Polisi Taiwan Lacak Ancaman Bom Palsu Terhadap Shen Yun ke Institut Huawei di Tiongkok
Tangkapan layar halaman utama situs web Biro Investigasi Kriminal (CIB) Taiwan, diambil pada 9 April 2025. (Faluninfo)
Pada 5 April, surat kabar Taiwan Liberty Times mengabarkan bahwa Biro Investigasi Kriminal (CIB) kepolisian Taiwan sedang menyelidiki rentetan ancaman bom. Ancaman ini ditujukan pada pertunjukan Shen Yun di Taiwan, yaitu kelompok tari Tiongkok klasik dari Amerika Serikat yang didirikan oleh para praktisi Falun Gong. Hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa pesan-pesan ancaman tersebut berasal dari kota Xi’an, Provinsi Shaanxi, Tiongkok, tepatnya dari “Institut Penelitian Huawei“. Temuan ini menghubungkan aksi teror tersebut dengan perusahaan teknologi raksasa Tiongkok yang dikenal punya hubungan sangat dekat dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT).
Menurut laporan surat kabar tersebut:
“Walaupun pelaku menggunakan VPN luar negeri untuk menutupi lokasi mereka—sehingga alamat IP-nya terlihat seolah-olah dari berbagai negara—unit kejahatan siber kepolisian Taiwan berhasil mengumpulkan data dan melacak sumber aslinya kembali ke Xi’an, Tiongkok. Petunjuk yang paling penting mengarah pada Institut Penelitian Huawei di daerah tersebut. Tim penyelidik menyimpulkan bahwa ada kemungkinan tersangka yang berhubungan dengan Huawei terlibat dalam aksi pengancaman ini.”
Sejak Maret 2024, pertunjukan Shen Yun, kantor pusatnya, serta praktisi Falun Gong lainnya telah mendapat lebih dari 80 ancaman kekerasan dari orang tak dikenal. Ancaman tersebut berisi gambaran kejam tentang pengeboman, penembakan, hingga kekerasan seksual. Pada bulan Maret saja, 80% dari 35 ancaman yang tercatat memang sengaja menyerang Shen Yun Performing Arts dan gedung-gedung pertunjukannya. Pesan ancaman ini biasanya dikirim lewat email atau formulir kontak di situs web. Sampai sekarang, untungnya tidak ada tindak kekerasan yang benar-benar terjadi. Meski begitu, ancaman ini sengaja dilakukan untuk menakut-nakuti orang, membuat calon penonton batal datang, serta memaksa pihak penyelenggara mengeluarkan biaya keamanan yang lebih mahal.

Saat Shen Yun sedang mengadakan tur di Taiwan, muncul gelombang ancaman baru setidaknya sebanyak 13 kali, termasuk yang menyerang para pejabat setempat. Hal ini memicu aparat penegak hukum Taiwan untuk segera melakukan penyelidikan. Hasil temuan mereka menjadi bukti nyata pertama bahwa ancaman-ancaman palsu yang menargetkan Shen Yun kemungkinan besar berasal dari Tiongkok, tepatnya dari entitas seperti Huawei yang punya hubungan sangat erat dengan PKT. Atas permintaan Falun Dafa Information Center, seorang sumber di Taiwan telah menghubungi pihak kepolisian, yang kemudian membenarkan kebenaran berita tersebut.
“Penyelidikan ini sangat penting karena membuktikan bahwa rentetan ancaman kekerasan tanpa nama yang menyerang Shen Yun dan Falun Gong memang berasal dari Tiongkok, bahkan mungkin melibatkan karyawan Huawei,” ujar Levi Browde. “Kami mendesak pemerintah Amerika Serikat dan Taiwan untuk terus mengusut kasus ini dan menyeret mereka yang bertanggung jawab atas intimidasi serta penindasan transnasional ini ke pengadilan. Tindakan ini sangat berbahaya, melanggar hukum, dan bertujuan untuk membungkam ekspresi seni yang tidak ingin diperlihatkan oleh PKT kepada dunia. Hal ini harus segera dihentikan.”
Menurut laporan berita lokal di Taiwan, ancaman terhadap Shen Yun bukanlah satu-satunya kasus yang terlacak sampai ke kota Xi’an. Beberapa kejadian terbaru lainnya, seperti ancaman pembunuhan dan ancaman bom yang menargetkan pemutaran film serta pejabat Taiwan, kabarnya juga terlacak berasal dari kota yang sama.









