Kisah yang Tak Terungkap
tentang Falun Gong dan Shen Yun

Kejujuran, Ketangguhan, & Kesenian Termahsyur di Dunia

Kisah yang Tak Terungkap
tentang Falun Gong dan Shen Yun

Kejujuran, Ketangguhan, & Kesenian Termahsyur di Dunia

Dari sebuah latihan spiritual berbasis Buddhis di jantung Tiongkok hingga menjadi fenomena seni pertunjukan global, kisah Falun Gong dan Shen Yun adalah kisah tentang bagaimana perlawanan damai terhadap tirani komunis melahirkan sebuah pertunjukan panggung yang membuat para kader di Beijing ketakutan, bahkan di saat pertunjukan tersebut memenuhi penonton di seluruh dunia dengan harapan, inspirasi, dan pengingat yang menyentuh hati tentang hubungan ilahi yang kita semua miliki.

Tersebar luas terutama melalui penyampaian dari mulut ke mulut, Falun Gong menjadi sangat populer pada tahun 1990-an, dengan puluhan juta orang menjalankan latihan ini di seluruh Tiongkok. Lihat Galeri Foto.

1992

Kebangkitan Keyakinan Falun Gong

Setelah kaum komunis mengambil alih Tiongkok pada tahun 1949, mereka menghabiskan waktu puluhan tahun untuk menjelek-jelekkan dan mencabut paksa seluruh budaya serta pemikiran tradisional Tionghoa, dengan tujuan menggantikannya dengan Marxisme dan komunisme. Ketika Falun Gong—sebuah latihan spiritual Buddhis—diperkenalkan kepada publik di sana, hal ini segera menjadi sensasi. Bukan hanya karena ini merupakan kelanjutan langsung dari budaya tradisional Tionghoa, tetapi karena manfaat kesehatannya yang luar biasa, hanya dalam beberapa tahun, 100 juta orang mulai mempelajari latihan tersebut.

Falun Gong menjadi latihan qigong paling populer dalam sejarah Tiongkok, dan sepenuhnya berada di luar kendali PKT. Hal inilah yang memicu beberapa pemimpin komunis untuk menyerang…

Jutaan orang di Tiongkok telah dipecat dari pekerjaan, dikeluarkan dari sekolah, dipenjara, disiksa, atau tewas hanya karena berlatih Falun Gong. Buku-buku Falun Gong dihancurkan dalam aksi pembakaran di seluruh negeri.

1999

Teror Melanda Seluruh Tiongkok
Targetkan 100 Juta Orang

Peristiwa ini bermula di tengah malam pada 20 Juli 1999. Di bawah selubung kegelapan di seluruh Tiongkok, polisi menyeret warga dari tempat tidur mereka. Banyak yang dibawa ke pusat penahanan dan penjara, sebagian lainnya dipukuli, dan beberapa di antaranya tewas akibat penyiksaan.

Partai Komunis Tiongkok memerintahkan pembakaran buku di seluruh negeri, pelarangan penerbitan, dan penggeledahan rumah—semuanya dilakukan untuk menghancurkan materi instruksional Falun Gong. Perusahaan negara, sekolah, dan kantor pemerintah mulai mengadakan sesi re-edukasi wajib untuk memberantas latihan spiritual tersebut dan memperkuat ideologi komunis. Propaganda membanjiri media pemerintah guna mendemonisasi latihan ini. Jutaan orang tidak bersalah di Tiongkok telah dipecat dari pekerjaan, dikeluarkan dari sekolah, dipenjara, disiksa, atau tewas hanya karena berlatih Falun Gong.

.

2003

Saat Media Bungkam, Falun Gong Mobilisasi Massa

Saat media Barat bungkam dan langkah pemerintah asing terhenti, puluhan juta praktisi Falun Gong di seluruh Tiongkok dan di seluruh dunia meneruskan jejak Martin Luther King Jr., Gandhi, dan tokoh lainnya untuk melawan tirani PKT secara damai melalui aksi-aksi akar rumput tanpa kekerasan.

