Serangan di Wilayah AS:
Sejauh Mana PKT Akan Melangkah?

Lawfare, Disinformasi, dan Ancaman Kekerasan.

Pertunjukan yang Dilarang Beijing untuk Anda Tonton

Mata-mata. Sabotase.
Ancaman. Fitnah.

Partai Komunis Tiongkok telah lama melakukan penindasan transnasional yang menargetkan Falun Gong dan Shen Yun Performing Arts. Namun, agresivitas, frekuensi, dan sifat kekerasan dari insiden-insiden tersebut telah meningkat secara drastis selama setahun terakhir. Selain itu, taktik yang dikerahkan jauh lebih canggih dan halus, sering kali beroperasi melalui kaki tangan atau bahkan pihak-pihak di Amerika Serikat yang tanpa sadar membantu memperluas pengaruh mereka.

Pergeseran ini bukanlah suatu kebetulan.

Menurut sumber internal partai, pada tahun 2022, pemimpin PKT Xi Jinping mengeluh bahwa upaya membungkam Falun Gong selama ini “kurang kreatif”. Ia pun menginstruksikan aparat keamanan dan polisi rahasia rezim tersebut untuk memperhebat serangan mereka. Dampaknya adalah munculnya kampanye baru yang lebih gencar untuk merusak reputasi Falun Gong dan Shen Yun di seluruh dunia. Mereka juga mencoba memanipulasi lembaga pemerintah AS agar melakukan penyelidikan, dengan tujuan akhir memberikan “pukulan mematikan” terhadap Falun Gong.

Sejak Juni, sejumlah sumber internal partai membocorkan rincian instruksi yang memperkuat perintah Xi tersebut, termasuk taktik spesifik yang akan dijalankan. Taktik-taktik ini sekarang mulai terlihat nyata di lapangan.

Peneliti dari Pusat Informasi Falun Dafa terus mendokumentasikan insiden-insiden baru, tindakan dari penegak hukum, kebocoran internal PKT, serta informasi penting lainnya seiring dengan ditemukannya bukti-bukti baru.

Strategi Baru Beijing
Menargetkan Falun Gong & Shen Yun

Strategi Baru Beijing
Menargetkan Falun Gong & Shen Yun

ANCAMAN PEMBUNUHAN

Ancaman bom palsu yang dikirim ke gedung-gedung teater. Ancaman penembakan massal dan kekerasan seksual yang menargetkan para penari Shen Yun dan keluarga mereka. Ancaman pembakaran rumah, kecelakaan mobil, serangan fisik, hingga penyayatan ban kendaraan.

LAWFARE
(PERANG HUKUM)

Orang-orang yang berhubungan dengan Tiongkok mengajukan serangkaian gugatan hukum untuk menguras sumber daya dan menciptakan pemberitaan negatif tentang Shen Yun dan Falun Gong. Seorang hakim di New York menyatakan salah satu gugatan tersebut “samar”, “tidak logis”, dan “kontradiktif” saat menolaknya.

MANIPULASI MEDIA

Media arus utama menerbitkan “investigasi” yang menyesatkan tentang Shen Yun dan Falun Gong. Artikel-artikel tersebut memutarbalikkan keyakinan Falun Gong dan menghilangkan konteks penting, seperti hubungan sumber-sumber kunci dengan pemerintah Tiongkok.

MEMANIPULASI PEMERINTAH

Agen-agen Tiongkok dijatuhi hukuman dalam skema penyuapan IRS yang menargetkan Shen Yun. Pengaduan jahat kepada lembaga-lembaga AS mengenai pelanggaran lingkungan dan ketenagakerjaan memicu penyelidikan yang tidak berdasar.

MEDIA SOSIAL

Influencer yang didukung Beijing memproduksi konten yang menjelek-jelekkan dan menghasut pengikutnya untuk memobilisasi massa guna melawan Falun Gong dan Shen Yun.

