Mantan Insinyur Pesawat Dipenjara dan Disiksa Selama Tiga Tahun
Chengdu, Sichuan (melalui: Kayak)
Liu Yongsheng adalah mantan insinyur penerbangan berusia 57 tahun. Ia lulus dari Departemen Pesawat Terbang di Universitas Aeronautika dan Astronautika Nanjing dengan jurusan desain pesawat terbang, dan pernah bekerja di Aviation Industry Corporation of China (AVIC), Institut Desain dan Riset Pesawat Chengdu di Provinsi Sichuan.

Liu Yongsheng
Pada tahun 2013, Liu dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun karena mengungkap kasus-kasus kematian praktisi Falun Gong di Pusat Pencucian Otak Xinjin di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan. Selama masa pemenjaraannya, ia dikirim ke kamp kerja paksa dan mengalami berbagai bentuk penyiksaan, termasuk pelarangan tidur, sengatan listrik, diikat, dan dipaksa berdiri di tengah cuaca dingin selama berjam-jam.

Peragaan ulang penyiksaan: Disengat dengan tongkat listrik
Berikut adalah rincian mengenai penyiksaan yang ia alami selama berada di penjara.
Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang telah mengalami penganiayaan oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.
Dijatuhi Hukuman karena Mengungkap Penganiayaan di Pusat Pencucian Otak Xinjin
Menyusul kematian dua praktisi Falun Gong di Pusat Pencucian Otak Xinjin, Liu menempelkan dua selebaran yang mengungkap kasus kematian tersebut di dekat gerbang pada 12 Juli 2012. Ia kemudian ditangkap oleh petugas dari Kantor Polisi Huaqiao setelah adanya laporan dari informan.
Pada tanggal 13 Juli 2012, Liu dikirim ke Pusat Penahanan Xinjin dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara pada 9 Mei 2013. Ia mengajukan banding, namun pengadilan tetap mempertahankan keputusan tersebut pada 30 September. Pengadilan Xinjin mengeluarkan perintah untuk memindahkannya ke penjara pada 15 Oktober. Pada saat itu, Liu telah ditahan di Pusat Penahanan Xinjin selama satu tahun, tiga bulan, dan sembilan hari. Ia dibawa ke Penjara Wumaping pada 23 Oktober 2013.
Hingga saat ini, setidaknya tujuh praktisi Falun Gong telah disiksa sampai mati di Pusat Pencucian Otak Xinjin sejak penganiayaan terhadap Falun Gong dimulai. Xie Deqing, seorang pensiunan meninggal kurang dari satu bulan setelah ia dikirim ke pusat pencucian otak tersebut pada 29 April 2014. Wang Mingrong, kepala perawat yang meninggal hanya dalam waktu sepuluh hari setelah dikirim ke sana pada 7 September 2011.
Penyiksaan di Dalam Penjara
1. Dipaksa Duduk Tegak dalam Waktu yang Lama
Setelah memasuki Penjara Wumaping pada Oktober 2013, Liu dipaksa mengenakan seragam tahanan, kepalanya digunduli, difoto untuk potret polisi, dan diambil sampel darahnya.
Beberapa hari kemudian, beberapa narapidana, di bawah asutan penjaga, mencoba memaksa Liu untuk menulis surat pernyataan jaminan yang berisi janji untuk melepaskan keyakinannya. Ketika ia menolak, para narapidana tersebut memaksanya bangun pada jam 6 pagi untuk duduk di atas lantai yang dingin hingga jam 10 malam. Ia tetap dipaksa duduk meskipun lantai dalam keadaan basah.
Pada 3 Desember 2013, Penjara Wumaping dipindahkan ke Kota Leshan dan digabungkan dengan Penjara Shawan, sehingga membentuk penjara baru yang diberi nama Penjara Jiazhou. Tempat ini kemudian menjadi penjara utama di provinsi tersebut untuk menahan para pria yang berlatih Falun Dafa.
Di Penjara Jiazhou, Liu dan banyak praktisi lainnya—termasuk Yang Xiaoping, Wang Yizheng, Deng Qixing, Zhao Benyong, dan Ye Jianguo—terus dipaksa untuk duduk atau berdiri setiap hari, meskipun cuaca sangat dingin. Banyak praktisi yang bokongnya sampai bernanah karena dipaksa duduk (di bangku kecil atau lantai) setiap hari.
2. Dipukuli karena Menolak Menulis Surat Pernyataan Jaminan
Dalam satu kejadian ketika ia menolak menulis surat pernyataan jaminan untuk melepaskan keyakinannya, seorang narapidana meninju pipi kanan Liu sebanyak dua kali. Liu kemudian berdiri dan berteriak bahwa ia telah dipukuli, sehingga narapidana tersebut berhenti menyerangnya.
