Para pemain Shen Yun dan penyelenggara setempat mengadakan konferensi pers di tangga teater Korean Broadcasting Corporation (KBS). Acara ini dilakukan karena pertunjukan mereka dibatalkan secara mendadak pada tahun 2016, setelah kedutaan besar Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Seoul memberikan tekanan kepada pihak teater. Sumber: Shen Yun Performing Arts.
Gangguan Diplomatik dan Disinformasi
Upaya Global Beijing untuk Menghentikan Shen Yun
Diterbitkan: 8 Januari 2024
Poin-Poin Utama
- Partai Komunis Tiongkok (PKT) tengah menargetkan Shen Yun Performing Arts—sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat—dengan kampanye sensor seni paling agresif di dunia yang pernah tercatat hingga saat ini. Upaya ini merupakan bagian dari penindasan lintas negara yang dilakukan rezim tersebut terhadap para praktisi latihan Falun Gong, kegiatan damai mereka, serta para pendukungnya di berbagai belahan dunia.
- Taktik utama yang digunakan meliputi Mengancam pihak teater dan pejabat pemerintah dengan balasan ekonomi, menyebarkan disinformasi, menyabotase kendaraan yang membawa para pemain Shen Yun, mengancam atau memenjarakan kerabat para pemain yang berada di Tiongkok, mengorganisir protes oleh kelompok diaspora pro-Beijing di luar lokasi pertunjukan.
- Hal ini terjadi di seluruh dunia di mana pun Shen Yun tampil—baik di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia, maupun Timur Tengah—upaya sabotase dari PKT selalu mengikuti. Catatan ini menunjukkan ada lebih dari 130 insiden gangguan oleh pejabat Tiongkok atau kaki tangan mereka di 38 negara (termasuk Amerika Serikat) sejak tahun 2007.
- Dokumen internal partai menunjukkan bahwa perintah untuk menyabotase Shen Yun datang langsung dari pimpinan tertinggi PKT. Pemerintah pusat mengeluarkan instruksi bahwa menghentikan Shen Yun adalah “bagian penting dalam perjuangan melawan Falun Gong.” Kenyataannya, dalam banyak kasus, para diplomat Tiongkok adalah aktor utama yang mencoba membungkam Shen Yun.
- PKT menganggap Shen Yun sebagai ancaman serius bagi kekuasaan mereka. Selama hampir 25 tahun, PKT telah berusaha memusnahkan dan memfitnah Falun Gong, serta mencoba menghancurkan budaya tradisional Tiongkok dalam waktu yang lebih lama lagi. Semua upaya mereka itu bisa gagal hanya dengan satu pertunjukan Shen Yun. Sebab, pertunjukan ini menampilkan budaya asli Tiongkok, kesenian kelas dunia dari para praktisi latihan Falun Gong, dan cerita tentang penganiayaan kejam yang dilakukan oleh PKT. Mereka tidak bisa membiarkan kejahatannya terbongkar atau kebohongannya tentang Falun Gong dipatahkan, itulah sebabnya mereka meluncurkan kampanye besar-besaran ini.
- Meski sebagian besar pengelola teater dan pejabat pemerintah di dunia menolak tekanan tersebut, ada beberapa teater—terutama di negara yang punya hubungan erat dengan PKT—yang akhirnya menyerah dan membatalkan atau menolak pertunjukan Shen Yun.
- Upaya rezim ini untuk menghentikan Shen Yun menjadi ujian bagi Amerika Serikat dan negara-negara demokrasi lainnya: apakah mereka mampu melindungi kebebasan berpendapat dari manipulasi otoriter PKT.
- Apa itu Shen Yun? Shen Yun adalah organisasi nirlaba yang berbasis di New York dengan misi untuk membangkitkan kembali budaya tradisional Tiongkok. Hal ini dilakukan melalui pertunjukan seni yang memadukan tarian klasik Tiongkok, tarian rakyat dan etnis, serta komposisi musik orisinal yang menggabungkan instrumen tradisional Tiongkok ke dalam orkestra simfoni Barat.[1] Setiap pertunjukan Shen Yun terdiri dari sekitar 20 tarian yang menggambarkan kisah-kisah dari karya sastra besar Tiongkok, legenda dari berbagai dinasti, serta beragam tradisi rakyat dari peradaban Tiongkok yang berusia 5.000 tahun. Beberapa tarian menampilkan legenda sejarah tentang orang-orang beriman yang mengatasi berbagai rintangan, serta tarian yang menggambarkan penganiayaan terhadap para praktisi Falun Gong di Tiongkok saat ini. Sebagian besar pemain Shen Yun juga merupakan praktisi Falun Gong, sebuah disiplin meditasi dan spiritual yang ditindas dengan kekerasan oleh PKT di Tiongkok.[2] Faktanya, di antara para pemain Shen Yun, banyak yang melarikan diri dari Tiongkok setelah mereka dan keluarganya menjadi sasaran pengawasan, pelecehan, penahanan sewenang-wenang, hingga penyiksaan.[3]
- Mengapa Beijing Menargetkan Shen Yun? Shen Yun didirikan oleh para seniman hebat yang melarikan diri dari penganiayaan agama di Tiongkok. Mereka menyuguhkan gambaran asli dari budaya tradisional Tiongkok.[4] Berbeda jauh dengan propaganda PKT, Shen Yun menghidupkan kembali sisi budaya Tiongkok yang telah dihancurkan oleh PKT selama lebih dari 70 tahun demi memperkuat kekuasaan mereka melalui paham Marxisme-Leninisme. Pertunjukan Shen Yun juga terbukti sangat efektif dalam membongkar kebohongan dan fitnah PKT mengenai Falun Gong. Caranya adalah dengan menampilkan kisah penganiayaan secara langsung di atas panggung, serta menunjukkan bakat seni dan energi positif dari para praktisi saat mereka tampil. Berdasarkan dokumen internal, PKT menganggap karya-karya Shen Yun sebagai ancaman bagi keabsahan kekuasaan mereka. Mereka melihat kesuksesan kelompok seni ini sebagai ancaman bagi kelangsungan rezim mereka. Dengan kata lain, kemajuan Shen Yun merusak investasi miliaran dolar yang sudah dikeluarkan PKT lewat alat propaganda dan keamanannya untuk menyudutkan serta melenyapkan Falun Gong di Tiongkok maupun di seluruh dunia.[5] PKT sangat tidak ingin usaha mereka selama hampir 25 tahun ini menjadi sia-sia.
