Laporan pada Juli 2022: 55 Praktisi Falun Gong Divonis Karena Keyakinan Mereka

Sebanyak 55 kasus praktisi Falun Gong yang divonis karena keyakinan mereka telah dikonfirmasi pada Juli 2022. Jumlah ini mencakup satu kasus dari tahun 2020, sembilan kasus dari tahun 2021, dan 45 kasus dari tahun 2022 (termasuk tiga kasus pada bulan Maret, tiga pada April, dua pada Mei, delapan pada Juni, dan 29 pada Juli).

Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah disiplin spiritual yang telah mengalami penganiayaan oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999. Sejak saat itu, tak terhitung banyaknya praktisi yang telah ditangkap, ditahan, divonis, dan menjadi korban penyiksaan karena mempertahankan keyakinan mereka. Namun, karena sensor informasi yang ketat di Tiongkok, insiden-insiden tersebut tidak selalu dapat dilaporkan secara tepat waktu, dan tidak semua informasi tersedia dengan mudah.

Provinsi Yunnan mencatat kasus terbanyak dengan sembilan kasus, diikuti oleh delapan kasus di Sichuan, tujuh di Shandong, dan enam di Jilin. Dua belas wilayah sisanya memiliki jumlah kasus antara satu hingga empat.

Para praktisi yang divonis berusia antara 42 hingga 85 tahun. Empat praktisi yang berusia 80-an tahun divonis dengan masa hukuman berkisar antara satu hingga enam tahun.

Masa hukuman penjara bagi para praktisi berkisar antara delapan bulan hingga sebelas tahun. Lima praktisi dijatuhi hukuman delapan tahun atau lebih. Selain hukuman penjara, dua puluh lima praktisi didenda oleh pengadilan dengan total 317.000 yuan (46.000 USD), dengan rata-rata 13.208 yuan (1.900 USD) per orang.

Wu Chengshou seorang pria dari Provinsi Shandong dijatuhi hukuman terlama yaitu 11 tahun penjara dan menerima denda tertinggi sebesar 100.000 yuan (14.500 USD). Dua praktisi lainnya, satu dari Shanghai dan satu lagi dari Hubei, masing-masing divonis 9,5 dan 9 tahun penjara oleh pengadilan yang sama di Henan karena mengunggah informasi tentang Falun Gong di media sosial.

Masa hukuman seorang praktisi diperpanjang secara sewenang-wenang selama satu tahun karena ia menolak untuk melepaskan Falun Gong di dalam penjara. Seorang wanita berusia 83 tahun ditipu untuk pergi bersama beberapa juru tulis pengadilan dengan alasan “pemeriksaan fisik”, namun ia justru dibawa ke pusat penahanan setempat dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara.

Suami dari salah satu praktisi, yang tidak berlatih Falun Gong, juga divonis bersalah dan diancam agar tidak menyewa pengacara untuk mencari keadilan.

Berikut adalah ringkasan dari beberapa kasus vonis yang dipilih. Daftar lengkap para praktisi yang divonis dapat diunduh di sini (PDF).

Surat untuk Mencari Keadilan Berujung pada Hukuman Penjara 3,5 Tahun

Sedikit lebih dari satu tahun setelah seorang warga Tianjin dibebaskan setelah menjalani hukuman 2,5 tahun karena memasang spanduk tentang Falun Gong, ia ditangkap kembali karena menulis surat dan kini telah divonis 3,5 tahun penjara.

Nn.Zhao Shuxia

Sejak rezim komunis Tiongkok mulai melakukan penganiayaan terhadap Falun Gong, Zhao Shuxia yang berusia 58 tahun telah menjalani dua masa hukuman di kamp kerja paksa dan satu masa hukuman penjara karena keyakinannya.

Setelah penangkapan pada tahun 2016 karena memasang spanduk tentang Falun Gong, kesehatan ayahnya yang sudah lanjut usia memburuk karena terus-menerus mengkhawatirkannya. Beliau menderita diabetes parah dan menjadi buta. Ayahnya tewas pada 10 September 2016. Setahun kemudian, Zhao divonis 2,5 tahun penjara.

Setelah Zhao dibebaskan, ia melakukan pekerjaan serabutan untuk menghidupi dirinya sendiri dan ibunya yang sudah lanjut usia. Ia kemudian mendapatkan pekerjaan sebagai asisten rumah tangga untuk seorang wanita lansia, setelah mengenal putri dari wanita tersebut di penjara, yang divonis karena melakukan protes kepada pihak berwenang atas perampasan properti miliknya secara ilegal.

Ketika pihak berwenang melakukan penindasan terhadap pemohon petisi tersebut setelah ia dibebaskan, mereka mendapati bahwa Zhao bekerja di rumahnya dan memerintahkan wanita itu untuk memecat Zhao. Karena tidak ingin memberikan tekanan apa pun pada keluarga tersebut, Zhao mengundurkan diri dari pekerjaannya.