Pukulan tersebut menyebabkan Liu mengalami kesulitan dan rasa sakit saat makan.
3. Paparan Cuaca Dingin yang Ekstrem
Pada November 2013, penjaga penjara Gong Jifu memerintahkan seorang narapidana untuk melepaskan pakaian Liu. Saat itu, cuaca sedang sangat dingin. Karena Penjara Wumaping terletak di atas bukit, Liu terkena tiupan angin kencang setiap hari saat ia dipaksa duduk di atas lantai yang dingin.
Sekali lagi pada Januari 2014, para narapidana di Penjara Jiazhou memaksa para praktisi Falun Gong untuk melepas pakaian mereka dan hanya mengenakan dua atau tiga lapis pakaian tipis saat berdiri di dekat pintu. Angin dingin tersebut menyebabkan rasa sakit pada punggung bagian bawah Liu. Ia bahkan tidak bisa membungkuk setelah dipaksa berdiri dalam waktu yang lama.
4. Dipaksa Berdiri dalam Waktu yang Lama
Penjaga di Penjara Jiazhou memerintahkan para praktisi untuk menghadap ke tembok tinggi dari jam 6 pagi hingga jam 10 malam setiap hari selama jangka waktu tertentu pada Januari 2014.
Suatu hari, akibat berdiri dalam waktu lama dan perubahan cuaca, Liu merasakan ketidaknyamanan di perutnya dan tiba-tiba pingsan. Setelah sadar kembali, narapidana lain memberitahunya bahwa wajahnya terlihat sangat pucat. Liu sempat pingsan sekali lagi, namun ia tetap dipaksa berdiri setelah sadar.
Para narapidana memberi tahu Liu bahwa bahunya menjadi miring—dengan satu bahu lebih tinggi dari yang lain—akibat dipaksa berdiri terlalu lama. Praktisi lain juga mengalami perubahan bentuk bahu yang sama akibat penyiksaan tersebut.
5. Pelarangan Tidur
Antara 29 Januari hingga 16 Februari 2014, Liu hanya diizinkan tidur selama dua jam setiap malam, yaitu dari jam 10 malam hingga tengah malam. Hal ini dilakukan karena ia menolak menandatangani surat pernyataan jaminan untuk melepaskan keyakinannya. Sisa waktu lainnya, Liu dipaksa berdiri selama lebih dari 20 jam di bawah pengawasan dua narapidana.
Ketika Liu menunjukkan tanda-tanda mengantuk, para narapidana akan menyiksanya agar ia tetap terjaga, seperti dengan menyiramkan air dingin ke tengkuknya. Pada saat-saat di mana Liu pingsan akibat kurang tidur yang parah, para narapidana menyangga tubuhnya agar ia tetap dalam posisi berdiri. Mereka menyiksanya seperti ini selama 17 hari berturut-turut.
Tubuh Liu menjadi sangat lemah akibat berbagai siksaan tersebut. Meskipun demikian, para penjaga tetap melakukan penganiayaan lebih lanjut dengan menggunakan tongkat listrik.
6. Disengat dengan Tongkat Listrik
Pada 10 Juli 2014, penjaga penjara Shao Ling menyengat tangan Liu dengan tongkat listrik dan mengancam akan memperpanjang masa hukumannya. Pada saat yang sama, kepala sipir Tang Xiande memukul dada Liu sebanyak dua kali dan menyuruhnya melakukan “refleksi diri” (salah satu bentuk hukuman fisik) serta mengenakan tulisan tersebut di punggungnya.
Dari 10 hingga 19 Juli 2014, Liu dipaksa berdiri selama berjam-jam di bawah cuaca yang sangat terik dari jam 5 pagi hingga jam 11 malam. Ia sering kali tidak diberi makan dan tidak diizinkan untuk mandi. Selain itu, Liu juga dipaksa melakukan kerja paksa yang sangat berat. Setiap kali ia menolak untuk bekerja sama, ia akan disengat dengan tongkat listrik.

Peragaan Ulang Penyiksaan: Disengat dengan Tongkat Listrik
7. Kerja Paksa yang Berat
Pada 28 Maret 2014, Liu dikirim ke Tim No. 1 dari Bangsal ke-6 di Penjara Jiazhou untuk menjalani kerja paksa dan diawasi dengan sangat ketat setibanya di sana. Selama sepuluh hari, ia bekerja pada siang hari, dan setelah kembali ke sel penjara, ia dipaksa berdiri hingga jam sepuluh malam.

