Pejabat Taiwan Nyatakan Dukungan Mereka untuk Falun Gong di Festival Lampion Taiwan
Para praktisi Falun Dafa di Taiwan membuat sebuah “Lampion Perahu Fa” raksasa untuk ikut memeriahkan Festival Lampion Taiwan tahunan. Lampion indah yang dapat menampung sekitar 100 orang tersebut dipajang di Taman Gangshan di kota bagian selatan, Kaohsiung, selama bulan Februari.
Lebih dari sepuluh ribu orang menghadiri festival ini dan menikmati pengalaman budaya tradisional tersebut. Banyak pejabat, pelaku usaha, dan tokoh ternama ikut serta dalam acara ini untuk menyambut tahun baru yang damai dan makmur.

Chuang Yi-Chung, perancang perahu tersebut, mengatakan bahwa ia membutuhkan waktu enam bulan untuk menyelesaikannya. “Bagian bawah perahu terbuat dari 12 kelopak bunga teratai, dan pada tiga layarnya terdapat sembilan Roda Fa yang berputar searah jarum jam sembilan kali dan berlawanan arah jarum jam sembilan kali. Di bagian depan perahu terdapat Bendera Naga pembawa keberuntungan, dan tiga bendera di tiang kapal memuat aksara Mandarin untuk Sejati, Baik, dan Sabar, yang memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan di malam hari.”
Tokoh-tokoh politik yang menghadiri festival tersebut sangat kagum dengan perahu itu dan menyatakan dukungan mereka. Anggota Legislatif Lin Tai-Hua mengatakan, “Lampion Perahu Fa dengan pesannya ‘Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik’ sangat unik. Dengan musik dari Tian Guo Marching Band dan penampilan dari Tim Genderang Pinggang, tempat ini penuh dengan energi positif. Perahu setinggi enam lantai yang diterangi dari bagian bawah hingga tingkat atas ini sungguh memukau.”

Anggota Legislatif Hsu Chih-Chieh mengatakan bahwa berdiri di atas perahu tersebut membuatnya merasa penuh harapan. “Saya merasakan harapan dan kecerahan, serta percaya bahwa perahu ini dapat membawa saya menuju kesehatan, kegembiraan, dan keindahan, serta membuat dunia kita menjadi tempat yang lebih baik. Saya berharap lebih banyak orang bisa datang dan mempelajari Falun Dafa,” ujarnya. “Melakukan latihan Falun Dafa dapat meningkatkan kesehatan seseorang dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Prinsip-prinsip dari latihan ini mengajarkan kebajikan yang positif dan membawa energi positif, yang bermanfaat bagi masyarakat. Dunia menerima Falun Dafa dan saya mendukungnya dengan sepenuh hati.”
Pernyataan-pernyataan seperti ini cukup sering disampaikan oleh para pejabat Taiwan. Di Taiwan, Falun Gong terus-menerus diakui oleh pemerintah dan organisasi kemasyarakatan lainnya karena meningkatkan karakter moral dan memberikan kontribusi bagi masyarakat Taiwan.
Presiden Taiwan yang menjabat saat itu, Tsai Ing-wen, serta seluruh mantan presiden sebelum dirinya, telah menyatakan dukungan mereka untuk Falun Gong. Pemerintah Taiwan juga telah mengecam penganiayaan di Tiongkok berkali-kali.
Sebagai contoh, pada tahun 2004, Yuan Legislatif (anggota dewan) mengesahkan resolusi bipartisan bahwa pemerintah Taiwan “harus segera mengupayakan lewat jalur yang sesuai dan mendesak otoritas Tiongkok untuk membebaskan praktisi Falun Gong yang ditangkap dan/atau ditahan serta menghentikan penindasan terhadap Falun Gong.”
Sejak saat itu, Yuan Legislatif juga telah mengesahkan resolusi-resolusi untuk memblokir masuknya pejabat Tiongkok yang telah berpartisipasi dalam penganiayaan dan mendesak pemerintah Taiwan untuk membantu penyelamatan para tahanan hati nurani di Tiongkok.
Meskipun masyarakat Taiwan dan Tiongkok memiliki budaya, bahasa, dan sejarah yang sama, perbedaan perlakuan terhadap Falun Gong oleh para pejabat di Taiwan dan Tiongkok bagaikan malam dan siang. Namun, keadaannya tidak selalu demikian.
Sebelum penganiayaan terhadap Falun Gong dimulai, sentimen yang sama juga dinyatakan oleh para pejabat di Tiongkok. Media yang dikelola negara secara teratur melaporkan latihan ini karena manfaat kesehatannya dan warga negara yang baik yang dihasilkannya.
Pada tahun 1993, sebuah artikel oleh Harian Keamanan Publik Rakyat, sebuah publikasi di bawah Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, menyatakan, “[Kami memuji Master Li atas kontribusinya] dalam mempromosikan kebajikan tradisional masyarakat Tiongkok untuk memberantas kejahatan, dalam menjaga ketertiban dan keamanan sosial, serta dalam mempromosikan kejujuran di masyarakat.”
Shanghai TV, sebuah stasiun TV yang dikendalikan negara, menayangkan sebuah liputan yang mempromosikan latihan ini pada 22 Juli 1998, hampir tepat satu tahun sebelum Jiang Zemin memulai penganiayaan. Siaran tersebut menyatakan, “sekitar 100 juta orang di seluruh dunia sedang mempelajari Falun Dafa.”
Bahkan ketika tanda-tanda awal penganiayaan mulai bermunculan, banyak pejabat publik tetap membela Falun Gong dan terus menyatakan kekaguman mereka terhadap latihan ini. Qiao Shi, mantan anggota Politbiro dan Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional, menyatakan dalam kesimpulan dari sebuah penyelidikan terhadap Falun Gong bahwa, “Falun Gong memiliki ratusan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Tiongkok, serta tidak membawa bahaya sedikit pun.”
Pada akhir April, sebuah surat dari Jiang Zemin diedarkan di antara jajaran pimpinan inti Partai disertai instruksi untuk mempelajari dan melaksanakan arahan-arahannya. Surat tersebut mengarakteristikkan Falun Gong sebagai musuh negara, yang harus dipantau dan dikendalikan demi melindungi keamanan PKT. Sebuah memorandum pada Mei 1999 yang menyampaikan poin-poin serupa kemudian diedarkan kepada para anggota Partai di seluruh Tiongkok.
Begitu penganiayaan dimulai pada Juli 1999, PKT memulai propaganda kilat secara gencar untuk menjelek-jelekkan latihan ini dan meredam dukungan publik. Berbicara hal-hal positif tentang Falun Gong dengan cepat menjadi hal yang merugikan bagi posisi politik otoritas Tiongkok.