PENYAMARAN

Email yang menyamar sebagai praktisi Falun Gong mengirimkan ancaman atau tuduhan yang merusak kepada pejabat pemerintah atau pengelola gedung. Profil-profil di platform X menyamar sebagai para penari Shen Yun.

Bagaimana taktik-taktik ini diterapkan dalam contoh nyata?

Apa yang awalnya terlihat seperti peristiwa biasa atau insiden yang tidak ada hubungannya dengan PKT, jika diperiksa lebih teliti, sering kali menunjukkan adanya pola dan keterkaitan yang mengarah pada kampanye terkoordinasi serta pengaruh tidak langsung dari rezim tersebut.

Ancaman pembunuhan: Hingga saat ini, lebih dari 70 ancaman pembunuhan, ancaman bom, dan ancaman pembunuhan massal telah ditujukan ke markas besar, teater, dan karyawan Shen Yun. Di beberapa kota, teater tempat Shen Yun akan tampil terpaksa dievakuasi oleh polisi setempat. Tidak ada bom yang pernah ditemukan.

Namun tidak berhenti di situ. Ancaman-ancaman ini juga menargetkan berbagai pemimpin politik di Amerika Serikat, Taiwan, dan secara global. Ancaman tersebut sering kali ditulis dalam bahasa Mandarin dan memperingatkan tentang penculikan, pemboman, serta pembunuhan yang menargetkan pejabat terpilih di AS dan negara lainnya.

“Para politisi dan anggota Kongres dari semua negara yang mendukung Falun Gong akan menjadi target serangan, bahkan menembak Trump dan mengendarai kendaraan bermuatan bahan peledak ke Gedung Putih juga tidak dikesampingkan.” Di Amerika Serikat, mengancam pejabat pemerintah adalah tindak pidana berat berdasarkan hukum federal yang dapat dihukum dengan penjara.

Contoh ancaman pembunuhan: 

“Kalian akan bertemu Tuhan. Anda, … dan anggota keluarga Anda, semuanya akan dibunuh.”

—Ancaman yang dikirim melalui email kepada staf Pusat Informasi Falun Dafa beserta foto sebuah senapan.

“Departemen Luar Negeri AS akan menjadi target pertama. Jika Departemen Luar Negeri AS berani mendukung Falun Gong, sangat mungkin bagi [kami] untuk mengendarai mobil bermuatan bom, menabrak pintu masuk utama Departemen Luar Negeri, lalu meledakkan bom tersebut!”

—Ancaman yang dikirim melalui email ke situs web Falun Dafa

“Kami secara rahasia telah membeli bom kendali jarak jauh… serta senapan otomatis, pistol, dan senjata lainnya… kami akan meledakkan bahan peledak, lalu menerobos masuk ke [pusat pelatihan Shen Yun] dan menembak semua orang yang selamat.”

—Ancaman yang dikirim ke markas besar Shen Yun

Lawfare (Perang Hukum): Sejumlah individu atau organisasi yang memiliki hubungan dengan Tiongkok telah mengajukan gugatan hukum sembarangan dengan klaim kerusakan lingkungan atau pelanggaran hak tenaga kerja. Secara terpisah, agen-agen PKT mencoba menyuap IRS untuk menyelidiki Shen Yun dan mencabut status bebas pajaknya; mereka ditangkap oleh FBI dan telah dijatuhi hukuman. Beberapa gugatan tersebut ditolak oleh hakim di New York. Gugatan terbaru ditolak dengan keputusan tetap yang tidak dapat diajukan kembali (dismissed with prejudice). Sayangnya, upaya lawfare ini tetap menghasilkan pemberitaan buruk bagi Shen Yun.

Disinformasi: Media arus utama—terutama New York Times—telah terlibat dalam pelaporan yang bias dan menyesatkan berdasarkan sumber-sumber yang meragukan yang memiliki hubungan dengan para YouTuber pendukung Beijing serta entitas negara-partai. Kami membahas topik ini secara mendalam pada bagian berikutnya.