Ilustrasi: Kerja Paksa di Dalam Penjara
Liu diberi tugas untuk memproduksi kumparan listrik. Meskipun ia telah berusaha keras, beban kerja yang sangat berat tersebut mustahil untuk diselesaikan. Akibatnya, ia diperintahkan untuk melakukan “refleksi diri” dengan cara berdiri hingga jam 10 malam. Hukuman ini berlangsung selama hampir delapan bulan.
Setelah beberapa waktu, Liu dipindahkan ke departemen lain dan dipisahkan dari praktisi lainnya. Sekali lagi, ia tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan karena kondisi fisik dan mentalnya belum pulih. Hukumannya, sama seperti di departemen sebelumnya, adalah melakukan “refleksi diri”. Hal ini berlangsung selama lebih dari sebulan sebelum akhirnya ia dipindahkan kembali ke departemen sebelumnya.
Pada 14 Desember 2014, Liu bertanya kepada penjaga penjara Zhou Nianping mengenai beban kerja paksa yang berlebihan. Zhou menanggapi dengan memukulnya, yang menyebabkan mulut Liu berdarah. Liu kemudian memberi tahu Zhou bahwa ia tidak seharusnya melakukan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong, namun Zhou justru memerintahkan narapidana Hu Shigang untuk memaksa Liu berdiri menghadap tembok bengkel hingga jam kerja berakhir.
Malam itu, Liu melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes atas serangan tersebut. Penjaga penjara Du Kun memerintahkan beberapa narapidana untuk mencekokinya secara paksa (force-feed). Sebagai tanggapan, Liu kemudian melanjutkan aksi mogok makan selama tiga hari. Selama masa ini, penjaga penjara Qiu Peng memaksanya untuk menonton video yang memfitnah Falun Gong, namun ia tetap melawan.
Hari kerja biasa berlangsung setidaknya 10,5 jam dengan hari Selasa sebagai hari libur yang ditentukan. Namun, para pekerja tetap dipaksa bekerja pada hari libur tersebut dan diperintahkan oleh penjaga penjara untuk menandatangani absensi yang menyatakan bahwa hari Selasa adalah hari libur. Liu menolak untuk menandatangani lembar absen tersebut, meskipun mereka mengancam akan memindahkannya ke departemen manajemen ketat.
Pada 14 Mei 2015, wakil instruktur Wang Yijun memaksa Liu untuk melakukan “refleksi diri”, yang ditanggapi oleh Liu dengan melakukan aksi mogok makan selama tiga hari. Selama masa mogok makan tersebut, Yang Xilin dari departemen pendidikan penjara mencoba memaksa Liu untuk menandatangani lembar absen kerja, namun ia tetap menolak.
Dari 28 Maret 2014 hingga 24 Juni 2015, Liu dipaksa melakukan kerja paksa. Namun, beban kerja yang sangat berat selama satu tahun tiga bulan tersebut menyebabkan penglihatannya menurun. Selama masa ini, kelompok kerja Liu diberikan produk baru untuk diproduksi, tetapi ia tidak dapat bekerja secara efisien karena belum terbiasa dengan produk tersebut. Pada 25 Juni 2015, Liu diperintahkan untuk berdiri dan melakukan “refleksi diri”, tapi ia menolak dan akhirnya dipindahkan ke departemen manajemen ketat.
8. Manajemen Ketat
Begitu memasuki tim manajemen ketat, Liu diberi tahu bahwa ia harus mematuhi semua perintah tanpa pengecualian. Ia dipaksa mengenakan seragam dengan label “manajemen ketat” dan diharuskan menghafal peraturan penjara. Sebagian besar waktunya dihabiskan dengan duduk di lantai, berdiri menghadap tembok, atau dijemur di bawah terik matahari yang menyengat. Ia sering kali dilarang tidur dan hanya diberikan waktu beberapa detik untuk menghabiskan makanannya. Ia juga tidak diizinkan berbicara dengan praktisi lain atau melakukan latihan Falun Gong.
Masa manajemen ketat ini berlangsung dari 25 Juni hingga 12 Juli 2015, tepat pada hari ia dibebaskan setelah menyelesaikan masa hukumannya.
Ketika keluarga Liu datang untuk menjemputnya, mereka melihat wajah, lengan, dan kakinya sangat hitam kecokelatan akibat paparan sinar matahari yang berlebihan. Tubuhnya sangat kurus kering, wajahnya cekung, dan rambutnya memutih. Kondisinya yang sangat kurus dan lemah itu membuatnya jatuh sakit parah.
Berdasarkan artikel asli Minghui.










