrace a mystical exercise movement,” U.S. News & World Report, February 14, 1999, https://web.archive.org/web/20120509002028/http://www.usnews.com/usnews/news/articles/990222/archive_000322_2.htm; Shanghai TV: 100 Million Around the World Are Learning Falun Dafa (1998) [Video]. Faluninfo TV. https://tv.faluninfo.net/shanghai-tv-100-million-around-the-world-are-learning-falun-dafa/; “Statistics & Evidence,” Falun Dafa Information Center, https://id.faluninfo.net/key-statistics-related-to-falun-gong/.
[3] “‘Changing the soup but not the medicine?’: Abolishing re-education through labor in China,” Amnesty International, December 17, 2013, https://www.amnesty.org/en/documents/asa17/042/2013/en/; “Violent Suppression of 100 Million People,” Falun Dafa Information Center, https://id.faluninfo.net/violent-suppression-of-100-million-people/.
[4] Falun Dafa Information Center, Falun Gong: 25 Tahun Penganiayaan, 25 Tahun Terlalu Lama, Juli 2024, https://id.faluninfo.net/falun-gong-25-tahun-penganiayaan-25-tahun-terlalu-lama/.
[5] “Shen Yun ‘Reminds Me of Why I Chose to Study China,’ Professor Says,” The Epoch Times, March 15, 2018, https://www.theepochtimes.com/shenyun/shen-yun-reminds-me%20-of-why-i-chose-to-study-china-professor-says-2-2467005.
[6] On April 23, 2024, this same source warned overseas Chinese-language media organizations critical of the CCP about impending cyber-attacks, which in fact, began two days later, on April 25, 2024. China’s CITIC Foundation for Reform and Development Studies is a strategy and funding organization approved by the CCP State Council in August 2014, and subsequently registered with the CCP Ministry of Civil Affairs. It operates under CITIC (China International Trust Investment Corporation), a state-run investment company: 中信改革发展研究基金会 (CITIC Reform and Development Research Foundation), “Homepage,” accessed August 5, 2024, https://www.foundation.citic/icms/foundation/zh/ns:LHQ6MTMsZjoxOSxjOixwOixhOixtOg==/channel.vsml. Archived version available: https://web.archive.org/web/20240518032637/https://www.foundation.citic/icms/foundation/zh/ns:LHQ6MTMsZjoxOSxjOixwOixhOixtOg==/channel.vsml.
[7] “Illegal Agents of PRC Government Charged in PRC-Directed Bribery Scheme.” Office of Public Affairs, U.S. Department of Justice, May 26, 2023, https://www.justice.gov/opa/pr/illegal-agents-prc-government-charged-prc-directed-bribery-scheme.
[8] Levi Browde and Larry Liu, “25 Years On, Falun Gong Still Firmly in Beijing’s Repressive Sights,” The Diplomat, July 10, 2024, https://thediplomat.com/2024/07/25-years-on-falun-gong-still-firmly-in-beijings-repressive-sights/; “Leaked CCP Documents Reveal Chinese Regime’s Global War on Falun Gong,” Falun Dafa Information Center, March 26, 2023, https://id.faluninfo.net/leaked-ccp-documents-reveal-global-war-on-falun-gong/.
[9] Yuefeng Wu, “The real reason communist China is afraid of Shen Yun,” The Hill, March 4, 2024, https://thehill.com/opinion/international/4500639-the-real-reason-communist-china-is-afraid-of-shen-yun/; Falun Dafa Information Center, Diplomatic Disruptions and Disinformation: Beijing’s Global Drive to Stop Shen Yun, January 2024, https://library.faluninfo.net/diplomatic-disruptions-and-disinformation-beijings-global-drive-to-stop-shen-yun/.
[10] Falun Dafa Information Center, Bagaimana New York Times Mendistorsi Fakta Mengenai Falun Gong, Maret 2024, https://id.faluninfo.net/distorsi-falung-gong-oleh-new-york-times/.
[11] 81 dari 135 insiden gangguan yang terdokumentasi melibatkan diplomat Tiongkok, hal ini menunjukkan bahwa kampanye Beijing tersebut diarahkan secara terpusat dan dilakukan dalam skala besar.
Falun Dafa Information Center, Gangguan Diplomatik dan Disinformasi: Upaya Global Beijing untuk Menghentikan Shen Yun, Januari 2024, https://id.faluninfo.net/gangguan-diplomatik-dan-disinformasi-beijing-global-terhadap-shen-yun/.
