Pembaruan Penindasan Lintas Negara Juli 2026
Ancaman Kini Menyasar Pejabat dan Tokoh Publik Penggemar Falun Gong, Diiringi Kampanye Penyamaran Identitas yang Terus Berlanjut (per 31 Juli 2026)
Pada 19 Juli, sebuah pesan yang dikirim melalui formulir kontak mengancam keselamatan nyawa Presiden AS Donald Trump, dengan mengatasnamakan dukungannya terhadap Falun Gong sebagai alasan.
Aksi penindasan lintas negara yang menargetkan praktisi Falun Gong dan pertunjukan Shen Yun Performing Arts masih terus berlanjut sepanjang Juli 2026. Tercatat sedikitnya ada enam kasus yang berdampak pada pejabat serta tokoh publik di beberapa negara.
Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, tidak ada insiden penyerangan fisik yang tercatat selama bulan Juli. Sebagai gantinya, terjadi pergeseran sasaran yang nyata ke arah pejabat pemerintah, pemimpin negara, dan tokoh publik, semata-mata karena dukungan terbuka mereka terhadap Falun Gong. Aksi penyamaran identitas atas nama organisasi terkait Falun Gong juga terus berlangsung, salah satunya berupa ancaman bom yang dikirim ke sebuah instansi di Amerika Serikat—yang tidak ada hubungannya dengan Falun Gong—menggunakan alamat email palsu.
Ancaman Terhadap Pejabat yang Mendukung Falun Gong
Tiga pesan terpisah yang dikirim melalui formulir kontak publik Falun Dafa Information Center mengancam akan melakukan tindakan kekerasan terhadap pejabat pemerintah dan para pemimpin negara atas dasar dukungan terbuka mereka terhadap Falun Gong.
Pada 5 Juli, sebuah pesan dari IP 154.23.238.116—yang dikirim dengan mencatut nama tokoh revolusioner Tiongkok, Sun Yat-sen—mengancam akan melakukan kekerasan seksual dan pembunuhan terhadap tokoh-tokoh wanita di ranah publik seluruh dunia yang mendukung latihan ini. Pesan yang dikirim dalam bahasa Mandarin dengan subjek “Pejabat Pemerintah dan Polisi Wanita yang Mendukung Falun Dafa Akan Diperkosa Ramai-ramai” tersebut berbunyi:
“Pejabat pemerintah, selebritas, dan polisi wanita di seluruh dunia yang mendukung Falun Dafa akan diculik dan diperkosa secara beramai-ramai. Setelah diperkosa hingga tewas, jasad mereka akan dimutilasi dan dibuang di pusat-pusat keramaian kota di berbagai ibu kota dunia.”
Pada 19 Juli, sebuah pesan dari IP 61.111.248.173—yang tidak seperti biasanya diketik dalam bahasa Inggris—mengancam keselamatan nyawa Presiden AS Donald Trump dengan mengatasnamakan dukungannya terhadap Falun Gong sebagai alasan:
“Hei kawan, dalam waktu satu bulan, si bodoh Trump itu akan ditembak mati, karena … mendukung … Falun Gong!”
Pada 24 Juli, pesan susulan dari alamat IP yang sama memperluas ancaman hingga ke para kepala negara beserta keluarga mereka di seluruh dunia:
“Dalam kurun enam bulan ke depan, seluruh pemimpin negara yang mendukung Falun Gong akan berada dalam bahaya. Kami tidak menutup kemungkinan terjadinya ledakan di Istana Kepresidenan atau Kantor Perdana Menteri, kebakaran yang misterius, atau kecelakaan akibat kendaraan dinas Perdana Menteri atau Presiden yang hilang kendali. Seluruh keluarga Perdana Menteri dan Presiden akan tewas bersama mereka.”
Pesan pada 24 Juli tersebut dikirim menggunakan alamat pengirim yang dipalsukan, yaitu memakai alamat kontak resmi milik Falun Dafa Information Center sendiri beserta nama seorang praktisi Falun Gong. Pihak Information Center sama sekali tidak pernah mengirimkan pesan ini; alamat tersebut dicatut dan dipalsukan di dalam formulir pengiriman.
Ancaman Bom Menargetkan Falun Gong
Pada 10 Juli, sebuah pesan ancaman dikirim melalui fitur obrolan langsung (live chat) di situs web Shen Yun Arts Proficiency Assessment Center (menggunakan IP 61.111.248.173—IP yang sama dengan ancaman pada 19 dan 24 Juli). Pesan tersebut menyebut area pemakaman dan staf dapur di Dragon Springs sebagai target:
“Bahan peledak yang terbuat dari amonium nitrat berpori dan 6% bahan bakar diesel telah dipasang di area pemakaman dan dapur Kuil Dragon Springs. Besok siang, kami akan meledakkan anjing-anjing mati di pemakaman itu beserta para koki hingga berkeping-keping.”
