Sumber Internal Tiongkok Menyebut Menteri Keamanan Negara Sebagai Penggerak Disinformasi Anti-Falun Gong
Menteri Keamanan Negara Tiongkok, Chen Yixin (Wikimedia/Radio Free Asia)
Informasi terbaru dari orang dalam aparat keamanan Tiongkok mengungkapkan bahwa Kepala Kementerian Keamanan Negara, Chen Yixin, adalah orang yang mengatur kampanye fitnah global terkini terhadap Falun Gong dan Shen Yun. Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa agen-agen PKT sangat lihai dalam menyebarkan berita bohong ke media-media luar negeri untuk merusak nama baik Falun Gong.
“Serangan PKT terhadap Falun Gong adalah rencana yang rapi dan menyeluruh. Saya yakin Anda bisa melihatnya dengan jelas. Di setiap langkahnya, ada pihak keamanan publik dan keamanan nasional nyang mengatur rencana jahat ini,” kata sumber tersebut. “Operasi seperti inilah—melalui agen rahasia dan propaganda luar negeri yang besar—yang bisa mengacaukan situasi. Dengan aliran materi fitnah yang terus-menerus dari Keamanan Negara, ini menjadi ancaman besar bagi kalian.”
Selama setahun terakhir, terutama di Amerika Serikat, Pusat Informasi Falun Dafa mencatat adanya peningkatan dalam skala, kecanggihan, dan kekerasan dari kampanye fitnah dan berita bohong yang menyasar Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts—kelompok tarian klasik Tiongkok yang banyak penarinya adalah praktisi Falun Gong. Pada awal Agustus, pusat informasi tersebut menerbitkan laporan khusus berjudul “Menjadikan Media Sosial Sebagai Senjata“. Laporan itu membagikan rincian dari beberapa sumber internal Partai Komunis Tiongkok (PKT) tentang bagaimana kejadian-kejadian tersebut merupakan bagian dari kampanye besar untuk “melenyapkan” Falun Gong di seluruh dunia. Salah satunya dengan cara menghasut pemerintah dan opini publik Amerika agar memusuhi komunitas yang sedang dianiaya ini.
Bocoran informasi dari aparat keamanan partai saat itu menyebutkan bahwa Beijing memberikan dukungan kepada para YouTuber untuk menyebarkan informasi menyesatkan tentang Falun Gong dan Shen Yun. Taktik lainnya termasuk mencoba memasukkan artikel ke media besar Amerika Serikat atau memanipulasi hasil pencarian di internet. Sejak Agustus, makin bertambah kejadian yang membuktikan pola ini terjadi—termasuk disinformasi terus-menerus oleh para YouTuber tersebut, artikel menyesatkan di New York Times, serta berbagai ancaman bom palsu atau ajakan kekerasan yang menyasar para penari Shen Yun dan praktisi Falun Gong lainnya.
Bulan ini, Pusat Informasi Falun Dafa menerima informasi baru dari sumber internal PKT yang mengungkap lebih jauh asal-usul kampanye global terhadap Falun Gong yang kini digalakkan kembali. Kami menerbitkan cuplikan pesan yang diterima di sini. Demi keamanan, nama sumber tersebut dirahasiakan. Namun, pusat informasi menganggap orang ini tepercaya karena informasinya sesuai dengan data internal lainnya dan kejadian nyata di lapangan.
Kepala Intelijen Tiongkok Terus Gerakkan Kampanye Penindasan
Menurut sumber itu, ambisi pribadi Kepala Keamanan Negara, Chen Yixin, adalah faktor utama di balik semua ini.
“Anda pasti tahu latar belakangnya—dia orang yang sangat ambisius dan haus kekuasaan. Tapi, karena Kementerian Keamanan Negara itu sangat tertutup dan dia dibatasi oleh Chen Wenqing serta Wang Xiaohong, dia sulit menanam pengaruh. Dia sudah mencoba berbagai cara di dalam negeri, tapi hasilnya gagal dan dia malah banyak dikritik.”