Di seluruh Tiongkok, jutaan orang memproduksi dan menyebarkan selebaran yang mengungkap kejahatan PKT. Di Barat, mereka mendirikan perusahaan media dan teknologi untuk menembus Firewall Tiongkok serta menceritakan kisah nyata tentang Tiongkok kepada dunia. Tak lama kemudian, di New York, sebuah perusahaan seni pertunjukan baru lahir—Shen Yun.

Tanpa dukungan pemerintah maupun perusahaan, Shen Yun didirikan sepenuhnya oleh para sukarelawan.

2006

Shen Yun Performing Arts Didirikan di AS

Saat penganiayaan terhadap Falun Gong berkecamuk di Tiongkok, sekelompok kecil sukarelawan—sebagian besar merupakan imigran generasi pertama yang berpendidikan tinggi dan berasal dari elite budaya Tiongkok—memulai langkah mereka di kawasan perbukitan yang tenang di bagian utara New York. Didorong oleh visi yang mendalam, mereka berupaya menghidupkan kembali budaya autentik Tiongkok yang hampir punah akibat kampanye brutal Partai Komunis Tiongkok. Di sinilah Shen Yun Performing Arts lahir.

Revolusi Tersembunyi dalam Seni Pertunjukan

Meskipun menghadapi isolasi, kesulitan finansial, serta upaya global PKT untuk menyabotase mereka, para pendiri Shen Yun mendirikan jenis perusahaan seni pertunjukan baru: sebuah lembaga yang berakar pada keyakinan dan didorong untuk menampilkan belas kasih, harapan, serta ketabahan luar biasa yang bersumber dari budaya autentik Tiongkok.  Bagi para staf dan penampil Shen Yun, ini bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan sebuah bentuk perlawanan terhadap kekuatan serta ideologi tirani yang mencoba mengisolasi dan memecah belah kita. Ini adalah misi mendesak untuk memberikan pandangan yang jelas kepada dunia mengenai bahaya yang ditimbulkan oleh rezim komunis Tiongkok, serta bagaimana nilai-nilai universal yang luhur memiliki kekuatan untuk membangkitkan semangat, memperluas empati, dan merayakan hubungan ilahi yang kita miliki bersama, bahkan di saat-saat tergelap sekalipun.

“Inilah harta karun autentik yang terkandung dalam peradaban Tiongkok… Ini sangat luar biasa, berstandar dunia… Ini mengingatkan saya mengapa saya memilih untuk mempelajari Tiongkok.”

—Dr. Arthur Waldron, Lauder Professor bidang Hubungan Internasional di Departemen Sejarah University of Pennsylvania dan salah satu pakar terkemuka Amerika Serikat mengenai Tiongkok.

“[Shen Yun] menyampaikan energi yang sangat positif kepada penonton, sebuah rasa harapan. Dan [penonton] akan lebih memahami makna sebenarnya dari apa yang dimaksud ketika kita berbicara tentang kebenaran, belas kasih, dan toleransi, yang kemudian akan menjadi bagian dari nilai-nilai serta kehidupan mereka.”

—Irwin Cotler, mantan Jaksa Agung Kanada

“Saya rasa ini sangat indah karena [budaya ini] tetap dijaga agar terus hidup dan dibagikan kepada dunia… Ini telah menjadi hal yang sangat mencerahkan.”

—Tony Robbins, penulis, pembicara, dan pelatih kehidupan ternama di dunia

.

2008-2025

Shen Yun Menjadi Sensasi Global
Jangkau Jutaan Orang

Dari sekelompok kecil sukarelawan yang membentuk rombongan tur pertama, Shen Yun telah berkembang menjadi sensasi global, menyajikan kemahiran seni kelas dunia dengan delapan perusahaan pertunjukan yang melakukan tur dunia secara serentak. Setiap tahun, Shen Yun tampil di hadapan lebih dari satu juta orang, menghiasi beberapa panggung paling bergengsi di sekitar 200 kota di lima benua.