Pada 26 Juli, sebuah ancaman bom yang menargetkan Himpunan Falun Dafa Taiwan dikirim melalui formulir kontak publik Shinjuku Cultural Center di Tokyo—lokasi di Jepang yang sebelumnya juga digunakan sebagai perantara ancaman pada bulan Mei dan Juni. Pesan tersebut secara spesifik mencantumkan alamat Himpunan di Taipei:
“Bahan peledak telah dipasang di [alamat himpunan di Taipei]. Bom akan meledak tepat pukul 12:00 siang!”
Pengiriman pesan tersebut menggunakan alamat kontak milik Himpunan sendiri, dengan mencatut nama Presiden Taiwan, Lai Ching-te. Karena formulir kontak situs web tersebut mengirimkan balasan otomatis ke alamat email yang dimasukkan pengirim, pesan ancaman itu pun langsung terkirim dan diterima oleh pihak Himpunan sendiri.
Ancaman Penyamaran Identitas Terhadap Lembaga yang Tidak Terkait
Pada 30 Juli, sebuah ancaman bom terhadap Kebun Binatang Cincinnati dikirim melalui formulir komentar publik milik Kebun Binatang Cheyenne Mountain di Colorado:
“Mereka telah memasang bahan peledak amonium nitrat di Kebun Binatang Cincinnati. Berikan saya sepuluh juta dolar, atau saya akan meledakkannya.”
Pengiriman pesan tersebut menggunakan alamat email palsu—yaitu alamat kompleks Dragon Springs di New York—dengan mencatut nama Sheng Xue, seorang penulis dan aktivis pro-demokrasi asal Kanada keturunan Tiongkok. Beliau bukanlah seorang praktisi Falun Gong dan dirinya sendiri telah lama menjadi sasaran penindasan Partai Komunis Tiongkok di luar negeri.
Insiden ini mengikuti pola yang telah tercatat pada bulan Mei, ketika sebuah ancaman bom dikirim ke lembaga amal berbasis di Virginia dengan menggunakan nama palsu direktur eksekutif Falun Dafa Information Center. Dalam kedua kasus tersebut, tujuan yang terlihat bukanlah untuk mengintimidasi lembaga terkait Falun Gong, melainkan untuk melontarkan ancaman kekerasan dari pihak Falun Gong ke organisasi Amerika Serikat lain yang tidak ada hubungannya. Tujuan yang memungkinkan adalah untuk memancing penyelidikan dari aparat penegak hukum terhadap kelompok tersebut serta merusak citranya di mata publik.
Secara keseluruhan, insiden-insiden ini menambah jumlah ancaman pembunuhan anonim—yang bertujuan mengintimidasi praktisi Falun Gong serta memadamkan dukungan bagi Falun Gong dan Shen Yun sejak Maret 2024—menjadi total 308 kasus, menurut data pemantau insiden milik Falun Dafa Information Center yang diperbarui pada 30 Juli.
Hingga saat ini, tidak ada cedera fisik yang ditimbulkan akibat ancaman-ancaman anonim tersebut. Seluruh insiden telah dilaporkan kepada pihak berwenang dan masih terus dalam proses penyelidikan.
Konteks dan Pola yang Terus Berulang
Insiden sepanjang bulan Juli menunjukkan ciri khas operasional yang persis sama dengan yang telah tercatat pada bulan-bulan sebelumnya. Satu alamat IP, yaitu 61.111.248.173, digunakan dalam tiga ancaman terpisah dalam rentang dua minggu, sementara IP 154.23.238.116 masih berada dalam rentang alamat yang sama dengan IP ancaman bulan Juni. Pengirim pesan kembali memalsukan alamat kontak organisasi terkait Falun Gong seperti Falun Dafa Information Center dan Dragon Springs, serta kembali mencatut nama tokoh-tokoh publik terkenal seperti Lai Ching-te dan Sheng Xue—yang mana tidak satu pun dari mereka memiliki keterkaitan dengan pesan yang dikirim atas nama mereka. Formulir kontak pihak ketiga di Jepang dan Colorado juga kembali dimanfaatkan sebagai perantara untuk memberi kesan seolah-olah ancaman tersebut resmi berasal dari suatu instansi.
Perkembangan paling signifikan pada bulan Juli adalah adanya pergeseran target. Jika pada bulan-bulan sebelumnya ancaman terfokus pada lokasi pertunjukan Shen Yun dan para praktisi Falun Gong, ancaman di bulan Juli kini ditujukan kepada pejabat, pemimpin negara, serta tokoh publik yang memberikan dukungan. Pola ini bertujuan untuk memperluas efek intimidasi dari kampanye tersebut, tidak hanya terbatas pada komunitas Falun Gong, tetapi juga menyasar siapa saja di ranah publik yang berani bersuara membela mereka.
Seluruh insiden telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum di wilayah hukum masing-masing dan saat ini masih terus diselidiki.
Untuk informasi lebih lanjut atau bantuan, silakan hubungi kami di [email protected].







