Acara di Harvard Mengulas Kisah-Kisah Inspiratif tentang Kebebasan dan Perlawanan Tanpa Kekerasan terhadap Penindasan
Pada 22 November 2024, Cynthia Sun, seorang peneliti dari Pusat Informasi Falun Dafa, berbicara dalam sebuah acara yang diadakan oleh Klub Falun Dafa di Harvard Griffin GSAS. Ia menceritakan pengalaman pribadinya dan hasil penelitian mengenai penganiayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap Falun Gong.
Sun menjelaskan bagaimana para praktisi Falun Gong di AS dan di seluruh dunia menjadi sasaran pengawasan, pelecehan, dan kampanye disinformasi yang bertujuan untuk merusak kebebasan dan keselamatan mereka. Ia juga menjelaskan bagaimana para praktisi menanggapi upaya PKT tersebut melalui perlawanan tanpa kekerasan.
Mulai dari berbagi informasi melalui pesan rahasia di dalam Tiongkok hingga menyebarkan kesadaran di tingkat internasional, upaya-upaya ini telah memicu gerakan global. Jutaan warga Tiongkok telah memilih untuk keluar dari keanggotaan PKT dan organisasi afiliasinya, sebagai cara untuk memisahkan diri dari kekejaman rezim tersebut.

Acara tersebut menghadirkan pembicara ahli tambahan, antara lain:
- Dr. Chi-Sang Poon, pensiunan ilmuwan MIT yang aktif membela hak sipil dan kebebasan pers, serta meneliti jalur hukum untuk mengembalikan demokrasi di Hong Kong.
- Lily Tang Williams, seorang penyintas Revolusi Kebudayaan dan kandidat kongres tahun 2024, yang membagikan kisahnya melarikan diri dari Tiongkok komunis serta perjuangannya demi kemerdekaan dan kebebasan di Amerika Serikat.
- Dr. Zheng Zhi, seorang mantan dokter militer Tiongkok dan pembocor rahasia (whistleblower), yang menceritakan pengalaman langsungnya dalam membongkar praktik pengambilan organ paksa yang dilakukan oleh PKT.
- Janice Trey, CEO The Epoch Times dan seorang penyintas kamp kerja paksa di Tiongkok, yang membagikan harapannya akan Tiongkok yang lebih bebas melalui upaya advokasi akar rumput di seluruh dunia.
Saksikan video pidato Cynthia di bawah ini.