- Perintah dari Pimpinan Tertinggi Partai: Dokumen yang bocor dan pernyataan resmi di internet Tiongkok yang didapat oleh Falun Dafa Information Cener menunjukkan bahwa para pejabat tinggi PKT dan badan pemerintah telah mengeluarkan perintah untuk “mengerahkan segala upaya guna menghambat kegiatan budaya luar negeri” dari Shen Yun.[6] Dalam dokumen tersebut tertulis bahwa “para pemimpin di tingkat pusat, provinsi, hingga kota sangat memperhatikan masalah ini dan telah memberikan instruksi penting untuk memperkuat tindakan [melawan Shen Yun].”[7] Pejabat keamanan di tingkat bawah juga diperintahkan untuk “melakukan tindakan keras yang terarah” terhadap Shen Yun.”[8] Munculnya dokumen-dokumen ini—ditambah dengan besarnya kampanye dan kesamaan taktik yang digunakan oleh para diplomat di puluhan negara—menjadi bukti bahwa upaya sabotase terhadap Shen Yun digerakkan secara terpusat dan sistematis oleh rezim tersebut.
- Serangan Spektrum Penuh: Rezim PKT dan para agennya telah menggunakan berbagai taktik rahasia, menipu, koersif, dan korup di puluhan negara dalam kampanyenya untuk melumpuhkan Shen Yun. Taktik ini meliputi: mengancam akan melakukan pembalasan ekonomi jika teater dan pejabat pemerintah setempat mengizinkan Shen Yun tampil, membuat klaim palsu bahwa para penampil membawa COVID-19, menyabotase kendaraan yang membawa penampil Shen Yun, menginterogasi calon anggota baru atau kerabat dari para penampil di Tiongkok, dan mengorganisir protes oleh kelompok diaspora pro-Beijing di luar lokasi pertunjukan.
- Diplomat Tiongkok di garis depan: Perintah PKT yang disebutkan di atas dilaksanakan oleh, antara lain, para diplomat Tiongkok yang ditempatkan di kedutaan dan konsulat di seluruh dunia. Dalam 81 dari 135 insiden yang terdokumentasi, seorang diplomat Tiongkok mengambil tindakan untuk merusak Shen Yun. Hal ini biasanya melibatkan pengiriman surat, melakukan panggilan telepon, atau mengunjungi langsung manajer teater atau pejabat pemerintah setempat dan melontarkan kebohongan tentang Shen Yun, sambil secara tersirat maupun tersurat mengancam akan adanya pembalasan ekonomi jika mereka tidak patuh.
- Contohnya pada 2019, Duta Besar Tiongkok untuk Spanyol mengunjungi manajemen Teater Royal di Madrid dan menekan mereka agar tidak mengizinkan Shen Yun tampil. Ia dilaporkan mengancam akan menutup akses ke pasar Tiongkok sebagai bagian dari “Liga Teater Jalur Sutra Internasional,” dan mendesak mereka untuk “tidak hanya memikirkan pendapatan ekonomi tetapi juga politik.”[9] Teater tersebut akhirnya menyerah pada tekanan dan membatalkan pertunjukan hanya beberapa minggu sebelum jadwal dimulai, padahal tiket sudah terjual. Peran duta besar ini terungkap melalui rekaman telepon di mana ia menceritakan detail kunjungannya kepada aktivis yang menyamar sebagai pejabat Tiongkok
- Dalam sebuah insiden sebelumnya di Amerika Serikat pada Mei 2009, konsulat Tiongkok di Houston mengirimkan surat setebal 13 halaman ke Robinson Center Music Hall di Little Rock, Arkansas, yang meminta agar teater tersebut menolak permohonan tampil Shen Yun di sana.[10] Seorang pejabat dari Biro Konvensi dan Pengunjung Little Rock mengatakan pada saat itu bahwa mereka belum pernah menerima surat semacam itu sebelumnya, dan juga tidak jelas bagaimana konsulat bisa mengetahui rencana pertunjukan Shen Yun di teater tersebut. Pihak teater melawan tekanan tersebut, dan dalam sebuah pernyataan selanjutnya, pejabat itu mencatat, “Tidak peduli siapa pun yang memberi kami tekanan atau ancaman, kami akan melakukan apa yang kami anggap sebagai hal yang benar. Saya bangga Shen Yun tampil di sini.”
- Bahkan dalam acara publik yang tidak terkait dengan Shen Yun, diplomat Tiongkok diketahui tetap menyuarakan penolakan terhadap pertunjukan tersebut. Contohnya di Peru, kedutaan Tiongkok mengadakan upacara pembukaan untuk “Ruang Buku Tiongkok” di sebuah perpustakaan umum utama di Lima. Dalam sebuah pidato yang terekam dalam video, penasihat budaya kedutaan tersebut mendesak para hadirin untuk tidak menghadiri pertunjukan Shen Yun di kota itu pada Februari 2020.[11]
- Pejabat Tiongkok memberikan tekanan pada pemerintah dan penonton teater: Selain menghubungi manajer teater, diplomat Tiongkok di banyak negara telah mencoba merekrut pejabat setempat—termasuk mereka yang terlibat dalam mengelola gedung pertunjukan yang didanai publik—untuk menekan teater agar tidak mengizinkan Shen Yun tampil. Mereka juga mengeluarkan pernyataan publik yang menyarankan para penonton teater untuk menghindari pertunjukan tersebut.
