Keceriaan Liburan: Warga California Berhasil Bertemu Kembali dengan Orang Tuanya Setelah 9 Tahun
Cerita berikut sengaja ditunda penerbitannya demi memastikan keamanan keluarga tersebut.
Dari kiri ke kanan: Liang Xin, Yolanda Yao, dan Yao Guofu merayakan liburan pertama mereka bersama di California. (Kontribusi oleh Yolanda Yao.)
Yolanda Yao, warga California yang kisahnya menjadi bagian dari kampanye penyelamatan keluarga oleh Pusat Informasi Falun Dafa sejak 2017, akhirnya berkumpul kembali dengan ayahnya, Yao Guofu, dan ibunya, Liang Xin, setelah sembilan tahun. Antara tahun 2015 hingga 2020, orang tuanya dipenjara dan disiksa karena keyakinan mereka terhadap Falun Gong.
Natal tahun ini menjadi momen pertama bagi Keluarga Yao untuk merayakannya bersama dalam sepuluh tahun terakhir.
Dari Henan ke California
Setelah orang tuanya bebas dari penjara pada Juni 2020, pihak berwenang di Provinsi Henan terus mengganggu dan mengancam Yao dan Liang, terutama saat hari raya atau acara politik sensitif seperti Olimpiade Musim Dingin Beijing atau Kongres Partai ke-20. Menjelang acara-acara tersebut, polisi sering kali memblokir pintu depan rumah atau mengancam orang tua Yolanda agar tidak keluar rumah. Petugas memperingatkan mereka untuk berhenti menyuarakan fakta tentang penganiayaan, jika tidak ingin ditahan kembali.
Setelah mengalami gangguan yang berat dan tahanan rumah selama Kongres Partai ke-20, Yao dan Liang memutuskan untuk meninggalkan kampung halaman mereka menuju Amerika Serikat.
Selama enam bulan berikutnya, mereka mempertaruhkan segalanya dan meninggalkan seluruh harta benda untuk menempuh perjalanan ribuan mil menuju Bay Area. Pada 2 Februari 2023, Yao dan Liang akhirnya selamat dan berkumpul kembali dengan putri mereka, Yolanda, di San Francisco, California.

Menemukan Kesembuhan di Amerika
“Amerika benar-benar bebas dan rakyatnya sangat beradab,” kata orang tua Yolanda dalam sebuah wawancara yang diterjemahkan oleh Pusat Informasi Falun Dafa. “Hati kami akhirnya merasa bebas dan kami merasa seolah bisa bernapas kembali. Seluruh tubuh kami terasa rileks, untuk pertama kalinya setelah sekian lama.”
Meskipun kini telah mendapatkan kebebasan sipil, Yao dan Liang masih terus berjuang melawan gangguan stres pascatrauma akibat kekejaman yang mereka alami. Yao secara fisik merasa ketakutan setiap kali mendengar ketukan di pintunya atau sirene mobil polisi. Sementara itu, Liang merasa sesak atau takut di ruang sempit (klaustrofobia), karena ia pernah ditahan di sel isolasi selama sembilan bulan.
Kini keluarga Yao menjalani hidup selangkah demi selangkah. Akhirnya mereka memiliki kebebasan waktu sepenuhnya. Saat ini, Yao Guofu menjadi penulis dan kontributor untuk Dajiyuan, edisi bahasa Mandarin dari The Epoch Times. Ia telah menerbitkan berbagai artikel tentang kebebasan berbicara, penyensoran Partai Komunis Tiongkok (PKT), dan hak asasi manusia di Tiongkok. Liang, ibunya Yolanda aktif mengikuti acara komunitas dan parade untuk menyuarakan hak asasi manusia di Tiongkok.






