Laporan Pelapor Khusus tentang Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan, Ringkasan Kasus yang Dikirimkan kepada Pemerintah dan Jawaban yang Diterima

E/CN.4/2006/5/Add.1 (Hal 25-26) 13 September 2005

Komunikasi yang dikirimkan pada 13 September 2005 kepada Pelapor Khusus tentang kekerasan terhadap perempuan, penyebab dan konsekuensinya

99. Pelapor Khusus menyampaikan dua kasus berikut untuk menjadi perhatian Pemerintah:

Pada 21 Mei 2002, petugas polisi dari kantor polisi Zhonggong menangkap Ren Shujie (p), 42 tahun, yang tinggal di Distrik Tiexi, Kota Shengyang, Provinsi Liaoning, karena melakukan latihan Falun Gong. Ia kemudian dijatuhi hukuman tiga tahun kerja paksa dan ditahan di Kamp Kerja Paksa Longshan. Tidak ada tuntutan yang diajukan terhadapnya dan ia tidak diberikan persidangan di pengadilan hukum. Ia melakukan mogok makan selama 64 hari, dan selama waktu tersebut ia menjadi sasaran penyiksaan serta kerja paksa yang berat selama lima belas jam setiap hari. Setelah mengakhiri mogok makannya, ia terus disiksa oleh penjaga penjara, termasuk Tang Yubao, yang menyiksanya dengan sengatan listrik. Pada 22 Maret 2004, ia dipindahkan ke Kamp Kerja Paksa Masanjia di mana ia dipaksa tidur di lantai semen selama tiga bulan. Ia dibebaskan pada 24 Desember 2004, karena kondisinya yang sangat lemah, dengan berat badan kurang dari 40 kg, padahal pada saat penangkapannya berat badannya 80 kg. Beberapa pengaduan yang diajukan Ren Shujie kepada penjaga penjara, yang merupakan satu-satunya pihak berwenang yang dapat ia akses, tidak memberikan tanggapan atau perbaikan terhadap kondisi penahanannya.

Pada 21 Januari 2000, Liu Yunxiang, berusia 32 tahun, yang tinggal di desa Yangjiazhuang di Kotapraja Junbukou ditangkap oleh petugas polisi dari Kotapraja Junbukou, Kota Weifang di Provinsi Shandong, karena melakukan latihan Falun Gong. Tidak ada tuntutan yang diajukan terhadapnya dan ia tidak diberikan persidangan di pengadilan hukum. Ia menjadi sasaran pemukulan yang parah, dan para pria yang juga ditangkap bersamanya dipaksa untuk memukuli dirinya dan wanita lain yang ditangkap pada bagian pinggul mereka. Selama penahanan, ia dipaksa untuk mengutuk pendiri Falun Gong, minum alkohol, dan merokok, yang mana hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Falun Gong. Akibat dari perlakuan ini, Ibu Liu Yunxiang mengalami keguguran. Ia dibebaskan pada 20 Januari 2000 setelah membayar untuk pembebasannya. Pada musim panas tahun 2001, ia ditangkap lagi karena melakukan latihan Falun Gong dan sekali lagi menjadi sasaran penyiksaan termasuk sengatan listrik, yang mengakibatkan ia mengalami keguguran untuk kedua kalinya. Setelah dua puluh hari penyiksaan, ia dikirim ke pusat penahanan selama satu bulan lagi, setelah itu ia dibebaskan.

Untuk melihat laporan lengkapnya, kunjungi: http://daccessdds.un.org/doc/UNDOC/GEN/G06/121/25/PDF/G0612125.pdf?OpenElement

Share