Sembilan Orang Dihukum di Liaoning Terkait Falun Gong, Termasuk Non-Praktisi yang Divonis Hanya karena Hubungan Keluarga
Pengadilan Distrik Zhanqian. (Foto: Bitter Winter/Diedit oleh Faluninfo)
Sembilan warga Kota Dashiqiao, Provinsi Liaoning, divonis penjara enam bulan hingga sembilan tahun pada 11 Agustus 2026. Delapan orang dihukum karena latihan Falun Gong. Satu orang lainnya tidak ikut berlatih namun divonis karena merupakan anak dari dua terdakwa. Vonis terberat dijatuhkan kepada pria 71 tahun yang saat sidang dalam kondisi buta, lumpuh, dan harus menggunakan kursi roda. Kasus ini dilaporkan Minghui.org pada 21 Agustus, Weiquanwang pada 23 Agustus, serta Bitter Winter pada 31 Agustus.
Vonis hukuman
Pengadilan Distrik Zhanqian, Kota Yingkou, menggelar sidang terhadap kesembilan warga tersebut selama dua hari pada 16–17 Juli 2026, dan menjatuhkan putusan pada 11 Agustus melalui nomor perkara (2026) Liao 0802 Xing Chu No. 72. Berikut rinciannya:
- Zhang Yuzhen (71): 9 tahun, denda 50.000 yuan
- Gong Suyan (72, istri Zhang): 8 tahun 6 bulan, denda 50.000 yuan
- Wang Zhaomin: 7 tahun, denda 40.000 yuan
- Xing Dongmei: 5 tahun, denda 20.000 yuan
- Wang Jun: 2 tahun 6 bulan, denda 10.000 yuan
- Li Xiuying: 2 tahun, denda 10.000 yuan
- Yang Qiang: 1 tahun 6 bulan, denda 10.000 yuan
- Zhang Bo (putra Zhang dan Gong): 1 tahun 3 bulan, denda 10.000 yuan
- Xing Chun’e (istri Yang dan saudari Xing Dongmei): 6 bulan, denda 5.000 yuan
Zhang Bo tidak berlatih Falun Gong dan divonis hanya karena hubungan keluarga dengan orang tuanya. Masa hukuman Zhang Yuzhen tercatat hingga 24 November 2034.
Pemantauan berbulan-bulan sebelum penindasan
Kesembilan warga itu ditangkap pada 25 November 2025. Menurut laporan, Biro Keamanan Publik Kota Dashiqiao telah memantau ponsel para praktisi lokal selama sekitar enam bulan sebelumnya. Operasi ini melibatkan lebih dari dua puluh personel dari satuan reserse kriminal.
Polisi mendatangi rumah Zhang Yuzhen dan Gong Suyan di Desa Dongzhi, Yong’an, lalu menangkap pasangan suami istri itu beserta anak mereka. Petugas menggeledah rumah lama dan baru serta menyita barang pribadi. Li Xiuying, yang ada di lokasi, turut ditangkap bersama mereka. Wang Zhaomin ditangkap di rumahnya di wilayah yang sama, sementara Wang Jun di Desa Qiaotaipu. Lebih dari 20 petugas menggeledah rumah Xing Dongmei dan mengangkut barang barang miliknya. Adapun Yang Qiang dan Xing Chun’e ditangkap di kediaman mereka di kawasan kota.
Para pria ditahan di Rumah Tahanan Kota Dashiqiao, sedangkan para wanita di Rutan Kota Yingkou. Kesembilan orang itu resmi ditahan pada akhir Desember 2025, dan berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan Distrik Zhanqian. Kasus ini diteruskan ke Komite Urusan Politik dan Hukum Provinsi Liaoning yang memberikan arahan.
Keluarga menyewa empat pengacara yang menilai fakta perkara tidak jelas, bukti kurang, dan penerapan hukum keliru, sehingga meminta kejaksaan menghentikan proses. Kejaksaan menolak dan tetap mendakwa kesembilan terdakwa.
Tiga terdakwa tercatat pernah menjalani kerja paksa sebelumnya. Xing Dongmei dihukum dua tahun sekitar 2001 dan dua tahun lagi setelah ditangkap pada 23 Juli 2007. Xing Chun’e dikirim ke Kamp Kerja Paksa Masanjia pada Maret 2001 karena membahas Falun Gong, lalu ditangkap lagi pada 16 September 2009. Adapun Yang Qiang pernah menjalani kerja paksa dengan durasi yang tidak dirinci.
Sidang terdakwa dalam kondisi buta
Kesehatan Zhang Yuzhen memburuk selama setahun ditahan. Ia terserang hipertensi berat, penyakit jantung, gejala stroke, dan infark lakunar otak. Pada 23 Juni 2026, kondisinya drop sehingga dilarikan polisi ke Rumah Sakit Luhe di Dashiqiao.
Selama dirawat, ia diborgol dan dijaga empat petugas. Keluarga tidak diijinkan menjenguk. Pada 30 Juni, ia dikembalikan ke Rumah Tahanan Kota Dashiqiao.
Saat pengacaranya menjenguk, Zhang tidak bisa berjalan hingga harus merangkak. Penglihatannya buta total, bicaranya pelo, dan tubuhnya sangat kurus kering. Tekanan darahnya tercatat 170. Ia bahkan tidak mampu duduk tegak di kursi roda tanpa ditopang tiga pengawal agar tidak terjatuh.
Ia diseret ke pengadilan dalam kondisi seperti itu. Keluarga dan pengacaranya berkali-kali mengajukan permohonan pembebasan medis sebelum dan sesudah sidang, namun diabaikan. Ia divonis hukuman terlama di antara sembilan terdakwa tersebut.
Vonis karena hubungan keluarga.
Dua hal menonjol dari kasus ini. Pertama, vonis terhadap Zhang Bo. Ia bukan seorang praktisi, dan laporan menyebutkan tidak ada tuduhan lain terhadapnya selain sebagai anak dari pasangan suami istri Zhang dan Gong. Hukuman 15 bulan penjara yang diterimanya menjadikan hubungan keluarga sebagai alasan tunggal untuk menjatuhkan hukuman pidana.
Hal kedua, kondisi Zhang Yuzhen. Masuk tahanan November 2025, Juli 2026 ia sudah mengalami kebutaan, lumpuh, dan tak bisa duduk sendiri. Hakim tetap memvonisnya sembilan tahun penjara dan menolak semua penangguhan medis. Di usia 71 tahun, ia akan menjalani hukuman hingga usia 79 tahun.
Praktisi Falun Gong di Tiongkok kerap tewas di tahanan akibat kondisi kritis yang diabaikan. Para lansia tetap dipenjara meski fisiknya tidak memungkinkan. Keluarga dan pengacara Zhang tidak mendapat kabar perawatannya sejak divonis. Mengingat usia, kondisi, dan vonisnya, ia terancam tewas di dalam tahanan.









