Guoliang Zhang

Pernah menjadi pilot untuk China Southern Airlines, Zhang kini menjabat sebagai kapten untuk penerbangan penumpang Continental Airlines di Amerika Serikat.

Pernah menjadi pilot untuk China Southern Airlines, Zhang kini menjabat sebagai kapten untuk penerbangan penumpang Continental Airlines di Amerika Serikat.

Zhang Guoliang tidak pernah membayangkan dia akan meninggalkan Tiongkok. Dia sangat berterima kasih kepada orang-orang yang dicintainya, menghargai budaya, dan setia kepada kampung halamannya di Provinsi Hubei. Tetapi rezim Tiongkok mengkhianati kesetiaan itu. Dia dipantau oleh polisi, tempat kerjanya, dan pemerintah 24/7 dan berulang kali dipenjara.

Setelah penganiayaan dimulai pada tahun 1999, China Southern memutasikan Zhang ke bagian laundry, memotong gajinya dua pertiga, dan memaksanya untuk menandatangani dokumen yang berjanji bahwa ia tidak akan pernah berlatih Falun Gong lagi. Namun seperti ribuan praktisi Falun Gong lainnya, Zhang melawan mesin propaganda yang dikendalikan oleh negara Tiongkok. Atas upayanya untuk “mengklarifikasi fakta” tentang keyakinannya, ia ditangkap beberapa kali.

Zhang dibawa ke Penjara Qiquankou pada Juli 2001. Sesaat setelah ia tiba, para penjaga memerintahkan narapidana untuk menggantungkan seember berisi air dengan tali nilon tipis di lehernya. Jika ada air yang tumpah, Zhang akan dipukuli. Setelah dua jam, ia dipaksa berdiri tegak dalam waktu yang lama. Keesokan paginya, ia dipaksa bekerja kasar. Ia hampir tidak bisa mengangkat kepalanya karena sakit leher. Karena ia menolak melepaskan Falun Gong, ia disiksa dengan cara yang sama pada malam berikutnya.

Setelah itu, Zhang tidak bisa mengangkat kepalanya selama sebulan penuh.


Dianiaya di Tempat Kerja

Meskipun Zhang merasakan manfaat Falun Gong bagi kesehatan jiwa dan raganya, perintah pemerintah untuk memberantas latihan tersebut pada 20 Juli 1999 mengubah segalanya. Izin terbang, lencana pilot, dan paspornya disita oleh maskapai. Sejak saat itu, bila ada pilot yang berlatih Falun Gong tidak akan diizinkan terbang oleh maskapai Tiongkok.

Enam Tahun Penyiksaan

Zhang bertahan selama enam tahun penyiksaan di bawah rezim Tiongkok, terutama penyiksaan psikologis. Pihak berwenang secara teratur mengadakan sesi cuci otak kepada tiga puluh atau empat puluh orang, di mana mereka dipaksa menonton propaganda negara selama berjam-jam yang mendiskreditkan  Falun Gong dan kemudian menulis esai yang mencela keyakinan spiritual mereka.

Apa konsekuensinya jika mereka menolak? Dilarang tidur, waterboarding (bentuk penyiksaan dengan menuangkan air ke atas kain yang menutupi wajah dan saluran pernafasan), dan kekerasan fisik.

Melarikan diri ke AS

Mustahil baginya untuk menjalani kehidupan normal dengan keyakinan spiritualnya yang utuh, sehingga ia memilih rute berbahaya untuk memperoleh kebebasan. Pada tahun 2013, ia tiba di AS dan kini tinggal di sana bersama istri dan anak-anaknya.

Dalam berita:

  • Minghui.org: Metode Penyiksaan: Menggantung Benda Berat di Leher
  • Vision Times: Ia Melarikan Diri dari Tiongkok Lebih dari Satu Dekade Lalu, namun Ingatan akan Penindasan Tetap Dekat

Share