‘Kembali ke Tiongkok, Aku Akan Memenjarakanmu Juga’: Hakim Mengancam Warga New York

Oleh  The Epoch Times | 26-07-2021

Dikutip dari TheEpochTimes.com

“Saat sedang menjelajahi internet, seorang warga New York menemukan sesuatu yang mengejutkan: Suaminya di Tiongkok akan diadili dalam beberapa hari mendatang hanya karena menolak untuk meninggalkan keyakinannya.”

Wang Jing dan suaminya, Ren Haifei, di Dalian, Tiongkok, pada April 2012.. 

Ren Haifei, 45 tahun, adalah seorang praktisi Falun Gong di kota pelabuhan Dalian, timur laut Tiongkok. Praktik spiritual ini telah ditindas secara brutal oleh rezim komunis selama lebih dari dua dekade. Jutaan pengikutnya telah ditahan atau dipenjara.

Ren dijadwalkan akan menjalani persidangan pada tanggal 29 Juli.

Istrinya, Wang Jing, tahu apa artinya ini: pengadilan sandiwara yang hampir pasti akan berujung pada hukuman berat. Perlakuan yang sama diberikan kepada sebagian besar praktisi Falun Gong oleh rezim komunis, katanya.

“Saya ingin menyelamatkannya sekarang,” kata Wang, mantan perawat yang sekarang tinggal di negara bagian New York, kepada The Epoch Times.

Wang ingin menyelamatkan suaminya dari hukuman penjara yang panjang lagi. Ren sebelumnya menghabiskan 7 1/2 tahun di penjara, di mana ia menderita berbagai bentuk penyiksaan.

Ren seharusnya tidak pernah berada dalam posisi itu lagi. Ia seharusnya melarikan diri dari negara itu bersama Wang pada tahun 2018, setelah menanggung penganiayaan dan pelecehan Beijing selama beberapa dekade. Tetapi ketika keduanya hendak pergi, orang tua Ren yang sudah lanjut usia jatuh sakit. Ia memilih untuk tinggal di Tiongkok untuk merawat mereka.

Karena takut diawasi oleh pihak berwenang Tiongkok, pasangan itu membatasi komunikasi mereka hanya pada beberapa panggilan jarak jauh singkat selama tiga tahun terakhir. Wang hanya dapat mengetahui tentang persidangan Ren dari menjelajahi Minghui.org, sebuah situs web berbasis di AS yang mendokumentasikan penganiayaan terhadap Falun Gong.

Setelah beberapa kali menghubungi pihak berwenang Tiongkok sendiri, Wang akhirnya berhasil menghubungi Hakim Jin Hua, yang menangani kasus Ren di Pengadilan Ganjingzi Dalian.

Wang memberi tahu Jin tentang kondisi kesehatan suaminya yang buruk dan meminta hakim untuk segera membebaskannya. Dia juga menyebutkan pernyataan dari Maloney.

“Lakukan apa pun yang kau mau,” kata Jin kepada Wang. “Kembali ke Tiongkok, aku akan memenjarakanmu juga.”

Hakim itu menutup telepon, dan Wang tidak bisa menghubunginya lagi.

Penangkapan Tanpa Surat Perintah

Setahun yang lalu, polisi menerobos masuk ke apartemen Ren, menyita tabungan dan barang-barang pribadinya, dan menangkapnya tanpa surat perintah.

Saat ditahan, Ren dilarikan ke ruang gawat darurat setelah dipukuli secara brutal oleh polisi yang menyebabkan gagal jantung dan ginjal. Ia dirawat di rumah sakit selama 19 hari.

Kemudian, saat kesehatannya masih sangat buruk, Ren dipenjara di sebuah pusat penahanan, di mana para penjaga terus memberinya obat-obatan yang tidak diketahui jenisnya. Ia tidak diizinkan untuk mengungkapkan kejadian tersebut kepada pengacara hingga beberapa bulan kemudian. Pengacara Ren kemudian menceritakan detail ini kepada Wang. Sejak saat itu, Ren ditahan oleh pihak berwenang tanpa dakwaan, kata Wang.

Kehidupan yang Berubah Drastis

Pada akhir tahun 90-an, Wang dan Ren adalah anak muda berusia 20-an yang sesekali bertemu saat sesi meditasi kelompok pagi di sebuah taman lokal di Dalian.

“Ren adalah orang yang hangat, penyayang, dan lembut,” kata Wang tentang kesan pertamanya. “Dia selalu bersemangat membantu orang-orang di sekitarnya.”

Ren ditangkap pada tahun 2001 saat berada di rumah membuat selebaran yang bertujuan untuk melawan propaganda kebencian rezim terhadap praktik tersebut dan para pengikutnya. Ia akhirnya dipenjara selama 7 1/2 tahun.

Wang dan Ren menghidupkan kembali persahabatan mereka setelah Ren dibebaskan dari penjara pada tahun 2008.

Awalnya, Wang sama sekali tidak mengenali Ren. Pria muda yang ceria yang diingatnya telah hilang. Ren sering menangis saat menceritakan pembunuhan brutal terhadap para praktisi di sekitarnya di penjara, kata Wang.

Setelah beberapa tahun, keduanya menikah dan hidup bersama hingga tahun 2018.

Seperti yang lainnya, Ren disiksa dengan kejam. Ia dikurung sendirian di ruangan berukuran tiga kali tiga kaki selama berhari-hari, mengenakan belenggu dan borgol. Ia kesulitan menemukan kata-kata yang dapat menggambarkan apa yang dialaminya, bahkan kepada istrinya, kata Wang.

“Suami saya tetap setia pada keyakinannya dan berusaha sebaik mungkin untuk menghadapi hidup dengan positif,” katanya. “Tetapi bayangan gelap tertanam jauh di dalam hatinya.”

Dengan beberapa hari tersisa sebelum persidangan Ren, Wang berharap akan ada keajaiban.

“Di Tiongkok, ada sekelompok orang baik yang hanya ingin mempertahankan keyakinan mereka. Tetapi mereka membayar harganya dengan darah dan air mata,” katanya.

“PKT menghancurkan kehidupan mereka dan kehidupan keluarga mereka. Saya berharap orang-orang baik dari komunitas internasional akan mengulurkan tangan membantu dan berpihak pada keadilan.”

Artikel Asli:

https://www.theepochtimes.com/come-back-to-china-ill-put-you-in-jail-too-chinese-judge-threatens-ny-resident-appealing-her-husbands-detention_3919361.html

Share