Reported in August 2023: 66 Falun Gong Practitioners Sentenced
Praktisi Falun Gong ditangkap polisi di Lapangan Tiananmen pada awal masa penganiayaan.
Pada Agustus 2023, situs web Minghui menerima 66 laporan tentang praktisi Falun Gong yang divonis karena keyakinan mereka atau aktivitas mereka dalam melawan penganiayaan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap Falun Gong.
Karena sensor ketat mengenai Falun Gong di Tiongkok, pelaporan kasus sering kali terlambat. Dari 66 kasus yang dilaporkan, lima terjadi antara tahun 2018 dan 2021, lima lainnya pada tahun 2022, dan 47 terjadi pada tahun 2023. Tanggal penjatuhan vonis terhadap 9 praktisi Falun Gong lainnya masih belum dapat dipastikan.
Para praktisi yang divonis tersebut berasal dari 19 wilayah berbeda di Tiongkok. Provinsi Shandong yang terbanyak, yaitu 10 kasus, diikuti oleh Provinsi Heilongjiang sembilan kasus, dan Provinsi Liaoning dengan tujuh kasus. 16 wilayah sisanya melaporkan antara satu hingga lima kasus.

Masa hukuman penjara bagi para praktisi yang divonis berkisar antara enam bulan hingga delapan tahun, dengan sebagian besar praktisi dijatuhi hukuman satu hingga tiga tahun. Seorang pria yang telah menjalani 19 tahun penjara kembali dijatuhi hukuman 5 tahun tambahan. Seorang pria berusia 70 tahun menerima hukuman 3,5 tahun setelah sebelumnya menjalani 2 tahun kerja paksa dan 14 tahun penjara. Seorang wanita muda berusia 30 tahun, yang telah menyaksikan penganiayaan terhadap ibunya sejak usia 6 tahun, kini dirinya sendiri divonis 4,5 tahun penjara.

Praktisi Falun Gong di Provinsi Gansu Divonis Lima Tahun Setelah Penahanan Selama 19 Tahun
Li Wenming (juga dikenal sebagai Li Mingyi) didakwa oleh Kejaksaan Distrik Chengguan pada Februari 2023. Hakim di Pengadilan Distrik Chengguan menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada Li dan denda sebesar 30.000 yuan, atau sekitar 4.200 dolar AS. Li telah mengajukan banding atas vonis tersebut.
Pada Agustus 2021, pria berusia 59 tahun asal Kota Lanzhou, Provinsi Gansu ini akhirnya bebas setelah dikurung selama 19 tahun. Hukuman berat itu dijatuhkan karena pada tahun 2002 ia terlibat dalam aksi menyisipkan video berdurasi 30 menit ke siaran televisi kabel provinsi. Video tersebut dibuat untuk meluruskan propaganda bohong mengenai Falun Gong. Ia sendiri adalah mantan karyawan Pabrik Lokomotif Lanzhou.
Menjelang Kongres Nasional PKT ke-20 pada Oktober 2022, pejabat di Lanzhou meluncurkan kampanye “Serangan 100 Hari” dan menangkap banyak praktisi Falun Gong. Pada 23 Agustus 2022, lebih dari 10 petugas polisi dari Kantor Keamanan Domestik Qilihe dan Kantor Polisi Xizhan menangkap Li di rumahnya.
Li ditahan di Pusat Penahanan Distrik Honggu, kemudian dipindahkan ke Pusat Penahanan Xiguoyuan. Kejaksaan Distrik Chengguan mendakwa dan mengajukan kasusnya ke Pengadilan Distrik Chengguan pada akhir Februari 2023. Hakim kemudian menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada Li dan denda sebesar 30.000 yuan.
Wanita Berusia 30 Tahun yang Dirundung Penganiayaan Sejak Kecil Divonis 4,5 Tahun
Setelah bandingnya ditolak, Zhang Xiwei dari Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi, dibawa ke Penjara Wanita Provinsi Shaanxi pada 29 Juni untuk menjalani hukuman penjara selama 4,5 tahun.
Zhang ditangkap pada 21 Juli 2021 oleh lebih dari sepuluh petugas polisi. Para petugas tersebut menyita buku Zhuan Falun miliknya—yang merupakan buku utama latihan Falun Gong—serta sebuah komputer, radio, pemutar MP3, dan beberapa kartu memori.
Menurut koresponden Minghui di Shaanxi, keluarga Zhang mencoba menjenguknya pada 25 Juli dan 25 Agustus, namun permohonan kunjungan selalu ditolak “karena ia belum melepaskan Falun Gong.” Keluarganya merasa sangat khawatir ia akan disiksa—sama seperti banyak praktisi Falun Gong lainnya.
Begitu polisi tahu bahwa keluarga Zhang sudah menyewa pengacara dan kasusnya dilaporkan ke situs web Minghui, mereka mendatangi rumah ibunya di Kabupaten Liquan pada 18 Agustus untuk menginterogasinya. Saat ibu Zhang menolak menjawab, polisi malah mengancam akan menangkapnya juga.
Sejak penganiayaan terhadap Falun Gong dimulai pada tahun 1999—saat Zhang masih berusia enam tahun—keluarganya telah berulang kali menjadi target dan diganggu. Ibunya ditangkap beberapa kali, dijatuhi hukuman kerja paksa, dan disiksa.
Zhang diadili melalui persidangan video pada 30 Mei 2022, dan pengacaranya mengajukan pembelaan tidak bersalah atas namanya. Awalnya, hakim mengembalikan kasus tersebut kepada jaksa dengan alasan kurangnya bukti. Namun, Zhang diadili kembali pada 16 Agustus 2022, dan—meskipun tidak ada bukti baru yang diberikan—hakim kemudian menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara dengan denda 10.000 yuan pada 22 November 2022.
Wanita di Jilin Divonis Tiga Tahun karena Menyurati Pejabat Pemerintah, Mendesaknya untuk Menghentikan Penganiayaan Falun Gong
Cui Yanling, warga Kota Changchun, Provinsi Jilin yang berusia 66 tahun, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena mendesak seorang pejabat pemerintah untuk berhenti mengikuti PKT dalam melakukan penganiayaan terhadap para praktisi Falun Gong yang taat hukum seperti dirinya.
ICui ditangkap di rumahnya pada 9 September 2021 oleh petugas dari Kantor Polisi Jalan Hongqi. Penangkapan ini dilakukan atas perintah seorang pejabat di Biro Keamanan Publik Provinsi Jilin yang menerima surat dari Cui. Dalam surat itu, ia mendesak sang pejabat agar berhenti melakukan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong. Setelah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), polisi menyimpulkan bahwa Cui-lah yang mengirimkan surat tersebut, lalu mereka melacak dan menangkapnya.
Wang Ying, seorang praktisi Falun Gong lainnya yang kebetulan sedang berkunjung ke rumah Cui saat polisi datang, juga ikut ditangkap.
Pengadilan Distrik Chaoyang menjatuhkan vonis tiga tahun penjara kepada Cui dan dua tahun delapan bulan kepada Wang pada 13 Juni 2022. Kedua wanita tersebut dimasukkan ke Penjara Wanita Provinsi Jilin pada 14 Juli 2023 untuk menjalani hukuman mereka..
Laporan ini disusun berdasarkan laporan asli dari Minghui.org