- Sebagai contoh, Shen Yun tampil di Israel untuk pertama kalinya pada tahun 2018. Sebelum pertunjukan dimulai, kedutaan Tiongkok menghubungi manajer Gedung Operasi Tel Aviv dan meminta agar pihak pengelola membatalkan pertunjukan tersebut. Setelah gagal meyakinkan sang manajer, kedutaan mencoba menekan teater tersebut melalui pemerintah daerah dan Kementerian Luar Negeri Israel. Kedutaan juga mengirimkan surat kepada perusahaan-perusahaan periklanan yang menayangkan iklan Shen Yun. Terlepas dari upaya yang rumit ini, pertunjukan tetap berlangsung dan tiket untuk keempat pertunjukan tersebut terjual habis.[12]
Baru-baru ini, menjelang serangkaian pertunjukan Shen Yun di Meksiko pada tahun 2022, kedutaan Tiongkok mengirimkan surat kepada pemerintah kota Queretaro yang mendesak kantor wali kota untuk memblokir pertunjukan Shen Yun di kota tersebut. Bahasa yang digunakan meniru surat-surat RRT yang dikirim ke pemerintah daerah dan teater di seluruh dunia, yang menyatakan bahwa mengizinkan Shen Yun tampil akan “merusak hubungan persahabatan Tiongkok-Meksiko.” Di hari-hari menjelang pertunjukan, akun Twitter (X) resmi kedutaan mengunggah cuitan yang memfitnah Shen Yun dan menyarankan orang-orang untuk tidak menghadiri pertunjukan di Queretaro atau kota-kota Meksiko lainnya. Pengguna X di Meksiko menanggapi dengan komentar ironis yang justru berterima kasih kepada kedutaan karena telah memberi tahu mereka tentang adanya pertunjukan tersebut. Pejabat setempat dan manajer teater di Queretaro, serta di kota-kota lain yang menjadi tuan rumah Shen Yun, menolak tekanan dari kedutaan tersebut.[13]
- Menargetkan Shen Yun di dalam Tiongkok: Di dalam Tiongkok, agen aparat keamanan Tiongkok telah melakukan pelecehan dan terkadang menahan anggota keluarga dari penampil Shen Yun dalam upaya untuk memaksa para penari atau musisi agar keluar dari perusahaan tersebut.[14] Pasukan keamanan PKT juga terlibat dalam kampanye sistematis untuk mencegah musisi dan penari berbakat di seluruh Tiongkok agar tidak bergabung dengan Shen Yun, termasuk menginstruksikan sekolah-sekolah seni untuk mengeluarkan peringatan kepada siswa dan mengancam akan meminta pertanggungjawaban lembaga pendidikan tersebut jika ada orang dari lembaga mereka yang bergabung dengan Shen Yun.[15] Di sisi lain, sebagai upaya untuk menembus larangan rezim terhadap Shen Yun, para praktisi Falun Gong di seluruh Tiongkok di masa lalu pernah membagikan DVD pertunjukan tersebut. Tujuannya adalah untuk memberikan alternatif bagi masyarakat Tiongkok di luar versi budaya tradisional Tiongkok yang telah dimanipulasi oleh PKT, sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk melihat kebenaran di balik kebohongan partai-negara tersebut mengenai Falun Gong. Akibat tindakan ini, para praktisi berulang kali ditangkap dan beberapa di antaranya harus menghadapi penuntutan hukum; pada pertengahan tahun 2014 saja, tercatat ada 60 kasus yang terdokumentasi terkait hal ini.[16]
Disinformasi merupakan taktik inti yang digunakan oleh PKT untuk menyerang pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh mereka, tidak terkecuali dalam kampanye melawan Shen Yun. Upaya disinformasi yang menyasar Shen Yun telah dilakukan dalam tiga bentuk utama:
- Narasi palsu yang disampaikan oleh diplomat Tiongkok kepada manajer teater dan pemimpin pemerintah setempat. Selain memberikan ancaman ekonomi, diplomat Tiongkok juga menyebarkan klaim palsu tentang Shen Yun sebagai bagian dari kampanye tekanan agar para tokoh setempat tidak memberikan izin tempat atau menghadiri pertunjukan tersebut. Contoh narasi yang sering digunakan adalah tuduhan PKT bahwa Falun Gong adalah “aliran sesat” dan Shen Yun hanyalah pertunjukan “propaganda”. Mereka juga terus mengulang disinformasi anti-Falun Gong lainnya yang menjadi inti dari kampanye rezim untuk menjelek-jelekkan dan memusnahkan latihan spiritual tersebut.” Tuduhan-tuduhan ini telah berulang kali dibantah. Sebagai contoh, para pakar Tiongkok dan jurnalis—termasuk Arthur Waldron dari Universitas Pennsylvania dan Ian Johnson, jurnalis pemenang Hadiah Pulitzer—menyatakan bahwa sebutan “aliran sesat” bagi Falun Gong adalah tidak tepat dan salah. David Ownby, seorang profesor studi agama dari Kanada, menjelaskan dalam bukunya pada tahun 2008: “Seluruh isu mengenai tuduhan aliran sesat pada Falun Gong hanyalah pengalihan isu sejak awal. Hal ini dimanfaatkan dengan cerdik oleh pemerintah Tiongkok untuk merusak daya tarik Falun Gong serta menghambat efektivitas kegiatan kelompok tersebut di luar Tiongkok.”[17] Sebaliknya, Profesor Waldron justru memuji Shen Yun sebagai “harta karun asli” dari peradaban Tiongkok.[18]
- Kampanye media sosial dan panggilan telepon yang terkoordinasi untuk menyebarkan kebohongan. Salah satu contoh paling nyata dari taktik ini adalah insiden pada Februari 2020 di Salt Lake City, ketika orang-orang dengan nama Tionghoa mulai menelepon atau mengirim email ke teater-teater untuk menyebarkan kebohongan bahwa para seniman Shen Yun berasal dari Tiongkok dan membawa COVID-19, serta mengeluhkan adanya potensi ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Dampak dari kampanye tersebut begitu besar sehingga Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Utah mengunggah pesan di Twitter (X) yang mengungkap bahwa rumor tersebut palsu karena Shen Yun berasal dari New York, dan faktanya, mereka bahkan tidak bisa tampil di Tiongkok, apalagi “berasal” dari sana.[19] Kampanye yang hampir identik juga muncul di Reno, Omaha, St. Louis, dan Philadelphia pada waktu yang hampir bersamaan, di mana media berita lokal merilis berita yang membantah klaim-klaim tersebut.[20] Upaya yang tampaknya terkoordinasi ini berasal dari WeChat, aplikasi pesan yang disensor ketat milik perusahaan Tencent yang berbasis di Tiongkok, yang banyak digunakan di kalangan diaspora Tiongkok. Diskusi di aplikasi tersebut mengungkapkan bahwa para pengguna sedang mengatur rencana untuk menghentikan pertunjukan Shen Yun di kota-kota Amerika Serikat menggunakan klaim palsu ini, bahkan menyusun rencana untuk menelepon Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).[21] Kampanye serupa juga muncul di Facebook di daerah sekitar pusat pelatihan Shen Yun di Orange County, NY. Klaim palsu dan teori konspirasi tentang infeksi COVID di antara para seniman Shen Yun dan praktisi Falun Gong juga telah disebarkan melalui kantor berita keuangan seperti YorkPedia atau situs web konspirasi—sebuah taktik disinformasi baru dari PKT yang disebut oleh para peneliti sebagai “pencucian konten” (content laundering).”[22]