Saat ini, dengan ratusan seniman kelas dunia dalam jajarannya, Shen Yun tidak hanya menarik talenta papan atas dari seluruh dunia, tetapi juga membina para penampilnya sendiri…

Beijing Membawa Penindasan ke Luar Negeri, Berupaya Sabotase Shen Yun

Selama 20 tahun terakhir, Shen Yun telah menjadi target nomor satu PKT dan menjadi subjek dari kampanye global penindasan seni paling agresif yang pernah didokumentasikan hingga saat ini.

Rezim Tiongkok telah mengerahkan setiap taktik dalam persenjataannya untuk menyabotase Shen Yun: Mulai dari penyusupan oleh mata-mata Tiongkok di kantor pusat Shen Yun, perampokan di rumah-rumah para penampil, sabotase yang mengancam nyawa terhadap bus-bus Shen Yun, serangan siber tanpa henti pada situs web perusahaan, hingga tekanan ilegal dari kedutaan besar Tiongkok yang mendesak pemerintah serta teater untuk membatalkan pertunjukan mereka. Kampanye fitnah pun bermunculan di berbagai media Amerika dan media sosial.

1992

Kebangkitan Keyakinan Falun Gong

Setelah Partai Komunis Tiongkok mengambil alih Tiongkok pada tahun 1949, mereka menghabiskan waktu puluhan tahun untuk menjelek-jelekkan dan mencabut paksa semua budaya Tiongkok serta pemikiran tradisional secara kejam, dengan tujuan menggantikannya dengan Marxisme dan komunisme.

Ketika Falun Gong—sebuah latihan spiritual Buddha—diperkenalkan ke publik di sana, latihan ini langsung menjadi sensasi. Bukan hanya karena merupakan kelanjutan langsung dari budaya tradisional Tiongkok, tetapi karena manfaat kesehatannya yang luar biasa, hanya dalam beberapa tahun, 100 juta orang mulai mempelajari latihan tersebut.

Falun Gong menjadi latihan qigong paling populer dalam sejarah Tiongkok, dan sepenuhnya berada di luar kendali PKT. Hal inilah yang mendorong beberapa pemimpin komunis untuk menyerang…

1999

Teror Melanda Seluruh Tiongkok, Menargetkan 100 Juta Orang

Semuanya dimulai di tengah malam pada tanggal 20 Juli 1999. Di seluruh Tiongkok di bawah selubung kegelapan, polisi menyeret warga Tiongkok dari tempat tidur mereka. Banyak yang dibawa ke pusat penahanan dan penjara, yang lain dipukuli, dan beberapa meninggal akibat penyiksaan.

Partai Komunis Tiongkok memerintahkan pembakaran buku di seluruh negeri, pelarangan penerbitan, dan penggeledahan rumah—semuanya demi menghancurkan materi instruksional Falun Gong. Perusahaan milik negara, sekolah, dan kantor pemerintah mulai mengadakan sesi re-edukasi wajib untuk mencabut latihan spiritual tersebut dan memperkuat ideologi komunis. Propaganda membanjiri media yang dikelola negara, menjelek-jelekkan latihan ini. Jutaan orang tidak bersalah di Tiongkok telah dipecat dari pekerjaan mereka, dikeluarkan dari sekolah, dipenjara, disiksa, atau dibunuh hanya karena berlatih Falun Gong.

2003

Saat Media Terbungkam,
Falun Gong Bergerak

Ketika media Barat terbungkam dan tindakan pemerintah asing terhenti, puluhan juta praktisi Falun Gong di seluruh Tiongkok dan di seluruh dunia mengambil peran seperti Martin Luther King Jr., Gandhi, dan lainnya untuk menentang tirani PKT secara damai melalui aksi-aksi akar rumput tanpa kekerasan.

