Seorang Wanita Ditahan di Rumah Sakit selama 7+ Tahun Setelah Polisi Memukulinya hingga Pingsan

Praktisi Falun Gong, Shi Yunlan, setelah polisi memukulinya hingga pingsan di Kota Wuan, Provinsi Hebei pada tahun 2014.

Praktisi Falun Gong, Shi Yunlan, setelah polisi memukulinya hingga pingsan di Kota Wuan, Provinsi Hebei pada tahun 2014.

Karena melakukan latihan Falun Gong, mempertahankan keyakinannya, dan menjalankan kebebasan berekspresi, Shi Yunlan ditangkap di Kota Wuan, Provinsi Hebei, Tiongkok pada tanggal 9 Oktober 2014. Saat berada dalam tahanan, polisi memukulinya hingga pingsan. Akibat dari penyiksaan tersebut, Shi terpaksa menjalani kraniotomi—sebuah operasi bedah untuk membuka tengkorak kepala. Ia masih sangat membutuhkan operasi otak. Karena polisi menolak membayar tagihan medis yang menjadi tanggung jawab mereka, Shi telah ditahan di rumah sakit selama lebih dari 7 tahun.

Pada malam hari tanggal 9 Oktober 2014, Shi dan seorang praktisi Falun Gong lainnya, Liu Kaofeng ditangkap karena memasang poster tentang Falun Gong di Kota Wuan. Mereka segera dibawa ke Kantor Polisi Desa Huoshui setempat, tempat kepala polisi Guo Hongjie dan wakil kepala polisi Li Xinshao menginterogasi kedua wanita tersebut di ruangan terpisah.

Selama interogasi, kepala polisi Guo Hongjie dan kepala polisi Li mulai memukuli Shi hingga ia muntah dan pingsan. Ketika mereka tidak dapat membangunkan dirinya, mereka membawanya ke Rumah Sakit Pertama Wuan.

Shi menjalani operasi kraniotomi pada jam 13.00 siang tanggal 10 Oktober 2014, di departemen bedah saraf Rumah Sakit Pertama Wuan. Setelah operasi kraniotomi tersebut, karena otaknya telah mengalami pendarahan terlalu lama, ia tidak dapat berbicara dengan jelas dan menjadi lumpuh. Sejak saat itu, ia bergantung pada kursi roda untuk bergerak di sekitar rumah sakit.

Ketika Shi masuk rumah sakit, polisi Kantor Huoshui awalnya membayar 1.000 yuan dari tagihan medis. Mereka berjanji kepada keluarganya bahwa mereka akan menanggung biaya medisnya dan memberikan kompensasi kepada mereka. Namun setelah hanya membayar beberapa ratus yuan lagi, polisi mengelak dari tanggung jawab mereka untuk menanggung semua biaya medisnya.

Karena polisi menolak memberikan laporan kasus atau membayar tagihan medis, pihak rumah sakit berada dalam kebuntuan finansial dan tidak mau memperbolehkannya pulang. Selain itu, para dokter belum menerima pembayaran yang diperlukan untuk melakukan operasi yang dibutuhkan guna memperbaiki tengkorak kepalanya.

Keluarga Shi mengajukan beberapa pengaduan ke Kejaksaan Kota Handan, Kejaksaan Provinsi Hebei, Departemen Keamanan Publik Provinsi Hebei, dan Kementerian Keamanan Publik terhadap petugas Guo Hongjie dan Li Xinshao. Mereka menuntut agar kedua petugas tersebut dimintai pertanggungjawaban atas kondisi dan tagihan medis Shi Yunlan.

Pada bulan September 2017, Komite Urusan Politik dan Hukum Kota Wuan memerintahkan pemerintah Desa Huoshui dan Kantor Polisi Huoshui untuk memberikan kompensasi kepada keluarga Shi Yunlan. Pemerintah Desa Huoshui awalnya membayar 10.000 yuan kepada pihak keluarga, tetapi berhenti setelah pihak keluarga menunjukkan seluruh tagihan medis, yang sejauh ini telah mencapai sekitar 500.000 yuan (~79.000 USD).

Berdasarkan laporan asli dari Minghui.org


Pelaku yang bertanggung jawab atas kondisi Shi:

  • Fan Zhongqing (樊中青), wakil sekretaris Komite Kota Wuan
  • Zhang Chenliang (张臣良), mantan sekretaris Komite Kota Wuan
  • Huang Yukai (黄玉凯), mantan direktur Biro Keamanan Publik Wuan
  • Guo Hongjie (郭宏杰), kepala Kantor Polisi Huoshui: +86-13803201001
  • Li Xinshao (李鑫绍), wakil kepala Kantor Polisi Huoshui: +86-18931600150, +86-15081019110
  • Wang Baoshu (王保书), wakil kepala Kantor Polisi Huoshui: +86-18231051520.
Share