Kampanye lawfare, disinformasi, dan penindasan lintas negara yang sedang berkembang ini sangat mirip dengan rencana yang dinyatakan oleh PKT, yang menunjukkan adanya strategi baru yang lebih canggih.

Tonton video: Mengapa Beijing Berusaha Membungkam Shen Yun? Di balik ancaman bom, lawfare, dan fitnah media yang semuanya merujuk kembali pada rezim Tiongkok.

Serangan PKT di Tanah AS: Cara Kerjanya

Xi Jinping

Menurut sumber internal partai, pada tahun 2022, pemimpin PKT Xi Jinping mengeluh bahwa upaya untuk membungkam Falun Gong sejauh ini “kurang kreatif.” Ia kemudian memberikan arahan untuk menerapkan dua taktik: lawfare (pengajuan gugatan hukum strategis yang biasanya tidak berdasar untuk membebani target dan mencoreng reputasi mereka) dan disinformasi. Ia menyerukan kepada aparat keamanan dan polisi rahasia rezim tersebut untuk memimpin upaya-upaya ini.

Kementerian Keamanan Publik
dan Keamanan Negara

Kementerian Keamanan Negara dan Keamanan Publik Tiongkok sedang memimpin kampanye global baru untuk “melenyapkan Falun Gong” di bawah arahan Xi Jinping. Dengan menggunakan disinformasi melalui influenser media sosial dan media Barat, lawfare, serta penindasan transnasional, mereka bertujuan untuk mendiskreditkan dan pada akhirnya membangkrutkan Shen Yun.

John Chen

John Chen terbukti bersalah sebagai mata-mata PKT setelah operasi jebakan FBI menangkapnya saat mencoba menyuap IRS untuk membuka penyelidikan terhadap Shen Yun. Sebelumnya, ia telah terlibat dalam kegiatan anti-Falun Gong selama lebih dari dua dekade, termasuk memata-matai para praktisi dan menyebarkan propaganda PKT untuk melawan Falun Gong.

Agen-agen Tiongkok
dan Kaki Tangannya di AS

Selama lebih dari satu dekade, jaringan mata-mata Tiongkok di seluruh AS telah aktif menargetkan Shen Yun Performing Arts dan komunitas Falun Gong, dengan tujuan menyabotase aktivitas mereka. Sejak tahun 2020, otoritas AS telah melakukan beberapa penangkapan tingkat tinggi terhadap agen-agen Tiongkok yang tertangkap basah mencoba mengatur kampanye hitam atau menyuap pejabat AS untuk merusak status hukum Shen Yun, memata-matai Falun Gong, serta menciptakan pemberitaan media yang negatif.

Akademi Tari Beijing

(Beijing Dance Academy – BDA) dipimpin oleh 10 anggota PKT dan menerima pendanaan dari pemerintah Tiongkok. Individu-individu yang terkait dengan BDA telah mengajukan gugatan hukum terhadap dan memfitnah Shen Yun. BDA menyembunyikan hubungannya dengan PKT dalam materi-materi berbahasa Inggris. Hal ini menunjukkan adanya upaya sengaja untuk menutupi koneksi politiknya dari audiens global dan mitra internasional.

Influenser Media Sosial yang didukung PKT

PKT mendukung para influencer media sosial sebagai senjata utama untuk menyebarkan disinformasi tentang Shen Yun di Barat. Beberapa influencer telah mengaku ditawari bayaran oleh PKT. Sementara yang lainnya disebutkan secara khusus dalam arahan pemerintah Tiongkok untuk menerima “dukungan penuh” atas serangan mereka terhadap Shen Yun.

Metode Serangan dan Hasil yang Tercatat:

Gugatan Hukum
Terhadap Shen Yun

Sesaat setelah seorang mata-mata Tiongkok yang terpidana mengakui kepada otoritas AS bahwa ia telah memata-matai kantor pusat Shen Yun dan menyusun cara untuk mengajukan gugatan hukum terhadap mereka, serangkaian gugatan lingkungan diajukan terhadap kantor pusat tersebut oleh individu-individu yang memiliki hubungan publik dengan Tiongkok. Sebanyak lima tindakan hukum diajukan dalam kurun waktu empat tahun, di mana masing-masing gugatan tersebut menciptakan pemberitaan media yang negatif dan memicu ketidakpercayaan di dalam komunitas lokal.