Tidak lama kemudian, Zhao mendengar bahwa pemohon petisi tersebut mengajukan banding dan ditangkap kembali. Ia menulis surat kepada polisi, mendesak mereka untuk membebaskan pemohon petisi tersebut, namun ia sendiri justru ditangkap pada 3 Februari 2021. Setelah hadir di Pengadilan Distrik Nankai sebanyak dua kali, pertama pada bulan Juli dan kemudian pada September 2021, ia divonis 3,5 tahun penjara dan dibawa ke Penjara Wanita Tianjin pada pertengahan Mei 2022. (Tautan)

Setelah Sepuluh Tahun Pengungsian, Pria asal Shandong Divonis 11 Tahun Penjara Secara Rahasia

Tidak lama setelah Wu Chengshou kembali ke rumah setelah sepuluh tahun pengungsian untuk menghindari penganiayaan karena berlatih Falun Gong, warga Kota Weifang, Provinsi Shandong tersebut ditangkap dan secara rahasia divonis sebelas tahun penjara.

Wu, yang berusia 57 tahun, ditangkap di tempat kerja pada 20 April 2021. Istrinya, Wang Xian, diborgol dan ditahan sementara polisi menggeledah rumah mereka. Buku-buku Falun Gong milik pasangan tersebut, foto pendiri Falun Gong, uang tunai sebesar 10.700 yuan, sebuah komputer, sebuah pemotong kertas yang rusak, dan komputer lama putra mereka semuanya disita. Wang diinterogasi di ruang bawah tanah kantor polisi setempat dan dipaksa membayar jaminan sebesar 11.000 yuan sebelum akhirnya dibebaskan.

Untuk mengumpulkan informasi mengenai pasangan tersebut, polisi memaksa putra mereka, Wu Binjie, yang tidak berlatih Falun Gong dan bekerja di Mongolia Dalam yang berjarak sekitar 600 mil, untuk kembali ke Weifang guna menjalani interogasi. Ketika Wu muda melapor ke kantor polisi pada 9 Juni, polisi juga menuduhnya sebagai tersangka.

Wu yang lebih tua telah dilarang menerima kunjungan keluarga sejak penangkapannya. Keluarganya kemudian mendengar dari orang dalam bahwa ia mengalami beberapa masalah kesehatan selama dalam tahanan. Karena khawatir akan kesehatannya, keluarganya menyewa seorang pengacara untuk menjenguknya. Pusat penahanan awalnya menyetujui kunjungan pengacara tersebut, namun segera membatalkannya dengan alasan bahwa proses penuntutannya telah selesai (karena ia telah divonis hukuman penjara dan bandingnya telah ditolak).

Keluarga Wu kemudian mengonfirmasi bahwa ia telah divonis 11 tahun penjara dan didenda sebesar 100.000 yuan. (Tautan)

Mantan Akuntan Divonis Empat Tahun Penjara

Setelah menjalani satu tahun kerja paksa dan tiga tahun penjara, seorang mantan akuntan di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, kembali divonis empat tahun penjara dan didenda 10.000 yuan karena keyakinannya pada Falun Gong.

Nn. Zhang Chunhe

Zhang Chunhe, wanita usia 63 tahun, dibawa ke pusat pencucian otak pada Oktober 2020 selama kampanye “Zero-out”, yang bertujuan untuk memaksa setiap praktisi Falun Gong dalam daftar hitam pemerintah untuk melepaskan keyakinan mereka. Ia baru dibebaskan setelah lebih dari dua bulan kemudian.

Karena ia tetap teguh pada keyakinannya, polisi menangkapnya pada 10 April 2021, setelah menipunya agar membuka pintu dengan mengaku datang untuk melakukan tes virus corona. Polisi menyegel pintunya sebelum mereka pergi.

Menggunakan buku-buku dan materi Falun Gong yang disita dari Zhang sebagai bukti yang memberatkannya, polisi menyerahkan kasusnya ke Kejaksaan Distrik Zengcheng. Zhang menjalani persidangan di Pengadilan Distrik Haizhu pada 19 November 2021. Ia berargumen bahwa ia tidak melanggar hukum apa pun dengan berlatih Falun Gong dan tidak ada bukti yang menunjukkan bagaimana ia telah merugikan siapa pun sebagaimana yang dituduhkan oleh jaksa penuntut.

Pada 28 Maret 2022, penjaga di Pusat Penahanan Distrik Zengcheng mencoba memaksa Zhang untuk melepaskan keyakinannya di depan kamera dan mengambil sidik jarinya. Ketika ia melawan, mereka menariknya dari kursi, memborgolnya, dan menyeretnya ke sel, hingga melukai lengannya. Ia memulai aksi mogok makan sebagai bentuk protes.

Hakim mengumumkan melalui sidang putusan virtual pada 13 Juli 2022 bahwa ia divonis empat tahun penjara dan didenda sebesar 10.000 yuan. (Tautan)

Berdasarkan artikel asli dari Minghui.org.

Share