Praktisi Falun Gong di Provinsi Gansu Divonis 5 Tahun Penjara Usai Jalani Penahanan Selama 19 Tahun

Ilustrasi Penyiksaan: Tangan Diborgol ke Belakang

Ilustrasi Penyiksaan: Tangan Diborgol ke Belakang

Li Wenming (juga dikenal sebagai Li Mingyi) didakwa oleh Kejaksaan Distrik Chengguan pada Februari 2023. Hakim di Pengadilan Distrik Chengguan memvonis Li hukuman lima tahun penjara serta denda sebesar 30.000 yuan, atau sekitar $4.200 USD. Ia telah mengajukan banding atas vonis tersebut.

Pada Agustus 2021, pria berusia 59 tahun warga Kota Lanzhou, Provinsi Gansu ini, dibebaskan setelah menjalani pemenjaraan selama 19 tahun. Hukuman tersebut bermula dari keterlibatannya dalam menyadap siaran televisi kabel provinsi dengan program Falun Gong berdurasi 30 menit pada tahun 2002. Ia juga merupakan mantan karyawan Pabrik Lokomotif Lanzhou.

Ditangkap dalam Kampanye ‘Serangan 100 Hari’ Menjelang Kongres Partai ke-20

Setelah dibebaskan pada tahun 2021, Li berada dalam kondisi melarat ketika kembali ke apartemennya yang terafiliasi dengan Pabrik Lokomotif Lanzhou. Tetangganya, yang diduga terpengaruh oleh propaganda anti-Falun Gong, melakukan penindasan secara rutin hingga Li pindah ke tempat kontrakan.

Menjelang Kongres Nasional PKT ke-20 pada Oktober 2022, otoritas Lanzhou meluncurkan kampanye “Serangan 100 Hari” dan menangkap banyak praktisi Falun Gong. Pada 23 Agustus 2022, lebih dari 10 petugas polisi dari Kantor Keamanan Domestik Qilihe dan Kantor Polisi Xizhan menangkap Li di kediamannya.

Li ditahan di Pusat Penahanan Distrik Honggu dan kemudian dipindahkan ke Pusat Penahanan Xiguoyuan. Kejaksaan Distrik Chengguan mendakwanya dan membawa kasusnya ke Pengadilan Distrik Chengguan pada akhir Februari 2023. Hakim kemudian memvonis Li hukuman 5 tahun penjara dengan denda 30.000 yuan.

Latar Belakang

Li Wenming adalah mantan karyawan Pabrik Lokomotif Lanzhou. Ia sebelumnya menderita berbagai penyakit kronis, termasuk gangguan pada sistem pernapasan, pencernaan, dan sistem perkemihan. Selain asma yang kambuh setiap musim gugur dan dingin, ia menderita gastroenteritis kronis, rinitis kronis, serta faringitis sepanjang tahun. Ia juga berjuang melawan sakit punggung yang sering kambuh, kelemahan anggota badan, serta kelelahan. Ia telah mencoba pengobatan medis maupun berbagai sistem qigong, bahkan mengunjungi tempat-tempat terpencil dengan harapan menemukan guru spiritual untuk mengobatinya, namun seluruh pencariannya berakhir sia-sia.

Setelah mengenal Falun Gong pada tahun 1996, Li sangat terkesan dengan ajaran yang mendalam tersebut. Ia meneteskan air mata saat menyaksikan video ceramah Master Li Hongzhi, pendiri latihan tersebut. Tak lama setelah mulai berlatih, Li Wenming menerapkan prinsip inti Sejati-Baik-Sabar dalam kehidupan sehari-harinya, baik dalam kata-kata maupun tindakan. Seluruh penyakitnya menghilang dan ia menjadi pribadi yang lebih baik yang selalu memikirkan orang lain.

Pernah Disiksa di Kamp Kerja Paksa dan Divonis 19 Tahun Penjara

Sejak mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), Jiang Zemin, mulai melakukan penindasan terhadap Falun Gong pada Juli 1999, Li telah ditangkap beberapa kali.

Pada 19 Mei 2000, seorang praktisi setempat, Yao Baorong (wanita), tewas setelah jatuh dari lantai lima kantor polisi, dua hari setelah penangkapannya. Li pergi untuk melihat jenazah Yao yang ditahan di sebuah rumah sakit angkatan udara, namun ia ditangkap dan dijatuhi hukuman dengan jangka waktu yang tidak diketahui di Kamp Kerja Paksa Ping’antai. Ia mengalami penyiksaan tanpa henti di brigade kelima, termasuk diborgol ke belakang pada kawat logam yang digunakan untuk menjemur pakaian.

Karena PKT terus menyebarkan propaganda fitnah terhadap Falun Gong untuk menyesatkan publik, para praktisi di Lanzhou menyadap jaringan televisi kabel pada 17 dan 18 Agustus 2002, dan menayangkan program Falun Gong yang menyiarkan kisah nyata Falun Gong selama setengah jam. Li ditangkap pada 30 Agustus bulan itu dan ditahan di Cabang Pertama Departemen Kepolisian Lanzhou. Polisi tidak hanya memukulinya, tetapi juga menyetrumnya dengan tongkat listrik setiap satu menit sekali, hingga membuat Li berada di ambang tewas.

Tujuh praktisi yang berpartisipasi dalam peristiwa tersebut dijatuhi hukuman berat oleh Pengadilan Distrik Chengguan Lanzhou pada 27 Oktober. Di antara mereka, Li Wenming, Wei Junren, dan Wang Pengyun masing-masing divonis 20 tahun penjara. Sementara itu, Sun Zhaohai, Qiang Xiaoyi, Liu Zhirong, dan Su Anzhou menerima hukuman antara 10 hingga 19 tahun.

Li adalah seorang yatim piatu, namun pihak administrasi penjara tetap menghalangi orang lain untuk menjenguknya, dengan alasan bahwa hak kunjungan terbatas hanya bagi anggota keluarga inti. Akibatnya, tidak ada seorang pun yang dapat menjenguknya sementara ia mengalami penyiksaan yang mengerikan hingga dibebaskan pada Agustus 2021 (satu tahun sebelum masa hukuman penjaranya berakhir).

Informasi Kontak Pelaku:

Chai Wen (柴文), petugas Kantor Polisi Xizhan: +86-18893479672

Ma Bing (马兵), petugas Kantor Polisi Xizhan: +86-13399313249

Luo Tao (罗涛), Kepala Kejaksaan Distrik Chengguan: +86-931-8236306

Li Xiaochun (李晓春), Ketua Pengadilan Distrik Chengguan: +86-931-8522896, +86-931-8522861, +86-931-8522906

Berdasarkan artikel asli dari Minghui

Share