September 2021: Lebih dari 100 Laporan tentang Hukuman

Pada September 2021, dilaporkan 101 praktisi Falun Gong dijatuhi hukuman karena keyakinan mereka. Kasus-kasus tersebut sebagian besar terjadi pada bulan September dan Agustus, dengan total 78 kasus, 5 kasus dari bulan Juli, 16 kasus dari paruh pertama tahun 2021, dan 2 kasus dari tahun 2020.

Pada saat penulisan ini, total 928 kasus hukuman telah dilaporkan antara Januari dan September 2021, rata-rata 103 kasus per bulan.

Karena sensor yang ketat di Tiongkok, laporan mungkin tertunda atau tidak lengkap.

Demografi

Kasus-kasus hukuman yang dilaporkan pada bulan September terjadi di 19 provinsi dan kota. Shandong (16), Heilongjiang (14), Liaoning (14), Jilin (13) dan Hebei (10) adalah lima provinsi teratas dengan kasus dua digit. Empat belas wilayah lainnya memiliki kasus satu digit berkisar antara 1 hingga 8.

Hukuman penjara para pelaku berkisar dari 3 bulan hingga 12 tahun, dengan rata-rata 3 tahun 3 bulan. 

Tema

Kasus-kasus tersebut memiliki tema umum tentang dampak terhadap keluarga, pelanggaran prosedur hukum, dan peningkatan hukuman bagi para lansia.

Penganiayaan tersebut berdampak buruk tidak hanya pada para praktisi yang ditangkap tetapi juga pada keluarga mereka. Misalnya, Li Guoqing beserta istri dan putrinya ditangkap dan dijatuhi hukuman 7-12 tahun penjara karena keyakinan mereka. Ayah Li mengalami trauma akibat penangkapan tersebut dan menderita stroke.

Dalam kasus lain, istri seorang mantan pejabat pemerintah menceraikannya setelah tidak mampu menahan tekanan luar biasa dari pihak berwenang yang berulang kali memenjarakan suaminya dan memaksanya mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Pengadilan juga telah melanggar prosedur hukum dan melakukan penangkapan sewenang-wenang. Baru-baru ini, setelah menunda kasus Wang Lanmei (P)selama dua tahun, pengadilan membuka kembali kasusnya dan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepadanya.

Dalam kasus lain, seorang praktisi berusia 82 tahun dijatuhi hukuman tiga bulan penjara karena menghadiri persidangan para praktisi Falun Gong yang ditangkap. Untuk membenarkan penangkapan pria lanjut usia tersebut, petugas menggeledah rumahnya dan mengambil fotonya di samping materi terkait Falun Gong.

Bagian berikut ini merinci kasus-kasus tersebut.

Pilih Kasus

Dampak bagi Keluarga

Orang Tua dan Anak Perempuannya Dijatuhi Hukuman 7 hingga 12 Tahun

Li Guoqing adalah seorang manajer umum di perusahaan listrik lokal di Tianjin. Ia juga menjalankan perusahaan penyelenggara upacara pernikahan bersama istrinya, Yu Bo, dan putri mereka, Li Lei.

Pada tanggal 15 Mei 2019, istri dan putri Li ditangkap saat keluar dari kompleks apartemen mereka. Polisi menggeledah rumah mereka dan menyita printer, mesin faks, dan tiga mobil pribadi mereka. Li ditangkap kemudian pada hari itu. Ayahnya sangat trauma akibat penangkapan tersebut sehingga mengalami stroke dan dirawat di rumah sakit.

Keluarga yang terdiri dari tiga orang itu kemudian dibawa ke Pusat Penahanan Distrik Ninghe.

Mereka didakwa oleh Kejaksaan Distrik Ninghe pada awal Maret 2020. Li kemudian dijatuhi hukuman 12 tahun, istrinya Yu 10 tahun, dan anaknya Li 7 tahun oleh Pengadilan Distrik Ninghe.

