Keluarga di Jilin Terus-Menerus Mengalami Penindasan
Pada malam saat Zhang Yong (pria) kembali ke rumah setelah menjalani hukuman tiga tahun penjara karena keyakinannya pada Falun Gong, polisi melakukan penindasan terhadap dirinya serta menangkap saudara ipar dan keponakannya.
Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, merupakan sebuah disiplin spiritual yang telah mengalami penindasan oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.
Penderitaan Zhang bermula pada 19 Juli 2019, ketika ia dan istrinya, Ma Ying, ditangkap karena keyakinan mereka pada Falun Gong. Sementara Ma dibebaskan dengan jaminan karena kondisi kesehatannya, Zhang tetap berada dalam tahanan dan kemudian dijatuhi hukuman tiga tahun penjara.
Selama masa penahanannya, Zhang menjadi sasaran penyiksaan brutal karena mempertahankan keyakinannya, sementara Ma berjuang menghadapi tekanan mental akibat penindasan yang sering terjadi dan rasa khawatir terhadap suaminya. Kondisi kesehatannya terus memburuk hingga ia tewas pada 26 April 2021 dalam usia 54 tahun.
Kematian Ma terjadi sembilan tahun setelah ayahnya, Ma Zhanfang, tewas pada tahun 2012, beberapa bulan setelah dipenjara karena berlatih Falun Gong.
Setelah masa hukuman penjara Zhang berakhir pada 19 Juli 2022, pihak keluarga membawanya ke rumah saudara perempuan Ma, yaitu Ma Jie. Hanya beberapa jam setelah ia tiba, polisi datang pada pukul 21.00 dan melakukan penindasan terhadap keluarga tersebut. Ma Jie, yang juga berlatih Falun Gong, berhasil melarikan diri; namun, polisi justru menangkap suaminya, Shao Jianwei, beserta putra mereka. Hingga berita ini ditulis, kondisi mereka saat ini belum diketahui secara pasti.
Berdasarkan artikel asli oleh Minghui.org: https://en.minghui.org/html/articles/2022/8/1/202575.html