IRS: Penyelidikan Pemerintah

Pada 26 Mei 2023, pengadilan federal mendakwa, dan kemudian menghukum, dua agen Tiongkok karena mencoba menyuap seseorang yang mereka sangka sebagai pejabat Internal Revenue Service (IRS) untuk “menumbangkan Falun Gong.” Secara khusus, tujuan mereka adalah untuk mencabut status nirlaba Shen Yun. Pasangan tersebut juga mengaku melakukan perjalanan ke New York “untuk memata-matai warga Falun Gong di Orange County, New York,” lokasi di mana kantor pusat Shen Yun berada.

Ancaman Bom
dan Pembunuhan

Pada tur tahun 2025 ini, lebih dari 40 teater tempat Shen Yun tampil menerima email ancaman yang menyatakan akan meledakkan gedung atau masuk dan menembaki semua orang jika pertunjukan tetap dilaksanakan. Kantor pusat Shen Yun di New York juga menerima puluhan ancaman pembunuhan lainnya yang menargetkan para seniman, keluarga mereka, bahkan anggota Kongres yang mendukung, dengan ancaman bahwa “mayat mereka akan dibuang di jalanan Washington.”

Disinformasi dan
Gugatan Hukum

Sebagai dua pilar utama yang digariskan oleh Xi Jinping untuk menyerang Shen Yun, setidaknya sejak tahun 2022, agen-agen dan kaki tangan Tiongkok telah digerakkan untuk menyusun narasi-narasi meresahkan terhadap Shen Yun. Tujuannya adalah untuk memancing media arus utama, memicu penyelidikan pemerintah, serta mengadu domba antara Shen Yun dengan masyarakat Amerika.

Gugatan Ditolak

Dua pria warga Tiongkok telah dijatuhi hukuman karena berupaya menyuap pejabat IRS. Selain itu, sedikitnya tiga mata-mata Tiongkok lainnya telah ditangkap sejak tahun 2022 atas aktivitas mereka dalam membungkam serta memfitnah Falun Gong atau Shen Yun.

Mata-mata Dijatuhi
Hukuman

Pada 26 Mei 2023, pengadilan federal mendakwa dan akhirnya menghukum dua agen Tiongkok karena berupaya menyuap orang yang mereka kira pejabat IRS demi “menumbangkan Falun Gong”. Secara spesifik, tujuan mereka adalah mencabut status nirlaba Shen Yun. Keduanya juga mengaku sempat pergi ke New York “untuk memata-matai warga Falun Gong di Orange County, New York”, tempat kantor pusat Shen Yun berada.

Gedung Putih dan Deplu AS
Mengecam Ancaman

Sekretaris Pers Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS telah mengecam ancaman bom yang terkait dengan PKT, menyusul serangkaian ancaman bom yang ditujukan ke berbagai teater yang menjadi tuan rumah pertunjukan Shen Yun di seluruh wilayah AS.

Influenser dan Platform Melawan Kampanye Disinformasi

YouTuber asal Tiongkok yang mengaku bekerja sama dengan The New York Times telah didakwa atas kepemilikan senjata ilegal setelah mengancam Shen Yun. Platform X menghapus ribuan akun asal Tiongkok yang digunakan untuk memperkuat laporan The Times tentang Shen Yun. Sementara itu, sejumlah podcaster di Taiwan dan Amerika mengaku ditawari uang oleh agen PKT untuk menjelek-jelekkan Shen Yun, namun mereka menolaknya.