Mantan Pegawai Pemerintah Dijatuhi Hukuman 8,5 Tahun Penjara Karena Imannya

Li Yuandong, adalah mantan pejabat pemerintah dan penduduk asli Kota Huazhou, Provinsi Guangdong. Karena membela keyakinannya, ia dijatuhi hukuman dua tahun penjara di Kamp Kerja Paksa Sanshui yang terkenal kejam, sekali pada tahun 2000 dan sekali lagi pada tahun 2002.

Untuk memaksanya meninggalkan Falun Gong, para penjaga pernah membuatnya tidak tidur selama lebih dari 20 hari. Terkadang ia jatuh ke tanah dan tertidur karena kelelahan yang ekstrem. Para penjaga kemudian segera membangunkannya, memukulinya, menyetrumnya dengan tongkat listrik, dan menusukkan tusuk gigi di bawah kuku jarinya.

Saat dipenjara, manajemen tingkat atas di instansinya menskorsnya, yang kemudian memaksanya untuk mengundurkan diri. Istri Li juga menceraikannya karena tekanan yang sangat besar akibat penganiayaan tersebut.

Pada tanggal 9 Juli 2019, Li kembali ditangkap, kali ini karena berbicara kepada orang-orang tentang Falun Gong.

Polisi juga berupaya membekukan rekening bank dan harta miliknya, namun ternyata ia tidak memiliki banyak tabungan atau rumah, karena setelah Li dibebaskan, ia hanya bisa melakukan pekerjaan serabutan untuk menghidupi dirinya sendiri.

Kasusnya diajukan ke Kejaksaan Distrik Haizhu pada tanggal 29 September. Ia didakwa dan kasusnya dipindahkan ke Pengadilan Distrik Haizhu pada tanggal 21 November 2019.

Li kemudian diadili pada tanggal 4 November 2020. Tidak ada saksi yang hadir di pengadilan untuk menjalani pemeriksaan silang. Jaksa menuduhnya menyebarkan flash drive yang berisi informasi tentang Falun Gong, tetapi gagal memberikan bukti apa pun untuk mendukung tuduhan tersebut.

Pengadilan mengumumkan melalui konferensi video pada tanggal 31 Agustus 2021, bahwa Li dijatuhi hukuman 8,5 tahun penjara dan denda 30.000 yuan.

Pelanggaran Prosedur Hukum

Pengadilan Menunda Kasus Terhadap Praktisi Falun Gong, Membukanya Kembali Dua Tahun Kemudian dan Menjatuhkannya Hukuman Penjara

Pengadilan di Kota Taiyuan, Provinsi Shanxi, menghentikan sementara kasus terhadap Wang Lanmei karena mempraktikkan Falun Gong dua tahun lalu. Kemudian, pengadilan membuka kembali kasus tersebut dan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara kepadanya.

Wang, 75 tahun, ditangkap pada sore hari tanggal 18 Oktober 2018 di apartemennya. Polisi telah mengetuk pintunya beberapa jam sebelumnya, tetapi karena ia menolak untuk membiarkan mereka masuk, mereka bersembunyi di gedung apartemen dan menangkapnya ketika ia keluar untuk membuang sampah. Polisi kemudian menggeledah rumahnya dan menyita barang-barang yang berkaitan dengan Falun Gong.

Karena tekanan darahnya yang sangat tinggi, kondisi jantung, dan stroke, Pusat Penahanan Kota Gujiao dua kali menolak penerimaannya. Ia dibebaskan dan ditempatkan di bawah tahanan rumah pada tanggal 20 Oktober. Setelah kembali ke rumah, ingatannya dengan cepat menurun. Wang menduga bahwa ia diberi obat-obatan beracun saat menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Meskipun Wang kemudian didakwa oleh Kejaksaan Distrik Yingze pada 2 Januari 2019, Pengadilan Distrik Yingze memutuskan untuk menangguhkan kasusnya pada 2 April 2019.