- Penyebaran narasi palsu tentang Falun Gong dan Shen Yun melalui perusahaan media Barat. Contoh paling nyata adalah sisipan berbayar dari surat kabar milik negara Tiongkok, China Daily, yang diterbitkan pada Januari 2017 di surat kabar arus utama di seluruh Amerika Serikat, Eropa, dan Australia, termasuk The Wall Street Journal, The Washington Post, dan The London Telegraph. Judul artikel tersebut secara keliru menyebut Shen Yun sebagai “Penistaan yang Menyamar sebagai Seni” dan terlihat oleh mata orang awam sebagai artikel biasa yang ditulis oleh surat kabar lokal tersebut. Hal ini merupakan bagian dari kampanye panjang PKT untuk menyisipkan konten yang dikelola negara ke dalam media berita internasional.[23]
Baru-baru ini, taktik PKT telah beralih dengan mempromosikan klaim-klaim yang dirancang khusus agar selaras dengan isu-isu sensitif di Barat. Hal ini memicu beberapa perusahaan media Barat untuk ikut menggunakan narasi tersebut guna menyerang Shen Yun melalui asosiasi. Contohnya adalah tuduhan palsu bahwa Falun Gong itu rasis karena “melarang pernikahan beda ras.” Narasi ini awalnya muncul di situs web pemerintah Tiongkok versi bahasa Inggris (perlu dicatat bahwa narasi ini tidak ada dalam disinformasi Falun Gong yang disebarkan di dalam Tiongkok, karena masalah hubungan ras bukanlah isu sosial yang dominan di sana).[24] Tuduhan ini kemudian diambil oleh beberapa media kecil atau khusus sebelum akhirnya muncul di beberapa media arus utama Barat. Satu-satunya sumber bagi tuduhan semacam itu hanyalah propaganda PKT dan pernyataan dari beberapa orang yang tidak puas. Namun, kenyataannya sangat berbeda. Di komunitas Falun Gong di seluruh dunia, pernikahan beda ras dan anak-anak keturunan campuran adalah hal yang sangat umum. Bahkan, banyak pasangan dalam pernikahan beda ras memegang peran penting dalam komunitas Falun Gong, seperti perwakilan komunitas, atau sebagai penari utama, musisi, serta staf kunci di Shen Yun. Laporan berita internasional yang mengulang poin-poin pembicaraan favorit PKT tentang Shen Yun sering kali diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin atau bahasa lainnya, lalu digunakan sebagai bagian dari propaganda domestik dan global rezim tersebut, serta ditampilkan di situs web pemerintah daerah atau kedutaan.[25]
Fokus Khusus pada Amerika Serikat: Dari 135 insiden yang terdokumentasi, sebanyak 36 kasus terjadi di Amerika Serikat—jumlah tertinggi dibandingkan negara mana pun. Dalam 13 dari 36 insiden tersebut, diplomat Tiongkok terlibat langsung dalam menekan pihak teater, pejabat pemerintah, atau sponsor agar membatalkan pertunjukan Shen Yun atau mencegah orang-orang datang menonton. Dalam tiga kasus lainnya, media milik negara Tiongkok, kelompok tari yang disponsori pemerintah Tiongkok, atau proksi mereka—seperti asosiasi mahasiswa Tiongkok—melakukan tindakan yang memfitnah Shen Yun atau menghasut warga Amerika agar tidak menonton. Sebagai contoh, di kota-kota seperti Little Rock, Seattle, dan St. Louis, pejabat konsulat Tiongkok menekan pihak teater agar membatalkan pertunjukan dengan ancaman akan merusak hubungan AS-Tiongkok atau menyiratkan adanya konsekuensi ekonomi. Pada tahun 2022, seorang staf teater di sebuah kota mengungkapkan kepada kru produksi Shen Yun bahwa konsulat Tiongkok rutin mengirimkan surat protes ke teater tersebut setiap tahun setelah pertunjukan selesai.[26] Selain itu, terdapat lima insiden lain di kota-kota seperti San Francisco dan Denver, di mana sejumlah orang berpura-pura menjadi praktisi dan mengirimkan surat-surat aneh atau tidak masuk akal kepada manajer teater. Ini merupakan taktik penipuan yang sengaja dirancang agar pihak teater merasa enggan bekerja sama dengan Himpunan Falun Dafa setempat dalam menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun.
- Serangan fisik dan siber: Insiden lain di Amerika Serikat melibatkan sabotase kendaraan yang berbahaya, pencurian yang ditargetkan, serta serangan siber. Meskipun menghubungkan serangan-serangan ini secara langsung kepada pejabat Tiongkok lebih menantang, taktik yang digunakan sangat sesuai dengan pola teknik penindasan transnasional yang lebih luas yang sering dipakai oleh PKT.[27] Di kota-kota seperti Chicago, Atlanta, dan Fort Worth, para penampil, staf, dan sukarelawan Shen Yun mendapati ban kendaraan mereka disayat atau cairan korosif dituangkan ke bagian rem. Beberapa serangan ini terjadi hanya berselang beberapa hari satu sama lain dan dalam waktu yang bersamaan dengan insiden serupa di Kanada, yang mengindikasikan adanya serangan terkoordinasi di berbagai negara.
- Menargetkan pusat pelatihan Shen Yun di New York: Pusat pelatihan Shen Yun berlokasi di sebuah kampus seluas 400 hektar di bagian utara New York yang bernama Dragon Springs. Kampus ini juga menaungi dua lembaga akademik terakreditasi, yaitu Akademi Seni Fei Tian dan Perguruan Tinggi Fei Tian. Menurut dokumen PKT yang bocor, menargetkan kampus ini untuk pengawasan, spionase, dan gangguan hukum merupakan prioritas bagi PKT.[28] Kampus tersebut telah menghadapi tindakan vandalisme, pengintaian rutin melalui drone, gugatan hukum yang tidak berdasar, serta kampanye media sosial lokal yang menyebarkan kebohongan. Dalam sebuah kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya, pada 26 Mei 2023, jaksa federal Amerika Serikat mendakwa dua pria warga negara Tiongkok atas upaya menyuap pejabat Layanan Pajak Internal (IRS) di New York untuk menargetkan Shen Yun Performing Arts.[29]
Tanggapan Pemerintah AS: Tanggapan pemerintah Amerika Serikat terhadap kampanye penyensoran agresif yang menargetkan organisasi nirlaba Amerika ini cukup bervariasi. Memang banyak pejabat dan instansi secara individu telah menolak tekanan PKT atau menyatakan dukungan mereka kepada Shen Yun secara terbuka. Namun, hingga kini belum ada strategi menyeluruh dari pemerintah federal untuk mendukung Shen Yun, terutama dari lembaga seperti Gedung Putih atau Departemen Luar Negeri AS. Dari sisi positif, Departemen Luar Negeri AS telah memasukkan sembilan insiden penargetan Shen Yun oleh PKT ke dalam laporan tahunan mereka tentang kebebasan beragama internasional, dan para duta besar terkadang mengangkat isu ini kepada pejabat setempat.[30] Selain itu, penangkapan pada Mei 2023 yang disebutkan sebelumnya menunjukkan bahwa FBI, dan kemungkinan lembaga penegak hukum lainnya, sedang aktif menyelidiki agen atau proksi PKT yang terbukti menargetkan Shen Yun.