Gugatan Hukum
Terhadap Shen Yun

Sesaat setelah seorang mata-mata Tiongkok yang terpidana mengakui kepada otoritas AS bahwa ia telah memata-matai kantor pusat Shen Yun dan menyusun cara untuk mengajukan gugatan hukum terhadap mereka, serangkaian gugatan lingkungan diajukan terhadap kantor pusat tersebut oleh individu-individu yang memiliki hubungan publik dengan Tiongkok. Sebanyak lima tindakan hukum diajukan dalam kurun waktu empat tahun, di mana masing-masing gugatan tersebut menciptakan pemberitaan media yang negatif dan memicu ketidakpercayaan di dalam komunitas lokal.

Gugatan Ditolak

Dua pria warga Tiongkok telah dijatuhi hukuman karena berupaya menyuap pejabat IRS. Selain itu, sedikitnya tiga mata-mata Tiongkok lainnya telah ditangkap sejak tahun 2022 atas aktivitas mereka dalam membungkam serta memfitnah Falun Gong atau Shen Yun.

IRS: Penyelidikan Pemerintah

Pada 26 Mei 2023, pengadilan federal mendakwa, dan kemudian menghukum, dua agen Tiongkok karena mencoba menyuap seseorang yang mereka sangka sebagai pejabat Internal Revenue Service (IRS) untuk “menumbangkan Falun Gong.” Secara khusus, tujuan mereka adalah untuk mencabut status nirlaba Shen Yun. Pasangan tersebut juga mengaku melakukan perjalanan ke New York “untuk memata-matai warga Falun Gong di Orange County, New York,” lokasi di mana kantor pusat Shen Yun berada.

Mata-mata Dijatuhi
Hukuman

Pada 26 Mei 2023, pengadilan federal mendakwa dan akhirnya menghukum dua agen Tiongkok karena berupaya menyuap orang yang mereka kira pejabat IRS demi “menumbangkan Falun Gong”. Secara spesifik, tujuan mereka adalah mencabut status nirlaba Shen Yun. Keduanya juga mengaku sempat pergi ke New York “untuk memata-matai warga Falun Gong di Orange County, New York”, tempat kantor pusat Shen Yun berada.

Ancaman Bom
dan Pembunuhan

Pada tur tahun 2025 ini, lebih dari 40 teater tempat Shen Yun tampil menerima email ancaman yang menyatakan akan meledakkan gedung atau masuk dan menembaki semua orang jika pertunjukan tetap dilaksanakan. Kantor pusat Shen Yun di New York juga menerima puluhan ancaman pembunuhan lainnya yang menargetkan para seniman, keluarga mereka, bahkan anggota Kongres yang mendukung, dengan ancaman bahwa “mayat mereka akan dibuang di jalanan Washington.”

Gedung Putih, AS
Mengecam Ancaman

Sekretaris Pers Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS telah mengecam ancaman bom yang terkait dengan PKT, menyusul serangkaian ancaman bom yang ditujukan ke berbagai teater yang menjadi tuan rumah pertunjukan Shen Yun di seluruh wilayah AS.

Disinformasi dan
Gugatan Hukum

Sebagai dua pilar utama yang ditetapkan oleh Xi Jinping untuk menyerang Shen Yun, setidaknya sejak tahun 2022, agen-agen dan kaki tangan Tiongkok telah digerakkan untuk menyusun narasi-narasi meresahkan terhadap Shen Yun. Tujuannya adalah untuk memancing media arus utama, memicu penyelidikan pemerintah, serta mengadu domba antara Shen Yun dengan masyarakat Amerika.

Influenser dan Platform Melawan Kampanye Disinformasi

Seorang YouTuber asal Tiongkok yang mengaku bekerja sama dengan The Times telah didakwa atas kepemilikan senjata ilegal setelah melontarkan ancaman terhadap Shen Yun. Platform X menghapus ribuan akun asal Tiongkok yang digunakan untuk menyebarluaskan laporan terbaru The Times mengenai Shen Yun. Sementara itu, sejumlah podcaster di Taiwan dan Amerika Serikat mengaku bahwa agen-agen PKT menawarkan uang kepada mereka untuk menjelek-jelekkan Shen Yun, namun mereka menolaknya.

LINK TO NEXT PAGE >>

Share