Wanita Ditahan karena Keyakinannya, Keluarga Mencari Keadilan
Liu Jinping (foto tanpa tanggal)
Liu Jinping ditangkap di rumahnya pada 14 Mei 2021 saat mempelajari ajaran Falun Gong bersama praktisi lainnya. Wanita berusia 40 tahun itu kemudian dipukuli dan diinterogasi oleh polisi, sebelum dibawa ke Pusat Penahanan Kota Jiamusi.
Keluarga Liu berulang kali meminta Kantor Polisi Jiaoqu untuk mengunjunginya, tetapi tidak pernah menerima tanggapan. Setelah polisi menolak permintaan kunjungan lain pada tanggal 13 Juli, mereka mengajukan permohonan kepada kepala polisi.
Ketika mereka menindaklanjuti sepuluh hari kemudian, Wu Bin, direktur Kantor Keamanan Dalam Negeri yang berafiliasi dengan kantor polisi, memberi tahu mereka bahwa kunjungan ditangani oleh pusat penahanan, bukan polisi, meskipun Peraturan Pusat Penahanan Republik Rakyat Tiongkok yang dikeluarkan oleh Dewan Negara menyatakan bahwa “Selama masa penahanan, dengan persetujuan dari organ yang menangani kasus tersebut, dan dengan persetujuan dari organ keamanan publik, tersangka diizinkan untuk berkorespondensi dan bertemu dengan anggota keluarga dekat mereka.”
Karena polisi tidak pernah menanggapi permintaan kunjungan dari keluarga Liu, mereka mengajukan pengaduan ke Pengadilan Jiaoqu pada tanggal 3 Agustus dan 13 Agustus. Pada tanggal 9 Oktober, keluarga Liu diberitahu oleh pengadilan bahwa sidang pengaduan mereka dijadwalkan pada tanggal 5 November dan hakim Li Qijia ditugaskan untuk menanganinya.
Sementara itu, pengacara Liu pergi ke Kejaksaan Distrik Xiangyang untuk meninjau kasusnya pada tanggal 23 September dan mengetahui bahwa jaksa telah mengembalikan kasus tersebut ke polisi karena kurangnya bukti.
Keluarga Liu dan pengacaranya kembali ke kantor polisi beberapa kali dan menuntut agar polisi membatalkan kasusnya dan membebaskannya dengan jaminan. Polisi menolak.
Penangkapan dan Interogasi
Liu menjamu beberapa praktisi lokal, termasuk Jin Shurong (P), Jiang Guosheng (L), dan Ren Yulan (P), di rumahnya pada tanggal 14 Mei 2021. Mereka belajar ajaran Falun Gong bersama-sama.
Saat Jiang hendak pergi sekitar tengah hari, 16 petugas polisi tiba-tiba menerobos masuk. Empat petugas mengambil foto, sementara petugas lainnya menggeledah rumah Liu. Tak satu pun dari polisi tersebut menunjukkan kartu identitas atau surat perintah penggeledahan. Mereka menata buku-buku Falun Gong milik Liu, printer, dan foto pendiri Falun Gong di lantai, mengambil foto, dan kemudian menyita barang-barang tersebut.
Keempat praktisi tersebut dibawa ke Kantor Polisi Changqing untuk diinterogasi. Sementara tiga praktisi lainnya dibebaskan pada hari yang sama, Liu dibawa ke Pusat Penahanan Kota Jiamusi.
Ketika pengacara Liu kemudian mengunjunginya, ia menceritakan bagaimana polisi menginterogasinya di kantor polisi. Seorang petugas bernama Gu Songhai dengan brutal memukuli Liu dan memerintahkannya untuk mengakui bahwa ia telah mendistribusikan materi Falun Gong, bahwa printer yang rusak di rumahnya masih berfungsi, dan bahwa 70 buku Falun Gong ditemukan di rumahnya. Gu juga mengancam akan menjatuhkan hukuman penjara sepuluh tahun kepadanya.
Karena Liu menolak menandatangani catatan interogasi, polisi memelintir lengannya dan membenturkan kepalanya ke dinding.
Berdasarkan laporan asli dari Minghui.org:










