Gelombang Ancaman Baru di Bulan Agustus Menargetkan Falun Gong dan Pendukungnya di Seluruh Dunia

Ancaman pembunuhan yang dikirim melalui formulir kontak Faluninfo.net pada Agustus 2025 mencakup peringatan agar staf <i>InfoCenter </i> tersebut "waspada" dan ancaman serangan kekerasan terhadap Gedung Putih oleh individu yang menyamar sebagai praktisi Falun Gong.

Ancaman pembunuhan yang dikirim melalui formulir kontak Faluninfo.net pada Agustus 2025 mencakup peringatan agar staf InfoCenter tersebut "waspada" dan ancaman serangan kekerasan terhadap Gedung Putih oleh individu yang menyamar sebagai praktisi Falun Gong.

Antara 27 Juli hingga 26 Agustus, serangkaian ancaman kekerasan, upaya penyamaran, dan insiden intimidasi menargetkan para praktisi Falun Gong serta lembaga-lembaga yang terkait dengan komunitas tersebut di seluruh Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Pesan-pesan tersebut, yang sering kali ditulis dalam bahasa Mandarin atau menggunakan identitas palsu—termasuk menyamar sebagai pendiri Falun Gong, organisasi terkait, dan praktisi itu sendiri—bertujuan untuk mengaitkan Falun Gong dengan terorisme, mengancam para pendukungnya, dan mengganggu ketertiban umum. Berikut ini adalah contoh-contoh spesifik dari ancaman tersebut:

  • 27 Juli: Sebuah pesan ancaman dalam bahasa Mandarin dikirim melalui formulir kontak Faluninfo.net. Ancaman ini ditujukan kepada para pejabat Kanada, yang menyatakan: “Kebakaran akan melanda rumah semua pejabat tinggi Kanada yang mendukung Falun Gong, dan rem mobil mereka akan blong saat sedang berkendara!”
  • 3 Agustus: Badan Kepolisian Nasional Taiwan menerima email ancaman bom yang dikirim ke kotak surat menterinya, dengan menyamar sebagai pendiri Falun Gong, Li Hongzhi, dan Akademi Seni Fei Tian. Pesan tersebut mengklaim bahwa bahan peledak telah dipasang di bagian utara New York dan di bawah sebuah kendaraan di Kuil Longquan, serta mengancam akan segera meledakkannya.
  • 6 dan 9 Agustus: Dua pesan ancaman dikirim melalui formulir kontak Faluninfo.net. Pesan pertama menghina Falun Dafa Information Center (FDIC) dengan bahasa fitnah, sementara pesan kedua meningkat menjadi ancaman fisik, yang memperingatkan staf agar “waspada saat berada di tempat umum.”
  • 11 Agustus: Sebuah pesan yang menyamar sebagai email kantor Tuidang (pusat pengunduran diri dari Partai Komunis Tiongkok) mengancam bahwa bahan peledak telah ditanam di asrama Kuil Longquan dan menuntut uang sebesar 8 juta poundsterling sebelum batas waktu jam 3 sore.
  • 13 Agustus: Muncul ancaman lain yang menyatakan bahwa individu-individu yang “mengenakan atribut Falun Gong” akan menyerang Gedung Putih menggunakan bom bakar, bahan peledak, dan penembakan brutal.
  • 15 Agustus: Sebuah email ancaman yang lebih ekstrem menyebutkan bahwa pada peringatan 11 September, seseorang yang menyamar sebagai praktisi Falun Gong akan membajak pesawat komersial, menyiarkan aksinya secara langsung, dan menabrakkannya ke Gedung Putih.
  • 18 dan 20 Agustus: Dua pesan tambahan memperingatkan rencana serangan teroris terhadap acara pawai dan aksi damai Falun Gong di seluruh dunia. Ancaman tersebut meliputi penabrakan mobil ke kerumunan, penembakan, hingga penggunaan bom yang sudah ditanam sebelumnya.
  • 21 Agustus: Seseorang yang tidak dikenal menelepon dan memberikan ancaman bom ke Basilika National Shrine of the Immaculate Conception di Washington, D.C., dengan mengaku sebagai praktisi Falun Gong. Ancaman ini terjadi tepat saat pembukaan minggu orientasi Catholic University of America, sehingga memicu tindakan cepat dari kepolisian. Pihak universitas kemudian memastikan bahwa ancaman tersebut tidak benar.
  • 26 Agustus: Sebuah komentar tanpa nama dalam bahasa Mandarin memberikan ancaman kejam: “Anggota Falun Gong akan ditembak mati! Semua pendukung Falun Gong di seluruh dunia akan diserang, keluarga mereka akan terancam, diculik, dibunuh, diperkosa, rumah mereka dibakar, atau diledakkan!”

Insiden-insiden ini menambah total jumlah ancaman, penyamaran, dan intimidasi yang terdokumentasi terhadap praktisi Falun Gong serta lembaga terkait selama bulan Agustus menjadi sedikitnya 11 kasus di tiga benua. Meskipun tidak terjadi kekerasan fisik, penggunaan taktik penyamaran yang terorganisir serta ancaman yang kian meningkat—termasuk membawa-bawa nama terorisme dan lokasi penting di AS—menunjukkan adanya kampanye sengaja untuk merusak citra Falun Gong, menakut-nakuti anggotanya, dan mengganggu ketertiban umum. Seluruh kasus ini telah dilaporkan kepada pihak berwenang dan saat ini sedang ditinjau lebih lanjut.

Sejak Maret 2024, total ada 171 kasus ancaman pembunuhan, ancaman bom, penyamaran, dan intimidasi terhadap praktisi Falun Gong beserta pendukungnya yang tercatat di seluruh dunia, di mana sebagian besar menyasar individu dan lembaga di Amerika Serikat.

Jika Anda merasa menerima pesan palsu dari seseorang yang mengaku sebagai praktisi Falun Gong, mohon segera laporkan kepada kami melalui [email protected].

Share