Salon Populer Ditutup Setelah Pemiliknya Dijatuhi Hukuman karena Keyakinan
Salon rambut milik Yao di Jalan Kuntian dulunya ramai dan berkembang pesat. Tokonya menjadi favorit warga sekitar karena keahliannya yang luar biasa, sikapnya yang ramah, dan harga yang wajar, tetapi karena hukuman yang baru-baru ini dijatuhkan terkait keyakinannya, tokonya ditutup.
Sebelum Mei tahun ini, jika Anda berjalan di sepanjang Jalan Kuntian di Kecamatan Lingzi, Anda mungkin akan mendengar tawa riang. Mengikuti suara itu, Anda akan sampai ke salon rambut nyaman milik Yao Guihua, yang selalu ramai dikunjungi.
Yao Guihua
Salon tersebut menjadi favorit warga sekitar karena keahlian Yao yang luar biasa, kepribadiannya yang ramah, dan harga yang wajar. Wanita berusia 55 tahun itu memperlakukan pelanggannya seperti keluarga dan melayani orang tua dan penyandang disabilitas dengan hampir tanpa biaya.
Setelah 4 Mei 2021, salon tersebut menjadi sepi dan akhirnya terpaksa tutup. Karena menyebarkan materi informasi tentang Falun Gong, Yao ditangkap dan pada 23 September, ia dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.
Ini bukan pertama kalinya Yao dianiaya karena keyakinannya. Dari sikapnya yang hangat, sedikit orang yang tahu bahwa Yao pernah disiksa hingga hampir mati saat dipenjara karena keyakinannya dari tahun 2006-2010. Ia juga dipukuli dengan kejam pada Oktober 2000, saat masih menyusui putranya yang baru berusia beberapa bulan.
Berikut adalah kisahnya.
Awal Penindasan: Dipukuli dengan Kejam Selama Masa Menyusui
Yao mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1998. Tak lama setelah memulai latihan, penyakit kronis yang selama ini mengganggunya menghilang. Penyakit tersebut termasuk radang sendi, sakit kepala, masalah perut, dan endometritis. Selain itu, Yao memperbaiki temperamennya dan menjadi kurang terikat pada keuntungan. Dengan berpegang teguh pada prinsip Kebenaran, Kasih Sayang, dan Toleransi, ia menjadi pribadi yang tulus dan murah hati.
Setelah penganiayaan terhadap Falun Gong dimulai, Yao dipukuli dengan brutal dan dianiaya hingga hampir mati karena tetap teguh pada keyakinannya.
Wang Lijun adalah sekretaris Komite Urusan Politik dan Hukum Kecamatan Lingzi. Pada tanggal 9 Oktober 2000, ketika Yao masih menyusui bayinya, Wang memerintahkan penangkapannya. Selama dalam tahanan, ia tidak diizinkan menggunakan toilet dan tidak diberi tidur. Ia dipukuli dengan kejam oleh beberapa polisi di malam hari. Ia dianiaya selama lima hari, dan baru dibebaskan setelah uang tebusan sebesar 9.000 yuan diambil dari keluarganya.
Wang memerintahkan penangkapan Yao lagi pada Maret 2001. Ia ditahan selama lima hari di Kamp Kerja Paksa Qiugu.
Yao kemudian dibawa ke Pusat Pencucian Otak Zhangdian pada 3 September 2001. Ia ditahan selama dua hari lagi.
Disiksa Hingga Cacat Setelah Empat Tahun Dipenjara
Yao dibawa ke Penjara Wanita Provinsi Shandong pada 20 April 2007. Ia ditahan oleh tim pelatihan yang khusus menganiaya praktisi Falun Gong. Meskipun suasana tegang akibat sesi cuci otak, Yao tetap teguh pada keyakinannya. Sebagai balasan, para penjaga Xue Yanqin, Sun Xiaoli, dan Xu Yumei menghasut 20 narapidana untuk memukulinya.
Para narapidana membalikkan bangku persegi sehingga kakinya menghadap ke atas, lalu menekan Yao ke kaki bangku dan memukulinya dengan keras. Seorang narapidana juga menjambak rambutnya dan seorang lagi menginjak kakinya. Rambut Yao ditarik begitu keras hingga bagian depan rambutnya tercabut. Ia disiksa dengan cara ini selama beberapa hari, hingga hampir meninggal. Kemudian ia dimasukkan ke dalam sel isolasi.