- Menyerah pada Tekanan: Setidaknya dalam 25 kasus yang diketahui, tekanan diplomatik dari Tiongkok atau iming-iming lainnya dari Beijing telah berhasil menggagalkan pertunjukan Shen Yun—termasuk memicu pembatalan mendadak di menit-menit terakhir. Hal ini terjadi di berbagai negara seperti Yunani, Moldova, Ekuador, dan Malaysia.[31] Pada tahun 2017, misalnya, Shen Yun dijadwalkan untuk tampil pertama kalinya di Thailand. Namun, setelah kedutaan Tiongkok mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan Thailand yang mengancam bahwa hubungan bilateral kedua negara akan rusak jika pertunjukan tetap diadakan, Teater Askra di Bangkok akhirnya membatalkan acara tersebut hanya beberapa hari sebelum jadwal yang ditentukan.[32]
Tren yang Mengkhawatirkan di Korea Selatan: Korea Selatan telah lama menjadi fokus utama dalam upaya intervensi Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap pertunjukan Shen Yun. Hal ini terbukti dari adanya 19 insiden terdokumentasi dari total 135 kasus di sana, jumlah terbanyak kedua setelah Amerika Serikat. Pihak manajemen teater dan pejabat pemerintah di negara tersebut menunjukkan tanggapan yang tidak konsisten terhadap tekanan PKT; dalam beberapa kasus mereka melawan dan tetap menjalankan kontrak dengan Shen Yun, namun di kasus lain mereka menyerah pada tuntutan dan membatalkan pertunjukan.[33] Pada tahun 2016, kedutaan Tiongkok di Seoul berhasil menekan KBS Hall untuk membatalkan pertunjukan yang telah dijadwalkan.[34] Ketika pembatalan yang melanggar kontrak ini dibawa ke pengadilan, hakim awalnya memenangkan pihak Shen Yun. Namun, dua hari sebelum pertunjukan, pengadilan membatalkan keputusannya sendiri. Pengadilan mengklaim bahwa potensi kerugian bisnis dengan pemerintah Tiongkok jauh lebih berat dibandingkan hak kebebasan berekspresi yang dimiliki Shen Yun; akibatnya pertunjukan tersebut pun dibatalkan. Sejak saat itu, situasi di Korea Selatan semakin memburuk, dan semakin banyak teater yang menolak menandatangani kontrak untuk mengizinkan Shen Yun tampil.[35]
- Keberhasilan Shen Yun yang Diraih dengan Susah Payah: Terlepas dari kampanye sabotase yang agresif dari PKT, Shen Yun telah berkembang pesat sejak tahun 2007 dan meraih kesuksesan luar biasa di tengah periode yang menantang bagi industri seni pertunjukan. Saat ini, Shen Yun memiliki delapan rombongan tari dan orkestra yang melakukan tur dunia secara bersamaan, dan sering kali tampil di hadapan penonton yang memadati gedung pertunjukan. Selama musim 2023, Shen Yun tampil di lebih dari 150 kota di lima benua, menerima ulasan yang sangat positif dari sesama musisi, seniman, anggota dewan, pejabat pemerintah, serta anggota diaspora Tiongkok. Pencapaian ini membuktikan besarnya permintaan pasar terhadap pertunjukan Shen Yun, sekaligus menunjukkan potensi keberhasilan yang jauh lebih besar lagi bagi organisasi nirlaba ini jika tidak ada kampanye Beijing yang melawannya.
Perlawanan Demokratis: Banyak manajer teater, pemilik gedung, serta pejabat pemerintah yang menjadi sasaran ancaman dan upaya manipulasi dari diplomat Tiongkok memilih untuk menolaknya. Mereka dengan tegas mempertahankan hak atas kebebasan berekspresi yang berlaku di masyarakat demokratis. Tercatat ada 43 insiden perlawanan berprinsip seperti ini yang terjadi di 19 negara, termasuk Amerika Serikat, Denmark, dan Belanda. Dalam beberapa kasus lain, meski awalnya manajer teater ragu untuk menandatangani kontrak dengan Shen Yun, situasi tersebut akhirnya berbalik. Berkat adanya keputusan pengadilan yang memihak Shen Yun, serta penjelasan dari staf mengenai jati diri Shen Yun dan motif di balik tekanan rezim Tiongkok, pihak teater pun mengubah sikap mereka dan pada akhirnya tetap mengundang Shen Yun untuk tampil.
Dalam sebuah insiden di Republik Dominika pada Februari 2023, kedutaan Tiongkok menawarkan suap kepada manajer Grand Theater of Cibao disertai janji investasi di masa depan. Manajer teater tersebut kemudian menghubungi penyelenggara Shen Yun dan mengklaim bahwa pertunjukan harus dibatalkan karena adanya renovasi gedung. Penyelenggara melaporkan kejadian ini ke Kementerian Kebudayaan, yang kemudian membatalkan perintah pembatalan tersebut. Kedutaan Tiongkok lantas mulai menghubungi berbagai anggota legislatif untuk meminta bantuan mereka guna menggagalkan pertunjukan. Setelah mengetahui bahwa Presiden Dominika, Luis Abinader, akan berangkat dari Bandara Internasional Las Americas, duta besar dan konsul jenderal Tiongkok mengejar sang presiden. Mereka memperingatkan presiden bahwa jika pertunjukan tidak dibatalkan, hal itu akan berdampak buruk pada hubungan kedua negara, dan pihak RRT akan menghentikan investasi senilai lebih dari 100 juta dolar. Meski begitu, sang presiden menolak untuk tunduk dan pertunjukan tetap berlangsung sesuai jadwal.[36]
“Ada kebebasan berekspresi di Denmark, dan kami berniat untuk menjunjung tinggi hal tersebut.”
– Manajer teater setempat dalam balasan tertulis kepada kedutaan Tiongkok di Kopenhagen, setelah para diplomat menuntut agar teater tersebut tidak menghormati kontrak sewa dengan Shen Yun, 2016
Meskipun tanggapan yang berprinsip dari banyak pemerintah demokratis dan manajer teater sangat membesarkan hati, diperlukan respons yang lebih menyeluruh dan proaktif, bukan hanya demi Shen Yun semata. Kampanye PKT terhadap Shen Yun adalah sebuah ujian tentang seberapa baik Amerika Serikat dan sekutu demokratisnya mampu melindungi kebebasan berekspresi dari manipulasi otoriter PKT. Hal ini juga penting agar penonton di seluruh dunia dapat memilih sendiri apakah mereka ingin menyaksikan pertunjukan seni yang menghidupkan kembali budaya tradisional Tiongkok, yang justru ingin ditekan oleh PKT. Sangatlah vital untuk menetapkan preseden bahwa kampanye semacam itu terhadap inisiatif seni diaspora Tiongkok—yang menantang narasi PKT—adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi.
Rekomendasi untuk Pemerintah AS
- Mengeluarkan Pernyataan Dukungan Publik: Pejabat AS di semua tingkatan harus mengeluarkan pernyataan publik yang mendukung Shen Yun serta prinsip-prinsip kebebasan seni dan kebebasan berekspresi—termasuk ketika rombongan tersebut menghadapi gangguan di negara lain. Tindakan seperti itu mengirimkan pesan yang jelas bahwa Amerika Serikat berdiri di belakang nilai-nilainya serta organisasi yang mewujudkannya, sehingga secara efektif mendorong negara sekutu untuk melawan upaya pengaruh dari PKT. Pejabat lokal dan negara bagian harus mendorong pihak teater untuk menghormati kontrak mereka dan memastikan pihak teater tahu bahwa mereka memiliki dukungan pemerintah dalam menolak ancaman dari diplomat Tiongkok.
Menonton Pertunjukan Shen Yun: Pejabat AS, anggota Kongres, dan perwakilan rakyat di daerah-daerah yang menjadi sasaran taktik tekanan diplomat Tiongkok, sebaiknya menonton pertunjukan Shen Yun. Hal ini memungkinkan para perwakilan rakyat untuk menilai sendiri kualitas dan isi pertunjukan tersebut, sehingga mereka memiliki sudut pandang yang lebih jelas saat menghadapi tekanan PKT di masa depan. Selain itu, mengingat upaya keras rezim tersebut untuk mencegah atau menghalangi pejabat menonton pertunjukan, kehadiran mereka dengan sendirinya merupakan bentuk perlawanan berprinsip terhadap pengaruh otoriter tersebut. Banyak anggota dewan dan pejabat, baik yang masih menjabat maupun mantan, dari berbagai spektrum politik telah melakukannya, dan sering kali memberikan komentar publik mengenai pengalaman positif mereka serta konten pertunjukan yang inspiratif.[37]
Meningkatkan Akuntabilitas dan Keterlibatan Diplomatik: Departemen Luar Negeri AS perlu mengeluarkan protes diplomatik resmi (demarche) terhadap personel diplomatik Tiongkok di Amerika Serikat yang berupaya menghentikan pertunjukan Shen Yun. Jika identitas diplomat tersebut tidak diketahui, maka Duta Besar Tiongkok atau Konsul Jenderal yang relevan harus dimintai pertanggungjawaban. Saat memeriksa surat kepercayaan bagi diplomat Tiongkok yang akan bertugas, Departemen Luar Negeri harus memverifikasi apakah mereka pernah terlibat dalam upaya menghalangi Shen Yun di tempat tugas sebelumnya; jika ditemukan, pemerintah harus menolak penempatan mereka di Amerika Serikat. Di luar Amerika Serikat, pejabat tinggi dan personel kedutaan Amerika harus mendorong rekan-rekan mereka di negara lain yang menghadapi tekanan PKT untuk tetap melawan. Mereka juga harus memberikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak-pihak yang berdiri teguh mendukung kebebasan berekspresi. Selain itu, Departemen Luar Negeri AS harus terus memantau setiap insiden campur tangan PKT terhadap Shen Yun dan memasukkan laporan terperinci tersebut ke dalam laporan tahunan hak asasi manusia dan kebebasan beragama. Biro Urusan Pendidikan dan Kebudayaan juga perlu bertemu dengan perwakilan Shen Yun untuk mempertimbangkan pengakuan bagi Shen Yun sebagai duta budaya Amerika Serikat melalui program Arts Envoy atau program serupa lainnya.
Meningkatkan Tindakan dan Perlindungan Penegakan Hukum:
Lembaga penegak hukum dan instansi terkait lainnya perlu memperkuat langkah-langkah yang sudah ada—seperti penangkapan pada Mei 2023—dengan meningkatkan pemantauan, investigasi, hingga penuntutan hukum terhadap individu atau organisasi di Amerika Serikat yang terbukti melakukan aktivitas ilegal untuk menekan atau menyerang secara fisik para penampil Shen Yun, kendaraan tur mereka, maupun pusat pelatihannya di New York. Dokumen internal PKT telah menetapkan pusat pelatihan tersebut sebagai target utama. Di saat yang sama, kampanye fitnah dan disinformasi terhadap Shen Yun terus memicu kebencian, sehingga membuat para seniman dan fasilitas mereka rentan menjadi korban kejahatan berbasis kebencian (hate crimes). Faktanya, telah terjadi insiden di mana orang-orang tak dikenal berhenti di depan gerbang Dragon Springs dan melakukan gerakan yang mengancam, serta kasus di mana polisi harus menindak seorang pria warga negara Tiongkok yang menunjukkan permusuhan dan mengancam fasilitas tersebut. Oleh karena itu, perlindungan terhadap perusahaan seni ini beserta para penampilnya harus menjadi prioritas bagi aparat penegak hukum, baik di tingkat lokal maupun federal.
.
[1] “Baru mengenal Shen Yun?,” Shen Yun Performing Arts, diakses pada 3 Januari 2024,
https://id.shenyunperformingarts.org/what-is-shen-yun?
[2] “Apa itu Falun Gong?,” Falun Dafa Information Center, diakses pada 3 Januari 2024,
https://id.faluninfo.net/apa-itu-falun-gong-falun-dafa/
[3] “Penindasan Kejam terhadap 100 Juta Orang,” Falun Dafa Information Center, diakses pada 3 Januari 2024,
https://id.faluninfo.net/penindasan-kejam-terhadap-100-juta-orang/
[4] “Shen Yun ‘Reminds Me of Why I Chose to Study China,’ Professor Says,” The Epoch Times, 15 Maret 2018, https://www.theepochtimes.com/shenyun/shen-yun-reminds-me -of-why-i-chose-to-study-china-professor-says-2-2467005.
[5] “Dokumen Internal Partai Komunis Tiongkok (PKT) Mengungkapkan Kampanye Baru untuk Mentransformasi Secara Paksa Jutaan Praktisi Falun Gong di Tiongkok,” Falun Dafa Information Center, 24 Oktober 2010,
https://id.faluninfo.net/dokumen-internal-partai-komunis-mengungkap-kampanye-baru-untuk-transformasi-paksa-jutaan-orang-di-tiongkok/
[6] “关于加强防范“法轮功”欺骗拉拢国内文艺人才的通知(市教监字〔2010〕12)号[Notice on Strengthening the Prevention of “Falun Gong” Deception and Soliciting Domestic Literary and Artistic Talents (Municipal Education and Supervision Zi [2010] No. 12)],” Jinzhong City Education Network, July 7, 2010, http://www.jzedu.net/newsInfo.aspx?pkId=11235. Document on file with the Falun Dafa Information Center.
[7] Jinzhong City Education Network, 2010.
[8] Speech by the Director of the 610 Office of the Xianyang Municipal Committee of the Chinese Communist Party (CCP), August 27, 2010. Document on file with the Falun Dafa Information Center.
