Laporan 782 Praktisi Falun Gong Ditangkap atau Dilecehkan pada Januari dan Februari 2022
Dua bulan pertama tahun 2022 diwarnai dengan laporan mengenai 423 praktisi Falun Gong yang ditangkap dan 359 lainnya yang diintimidasi karena keyakinan mereka.
Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah latihan spiritual yang terus mengalami penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) di Tiongkok sejak tahun 1999. Banyak sekali praktisi yang telah ditangkap, diintimidasi, dijatuhi hukuman, dan disiksa karena mempertahankan keyakinan mereka. Sayangnya, karena sensor informasi yang sangat ketat dari rezim PKT, mengumpulkan fakta dan melaporkan kejadian-kejadian ini tetap menjadi sebuah tantangan.
Dari 423 kasus penangkapan yang dilaporkan, rinciannya meliputi: 9 kejadian dari tahun 2020, 143 laporan di tahun 2021, 187 penangkapan pada Januari 2022, dan 84 penangkapan pada Februari 2022. Sebanyak 30 praktisi kehilangan uang dengan total sekitar $95.000 USD yang disita ketika polisi menggeledah rumah mereka. Dalam kasus yang paling parah, sekitar $33.000 USD dirampas dari satu orang praktisi, dan di kasus lainnya, uang sebesar $23.600 USD diperas oleh aparat. Jumlah uang terbesar ketiga yang diperas dari seorang praktisi adalah sekitar $10.100 USD.
Dari 423 kasus penangkapan tersebut, tiga di antaranya mengakibatkan kematian praktisi, termasuk dua wanita dan satu pria, yang masing-masing meninggal dunia dalam waktu satu bulan setelah mereka ditangkap.
Beberapa minggu menjelang Olimpiade Musim Dingim Beijing pada Februari 2022, aparat menangkap dan mengintimidasi para praktisi di Beijing dan Kota Zhangjiakou, Provinsi Hebei. Dua dari tiga kota ini merupakan tuan rumah bagi cabang olahraga salju dan es, di mana penindasan dilakukan dengan dalih untuk mencegah para praktisi menyuarakan fakta tentang Falun Gong selama ajang olahraga tersebut berlangsung.
Dari 359 kasus intimidasi yang terjadi, 1 kasus terjadi pada tahun 2020, 167 laporan terjadi pada tahun 2021, 133 kasus terjadi pada Januari 2022, dan 58 kasus pada Februari 2022. Di antara mereka yang menjadi sasaran, sebanyak 261 praktisi (73%) rumahnya digeledah secara sewenang-wenang oleh polisi, 124 orang (16%) adalah lansia berusia 60 tahun ke atas, dan 174 pengikut Falun Gong (41%) telah dibebaskan saat tulisan ini dibuat.
Sebanyak 782 praktisi tersebut berasal dari total 27 provinsi dan kota madya. Hebei berada di urutan teratas dengan total 102 kasus penganiayaan, diikuti oleh Shandong (94) dan Sichuan (82). Tiga belas wilayah masing-masing memiliki 10 hingga 70 kejadian. Sementara 11 provinsi terakhir memiliki jumlah kasus di bawah sepuluh (satu digit).
Berdasarkan laporan asli dari Minghui.org: Dilaporkan pada Jan/Feb 2022: 782 Praktisi Falun Gong Ditangkap atau Diintimidasi karena Keyakinan Mereka








