Tanggapan Komunitas Shen Yun

Saat The New York Times (NYT) mulai menyerang kami dengan artikel-artikel tendensius, kami merasa dikhianati. Kami merasa dikhianati oleh mereka yang memutarbalikkan fakta kehidupan di Shen Yun, oleh para jurnalis yang mengabaikan informasi yang kami berikan, serta oleh institusi media mapan yang mengeklaim menjunjung tinggi keadilan dan fakta.

Kami juga merasa geram. Geram oleh narasi menyimpang dari NYT. Geram karena surat kabar tersebut tidak menuliskan bagaimana jutaan praktisi Falun Gong telah mengalami penganiayaan di Tiongkok selama 25 tahun atau keberanian perlawanan tanpa kekerasan mereka; tidak menuliskan bagaimana Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah memperluas penindasannya hingga ke Amerika Serikat; serta tidak menuliskan bagaimana Shen Yun telah mengatasi semua ini hingga menjadi perusahaan seni pertunjukan dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah Amerika, maupun keindahan dan inovasi dari pertunjukan tersebut.

Tidak. Bukannya menuliskan bagaimana orang-orang seperti kami tewas dibunuh demi keyakinan mereka di Tiongkok, NYT justru meributkan rincian jam kerja kami saat kami tengah berupaya menyelamatkan nyawa orang lain. Surat kabar tersebut, beserta artikel dan video tiruannya, jelas tidak tertarik pada kisah-kisah ini, melainkan hanya ingin menggali sesuatu yang sensasional dan kontroversial.

Kami di Shen Yun tidaklah sempurna; kami sedang berupaya memberikan yang terbaik. Kami berupaya memenuhi misi untuk membangkitkan kembali budaya tradisional Tiongkok sekaligus mengungkap kekejaman yang sedang berlangsung di Tiongkok, sembari tetap berusaha memperhatikan seluruh penampil dan staf yang benar-benar kami anggap sebagai keluarga. Kami tentu mengalami tantangan dalam masa pertumbuhan, sebagaimana dialami banyak perusahaan rintisan, meskipun sistem dan proses kami jauh lebih matang saat ini dibandingkan saat kami baru memulai.

Pada saat yang sama, kami berkeberatan atas upaya sengaja NYT untuk menyudutkan Shen Yun, pendiri Falun Gong, serta komunitas keyakinan kami secara luas dalam pandangan yang negatif dan keliru. Terdapat 5 aspek meresahkan dalam pemberitaan NYT tersebut…

1. The New York Times telah mengabaikan penganiayaan terhadap Falun Gong selama bertahun-tahun. NYT tidak pernah mengerahkan sumber daya yang setara untuk mendokumentasikan penganiayaan kejam terhadap puluhan juta orang tidak bersalah di Tiongkok, sebagaimana yang mereka lakukan saat ini melalui berbagai artikel mengenai segelintir penari yang tidak puas.

2. Penganiayaan kejam di Tiongkok merupakan kenyataan sehari-hari bagi kami dan merupakan hal yang mendorong kami. Banyak praktisi Falun Gong yang kini tinggal di AS pernah ditahan atau mengalami penyiksaan di Tiongkok; banyak pula yang kehilangan kerabat atau memiliki keluarga yang masih menderita di penjara. Urgensi untuk mengungkap semua ini dan menembus bayang-bayang penindasan PKT dengan pesan harapan itulah yang memacu jam kerja, etika kerja, serta fokus kami.

3. The New York Times memutarbalikkan keyakinan kami. NYT menggambarkan praktisi Falun Gong sebagai kelompok tertutup, dengan mengabaikan kenyataan hidup kami. Falun Gong bersifat bebas dan terbuka bagi siapa saja—siapa pun dapat membaca seluruh ajaran spiritual atau mempelajari latihan tersebut secara gratis secara daring.

4. Penganut Falun Gong tidaklah tertipu. Kami tidak sekadar mengikuti ajaran berdasarkan kepercayaan buta. Banyak praktisi berpendidikan sangat tinggi, dengan gelar sarjana lanjutan di bidang ilmu pasti dari universitas ternama. Seperti pengikut keyakinan lainnya, penganut Falun Gong memiliki pengalaman spiritual yang sangat pribadi yang meneguhkan keyakinan mereka.

5. The New York Times membantu PKT. Sadar atau tidak, NYT menggemakan poin-poin pembicaraan PKT yang mendemonisasi Falun Gong—propaganda serupa yang memicu kebencian dan kekerasan. Faktanya, seiring dengan artikel-artikel NYT tersebut, kami mengalami peningkatan ancaman mati, beberapa di antaranya secara spesifik menyebut nama New York Times!

Sangat mengerikan melihat surat kabar terkemuka AS menggemakan narasi PKT, yang membawa diskriminasi anti-Falun Gong ke Amerika Serikat. Sayangnya, PKT tidak bisa membayangkan sekutu yang lebih baik daripada NYT dalam kampanye mereka untuk melenyapkan Falun Gong secara global.

Share