Pada 5 Agustus 2021, Guo Xiaoqin, hakim yang menangani kasus Wang, memanggil pengacaranya ke pengadilan dan mengumumkan bahwa sidang telah dijadwalkan. Pada saat yang sama, polisi mendatangi rumahnya dan menghubungkannya ke sidang virtual.

Ia dijatuhi hukuman dua tahun penjara dengan denda 10.000 yuan pada 19 Agustus.

Lansia Dijatuhi Hukuman

Pria berusia 82 tahun dijatuhi hukuman tiga bulan penjara karena menghadiri persidangan rekan-rekan sesama praktisi.

Wu Huaxin (L), seorang warga berusia 82 tahun dari Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu, menghadiri sidang kasus terhadap dua praktisi Falun Gong setempat, Xuan Xiaomei (P) dan Zhu Peiqin (P), di Pengadilan Distrik Wujiang pada tanggal 7 Januari 2020. Saat melewati pemeriksaan keamanan, petugas menemukan empat kartu kenang-kenangan bertuliskan “Kebenaran, Belas Kasih, Kesabaran,” prinsip-prinsip Falun Gong, di sakunya.

Wu kemudian ditangkap dan dibawa ke Kantor Polisi Songling. Polisi memaksanya duduk di kursi interogasi dan menanyainya tentang informasi pribadinya, dari mana ia mendapatkan kartu-kartu tersebut, berapa lama ia telah berlatih Falun Gong, dan dengan siapa ia berlatih. Wu bersikeras bahwa ia tidak melakukan kesalahan apa pun dalam berlatih Falun Gong dan menolak memberikan informasi tentang praktisi lain.

Polisi menggeledah rumah Wu pada siang hari dan menyita 418 kartu kenang-kenangan, 14 majalah tentang meninggalkan Partai Komunis Tiongkok, 11 surat kepada publik tentang penganiayaan, 48 buku Falun Gong, serta DVD, kalender, dan pemutar media. Mereka kemudian mengambil foto Wu dengan barang-barang tersebut. Tidak ada surat perintah penggeledahan yang pernah ditunjukkan. Wu dibebaskan dengan jaminan pada siang hari berikutnya.

Polisi menyerahkan kasus Wu ke Kejaksaan Distrik Wujiang pada September 2020. Jaksa Zhou Xingrong memanggilnya pada bulan yang sama dan memerintahkannya untuk meninggalkan Falun Gong. Ia menolak untuk mematuhi perintah tersebut.

Pengadilan Distrik Wujiang awalnya menjadwalkan sidang kasus Wu pada 15 September 2020, tetapi kemudian menundanya hingga 14 Desember 2020. Dua pengacara mewakili Wu dan mengajukan pembelaan tidak bersalah untuknya. Keluarganya tidak diizinkan untuk menghadiri sidang tersebut.

Hakim mengindikasikan bahwa ia bermaksud untuk membatalkan kasus tersebut, dengan mengatakan bahwa “karena sebab yang tak terhindarkan” ia tidak dapat menangani kasus tersebut untuk waktu yang lama. Namun, jaksa penuntut tetap merekomendasikan hukuman penjara sembilan bulan terhadap Wu dan denda 2.000 yuan, dengan tuduhan “merusak penegakan hukum dengan organisasi kultus,” dalih standar yang digunakan untuk mengkriminalisasi Falun Gong di Tiongkok.

Wu diperintahkan untuk hadir di pengadilan pada 28 Mei 2021. Ketika ia datang ke sana, petugas pengadilan melarangnya masuk tetapi malah memintanya untuk datang ke sisi gedung dan menyerahkan putusan yang memerintahkan hukuman tiga bulan penjara dengan denda 2.000 yuan.

Wu kemudian dibawa ke Pusat Penahanan Wujiang dan ditahan di sana hingga 27 Agustus.

Berdasarkan laporan asli dari Minghui.org:

101 Falun Gong Practitioners Sentenced for Their Faith Reported in September 2021 | Falun Dafa – Minghui.org

Share