Praktisi Falun Gong di Finlandia Diserang, Pelaku Mengaku Memiliki Hubungan dengan Kedutaan Tiongkok

Dua pemuda Tiongkok yang menyerang Niu di Taman Sibelius, Helsinki. (Sumber: Epochtimes.com)

Dua pemuda Tiongkok yang menyerang Niu di Taman Sibelius, Helsinki. (Sumber: Epochtimes.com)

Pada Januari 2025, dua pria Tiongkok menyerang seorang praktisi Falun Gong yang sedang membagikan brosur di samping spanduk Falun Gong di sebuah taman di Helsinki, Finlandia. Dua media lokal, Helsingin Uutiset dan Vantaan Sanomat, memberitakan kejadian tersebut, dan kepolisian Helsinki mengonfirmasi telah menerima laporan penyerangan itu. Ini kasus terbaru dari serangkaian serangan terhadap praktisi Falun Gong di luar Tiongkok; Pusat Informasi Falun Dafa telah mencatat setidaknya enam kasus serupa sejak September 2024. Ini menunjukkan meningkatnya penindasan lintas negara oleh pihak-pihak yang terkait dengan Tiongkok terhadap praktisi Falun Gong di seluruh dunia.

Insiden-insiden di sebuah taman di Helsinki

Taman Sibelius, tempat terkenal di Helsinki, setiap hari ramai dikunjungi bus turis dari Tiongkok. Taman ini juga menjadi pusat bagi para praktisi Falun Gong untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan warga Tiongkok mengenai penganiayaan di Tiongkok. Menurut laporan berita, setiap hari beberapa praktisi, termasuk Niu Guangfa, berkumpul di dekat monumen Sibelius. Mereka membagikan brosur, membentangkan spanduk yang mengecam penindasan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT), dan mengumpulkan tanda tangan untuk menuntut agar pelanggaran hak asasi manusia ini dihentikan.

“Pada 16 Januari 2025, sekitar jam 1 siang, saat Niu sedang sendirian, ia melihat dua pemuda Tiongkok bersembunyi di balik pohon sambil merekam kegiatannya. Ia segera merekam balik kejadian itu dengan ponselnya. Tiba-tiba, salah satu pria menerjangnya sambil memaki-maki. Penyerang itu mencoba merampas ponsel Niu dan mendorongnya mundur sejauh 10 meter sampai ia jatuh ke sebuah batu di dekat patung Sibelius. Di tengah keributan itu, Niu memakai ponsel lainnya untuk menelepon putranya dan meminta bantuan polisi.”

Seorang pria Tiongkok mengambil foto Niu. (Sumber: Epochtimes.com)

“Saat polisi datang, Niu melaporkan kejadian itu dengan bantuan sesama praktisi Falun Gong. Mereka memberikan bukti berupa rekaman suara, video, dan foto. Dalam sebuah rekaman, penyerang itu terdengar sesumbar, ‘Apa pun yang terjadi, saya tidak takut. Kami sudah melaporkan kalian ke Kedutaan Tiongkok,’ itu diucapakan setelah Niu memperingatkan bahwa polisi akan segera tiba.”

Menurut Minghui.org, situs luar negeri yang mengumpulkan kasus penganiayaan Falun Gong di Tiongkok dan luar negeri, ini bukan kejadian pertama. Pada 21 September 2024, dua praktisi wanita setempat mengalami kejadian serupa di taman yang sama. Dua pemuda Tiongkok mendatangi mereka, menjatuhkan spanduk-spanduk, dan mengancam, “Jika ingin aman di Finlandia, bersikaplah baik!” Setelah pergi sejenak, pria-pria itu kembali untuk memotret spanduk yang jatuh dan para praktisi tersebut, sambil mengklaim bahwa foto-foto itu akan dikirim ke Kedutaan Tiongkok.

Dua pemuda Tiongkok merubuhkan spanduk praktisi di Taman Sibelius pada 21 September 2024. (Sumber: Minghui.org)

“Serangan-serangan ini terekam di beberapa ponsel dan membuktikan meningkatnya gangguan terhadap praktisi Falun Gong di Helsinki. Karena para penyerang mengaku berhubungan dengan kedutaan Tiongkok, Pusat Informasi Falun Dafa mendesak pemerintah Finlandia untuk menyelidiki hubungan tersebut. Mereka meminta pihak berwenang menindak tegas setiap kegiatan jahat yang melanggar hukum di sana.”

“Kejadian terbaru di Finlandia ini adalah salah satu dari enam insiden sejak September 2024. Dalam kasus-kasus tersebut, para praktisi Falun Gong yang sedang melakukan aksi damai diserang atau diganggu oleh warga Tiongkok pro-pemerintah. Kasus lainnya terjadi di New York (Brooklyn dan Port Jervis), Argentina, serta Brasil.”

Share