Desainer Interior Ditangkap Karena Keyakinannya
Kota Anshan.
Zhao Yubo, desainer interior otodidak berusia 39 tahun yang tinggal bersama ayahnya di Anshan, Provinsi Liaoning. Pada Juli 1997, saat berusia 14 tahun, ia mulai berlatih Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, karena ajarannya yang mendalam serta prinsip universal Sejati, Baik, Sabar sangat menyentuh hatinya.
Pada tahun 2000, setahun setelah Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai melakukan penganiayaan terhadap Falun Gong, Zhao pergi ke pemerintah kota untuk mengajukan permohonan. Ia berusia 17 tahun saat itu dan hanya ingin menyuarakan kebenaran tentang latihan spiritual tersebut. Namun, ia ditangkap dan dipaksa menulis surat janji bahwa ia tidak akan pergi ke Beijing untuk mencari keadilan bagi Falun Gong.
Setelah itu, ia terus-menerus menghadapi gangguan dari polisi, komunitas setempat, dan pihak sekolah. Otoritas sekolah mengancam akan mengeluarkannya jika ia tidak melepaskan Falun Gong. Merasa tidak punya pilihan lain, Zhao mengundurkan diri dari sekolah dan melanjutkan pendidikannya secara mandiri di rumah.
Meskipun Zhao tidak lagi terancam dikeluarkan dari sekolah, polisi terus mengganggunya secara rutin.
Pada 21 September 2022, seorang petugas berpakaian preman mengetuk pintu rumah Zhao, mengaku sedang mencari seorang wanita lansia. Ayah Zhao tidak mengizinkan petugas itu masuk karena ia tidak punya bukti bahwa wanita tersebut ada di dalam rumah mereka. Akibatnya, petugas itu masuk secara paksa, memanggil bala bantuan, dan menggeledah rumah tersebut. Zhao, ayahnya, pamannya, serta seorang teman keluarga yang sedang berkunjung ditangkap.
Zhao ditahan secara ilegal di Kantor Polisi Shannan selama dua hari sebelum dipindahkan ke Pusat Penahanan Xiuyan. Ayah, paman, dan teman ayahnya ditahan selama 30 jam tanpa makanan atau air. Setelah dibebaskan, ayahnya kemudian ditempatkan di bawah pengawasan kediaman.
Saat rumahnya digeledah, komputer kerja Zhao, printer rusak, buku-buku Falun Gong, KTP, ponsel, 6.400 dolar AS, 18.000 yuan, dan barang-barang pribadi lainnya disita. Keluarganya pergi ke kantor polisi beberapa kali untuk meminta daftar barang yang disita, namun polisi mengabaikan mereka. Meskipun begitu, polisi memberikan daftar barang sitaan kepada Zhao untuk ditandatangani, tetapi karena jumlahnya tidak akurat, ia menolak untuk menandatanganinya.
Pada hari penangkapannya, ibu Zhao meneleponnya untuk menyampaikan kabar duka atas meninggalnya neneknya. Namun, ia sangat terpukul saat mengetahui bahwa Zhao telah ditangkap lebih awal pada hari itu. Karena tidak sanggup menanggung beban tersebut, ia jatuh sakit dan terbaring di tempat tidur.
Transformasi Seorang Pemuda
Zhao adalah seorang yang tertutup, pasif, dan pemberontak di masa kecilnya. Namun ketika ia mulai berlatih Falun Gong pada usia 14 tahun, ia berubah menjadi pribadi yang terbuka, hangat, dan suportif. Prestasi akademisnya juga meningkat pesat, dan ia menjadi sangat dihormati oleh teman-teman sekelasnya.
Ketika penindasan dimulai pada tahun 1999, sentimen orang-orang yang awalnya kagum dengan perilakunya mulai berubah.
Terlepas dari tekanan penganiayaan tersebut, Zhao tetap tangguh. Di hadapan gangguan polisi dan propaganda pemerintah yang berupaya membungkamnya, Zhao dikenal oleh para tetangga sebagai orang yang positif dan ramah kepada semua orang.
Informasi Kontak Pelaku:
Sun Rui (孙瑞), Kepala Kantor Polisi Shannan: +86-15842077229
Li Haoyuan (李昊远), Wakil Kepala Kantor Polisi Shannan: +86-13942245066
Shen Geng (申庚), Direktur Kantor Keamanan Domestik Tiexi: +86-15942222000
Wang Jianjun (王建军), Sekretaris Komite Urusan Politik dan Hukum Kota Anshan: +86-13188018801, +86-412-2234579, +86-412-811101
Berdasarkan artikel asli Minghui.