“Akhirnya, dia mengalihkan perhatiannya ke Falun Gong. Ini adalah masalah lama yang sulit diselesaikan dan selalu mengganggu Xi Jinping. Setiap kali Xi pergi ke luar negeri, ada aksi protes dari praktisi Falun Gong yang membuatnya sangat tidak senang. Meskipun penganiayaan di dalam negeri Tiongkok terus meningkat, mereka belum bisa berbuat banyak di luar negeri karena selama ini tidak ada pejabat yang berani mengambil tindakan.”
“Chen Yixin melihat ini sebagai peluang dan mulai menyusun rencana rahasia untuk menyerang kalian pada musim semi. Rencananya adalah menghancurkan keberadaan Falun Gong di luar negeri, membubarkan organisasinya, dan sepenuhnya membereskan ‘masalah Falun Gong’ pada akhir tahun ini. Dengan begitu, dia bisa memamerkan prestasinya kepada Xi Jinping untuk mendapatkan jabatan dan pujian. Jadi, semua kejadian belakangan ini bermula dari rencana tersebut.”
Penjelasan mengenai peran Chen dalam kampanye ini sesuai dengan berita di Wall Street Journal minggu lalu. Laporan itu membahas hubungan dekatnya dengan Xi Jinping dan bagaimana Chen mulai menggerakkan mesin mata-mata luar negeri Tiongkok. Tindakannya yang fokus pada penganiayaan terhadap Falun Gong demi naik jabatan di PKT juga terlihat jelas. Hal ini telah dilaporkan oleh organisasi hak asasi manusia seperti Minghui, yang mencatat bagaimana Chen memperparah penindasan tersebut.
Jaringan Agen dan “Pion” PKT
Sumber tersebut memberikan rincian lebih lanjut tentang bagian birokrasi rezim di balik kampanye ini. Ternyata ada kerja sama antara kementerian intelijen (MSS) dan kementerian kepolisian (MPS). Penelitian kami pada bulan Agustus berfokus pada MPS, namun karena kampanye ini bersifat internasional, kami menduga MSS juga terlibat. Menurut sumber terbaru ini:
“Informan agen rahasia di dalam organisasi seperti Falun Gong dan gerakan pro-demokrasi pada dasarnya dikelola oleh Biro Keempat [MPS]. Begitu orang-orang ini dikerahkan, ancamannya sangat besar. Anda telah melihat apa yang terjadi pada Falun Gong tahun ini, yang menyebabkan banyak masalah bagi kalian di bawah perencanaan ketat PKT.”
“Agen-agen ini tidak hanya akan melakukan sabotase sendiri, mereka juga akan menghasut banyak orang di sekitar mereka. Mereka memberikan banyak informasi kepada orang-orang tersebut agar mereka mau ikut maju dan menyerang Falun Gong. Hal ini sangat menyulitkan.”
Sumber tersebut menyebutkan nama seorang YouTuber yang tinggal di Amerika Serikat. Nama ini sudah muncul di dokumen sebelumnya dan dikenal sebagai penyebar klaim menyesatkan tentang Falun Gong dan Shen Yun. Pria ini sedang menghadapi tuntutan hukum karena kepemilikan senjata ilegal di Amerika Serikat dan pernah mengancam akan melakukan kekerasan terhadap Shen Yun. Menurut sumber terbaru ini, YouTuber tersebut adalah:
“…jelas bukan anggota PKT, tapi dia sepenuhnya dimanfaatkan oleh badan intelijen. Dia akan menyebarkan apa pun yang diberikan kepadanya, mungkin tanpa sadar kalau itu datang dari PKT. Para agen tidak akan menunjukkan siapa mereka, tapi orang ini sudah menjadi pion Tiongkok.”
“Informan yang membocorkan hal ini telah mengambil risiko besar demi memperingatkan para praktisi Falun Gong dan dunia luar,” kata Levi Browde, Direktur Eksekutif Pusat Informasi Falun Dafa. “Rincian ini menunjukkan betapa pintarnya rezim dalam memanipulasi orang-orang di luar Tiongkok. Para pemengaruh media sosial (influencer) bahkan jurnalis bisa saja tanpa sadar membantu agenda PKT dengan menyebarkan informasi dari agen intelijen. Kami berharap pengungkapan ini membuat masyarakat internasional lebih waspada dan tidak mudah percaya pada fitnah PKT terhadap komunitas yang sedang mengalami penganiayaan seperti Falun Gong.”










