Kota Changchun: 17 Praktisi Falun Gong dan Anggota Keluarga Mereka Ditangkap dalam Satu Hari
(Shutterstock)
Pada pagi hari tanggal 19 Februari 2023, polisi Kota Changchun menangkap 17 praktisi Falun Gong dan anggota keluarga mereka. Sebagian besar rumah praktisi digeledah, serta buku-buku Falun Gong dan materi informasi milik mereka disita. Polisi juga berjaga di beberapa rumah praktisi, menunggu untuk menangkap lebih banyak praktisi lainnya jika mereka datang berkunjung.
Menurut seorang informan, operasi kepolisian tersebut diperintahkan oleh Komite Urusan Politik dan Hukum Changchun, Kantor 610, serta Kantor Keamanan Domestik Distrik Erdao. Sebagian besar praktisi telah dipantau selama berbulan-bulan sebelum penangkapan dilakukan.
Lu Jinhua, seorang pria praktisi Falun Gong, mendapati kamera pengawas dipasang oleh polisi di luar rumahnya untuk memantau aktivitas sehari-harinya dan mengidentifikasi praktisi lain yang menjalin kontak dengannya.
Praktisi pria bernama Wang Qixue ditangkap saat sedang mengunjungi Liu Xiaohua. Ketika putra Wang mendatangi rumah Liu untuk mencari ayahnya, ia juga turut ditangkap meskipun ia tidak berlatih keyakinan spiritual tersebut. Meski sang putra kemudian dibebaskan, ayahnya ditahan selama sepuluh hari di Rumah Tahanan Weizigou.
Rumah seorang praktisi wanita bernama Zhang Chunjie dibobol oleh empat petugas polisi. Mereka menyita berbagai materi terkait Falun Gong, termasuk lebih dari 40 buku, foto pendiri Falun Gong, materi informasi, dan sebuah pemutar media. Zhang dan suaminya ditangkap di rumah mereka. Saat ini, hanya suami Zhang yang telah dibebaskan.
Praktisi wanita bernama Zhang Chunli ditangkap dan dijatuhi hukuman sepuluh hari tahanan setelah rumahnya digeledah oleh tujuh petugas polisi.
Praktisi wanita bernama Wang Min ditangkap di tempat kerja dan ponselnya disita.
Orang-orang lain yang ditangkap pada hari yang sama termasuk seorang wanita bernama Tang Xiaoyan, ibunya, dan saudara perempuannya Tang Xiaohong (bukan praktisi), Zhao Guizhi, saudara perempuan Lu Jinhua, Liu, Zhang, Lian, serta seorang praktisi pria yang namanya tidak diketahui.
Penangkapan Sebelumnya di Changchun
Sebelum aksi pembersihan oleh polisi baru-baru ini, polisi Changchun telah menangkap delapan praktisi sejak Desember tahun lalu.
He Yan, Zhang Wengui, dan Liu ditangkap saat mengunjungi Ma Guiqing pada 5 Desember 2022. Mereka dibebaskan tak lama kemudian dan dikenakan tahanan rumah.
He kemudian ditangkap kembali pada 13 Februari 2023 dan dijatuhi tahanan kriminal. Ia kemudian dibebaskan karena kondisi kesehatan. Namun, ia kini menghadapi tuntutan hukum karena polisi telah menyerahkan berkas kasusnya ke kejaksaan.
Wang Min, seorang pria pensiunan profesor perguruan tinggi berusia 70 tahun, juga berada di rumah Ma saat penangkapan terjadi pada 5 Desember. Namun, ia baru ditangkap beberapa hari kemudian dan dibebaskan pada hari yang sama. Pada 13 Februari 2023, di hari yang sama dengan penangkapan He, Wang dijemput dari rumahnya dan ditahan di fasilitas penahanan di Distrik Jiutai. Ponsel dan beberapa buku Falun Gong miliknya disita.
Terdapat juga sejumlah penangkapan pada 17 Februari, termasuk seorang wanita lansia Wang Lihua, Fu Lanfen, dan seorang praktisi lainnya (nama tidak diketahui).
Fu dan praktisi yang tidak disebutkan namanya ditangkap saat sedang menyebarkan kesadaran mengenai Falun Gong di depan umum. Buku-buku Falun Gong milik Fu dan foto pendiri Falun Gong disita. Para praktisi tersebut kini ditahan di Pusat Penahanan Distrik Jiutai.
Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang telah mengalami penganiayaan oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.
Berdasarkan artikel asli dari Minghui.