Di seluruh Tiongkok, jutaan orang memproduksi dan menyebarkan selebaran yang mengungkap kejahatan PKT. Di Barat, mereka mendirikan perusahaan media dan teknologi untuk menembus sensor internet (firewall) Tiongkok dan menceritakan kisah nyata tentang Tiongkok kepada dunia. Dan tidak lama kemudian, di New York, sebuah perusahaan seni pertunjukan baru lahir—Shen Yun.

2006

Shen Yun Performing Arts Didirikan di AS

Saat penganiayaan terhadap Falun Gong berkecamuk di Tiongkok, sekelompok kecil sukarelawan—yang mayoritas merupakan imigran generasi pertama berpendidikan tinggi dan berasal dari kalangan elit budaya Tiongkok—merintis sebuah langkah baru di kawasan perbukitan yang tenang di New York bagian utara.

Digerakkan oleh sebuah visi yang mendalam, mereka bertekad untuk menghidupkan kembali budaya asli Tiongkok yang nyaris punah akibat kampanye brutal Partai Komunis Tiongkok. Di tempat inilah Shen Yun Performing Arts dilahirkan.

Revolusi Tersembunyi dalam Seni Pertunjukan

Meskipun menghadapi isolasi, kesulitan finansial, dan upaya global PKT untuk menyabotase mereka, para pendiri Shen Yun mendirikan sebuah jenis perusahaan seni pertunjukan baru: sebuah perusahaan yang berakar pada keyakinan dan terdorong untuk menampilkan belas kasih, harapan, serta ketangguhan luar biasa yang bersumber dari budaya asli Tiongkok.

Bagi staf dan para pemain Shen Yun, ini bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan sebuah perlawanan terhadap kekuatan dan ideologi tirani yang mencoba mengisolasi dan memecah belah kita. Ini adalah sebuah misi mendesak untuk memberi dunia pandangan yang jelas tentang bahaya yang ditimbulkan oleh rezim komunis Tiongkok, dan bagaimana nilai-nilai universal yang luhur memiliki kekuatan untuk mengangkat semangat, memperluas empati kita, dan merayakan hubungan ilahi yang kita semua miliki, bahkan di saat yang paling gelap sekalipun.

“Ini adalah harta karun asli yang terkandung dalam peradaban Tiongkok… Ini sangat luar biasa, berstandar dunia… Ini mengingatkan saya mengapa saya memilih untuk mempelajari Tiongkok.”

—Dr. Arthur Waldron, Profesor Hubungan Internasional Lauder di Departemen Sejarah di University of Pennsylvania dan salah satu pakar terkemuka Amerika tentang Tiongkok

“[Shen Yun] memancarkan energi yang sangat positif dan membawa harapan bagi para penonton. Mereka akan lebih memahami makna mendalam dari nilai-nilai kebenaran, belas kasih, dan kesabaran, yang kemudian akan meresap ke dalam prinsip serta jalan hidup mereka.”

—Irwin Cotler, mantan Jaksa Agung Kanada

“Saya rasa ini sangat indah karena [budaya ini] tetap dijaga agar terus hidup dan dibagikan kepada dunia… Ini sungguh sangat mencerahkan.”

—Tony Robbins, penulis, pembicara, dan pelatih kehidupan termahsyur di dunia

2008-

Shen Yun Menjadi Sensasi Global, Menjangkau Jutaan Orang

Dari sekelompok kecil sukarelawan yang membentuk tim tur pertama, Shen Yun telah berkembang menjadi sensasi global, menyajikan kesenian kelas dunia dengan delapan tim pertunjukan yang melakukan tur ke seluruh dunia secara serentak. Setiap tahun, Shen Yun tampil di hadapan lebih dari satu juta orang, menghiasi panggung-panggung paling bergengsi di sekitar 200 kota di lima benua.

Saat ini, dengan ratusan seniman kelas dunia dalam daftarnya, Shen Yun tidak hanya menarik talenta tingkat atas dari seluruh dunia, tetapi juga mengembangkan para penampilnya sendiri…

LINK TO NEXT PAGE >>

Share