Lebih dari 20 Ancaman Kekerasan Menargetkan Falun Gong, Shen Yun, dan Pejabat Publik pada bulan Maret

Hingga 20 Maret, Falun Dafa Information Center (FDIC) telah mendokumentasikan sedikitnya 23 insiden ancaman sepanjang bulan tersebut. Dari jumlah tersebut, 78 persen (18 insiden) menargetkan Shen Yun, kantor pusatnya, para pemain, atau teater yang menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun di berbagai negara serta sejumlah kota di Amerika Serikat.

Hingga 20 Maret, Falun Dafa Information Center (FDIC) telah mendokumentasikan sedikitnya 23 insiden ancaman sepanjang bulan tersebut. Dari jumlah tersebut, 78 persen (18 insiden) menargetkan Shen Yun, kantor pusatnya, para pemain, atau teater yang menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun di berbagai negara serta sejumlah kota di Amerika Serikat.

Selama setahun terakhir, sedikitnya 80 pesan anonim telah mengancam akan melakukan kekerasan terhadap praktisi Falun Gong, grup kesenian Shen Yun Performing Arts (perusahaan tari klasik Tiongkok yang didirikan oleh praktisi Falun Gong), serta tokoh-tokoh terkemuka yang mendukung Falun Gong. Tren ini terus berlanjut pada Maret 2025, yang menyasar individu dan lokasi di Amerika Serikat, Spanyol, Taiwan, dan Kanada.

Per 20 Maret, Falun Dafa Information Center (FDIC) telah mendokumentasikan sedikitnya 23 insiden ancaman sepanjang bulan ini. Dari total tersebut, 78 persen (18 insiden) menargetkan Shen Yun, markas besarnya, para penampil, atau teater yang menyelenggarakan pertunjukan Shen Yun di berbagai negara dan sejumlah kota di Amerika Serikat. Ancaman tersebut umumnya mengikuti pola serupa yang terpantau sejak Maret 2024: pengirim mengeklaim telah menempatkan bom di seluruh area teater yang akan diledakkan jika pertunjukan Shen Yun tetap dilanjutkan. Dalam beberapa kasus, ditemukan penggunaan alamat surel dan rumusan kalimat yang identik. Hingga saat ini, tidak ada aksi kekerasan yang benar-benar terjadi di teater maupun markas besar Shen Yun. Hal ini mengindikasikan bahwa pesan-pesan tersebut utamanya ditujukan untuk mengintimidasi para penampil dan pihak teater, serta mengganggu jalannya pertunjukan dan meningkatkan beban biaya operasional.

Selain itu, dilaporkan adanya tiga ancaman pembunuhan terhadap anak-anak dan kerabat para praktisi Falun Gong. Ancaman pembunuhan lainnya juga menargetkan Cheng Peiming, penyintas pertama yang diketahui selamat dari praktik perampasan organ paksa oleh Beijing, yang kini menetap di Amerika Serikat. Cheng melaporkan adanya dugaan percobaan pembobolan rumahnya yang mencurigakan pada November 2024.

Selain komunitas Falun Gong, sejumlah pesan juga berisi ancaman kekerasan terhadap pejabat terpilih di AS dan negara lainnya. Tercatat pada 2 Maret, sebuah ancaman yang dikirim ke surel FDIC mengancam akan melakukan pembakaran terhadap markas besar Shen Yun serta kekerasan terhadap Presiden AS Donald Trump. Pesan tersebut memperingatkan bahwa “akan tiba saatnya kami membalas dendam dengan menembaknya atau membakar salah satu propertinya.” Pada 13 Maret, FDIC kembali menerima surel lain yang mengancam para politisi, selebritas, dan pejabat di seluruh dunia yang mendukung Falun Gong. Surel tersebut menyatakan:

“Semua politisi, selebritas, dan pejabat dari seluruh dunia yang mendukung Falun Gong akan segera mengalami celaka. Anggota keluarga mereka juga akan berada dalam bahaya. Rumah mereka akan dibakar dengan bom bensin. Anggota keluarga perempuan akan diperkosa beramai-ramai dan tewas dibunuh! Jika Anda tidak percaya, tunggu saja tanggal mainnya!”

Seluruh ancaman anonim tersebut telah dilaporkan kepada lembaga penegak hukum terkait di berbagai negara. Hingga saat ini, tidak ada aksi kekerasan yang terjadi, dan semua ancaman tersebut pada akhirnya terbukti sebagai alarm palsu. Meski demikian, rangkaian ancaman ini telah memicu peningkatan kewaspadaan dari lembaga penegak hukum dan komunitas Falun Gong guna memastikan keselamatan pihak-pihak yang menjadi target.

Versi Mandarin: 三月份超過20起針對法輪功、神韻及民選官員的暴力威脅事件

Share