Untuk memprotes perlakuan brutal tersebut, Yao melakukan mogok makan. Para penjaga memerintahkan narapidana untuk memaksanya makan dan menyuntiknya dengan obat-obatan yang tidak diketahui jenisnya.
Setelah bertahun-tahun disiksa, Yao menderita skoliosis dan lesi degeneratif lumbal. Kedua sisi pinggangnya menjadi tidak simetris, dengan sisi kiri menonjol keluar dan sisi kanan cekung. Tubuhnya mengalami deformasi pada saat ia dibebaskan pada tanggal 3 September 2010.
Penangkapan, Persidangan, dan Hukuman Terbaru
Yao dan Zhou Lizhi dilaporkan kepada pihak berwenang pada 14 Mei 2021 saat mendistribusikan materi tentang penganiayaan Falun Gong. Mereka dicegat oleh polisi dari Kantor Polisi Kota Shangjia, Distrik Zibo Wenchanghu, dan ditangkap.
Rumah kedua wanita itu juga digeledah pada hari yang sama. Materi terkait Falun Gong dan beberapa barang pribadi disita dari rumah mereka.
Setelah penangkapan, kedua wanita itu diinterogasi tiga kali di kantor polisi sebelum dibebaskan dengan jaminan keesokan harinya karena pandemi.
Pada 12 Mei 2021, polisi kembali menangkap kedua wanita itu. Mereka dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan, diinterogasi, dan dibebaskan pada hari yang sama.
Namun, dua hari kemudian, polisi menangkap Yao di rumahnya. Dia telah ditahan di Pusat Penahanan Kota Zibo sejak saat itu.
Penangkapan Yao disetujui pada awal Juni dan Kantor Polisi Shangjia mengajukan kasusnya ke Kejaksaan Distrik Zichuan pada akhir Juni. Pada bulan Agustus, Kejaksaan Distrik Zichuan mendakwanya dan memindahkan kasusnya ke Pengadilan Distrik Zichuan.
Pengadilan Distrik Zichuan mengadili Yao melalui sidang video jarak jauh pada tanggal 1 September 2021. Hakim Zhao Chenggang, jaksa Bai Liang, pengacara Yao, dan tiga anggota keluarganya hadir di ruang sidang. Keamanan diperketat dengan personel keamanan tambahan yang ditempatkan di luar gedung pengadilan.
Pengacara pembela Yao mengajukan pembelaan tidak bersalah untuknya dan memberikan pembelaan yang kuat terhadap tuduhan tersebut.
Bai Liang menanyai Yao, “Anda harus berlatih Falun Gong di rumah dan tidak boleh keluar untuk menyebarkan informasi. Karena menjunjung tinggi keyakinan Anda pada Kebenaran, Kasih Sayang, dan Toleransi, Anda dijatuhi hukuman empat tahun penjara [pada tahun 2006]. Sekarang Anda telah dikurung di pusat penahanan begitu lama. Apakah itu sepadan?”
Pengacaranya menjawab, “Yao teguh pada keyakinannya. Setelah dijatuhi hukuman empat tahun penjara, dia ditahan lagi. Ini bukan salahnya. Penjara tidak dapat mengubah keyakinan seseorang.” Hakim dan jaksa penuntut tetap diam.
Pengacara melanjutkan, dengan menyatakan bahwa penyebaran materi Falun Gong tidak membahayakan orang lain atau harta benda mereka. Masyarakat dan kepentingan publik juga tidak terancam oleh penyebaran tersebut. Singkatnya, kliennya tidak melanggar hukum apa pun. Ia menuntut pembebasan Yao.
Ketika Yao bersaksi, jaksa penuntut Bai Liang dan hakim Zhao Chenggang tidak kooperatif. Mereka membentaknya ketika ia mengulangi bahwa praktik Falun Gong bukanlah kejahatan dan menuntut pembebasan.
Tiga minggu kemudian, pada tanggal 23 September 2021, Yao dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dengan denda 5.000 yuan.
Berdasarkan laporan asli dari Minghui.org:










