Ibu dan Istri dari Penduduk Australia Menjadi Korban Pelecehan Seksual di Tiongkok melalui “Alat Penyiksaan”
Mantan dosen Universitas Sains dan Teknologi Zhejiang, Jiang Yongqin, ditahan di sebuah fasilitas penahanan rahasia dan dilecehkan secara seksual oleh seorang ahli penyiksaan dari Biro Keamanan Publik Provinsi Jilin hanya karena ia melakukan latihan Falun Gong, sebuah latihan meditasi yang berakar pada tradisi Buddha.
Selama proses tersebut, seorang “ahli terlatih” dan asistennya dari Kantor Kedisiplinan Khusus (SDO) menggunakan alat penyiksaan untuk melecehkan Jiang secara seksual hingga ia pingsan. SDO adalah sebuah badan rahasia baru di bawah Biro Keamanan Publik Provinsi Jilin, yang dibentuk untuk melakukan penganiayaan dan “mendidik ulang” praktisi Falun Gong. Ahli SDO tersebut mengatakan kepadanya, “Ada batasan tertentu dalam menggunakan alat ini; tetapi, jika terkait Falun Gong, kami menggunakannya kapan pun kami mau.”
Keluarga Jiang di Australia telah menyerukan pembebasannya di depan Konsulat Tiongkok di Melbourne pada 15 Agustus 2022. Kedua anak perempuan dan suaminya saat ini tinggal di Melbourne.



Suami Jiang Yongqin, Xiong, menyatakan pada konferensi pers tersebut, “Sebagai suaminya, ketika seorang informan memberi tahu saya bagaimana istri saya disiksa, rasanya seperti seseorang menikam dada saya. Rezim Tiongkok telah berulang kali melecehkan, menangkap, menahan, dan menyiksa guru yang baik, istri yang baik, dan ibu yang baik ini. Keluarga kami tidak pernah merasakan ketenangan satu hari pun.”
Diculik dari Rumah
Jiang, 53 tahun, dari Kota Jilin ditangkap secara sewenang-wenang setelah sekelompok petugas menerobos masuk ke rumahnya pada pukul 07.30 pagi tanggal 12 Juni 2022 dan menangkapnya. Ponsel dan komputernya disita. Anggota keluarganya juga ditangkap oleh polisi dan ditahan sementara di kantor polisi.
Jiang awalnya ditahan di Kantor Polisi Xin’an. Dia dipindahkan ke sebuah hotel pada hari kedua dan diawasi oleh polisi sepanjang waktu. Dia diinterogasi sebanyak dua kali selama waktu tersebut.
Pada sore hari tanggal 7 atau 8 Juli, polisi menutup kepala Jiang dengan tudung hitam, menyumbat telinganya, dan membawanya ke sebuah fasilitas rahasia. Empat pria hadir di sana, termasuk seorang ahli penyiksaan dari Biro Keamanan Publik Provinsi Jilin, asistennya yang bernama Li, serta dua pria bernama Tang dan Lu dari Kantor Keamanan Domestik Kota Jilin.
Keempat petugas PKT tersebut memborgol Jiang dan menuntut untuk mengetahui kata sandi perangkat kerasnya (hard drive). Karena ia menolak memberikan kata sandi komputernya dan menolak upaya mereka untuk memaksa dirinya melepaskan keyakinannya, dua polisi keamanan nasional Jilin lainnya yang bermarga Tang dan Lu bergabung dengan dua petugas SDO dan mulai menyiksa Jiang.
Polisi mencekokkan air wasabi melalui hidungnya dan segera memasukkan rokok yang menyala setelahnya. Saat mereka memasukkan rokok tersebut ke dalam hidungnya, rokok itu patah. Polisi membiarkan setengah bagian rokok tertinggal di dalam rongga hidungnya, yang akhirnya ia keluarkan dengan cara terbatuk.

Ilustrasi penyiksaan: Petugas PKT memasukkan rokok yang menyala ke dalam hidung seorang praktisi Falun Gong.
Setelah putaran pertama penyiksaan, polisi kemudian mulai melecehkannya secara seksual. Mereka menyingkap bajunya. Ahli penyiksaan tersebut kemudian memerintahkan polisi untuk menyentuh dadanya.
Setelah polisi melakukannya, si ahli tersebut kemudian menggunakan alat pijat khusus untuk merangsang dadanya. Selanjutnya, si ahli memaksa Ibu Jiang untuk melepas celananya. Saat celananya baru terbuka setengah, polisi mendapati bahwa ia sedang dalam masa menstruasi. Si ahli tersebut mengeklaim bahwa penyiksaan memberikan efek terbaik selama masa menstruasi dan memerintahkan polisi untuk melanjutkan tindakannya. Ibu Jiang hampir pingsan dan berada dalam keputusasaan yang mendalam. Ia pun menyerah dan terpaksa bekerja sama dengan polisi dalam interogasi tersebut.
Sebelum ahli tersebut pergi, ia mengancam bahwa jika Ibu Jiang tidak bekerja sama dengan mereka, ia akan menggunakan isi “alat penyiksaan” miliknya setiap hari, yang berisi obat perangsang, tusuk gigi, peralatan logam, botol obat, dan kabel listrik.
Pada malam harinya, Ibu Jiang dibawa ke Kantor Polisi Xin’an dan menyelesaikan deposisi lainnya. Ia dipindahkan ke Pusat Penahanan Shulan pada tanggal 21 Juli. Pengacaranya telah mulai menangani kasusnya.
Berdasarkan artikel asli Minghui: https://en.minghui.org/html/articles/2022/8/12/202750.html






