Beijing Meluncurkan Kampanye Baru Melawan Falun Gong
Oleh by Vision Times Staff | 28-09-2020
Tiongkok telah meluncurkan kampanye 'Zero-Out' melawan para pengikut Falun Gong. (Foto: Wikimedia / GNU FDL)
By Vision Times Staff
Pemerintah komunis Tiongkok meluncurkan kampanye baru melawan para pengikut Falun Gong, dengan tujuan untuk menghancurkan keyakinan tersebut. Disebut “Zero-Out”, kampanye ini diluncurkan oleh Kantor 610 dan Komite Urusan Politik dan Hukum, dua entitas yang secara khusus ditugaskan untuk melakukan penganiayaan terhadap para pengikut Falun Gong.
Kampanye ‘Zero-Out’
Kampanye ‘Zero-Out‘ bertujuan untuk mengurangi jumlah praktisi Falun Gong hingga menjadi nol. Selama dua dekade terakhir, PKT telah memasukkan hampir setiap praktisi Falun Gong di Tiongkok ke dalam daftar hitam. Kembali pada tahun 2004 ketika pemerintah menerbitkan kartu identitas (KTP) kepada warga negara, Beijing telah menanamkan kode khusus dalam chip IC kartu milik para praktisi Falun Gong. Jadi, ketika orang-orang ini menggunakan KTP mereka untuk keperluan apa pun, misalnya membuat paspor, mereka akan langsung ditandai. Di beberapa daerah, polisi membawa perangkat yang dapat memberi peringatan jika KTP tersebut berada dalam jarak 30 meter. Bahkan jika seseorang telah melepaskan Falun Gong karena penganiayaan, nama mereka akan tetap berada di dalam daftar hitam tersebut.
Kampanye ‘Zero-Out’ ini akan memperbarui daftar hitam tersebut. “Polisi melecehkan para praktisi yang ada di daftar pemerintah, mengumpulkan informasi pribadi mereka, dan meminta mereka menandatangani pernyataan yang sudah disiapkan untuk melepaskan Falun Gong… jika para praktisi menandatangani pernyataan pelepasan tersebut, petugas akan menghapus nama mereka dari daftar hitam dan tidak akan melecehkan mereka lagi di masa mendatang… Banyak praktisi yang rumahnya digeledah, dan beberapa di antaranya disita ponselnya. Beberapa anggota keluarga mereka juga menjadi sasaran dan diperintahkan untuk membujuk orang yang mereka cintai agar melepaskan keyakinan mereka,” menurut situs web Minghui.
Pemerintah komunis Tiongkok memperhitungkan bahwa banyak praktisi Falun Gong yang terdaftar mungkin akan merasa tertarik dengan tawaran untuk diperlakukan seperti warga negara biasa, sehingga mereka bersedia melepaskan keyakinan mereka. Dalam sebuah insiden, polisi mengelabui seorang praktisi Falun Gong agar membuka pintu rumahnya dengan menyamar sebagai petugas sensus. Orang tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit, lalu berhasil melarikan diri, dan tampaknya kini bersembunyi dari pihak berwenang.
Praktisi lainnya, seorang wanita lansia, dilecehkan oleh petugas yang juga mencoba mengambil foto rumahnya. Mereka bahkan menelepon anak perempuannya untuk membujuk ibunya agar melepaskan latihan spiritual tersebut. Namun, anak perempuannya itu hanya berkomentar bahwa ibunya telah menghabiskan waktu delapan tahun di dalam penjara karena Falun Gong dan tidak akan bisa dibujuk untuk meninggalkan keyakinannya.
Hadiah uang tunai
Untuk mendorong masyarakat melaporkan para pengikut Falun Gong, Beijing telah mulai membagikan hadiah uang tunai bagi warga yang memberikan informasi tersebut kepada polisi setempat. Hadiah tersebut dapat mencapai hingga 100.000 yuan (US$14.300) tergantung seberapa berharganya korban tersebut. Bagi rata-rata orang Tiongkok, ini adalah jumlah uang yang sangat besar. Faktanya, PKT bertaruh bahwa hadiah ini akan memikat warga untuk memata-matai para pengikut Falun Gong, sehingga membuat hidup mereka sulit. Di beberapa wilayah, program hadiah uang tunai ini telah dipraktikkan selama sekitar tiga tahun.
Di Provinsi Hainan, polisi mengeluarkan pemberitahuan peringatan bahwa kegiatan seperti memproduksi atau membagikan selebaran, buku, CD, dan lain-lain yang mendukung Falun Gong dianggap ilegal. Di provinsi Anhui, pihak berwenang meminta masyarakat untuk melaporkan “ajaran sesat”. Mereka yang menemukan spanduk, selebaran, dan lain-lain, lalu melaporkannya kepada pihak berwenang akan menerima hadiah hingga 500 yuan (US$72). Orang-orang yang melaporkan pertemuan dan kegiatan para pengikut Falun Gong dapat memperoleh hingga 10.000 yuan (US$1.430).
RDi Provinsi Hainan, polisi mengeluarkan pemberitahuan peringatan bahwa kegiatan seperti memproduksi atau membagikan selebaran, buku, CD, dan lain-lain yang mendukung Falun Gong dianggap ilegal. Di provinsi Anhui, pihak berwenang meminta masyarakat untuk melaporkan “ajaran sesat”. Mereka yang menemukan spanduk, selebaran, dan lain-lain, lalu melaporkannya kepada pihak berwenang akan menerima hadiah hingga 500 yuan (US$72). Orang-orang yang melaporkan pertemuan dan kegiatan para pengikut Falun Gong dapat memperoleh hingga 10.000 yuan (US$1.430).:
Baca artikel aslinya di situs web Vision Times di sini:
https://visiontimes.com/2020/09/25/beijing-launches-new-campaign-against-falun-gong.html