[9] China Media Bulleting, Freedom House, Issue No. 133, February 2019, https://freedomhouse.org/sites/default/files/Eng_FH_CMB_2019_Feb_133%20%281%29_0.pdf; “Theatergoers Upset After Spain Shen Yun Shows Canceled Due to Suspected Beijing Pressure,” February 1, 2019, https://www.theepochtimes.com/shenyun/theatergoers-upset-after-spain-shen-yun-shows-canceled-due-to-suspected-beijing-pressure-2787444; Leeshai Lemish, “Incidents & Evidence,” Who’s Afraid of Shen Yun (blog), 2023, http://leeshailemish.com/on-shen-yun/whos-afraid-of-shen-yun/.
[10] Zhang Leyao, “Chinese Consulate in Houston Tries to Block Shen Yun in Arkansas,” The Epoch Times, October 1, 2015, https://www.theepochtimes.com/article/chinese-consulate-in-houston-tries-to-block-shen-yun-in-arkansas-1518406.
[11] See above: “Incidents & Evidence,” Who’s Afraid of Shen Yun (blog).
[12] Ibid.
[13] Karina Suárez, “‘Shen Yun’: 80 bailarines, la sombra de una secta y el intento de un bloqueo diplomático en México,” [‘Shen Yun’: 80 dancers, the shadow of a sect and the attempted diplomatic blockade in Mexico], El Pais, May 21, 2022, https://elpais.com/mexico/2022-05-21/shen-yun-80-bailarines-la-sombra-de-una-secta-y-el-intento-de-un-bloqueo-diplomatico-en-mexico.html; Ellie Young and Jessica Ludwig, “Mexico,” in Cook, Datt, Young, Han, Beijing’s Global Media Influence, Freedom House, 2022, https://freedomhouse.org/country/mexico/beijings-global-media-influence/2022; Eva Fu, “Chinese Embassy Pressures Local Officials to Block Shen Yun Performances in Mexico,” The Epoch Times, May 14, 2022, https://www.theepochtimes.com/china/chinese-embassy-pressures-local-officials-to-block-shen-yun-performances-in-mexico-4451452.
[14] Mei Xuan, “XUAN: An empty seat, a broken heart,” The Washington Times, July 21, 2010, https://www.washingtontimes.com/news/2010/jul/21/an-empty-seat-a-broken-heart/; “Mother of Steven and Lydia Wang,” Falun Dafa Information Center, accessed January 3, 2024, https://id.faluninfo.net/mother-of-steven-wang/.
[15] Jinzhong City Education Network, 2010.
[16] “Sixty Falun Gong Practitioners Arrested for Distributing Shen Yun DVDs,” Minghui, May 11, 2014, https://en.minghui.org/html/articles/2014/5/11/700.html.
[17] David Ownby, Falun Gong and the Future of China (New York: Oxford University Press, 2008).
Falun Gong and the Future of China (New York: Oxford University Press, 2008).
[18] “Shen Yun ‘Reminds Me of Why I Chose to Study China,’ Professor Says,” The Epoch Times, March 15, 2018, https://www.theepochtimes.com/shenyun/shen-yun-reminds-me -of-why-i-chose-to-study-china-professor-says-2-2467005.
[19] “Agen Tiongkok Memanfaatkan Ketakutan terhadap Virus Corona untuk Menyerang Shen Yun yang Berbasis di AS,” Falun Dafa Information Center, 26 Februari 2020,
https://id.faluninfo.net/agen-tingkok-gunakan-ketakutan-virus-corona-untuk-menyerang-shen-yun/
[20] Blake Montgomery, “Coronavirus Is Spreading. So Are Bogus Fears of Shen Yun,” Daily Beast, February 26, 2020, https://www.thedailybeast.com/coronavirus-is-spreading-so-are-bogus-fears-of-shen-yun-dancers; KMTV Staff, “Coronavirus rumors surround Shen Yun performances,” KMTV, February 25, 2020, https://www.3newsnow.com/news/local-news/coronavirus-rumors-surround-shen-yun-performances.
[21] See blog entries for February 26-29: Leeshai Lemish, “Not Buying It,” On Tour Daily Diary (blog), February 26, 2020, https://www.shenyunperformingarts.org/blog/view/article/e/q7ccljjAlcg/on-tour-daily-diary.html; Leeshai Lemish, “Going After Us With a Virus?,” On Tour Daily Diary (blog), February 27, 2020, https://www.shenyunperformingarts.org/blog/view/article/e/q7ccljjAlcg/on-tour-daily-diary.html; Leeshai Lemish, “CCP Girl Talk,” On Tour Daily Diary (blog), February 29, 2020, https://www.shenyunperformingarts.org/blog/view/article/e/q7ccljjAlcg/on-tour-daily-diary.html.
[22] York Pedia article from 2020 on file with the Falun Dafa Information Center. Regarding the CCP’s broader use of this tactic see: Sarah Cook, “China’s Increasingly Aggressive Tactics for Foreign Disinformation Campaigns,” The Diplomat, September 18, 2023, https://thediplomat.com/2023/09/chinas-increasingly-aggressive-tactics-for -foreign-disinformation-campaigns/.
[23] Larry Ong, “Paid Insert in Wall Street Journal Carries Chinese Propaganda,” The Epoch Times, https://www.theepochtimes.com/article/paid-insert-in-wall-street-journal-carries-chinese-propaganda-2211937; See above: “Incidents & Evidence,” Who’s Afraid of Shen Yun.
[24] “Conflicts between Falun Gong teachings and western moral & ethic principles,” Consulate-General of the People’s Republic of China in Chicago, November 2, 2009, http://chicago.china-consulate.gov.cn/eng/zt/z83/200911/t20091102_5425506.htm.“Conflicts between Falun Gong teachings and western moral & ethic principles,” Consulate
-General of the People’s Republic of China in Chicago, November 2, 2009, http://chicago.china-consulate.gov.cn/eng/zt/z83/200911/t20091102_5425506.htm.
[25] “Conocer a ‘Falun Gong’, Secta Destructiva detrás de ‘Shen Yun’ [Meet ‘Falun Gong’, Destructive Sect Behind “Shen Yun”],” Embajada de la Republica Popular China en los Estados Unidos Mexicanos, May 12, 2023, http://mx.china-embassy.gov.cn/esp/sgjs/202205/t20220512_10684748.htm; “澳媒:神韵晚会夹杂着过多的政治色彩[Australian media: Shen Yun performance is too political],” August 24, 2017, Wugong County People’s Government Office, http://www.wugong.gov.cn/xw/ztzl/2019nztlszt/fxjjpachx/dtjl/201708/t20170824_735425.html; “’神韵晚会’真相[The Truth About ‘Shen Yun’],” Consulat Général de la République Populaire de Chine à Marseille, February 21, 2023, https://web.archive.org/web/20231230181629/http://marseille.china-consulate.gov.cn/zlgzxhd/202302/t20230221_11028757.htm.
[26] See above: “Incidents & Evidence,” Who’s Afraid of Shen Yun.