[12] Speech by the Director of the 610 Office of the Xianyang Municipal Committee of the Chinese Communist Party (CCP), August 27, 2010. Document on file with the Falun Dafa Information Center.
[13] “Two Men Plead Guilty to Acting as Illegal Agents of Chinese Government and Bribery,” Office of Public Affairs, U.S. Department of Justice, July 25, 2024, https://www.justice.gov/opa/pr/two-men-plead-guilty-acting-illegal-agents-chinese-government-and-bribery; “Pemerintah AS Mendakwa Agen PKT Atas Skema Suap yang Menargetkan Falun Gong,” Falun Dafa Information Center, 27 Mei 2023, https://id.faluninfo.net/pemerintah-as-mendakwa-agen-pkt-atas-skema-suap-yang-menargetkan-falun-gong/.
[14] “Pembaruan Penindasan Lintas Negara, Penangkapan Baru, Pengakuan Bersalah,” Falun Dafa Information Center, 29 Juli 2024, https://id.faluninfo.net/update-penindasan-lintas-negara-penangkapan-baru-pengakuan-bersalah/.
[15] “Siapa Yang Berlatih Falun Gong?,” Falun Dafa Information Center, https://id.faluninfo.net/siapa-yang-berlatih-falun-gong/.
[16] “Pada peringatan ke-25, Para Pejabat Pemerintah Menunjukkan Solidaritas dengan Falun Gong,” 25 Juli 2024, https://id.faluninfo.net/pada-peringatan-25-tahun-para-pejabat-pemerintah-berdiri-dalam-solidaritas-bersama-falun-gong/.
[17] “Ancaman Bom Tandai Peningkatan Ancaman dalam Kampanye Penindasan Terhadap Shen Yun,” Falun Dafa Information Center, 3 April 2024, https://id.faluninfo.net/ancaman-bom-tandai-titik-terendah-baru-kampanye-untuk-bungkam-shen-yun/.
[18] The names of some additional details about these CCP-supported social media influencers is intentionally withheld from the public version of this report so as to not unduly provide them with additional publicity. These details are available upon request and for private briefings.
[19] Interviews with current and former Shen Yun dancers who wished to remain anonymous, January to July 2024.
[20] Interviews with multiple individuals with direct knowledge of the incident, but who wished to remain anonymous. Records on file with the Falun Dafa Information Center.
[21] Sarah Cook, “Unaffiliated accounts and paid influencers,” Beijing’s Global Media Influence 2022, Freedom House, September 2022, https://freedomhouse.org/report/beijing-global-media-influence/2022/authoritarian-expansion-power-democratic-resilience#Unaffiliated-accounts-and-paid-influencers.
[22] China’s Ministry of Public Security (MPS) is one of the principal organs of the State Council of the People’s Republic of China, which oversees law enforcement, security and surveillance, cybersecurity, political security, and international “cooperation.” The MPS is widely regarded as the primary organ of the Chinese regime that engages in political repression, abuse and torture, discrimination, and transnational repression.
In a 2021 press conference by the Ministry of Public Security, Falun Gong was listed as a national security priority ahead of Uyghurs and Tibetans. “公安部新闻发布会通报全国公安机关全力维护国家安全和社会大局稳定工作实效 [The press conference of the Ministry of Public Security reported on the effectiveness of public security agencies across the country in fully safeguarding national security and overall social stability],” Ministry of Public Security, April 16, 2021, https://web.archive.org/web/20230820105546/https:/www.gov.cn/xinwen/2021-04/16/content_5599924.htm.
[23] “Kebungkaman yang Memekakkan Telinga,” Falun Dafa Information Center, Bagaimana NYT Mendistorsi Fakta Mengenai Falun Gong, Maret 2024, https://id.faluninfo.net/distorsi-falun-gong-oleh-new-york-times/#deafening.
[24] “(河南) 省委防范和处理邪教问题领导小组 2017年工作要点 [Key Points in the 2017 Work of Leading Group for Prevention and Handling of Xie Jiao-related Issues of CCP (Henan) Provincial Committee],” Leading Group for Prevention and Handling of Xie Jiao-related Issues of CCP (Henan) Provincial Committee, 2017, https://www.adhrrf.org/wp-content/uploads/2017/12/henan-20170405.pdf.
[25] The “50 Cent Army” is a group of internet commentators/posters who are hired by various branches of the Chinese government to manipulate public opinion online. Some estimates say there are millions of 50-cent army participants.
[26] Fact check details are derived from interviews with dozens of current and former Shen Yun performers from November 2023 – July 2024, which includes reviews of private documents such as medical records voluntarily made available to Falun Dafa Information Center researchers.
