Empat Warga Hubei Ditangkap Usai Suarakan Penganiayaan Falun Gong
Pada 31 Januari 2023, Empat praktisi Falun Gong di Kota Songbu, Kota Macheng, Provinsi Hubei, ditangkap otoritas setempat . Dua di antara mereka dilaporkan masih berada dalam tahanan hingga 25 Februari 2023.
Tao Xiai (wanita,69), Cao Guirong (wanita, 60+), Yan Qing’e (wanita) , dan Hao (pria), ditangkap di Desa Tiemen, wilayah administrasi Kota Songbu. Keempatnya dilaporkan ke pihak berwenang saat tengah berupaya menyebarkan informasi terkait penganiayaan terhadap Falun Gong, sebuah disiplin spiritual yang menjadi target penindasan rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.
Pihak kepolisian melakukan interogasi terhadap empat praktisi tersebut di Kantor Polisi Desa Tiemen. Seorang petugas dilaporkan melakukan penyiksaan terhadap Tao dengan cara memukul, memelintir lengan, serta menghantamkan tangannya ke meja hingga mengakibatkan bengkak dan memar. Petugas tersebut juga membenturkan kepala korban ke dinding yang menyebabkannya mengalami disorientasi. Selain itu, Tao dan praktisi lainnya dipaksa untuk membubuhkan sidik jari pada dokumen kasus tersebut selama proses pemeriksaan.
Pihak kepolisian melakukan penggeledahan di kediaman keempat praktisi tersebut dan menyita seluruh buku-buku Falun Gong milik mereka.
Yan dibebaskan pada hari penangkapan, namun setelah itu ia dilaporkan mengalami intimidasi dari pihak kepolisian sebanyak beberapa kali. Sementara itu, Tao, Cao, dan Hao dipindahkan ke Rumah Tahanan Kota Macheng.
Pada 17 Februari 2023, Tao dibebaskan setelah menjalani penahanan selama 15 hari di rumah tahanan. Sementara itu, Hao masih berada dalam tahanan di Rumah Tahanan Kota Macheng, dan Cao telah dipindahkan ke Rumah Tahanan Kota Huanggang.
Disusun berdasarkan artikel asli dari Minghui.










