Praktisi Falun Gong Asal Jilin Tewas dalam Tahanan, Kurang dari Tiga Bulan Menjalani Vonis Penjara

Penjara Wanita Provinsi Jilin (Minghui)

Penjara Wanita Provinsi Jilin (Minghui)

Wang Xiulian, wanita usia 67 tahun, praktisi Falun Gong asal Kota Jiaohe, Provinsi Jilin, tewas pada 10 Mei 2026. Ia tewas kurang dari tiga bulan setelah dijebloskan ke Penjara Wanita Provinsi Jilin untuk menjalani vonis tiga setengah tahun karena keyakinannya. Laporan mengenai kasus ini diterbitkan oleh Minghui pada 31 Mei dan Weiquanwang pada 2 Juni.

Pihak penjara berdalih Wang meninggal karena penyakit jantung dan menunjukkan rekaman yang diklaim sebagai upaya penyelamatan di rumah sakit. Keluarga membantah hal tersebut dengan menegaskan bahwa Wang dalam kondisi sehat dan sadar saat kunjungan terakhir pada April 2026, hanya beberapa pekan sebelum kematiannya.

Tewas dalam tahanan

Wang dipindahkan ke Divisi Kedelapan Penjara Wanita Provinsi Jilin pada 13 Februari 2026. Laporan menyebutkan, petugas memerintahkan seorang narapidana untuk mengawasi dan menekan Wang agar menyangkal Falun Gong. Ia dilaporkan dimarahi hampir setiap hari karena dianggap tidak cukup patuh dalam melakukan “penyangkalan” tersebut.

Selanjutnya, detak jantung Wang meningkat secara konstan hingga 110–120 detak per menit—jauh melampaui rentang normal 60–100—disertai tubuh yang terus gemetar. Narapidana tersebut menuduhnya berpura-pura sakit dan menolak memberinya bantuan medis. Otoritas penjara baru memindahkan Wang ke rumah sakit pada 10 Mei 2026, hari di mana ia tewas.

Pihak penjara terburu-buru mengurus administrasi “pembebasan medis” pada hari yang sama. Masih belum jelas apakah Wang tewas di dalam penjara, dalam perjalanan ke rumah sakit, atau setelah tiba di sana, serta apakah dokumen tersebut diselesaikan sebelum atau setelah kematiannya. Pihak keluarga mencurigai ia telah tewas sebelum sampai di rumah sakit.

Bertahun-tahun dalam persembunyian sebelum ditangkap

Wang adalah pensiunan pekerja di Kota Jiaohe. Pada pagi hari tanggal 27 Oktober 2023, polisi dari Kantor Polisi Jalan Hebei menggerebek rumah praktisi Falun Gong, Liu Huiqing, dan menangkap kedua wanita tersebut. Secara bersamaan, unit polisi lainnya menangkap praktisi Yuan Enzhu beserta istrinya, Zhang Shuqin, di kediaman mereka. Aparat dilaporkan tidak menunjukkan identitas maupun surat perintah saat menggeledah rumah Wang dan Liu.

Wang dibawa ke Kantor Polisi Tiangang, kemudian dipindahkan ke Kantor Polisi Jalan Hebei untuk diinterogasi berulang kali mengenai hubungannya dengan Liu dan Yuan. Seorang petugas diduga memukul kepala Wang dengan gulungan kertas guna memaksanya mengaku telah menyebarkan lebih dari lima puluh buklet informasi Falun Gong. Keesokan malamnya, Wang dan Liu dibebaskan dengan jaminan setelah gagal dalam pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan. Sementara itu, Yuan dan Zhang ditahan di pusat penahanan dan divonis tiga tahun dua bulan penjara pada tahun 2024.

Pada November 2024, petugas Biro Keamanan Publik Kota Jiaohe memerintahkan Wang datang untuk “menyelesaikan prosedur.” Namun, ia justru dibawa ke Kejaksaan Kota Shulan. Menyadari dirinya akan dituntut secara formal, ia meninggalkan Jiaohe dan bersembunyi untuk menghindari penganiayaan lebih lanjut.

Sekitar 10 Juli 2025, setelah lebih dari enam bulan bersembunyi, Wang ditangkap polisi di Daerah Otonomi Guangxi Zhuang—lebih dari 2.000 mil dari kampung halamannya—dan dibawa kembali ke Pusat Penahanan Kota Jilin. Akhir November 2025, pihak keluarga menerima informasi bahwa Pengadilan Kota Shulan memvonisnya tiga setengah tahun penjara tanpa detail persidangan yang jelas.

Penganiayaan sebelumnya

Wang tewas setelah lebih dari sepuluh tahun mengalami penindasan atas keyakinannya. Pada malam 23 Desember 2011, ia ditangkap bersama tiga praktisi wanita lainnya—Ding Yubin, Li Shumei, dan Li Xuehua—saat membagikan materi informasi tentang Falun Gong di Desa Houliu, Kota Baishishan, Kota Jiaohe. Keempatnya diinterogasi di unit keamanan domestik Biro Keamanan Publik Kota Jiaohe, lalu dipindahkan ke Pusat Penahanan Xiaobaishan di Kota Jilin pada 25 Desember.

Selama sembilan bulan berikutnya, keempatnya dilaporkan menjadi korban kerja paksa, sementara keluarga dilarang menjenguk maupun berkomunikasi. Pihak keluarga hanya dihubungi polisi untuk dimintai uang yang kemudian diambil oleh petugas, sedangkan akses untuk menemui tahanan ditutup sepenuhnya.

Pengadilan Kota Jiaohe dilaporkan memvonis keempat wanita tersebut secara rahasia. Li Xuehua dijatuhi hukuman lima tahun, Li Shumei empat setengah tahun, serta Wang dan Ding masing-masing tiga setengah tahun. Pihak keluarga tidak diberitahu mengenai jadwal, lokasi sidang, maupun isi putusan. Pada pertengahan September 2012, keempatnya dipindahkan ke Penjara Wanita Provinsi Jilin.

Kurang dari enam bulan setelah bebas pada Juni 2015, Wang kembali ditangkap pada 16 Juni 2015 oleh polisi Kantor Polisi Jalan Hebei dan ditahan lima hari di pusat cuci otak Shahezi. Pada 2020, uang pensiunnya dihentikan tanpa dasar hukum hingga akhirnya dipulihkan pada 2023.

Kematian Wang menjadi bukti terbaru dampak fatal penindasan Partai Komunis Tiongkok terhadap praktisi Falun Gong. Hingga Juni 2026, Minghui mencatat 5.355 kematian praktisi akibat penindasan tersebut. Pola kematian di dalam tahanan akibat pengabaian medis, yang disusul administrasi terburu-buru dan pemalsuan penyebab kematian, telah lama menjadi bukti kuat adanya penganiayaan di fasilitas penahanan Tiongkok.

Share