Seorang Wanita Muda Ditahan Hampir Tiga Tahun karena Keyakinannya
Li Shuang dalam sebuah foto tanpa tanggal
Li Shuang, warga asli Provinsi Hebei yang bekerja di Beijing, ditahan tanpa komunikasi selama hampir tiga tahun karena berlatih Falun Gong. Di usianya yang sekitar 30 tahun, ia dilaporkan mengalami gangguan kesehatan yang tidak disebutkan secara spesifik. Pihak keluarga mendesak otoritas untuk segera membebaskannya.
Li bekerja di perusahaan perangkat elektronik di Beijing. Polisi menghentikan dan menangkapnya saat naik bus sekitar pukul 18.30 pada 11 Agustus 2019. Sejak itu, ia ditahan di Rutan Distrik Xicheng serta dilarang berkomunikasi dengan keluarga dan pengacaranya.
Polisi menyerahkan kasus Li ke Kejaksaan Distrik Xicheng menggunakan Pasal 300—dalih standar ‘aliran sesat’ untuk melakukan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong—meski kebebasan beragama dilindungi Pasal 36 Konstitusi Tiongkok dan hukum lainnya. Saat jaksa mengembalikan kasus tersebut karena kurang bukti, polisi tetap menolak membebaskannya dan menekan jaksa agar mengajukan dakwaan secara paksa.
Pengadilan Distrik Xicheng awalnya menjadwalkan sidang kasus Li bersama tiga praktisi lain—Liu Chun’ai, Yan Yong, dan istrinya, Yue Liyong—pada 12 Agustus 2020. Namun, sidang dibatalkan karena Yan dilaporkan demam.
Setelah itu, hakim menggelar sidang rahasia pada 22 September 2020 tanpa pemberitahuan kepada pihak keluarga. Dalam sidang tersebut, jaksa dilaporkan menuntut hukuman berat bagi para praktisi.
Saat Li masih menunggu putusan, ibunya, Song Shuhua, dijatuhi hukuman 1 tahun 10 bulan pada 25 Februari 2022. Song ditangkap pada 16 Juni 2021 karena berbicara kepada masyarakat mengenai Falun Gong.
Berdasarkan laporan asli Minghui.org






