Media Berita di Argentina Ditawari Uang Tunai untuk Memublikasikan Artikel yang Memfitnah Falun Gong

Sebuah kegiatan di Chinatown di Buenos Aires untuk meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan Falun Gong di Tiongkok.

Sebuah kegiatan di Chinatown di Buenos Aires untuk meningkatkan kesadaran tentang penganiayaan Falun Gong di Tiongkok.

April 27, 2020

Pada awal April, sejumlah individu yang diyakini bekerja atas nama pemerintah Tiongkok mencoba membayar beberapa media di Argentina untuk memublikasikan sebuah artikel. Artikel tersebut berupaya memanfaatkan pandemi virus corona baru guna menyebarkan propaganda yang memfitnah Falun Gong.

Agen Tiongkok mendekati seorang perantara yang kemudian menghubungi editor dari setidaknya tiga surat kabar atau situs web, menawarkan 20.000 peso (sekitar $310) jika mereka memuat artikel tersebut. Salah satu editor lalu menghubungi seorang jurnalis di media berita lain yang ia ketahui berlatih Falun Gong, dan orang tersebut membantu membongkar insiden ini.

Pusat Informasi Falun Dafa mengetahui upaya tersebut dari praktisi Falun Gong setempat dan mendapatkan salinan artikel tersebut.

Artikel yang coba dimuat tersebut ditulis dalam bahasa Spanyol yang buruk dan mengutip berbagai label iblis serta distorsi yang biasa digunakan dalam propaganda Partai Komunis Tiongkok (PKT). Tujuannya untuk memfitnah Falun Gong dan mencoba membenarkan kampanye penindasan kejam yang dilakukan rezim tersebut selama lebih dari 20 tahun terhadap latihan spiritual ini. Sebagai contoh, artikel itu mengklaim secara keliru bahwa praktisi Falun Gong tidak boleh pergi ke dokter dan menuduh pengikutnya tidak akan mencari pengobatan untuk virus corona jika diperlukan, dengan maksud mengesankan bahwa mereka dapat membahayakan masyarakat Argentina yang lebih luas.

“Artikel tersebut salah melaporkan ajaran Falun Gong dalam upaya untuk menghasut kebencian dan diskriminasi terhadap warga Argentina yang menjalankan keyakinan mereka dengan damai,” kata Erping Zhang, juru bicara Pusat Informasi Falun Dafa. “Jenis informasi keliru ini sejalan dengan pola propaganda kebencian yang disebarkan rezim Tiongkok tentang Falun Gong di dalam dan di luar Tiongkok sejak penganiayaan dimulai. Mencoba membayar media berita lokal untuk mencetaknya adalah siasat terbaru dalam kumpulan trik kotor Partai Komunis.”

Hingga saat ini, tidak ada media berita Argentina yang memublikasikan tulisan yang memfitnah tersebut. Bagaimanapun, pada 12 April, The Epoch Times memuat sebuah artikel yang membongkar insiden ini.

Share