WeChat, Pengenalan Wajah di Negara Polisi Tiongkok Menargetkan Falun Gong
Partai Komunis Tiongkok (PKT) dikenal telah membangun sistem internet dan pengawasan massal yang paling kuat di dunia. Rezim Komunis tersebut menerapkan sistem ini untuk menekan kebebasan berekspresi dan beragama, termasuk untuk menargetkan para praktisi Falun Gong. Selama setahun terakhir, banyak kasus bermunculan di mana para praktisi Falun Gong diidentifikasi, ditahan, dan dituntut karena teknologi-teknologi tersebut.
Diskusi WeChat, Berbagi Informasi Berujung pada Penangkapan
Aplikasi pesan Tiongkok, WeChat, dimiliki oleh raksasa internet Tiongkok, Tencent, dan memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Tencent, seperti semua perusahaan besar di Tiongkok, harus mengikuti kebijakan sensor dan pengawasan Partai Komunis. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok-kelompok hak asasi manusia melaporkan banyak kasus warga negara Tiongkok ditahan dan divonis hukuman penjara yang lama setelah melalui pengadilan semu, hanya karena mereka mencoba berbagi informasi di WeChat, termasuk tentang Falun Gong. Sejak Januari 2020, dengan menggunakan jaringan sumbernya di Tiongkok, situs web Minghui.org mendokumentasikan beberapa kasus baru pengguna WeChat yang ditahan atau dituntut karena konten yang berkaitan dengan Falun Gong. Sebagai contoh:
Pengenalan Wajah Diterapkan untuk Memantau, Menahan Praktisi Falun Gong
Laporan Tahunan 2020 oleh Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS menyatakan, “Pemerintah Tiongkok menciptakan sebuah negara pengawasan berteknologi tinggi, menggunakan pengenalan wajah dan kecerdasan buatan untuk memantau minoritas agama.”
Memang benar, negara pengawasan berteknologi tinggi milik PKT mampu memantau warga negara Tiongkok di mana pun di negara tersebut, dengan menggunakan kombinasi dari beberapa proyek teknologi seperti Skynet dan Dazzling Snow. Banyak praktisi Falun Gong telah ditangkap melalui penggunaan teknologi dan sistem ini.
Daftar untuk buletin kami…
Skynet adalah sistem pengawasan perkotaan dan pengenalan wajah massal. Menurut beberapa perkiraan, Skynet bisa memiliki jaringan hingga 600 juta kamera yang terpasang di Tiongkok—kira-kira satu kamera untuk setiap dua orang di negara tersebut. Dazzling Snow adalah program pedesaan PKT yang setara dengan Skynet, yang menggunakan kamera untuk memantau warga di seluruh desa dan daerah pedalaman. Teknologi pengenalan wajah memungkinkan kamera-kamera tersebut mengidentifikasi warga dengan cepat. Praktisi Falun Gong yang datanya diketahui polisi telah lama menjadi target pengawasan terperinci, di mana data biometrik dan data lainnya dikumpulkan serta disimpan dalam basis data “individu kunci” selama lebih dari satu dekade, untuk memudahkan pencocokan silang dan identifikasi. Berikut adalah beberapa kasus dari beberapa tahun terakhir, di mana para praktisi Falun Gong terdeteksi dengan jelas di berbagai wilayah Tiongkok menggunakan sistem pengenalan wajah dan kemudian ditahan:










