Gothenburg Memperingati 30 Tahun Falun Dafa di Eropa dengan Pawai, Konferensi, dan Acara Nyala Lilin
Para praktisi Falun Dafa dari seluruh Eropa berkumpul untuk memperingati 30 tahun diperkenalkannya latihan spiritual ini ke Eropa. (Minghui.org/Diedit oleh Faluninfo)
GOTHENBURG, Swedia — Pada bulan September, Gothenburg menjadi pusat perayaan besar saat para praktisi Falun Dafa dari seluruh Eropa berkumpul untuk memperingati 30 tahun masuknya latihan spiritual ini ke Swedia dan benua tersebut. Acara yang berlangsung selama beberapa hari ini mencakup parade yang meriah, konferensi berbagi pengalaman latihan, serta nyala lilin untuk menyerukan penghentian penganiayaan yang masih berlangsung di Tiongkok.
Pawai melewati jalan-jalan yang ramai

Pada 20 September, para praktisi mengadakan dua pawai besar melewati jalan-jalan Gothenburg yang ramai, memeriahkan suasana dengan musik tradisional Tiongkok, warna-warni bunga teratai dan spanduk. Peragaan gerakan latihan Falun Dafa yang lembut tampak kontras dengan pertunjukan genderang meriah dan tarian tradisional. Tampilannya menarik perhatian orang-orang yang lewat. Banyak warga menonton, berfoto, dan berbincang dengan para praktisi mengenai latihan ini.
Pawai tersebut menghormati tonggak sejarah tahun 1995, ketika Master. Li Hongzhi, pendiri Falun Dafa, mengunjungi Eropa atas undangan para praktisi. Beliau mengadakan dua seminar pada tahun itu—satu di Paris dan satu di Gothenburg—untuk memperkenalkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar kepada masyarakat Eropa. Sejak saat itulah, Falun Dafa mulai menyebar luas ke seluruh benua tersebut.
Sopir taksi Kia Darafkan menyaksikan pawai tersebut saat sedang beristirahat kerja. “Saya merasa pawai ini unik dan menarik. Melodinya merdu dan istimewa, sesuatu yang belum pernah saya dengar sebelumnya,” katanya. “Saya menyukainya, dan saya berharap bisa mengetahui lebih banyak tentang makna di balik musik tersebut.”
Para praktisi dari negara-negara Nordik berbagi pengalaman

Pada 21 September, Konferensi Berbagi Pengalaman Latihan Falun Dafa Nordik mempertemukan para praktisi dari Swedia, Norwegia, Finlandia, Denmark, dan negara-negara Eropa lainnya. Dalam pidato-pidato yang menyentuh hati, para peserta menceritakan bagaimana latihan ini telah membantu mereka mengatasi masalah kesehatan, memperbaiki hubungan keluarga, dan menghadapi tantangan hidup dengan kedamaian batin.
Martin Lindell dari Swedia membagikan pengalaman latihan-nya: “Latihan ini telah membuat saya lebih kuat dan lebih bijaksana. Saya belajar untuk tidak terganggu oleh dunia luar dan mampu tetap merasa damai.” Ia mulai berlatih Falun Dafa lebih dari 25 tahun yang lalu.
Aksi damai nyala lilin

Sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan tersebut, para praktisi mengadakan aksi nyala lilin di Gustaf Adolfs Torg dan Götaplatsen pada 19 dan 20 September. Di tengah kegelapan malam, nyala lilin tersebut adalah bentuk penghormatan bagi mereka yang kehilangan nyawa di Tiongkok akibat penganiayaan PKT terhadap Falun Dafa yang telah berlangsung selama 26 tahun.
Meskipun hujan turun, suasana khidmat tersebut mendapat dukungan dari penduduk setempat dan pengunjung mancanegara. “Penganiayaan ini tentu saja sangat mengerikan, dan tidak ada seorang pun yang boleh diperlakukan seperti itu,” kata Viktor Järnekull, warga Gothenburg yang berhenti sejenak untuk menyaksikan. “Terutama saat saya mendengar tentang pengambilan organ, saya merasa sangat tidak tenang. Saya sangat berharap kekejaman ini segera berakhir.”
Bagi para praktisi di Swedia, acara peringatan ini merupakan perayaan sekaligus momen untuk mengenang—menunjukkan sejauh mana latihan ini telah berkembang di Eropa, sembari menunjukkan solidaritas bagi mereka yang masih menderita di Tiongkok.






