Helen Chen

Surat dari Beberapa Senator Minnesota Membebaskan Tahanan Nurani Tiongkok Ini

Oleh  Teman-teman Falun Gong | 08-06-2017

Helen Chen

Helen Chen

Jika Anda pernah ragu apakah dukungan Anda dapat membantu para tahanan hati nurani di Tiongkok, wanita ini adalah bukti nyata bahwa Anda benar-benar bisa melakukannya,

Helen Chen (70) tak pernah menduga akan menetap di Northeast Minneapolis. Bahkan, pada satu waktu, ia sempat pasrah dan tak berharap bisa hidup melewati usia 50 tahun.

“Kondisi kesehatan saya sangat buruk. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari konsultasi dengan dokter, cendekiawan, ahli, profesor, hingga pengobatan tradisional, namun tak membuahkan hasil. Seseorang kemudian memperkenalkan qigong. Saya berlatih selama lebih dari satu dekade di berbagai aliran, bahkan mengikuti beberapa master qigong, tetapi tubuh saya tetap tidak sehat. Saya bisa ambruk di tempat tidur hanya karena mengerjakan pekerjaan rumah. Suami terpaksa mengambil alih semua tugas rumah tangga,” ujar Chen.

Setelah bertahun-tahun berupaya memulihkan kesehatan, ia akhirnya menyerah.

Pada tahun 1996, seorang pemuda mengejarnya di supermarket dan memperkenalkan latihan qigong baru yang dikenal sebagai Falun Dafa. “Saya sempat katakan telah berhenti berlatih qigong. Namun dia mendesak, ‘Coba saja. Jika Anda merasa itu baik, lanjutkan. Kalau tidak, tinggalkan. Tidak ada paksaan atau kewajiban,'” kenang Chen.

Keesokan harinya, ia memutuskan untuk mencoba latihan tersebut. “11 Maret adalah titik balik kehidupan saya. Itu adalah hari ketika nyawa saya terselamatkan. Saat itu, saya sudah menyiapkan surat wasiat dan benar-benar siap menghadapi kematian.”

Setelah rutin berlatih, kesehatan Helen pulih secara dramatis, dan ia menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan hidupnya. “Selama bertahun-tahun saya benar-benar mencari. Saya tidak akan pernah melepas latihan ini. Yang saya tahu ini adalah latihan yang sangat.. sangat baik. Sulit menjelaskannya dengan kata-kata. Saya bisa membantu suami mencuci pakaian, mengerjakan pekerjaan rumah, dan bisa berjalan dengan mudah. Saya merobek surat wasiat itu. Saya sangat bahagia.”

Dianiaya Karena Mempraktikan Falun Dafa

Pada tahun 1999, Falun Dafa telah menjadi latihan qigong paling populer di Tiongkok dengan jumlah praktisi mencapai 70–100 juta orang. Keputusan Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk memberantas latihan ini sangat mengejutkan praktisi seperti Nyonya Chen yang telah merasakan langsung transformasi kesehatan luar biasa.

Chen melakukan protes damai di Lapangan Tiananmen di Beijing

“Pada 22 Juli 1999, kami menonton berita malam di televisi. Siaran tersebut dipenuhi dengan propaganda anti-Falun Gong (Falun Dafa). Kami semua terdiam. Kami berpikir, ‘Presiden Jiang pasti mendapatkan laporan palsu! Ini adalah latihan yang sangat baik!’ Kami tidak dapat memahami tindakan pemerintah. Kami tidak bisa mencerna mengapa tiba-tiba terjadi penganiayaan. Informasi yang disiarkan TV sangat berbeda dari kenyataan. Tak satu pun dari kami praktisi memercayai propaganda tersebut.”

Awalnya, mereka tak tahu harus berbuat apa. Namun, secara bertahap, beberapa praktisi mulai membuat dan membagikan pamflet kepada masyarakat yang terperdaya oleh propaganda anti-Falun Gong. Nyonya Chen bahkan menulis surat kepada Jiang Zemin, menjelaskan bahwa Falun Gong adalah latihan yang baik dan mendesaknya untuk menghentikan penganiayaan.

Sikap teguh dalam hal mempertahankan latihan Falun Gong tersebut berujung pada vonis hukuman penjara ilegal bagi banyak praktisi.

“Selama puluhan tahun saya adalah warga sipil yang patuh, tidak pernah berurusan dengan pihak kepolisian atau Biro Keamanan Publik. Namun, hanya karena berupaya menjadi orang baik dengan berlatih qigong, saya dilecehkan tanpa kesudahan, diperlakukan tidak adil, diculik, divonis penjara, dicuci otak, dan dipaksa menjadi tunawisma oleh Biro Keamanan Publik dan Kantor 610,” kata Helen Chen. —Helen Chen

Chen menuturkan, “Saya diculik tujuh kali. Hampir setiap kali, saya ditipu dengan alasan urusan pemerintah, pertanyaan yang harus ditanggapi, atau tentang asuransi jaminan sosial. Namun, tak lama setelah saya keluar rumah, saya akan diculik.”

Chen menjalani masa tahanan tiga tahun di Penjara Wanita Wuhan. Di sana, ia dipaksa menjalani kerja paksa, penyiksaan, dan berbagai pencatatan medis.

“Pada musim panas, seluruh praktisi Falun Gong di penjara diwajibkan melakukan tes darah. Para dokter menyebut darah praktisi Falun Gong dalam kondisi baik. Saat itu kami tidak menyadari bahwa itu adalah tes darah untuk pemeriksaan organ tubuh. Saya baru mengetahuinya setelah keluar dari penjara dan melihat berbagai laporan. Saya sangat takut dan tidak dapat memercayai fakta itu.”

Penyelamatan ke Minnesota

Selama Helen dipenjara, putranya (yang telah menetap di AS) berupaya keras bersama para Senator Minnesota dan praktisi Falun Gong lokal untuk memfasilitasi pembebasannya dari Penjara Wanita Wuhan. Senator saat itu, termasuk Lawrence Pogemiller, Linda Berglin, Linda Higgins, Wes Skoglund, Jane Ranum, dan Mee Moua, bersama-sama menulis surat dukungan dan mengirimkannya kepada pihak administrasi penjara Tiongkok. Bahkan, mantan Senator AS Mark Dayton (saat ini Gubernur Dayton) turut menghubungi Menteri Luar Negeri AS saat itu, Colin Powell, untuk meminta dukungan.

Meskipun para legislator Minnesota tidak memiliki kekuatan hukum di Tiongkok, surat dukungan tersebut berhasil memberikan tekanan signifikan pada pihak penjara untuk membebaskannya — sebuah tindakan yang diyakini telah menyelamatkan nyawanya.

Setelah dibebaskan, Nyonya Chen melarikan diri ke Thailand, tempat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberinya status pengungsi. Ia kini telah berkumpul kembali dengan putra dan keluarganya di Minnesota.

Helen berharap masyarakat dapat terus melanjutkan dukungan agar lebih banyak praktisi Falun Gong dapat diselamatkan, sebagaimana yang ia alami.

“Saya mendesak Pemerintah, legislator, dan warga Minnesota untuk terus mengawasi dan mengecam praktik Panen Organ paksa terhadap praktisi Falun Gong dan para Tahanan Nurani lainnya. Mohon ulurkan bantuan kebaikan untuk menghentikan praktik Panen Organ ini,” tutupnya.

Share