Dilaporkan pada November 2022: Guru Sekolah Swasta dan 23 Orang Lainnya Dijatuhi Hukuman
Dua puluh enam kasus praktisi Falun Gong yang dijatuhi hukuman karena keyakinan mereka dilaporkan pada November 2022. Kecuali satu kasus yang terjadi pada tahun 2021, 25 kasus sisanya terjadi pada tahun 2022, termasuk tiga kasus di bulan Juni, satu di bulan Agustus, tiga di bulan September, tujuh di bulan Oktober, dan sebelas di bulan November.
Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang telah mengalami penganiayaan oleh rezim komunis Tiongkok sejak 1999. Sejak saat itu, banyak sekali praktisi yang ditangkap, ditahan, dijatuhi hukuman, dan disiksa karena mempertahankan keyakinan mereka. Namun, karena sensor informasi yang ketat di Tiongkok, insiden-insiden tersebut tidak selalu dapat dilaporkan secara tepat waktu, dan tidak semua informasi tersedia secara langsung.
Guru Guangdong Dijatuhi Hukuman

Tiga orang guru dari Kota Huizhou, Provinsi Guangdong, dijatuhi hukuman pada 27 Oktober 2022, karena mendirikan sekolah swasta. Zhao Tianhua dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara dan denda 500.000 yuan. Chen Hualiang dan Lian Yueguang masing-masing dijatuhi hukuman empat tahun dengan denda 20.000 yuan.
Zhao, 51 tahun, memiliki gelar sarjana dalam bidang manajemen komputer dan informasi. Pada Juli 2017, ia mendirikan sekolah swasta bernama Sekolah Swasta Intelligent Spring, yang menawarkan kurikulum mata pelajaran termasuk matematika, budaya dan sejarah tradisional, bahasa Mandarin, dan bahasa Inggris. Sebelumnya, ia bekerja sebagai akuntan bank di Kota Nanhai hingga tahun 2002, ketika ia dijatuhi hukuman tiga tahun di Kamp Kerja Paksa Sanshui.
Chen, 65 tahun, adalah seorang guru yang mengajar bersama Zhao. Ia sebelumnya mengajar di Sekolah Bisnis Guizhou. Ia dipecat karena mempertahankan keyakinannya dan dijatuhi hukuman penjara tiga tahun pada Oktober 2004.
Lian, 56 tahun, juga seorang guru di sekolah tersebut dan sebelumnya merupakan guru sekolah dasar. Ia juga dipecat dari posisinya karena mempertahankan keyakinannya dan dijatuhi hukuman lima tahun di Penjara Yangjiang pada 20 Juli 2007.
Sekolah Swasta Menjadi Target
Polisi menerobos masuk ke sekolah swasta berbasis rumah milik Zhao melalui rumah tetangganya pada 11 Mei 2021. Zhao, istrinya, Cai Huibin, serta empat praktisi lainnya yang mengajar di sekolah tersebut, termasuk Chen, Lian, Wang Lifei (perempuan), dan Peng Jian, semuanya ditangkap.
Cai, Wang, dan Peng dibebaskan setelah 37 hari penahanan, sementara tiga praktisi lainnya tetap berada dalam tahanan.
Polisi awalnya mendakwa para praktisi tersebut dengan tuduhan melakukan “bisnis ilegal”. Setelah gagal menemukan cukup bukti untuk mendukung dakwaan ini, petugas mengubah dakwaan menjadi Pasal 300, sebuah klausul yang definisinya tidak jelas dan merupakan pasal karet yang lazim digunakan untuk mengkriminalisasi praktisi Falun Gong secara ilegal. Bukti yang diajukan jaksa mencakup buku-buku Falun Gong yang disita.
Selama beberapa bulan penahanan, Zhao menderita kondisi jantung yang parah dan harus dirawat di rumah sakit. Keluarganya mengajukan permohonan pembebasan bersyarat karena alasan medis sebanyak tiga kali, namun permintaan mereka berulang kali ditolak oleh kantor polisi, bahkan setelah penjaga pusat penahanan merekomendasikan agar ia dibebaskan dari tahanan.
Zhao, Lian, dan Peng hadir di depan Pengadilan Kabupaten Boluo pada 28 Oktober 2021, dan pengacara mereka mengajukan pembelaan tidak bersalah untuk mereka. Hakim Hu Jinhui tidak mengizinkan para pengacara untuk menjelaskan fakta bahwa tidak ada undang-undang yang pernah mengkriminalisasi Falun Gong atau melabelinya sebagai aliran sesat di Tiongkok.
Demografi
Para praktisi yang dijatuhi hukuman berasal dari 12 provinsi dan kota setingkat provinsi. Guangdong memiliki jumlah kasus terbanyak dengan enam kasus, diikuti oleh masing-masing lima kasus di Liaoning dan Shandong, serta dua kasus di Heilongjiang. Delapan wilayah lainnya masing-masing memiliki satu kasus.

Masa hukuman penjara berkisar antara delapan bulan hingga 15 tahun, dengan rata-rata 3,6 tahun. Seorang praktisi dijatuhi hukuman tujuh tahun dan juga didenda setengah juta yuan.
Di antara 16 praktisi yang usianya diketahui pada saat penjatuhan hukuman, usia mereka berkisar antara 47 hingga 77 tahun, dengan enam praktisi berusia 60-an dan tiga orang berusia 70-an. Selain guru sekolah swasta, profesional lain yang menjadi sasaran termasuk seorang profesor perguruan tinggi, seorang insinyur listrik, dan seorang pensiunan insinyur informasi senior.
Penganiayaan ini juga membawa dampak yang menghancurkan bagi keluarga para praktisi. Penjatuhan hukuman terhadap salah satu praktisi terjadi hanya satu bulan setelah putrinya meninggal dunia karena tidak kuat menahan tekanan mental akibat penganiayaan tersebut. Di antara praktisi yang dijatuhi hukuman, terdapat juga dua orang nenek yang tinggal di rumah anak-anak mereka untuk membantu merawat cucu-cucu mereka. Seorang praktisi kehilangan suaminya setelah penangkapan terakhirnya, dan suami praktisi lainnya yang menderita gangguan jiwa kini ditinggalkan sendirian di rumah untuk bertahan hidup sementara istrinya berada di penjara.
Daftar lengkap praktisi yang dijatuhi hukuman dapat diunduh di sini (PDF).
Berdasarkan artikel asli dari Minghui.org.