[27] These characterizations draw directly from interviews with dozens of current and former Shen Yun performers from November 2023 – July 2024.
[28] Dragon Springs is a 400-acre campus in upstate New York that hosts three distinct yet symbiotic entities: a temple grounds featuring a collection of Buddhist-style temples built in the authentic Tang Dynasty tradition, an educational complex that hosts Fei Tian Academy and Fei Tian College, and the professional training center for Shen Yun Performing Arts.
[29] “Ketidakpatuhan Sipil,” Falun Dafa Information Center, https://id.faluninfo.net/ketidakpatuhan-sipil/.
[30] “Fang Bin, COVID-19 Whistleblower, Detained in Wuhan,” Falun Dafa Information Center, March 24, 2022, https://id.faluninfo.net/fang-bin/.
[31] Meta, Second Quarter Adversarial Threat Report, August 2023, https://scontent-lga3-2.xx.fbcdn.net/v/t39.8562-6/10000000_878173163681285_2523028760863660247_n.pdf?_nc_cat=100&ccb=1-7&_nc_sid=b8d81d&_nc_ohc=nUgzDafiER8Q7kNvgERx2tJ&_nc_ht=scontent-lga3-2.xx&oh=00_AYAHWt0owX2uiAF8KnJP-IUj4G-elLnSZYaak8H-_p6R1g&oe=66B5A008.
[32] Jeffrey Knockel and Lotus Ruan, Bada Bing, Bada Boom: Microsoft Bing’s Chinese Political Censorship of Autosuggestions in North America, Citizen Lab, May 19, 2022, https://citizenlab.ca/2022/05/bada-bing-bada-boom-microsoft-bings-chinese-political-censorship-autosuggestions-north-america/.
[33] Details of this case are intentionally withheld from this document to protect the safety of the individual and his or her family still in China. However, a detailed written testimony from this person is available upon request provided its contents can remain secure.
[34] “Perbedaan di Seberang Selat,” Falun Dafa Information Center, 8 Juni 2006, https://id.faluninfo.net/perbedaan-di-seberang-selat-falun-gong-sangat-populer-di-tawian/.
[35] “Klarifikasi: The Epoch Times Tidak Mewakili Falun Gong,” Falun Dafa Information Center, 13 Juni 2024, https://id.faluninfo.net/perbedaan-di-seberang-selat-falun-gong-sangat-populer-di-tawian/; “Why Some U.S. Media Peddle CCP Hate?,” Falun Dafa Information Center, 2021, https://tv.faluninfo.net/why-u-s-media-peddles-ccp-hate/.
[36] Sarah Cook, “Harnessing Social Media,” Beijing’s Global Media Influence 2022, Freedom House, September 2022, https://freedomhouse.org/report/beijing-global-media-influence/2022/authoritarian-expansion-power-democratic-resilience#harnessing-social-media.
[37] “PKT Menargetkan Shen Yun,” Falun Dafa Information Center, 16 Februari 2024, https://id.faluninfo.net/pkt-menargetkan-shen-yun/.
[38] Vera Bergengruen, “Meta Takes Down ‘Largest Ever’ Chinese Influence Operation,” TIME, August 31, 2023, https://time.com/6310040/chinese-influence-operation-meta/.
[39] Sarah Cook, “China’s Increasingly Aggressive Tactics for Foreign Disinformation Campaigns,” The Diplomat, September 18, 2023, https://thediplomat.com/2023/09/chinas-increasingly-aggressive-tactics-for-foreign-disinformation-campaigns/.
[40] Falun Dafa Information Center, Bagaimana New York Times Mendistorisi Fakta Falun Gong, March 2024, https://id.faluninfo.net/distorsi-falun-gong-oleh-pkt/.
[41] “Agen Tiongkok Mengirimkan Gelombang Baru Email Penipuan kepada Pemerintah Barat dan LSM,” Falun Dafa Information Center, 20 April 2011, https://id.faluninfo.net/agen-tiongkok-kirimkan-gelombang-baru-email-penipuan-kepada-pemerintah-as-lsm/.
[42] “Tindakan Pemerintah AS,” Falun Dafa Information Center, https://id.faluninfo.net/pemerintah-as/. The resolutions include House Concurrent Resolution 218 (1999), House Concurrent Resolution 188 (2002), House Concurrent Resolution 304 (2004), House Resolution 605 (2010), and House Resolution 343 (2016).
[43] “From the Audience,” Shen Yun Performing Arts, https://www.shenyun.org/videos/reviews.