[27] Nate Schenkkan and Isabel Linzer, “China: Transnational Repression Origin Country Case study,” Out of Sight, Not Out of Reach: The Global Scale and Scope of Transnational Repression, Freedom House, February 2, 2021, https://freedomhouse.org/report/transnational-repression/china.
[28] (河南)省委防范和处理邪教问题领导小组 2017年工作要点2017-03-31 (简称“豫”)Key Points in the 2017 Work of Leading Group for Prevention and Handling of Xie Jiao-related Issues of CCP (Henan) Provincial Committee, March 31, 2017, posted via Association for the Defense of Human Rights and Religious Freedom, https://www.adhrrf.org/wp-content/uploads/2017/12/henan-20170405.pdf.
[29] Office of Public Affairs, “Illegal Agents of the PRC Government Charged for PRC-Directed Bribery Scheme,” United States Department of Justice, May 26, 2023, https://www.justice.gov/opa/pr/illegal-agents-prc-government-charged-prc-directed-bribery-scheme; “US Government Charges CCP Agents for Bribery Scheme Targeting Falun Gong,” Falun Dafa Information Center, May 27, 2023, https://id.faluninfo.net/us-government-charges-ccp-agents-for-bribery-scheme-targeting-falun-gong/.
[30] Multiple incidents are listed in reports on South Korea and Japan. U.S. Department of State, “2020 Report on International Religious Freedom: South Korea,” May 12, 2021, https://www.state.gov/reports/2020-report-on-international-religious-freedom/south-korea/; U.S. Department of State, “2020 Report on International Religious Freedom: Japan,” May 12, 2021, https://www.state.gov/reports/2020-report-on-international-religious-freedom/japan/; U.S. Department of State, “2020 Report on International Religious Freedom: Moldova,” May 12, 2021, https://www.state.gov/reports/2020-report-on-international-religious-freedom/moldova/; U.S. Department of State, “2019 Report on International Religious Freedom: Japan,” June 10, 2020, https://www.state.gov/reports/2019-report-on-international-religious-freedom/; U.S. Department of State, “2019 Report on International Religious Freedom: South Korea,” June 10, 2020, https://www.state.gov/reports/2019-report-on-international-religious-freedom/south-korea/; U.S. Department of State, “2019 Report on International Religious Freedom: Peru,” June 10, https://www.state.gov/report/custom/0a052b5d7d/; U.S. Department of State, “2017 Report on International Religious Freedom: Vietnam,” 2018, https://www.state.gov/report/custom/a2bb14af74/#!; U.S. Department of State, “2016 Report on International Religious Freedom: South Korea,” 2017, https://www.state.gov/wp-content/uploads/2019/01/Korea-Republic-of-1.pdf.
[31] Leeshai Lemish, “Chinese Business Behind Greek Censorship?,” Who’s Afraid of Shen Yun (blog), May 26, 2010, http://leeshailemish.com/on-shen-yun/2010/05/27/chinese-business-motivation-behind-greek-censorship/; U.S. Department of State, “2020 Report on International Religious Freedom: Moldova,” May 12, 2021, https://www.state.gov/reports/2020-report-on-international-religious-freedom/moldova/; Leeshai Lemish, “Who locked us out of Moldova’s theater?,” Who’s Afraid of Shen Yun (blog), May 28, 2010, http://leeshailemish.com/on-shen-yun/2010/05/28/stopped-at-the-door-%e2%80%93-we-arrive-in-moldova-and-are-not-allowed-into-theater/; “Dance performance canceled in Ecuador under pressure from Chinese embassy,” IFEX, May 26, 2015, https://ifex.org/dance-performance-canceled-in-ecuador-under-pressure-from-chinese-embassy/; See more on the incident in Malaysia in “Incidents & Evidence,” Who’s Afraid of Shen Yun (blog).
[32] Larry Ong, “Chinese Embassy Letter Exposes Effort to Block Shen Yun in Thailand,” The Epoch Times, May 25, 2017, https://www.theepochtimes.com/article/chinese-embassy-letter-exposes-effort-to-block-shen-yun-in-thailand-2251455.
[33] U.S. Department of State, “2020 Report on International Religious Freedom: South Korea,” May 12, 2021, https://www.state.gov/reports/2020-report-on-international-religious-freedom/south-korea/; U.S. Department of State, “2016 Report on International Religious Freedom: South Korea,” 2017, https://www.state.gov/wp-content/uploads/2019/01/Korea-Republic-of-1.pdf.
[34] Sarah Cook, “The Long Arm of Chinese Censorship Reaches South Korea,” The Diplomat, May 9, 2016 https://web.archive.org/web/20160510101550/https://thediplomat.com/2016/05/the-long-arm-of-chinese-censorship-reaches-south-korea/.
[35] Leeshai Lemish, “Lots of Difficulties in South Difficulties in South Korea,” Who’s Afraid of Shen Yun (blog), June 12, 2023, http://leeshailemish.com/on-shen-yun/2023/06/12/lots-of-difficulties-in-south-korea/; Leeshai Lemish, “South Korea Update,” Who’s Afraid of Shen Yun (blog), June 12, 2023, http://leeshailemish.com/on-shen-yun/2023/12/20/south-korea-update/; Kim Gwang-ju, “’We hope that politicians and public officials in Busan will not attend Falun Gong events’ (Consulate General of China in Busan),” Chosun, accessed January 4, 2024, https://monthly.chosun.com/client/news/viw.asp?ctcd=C&nNewsNumb=202308100025.
[36] Leeshai Lemish, “Dominican: Chasing the President to the Airport?,” Who’s Afraid of Shen Yun? (blog), March 20, 2023, http://leeshailemish.com/on-shen-yun/2023/03/20/dominican-chasing-the-president-to-the-airport/.
[37] Examples include Congresswoman Michelle Steel (R-CA), David Stillwell, former Assistant Secretary for East Asia and the Pacific at the State Department, and Richard Swett, former Congressman (D-NH) and U.S. Ambassador to Denmark. Michelle Steel, “Defending Democracy: Urgent Call to Support Shen Yun in South Korea,” The Epoch Times, November 20, 2023, https://www.theepochtimes.com/opinion/defending-democracy-urgent-call-to-support-shen-yun-in-south-korea-5532852; “Former Asst. Secretary of State of East Asian and Pacific Bureau Applauds Shen Yun,” NTD, January 26, 2023, https://www.ntd.com/shenyun/former-asst-secretary-of-state-of-east-asian-and-pacific-bureau-applauds-shen-yun_896846.html; Weiyong Zhu, “Former Congressman, Ambassador Sees Shen Yun Multiple Times: ‘It’s Always Enjoyable’,” The Epoch Times, December 28, 2022, https://www.theepochtimes.com/shenyun/former-congressman-ambassador-sees-shen-yun-multiple-times-its-always-enjoyable-4950494.


