Tragedi Keluarga: Ayah Tewas, Ibu Divonis, Putra Disiksa, dan Putri Dipaksa Mengungsi
Xu Jimei, seorang janda berusia 73 tahun di Kabupaten Guan, Provinsi Shandong, baru-baru ini dijatuhi hukuman 15 bulan penjara karena membagikan materi Falun Gong.
Keluarga Xu juga telah menjadi sasaran karena keyakinan yang sama pada Falun Gong. Putranya berada dalam kondisi kritis setelah mengalami penyiksaan dan dilarang dikunjungi oleh keluarga, sementara putrinya terpaksa bersembunyi setelah melarikan diri dari tahanan polisi.
Terlebih lagi, suami Xu menderita penyakit jantung yang dipicu oleh penganiayaan dan tewas pada tahun 2005.
Penderitaan Keluarga
Suami Xu, Zhou Ziming, adalah seorang dokter pengobatan Tiongkok yang terkenal di daerahnya. Meskipun ia sendiri adalah seorang dokter, Zhou tidak dapat menyembuhkan penyakitnya sendiri maupun penyakit Xu.
Xu menderita hiperplasia vertebra serviks, yang menyebabkan kurangnya pasokan darah dan oksigen ke otaknya dan mengakibatkan nekrosis pada beberapa sel otak. Zhou berjuang melawan penyakit jantung koroner yang parah dan infark miokard. Penyakit varises di kakinya juga sangat serius.
Pada musim semi tahun 1995, pasangan ini mengenal Falun Gong. Dalam beberapa hari, semua penyakit mereka lenyap, dan mereka mendapatkan kembali kesehatannya.
Setelah menyaksikan perubahan mereka, putra mereka Zhou Chunbao dan putrinya Zhou Chunling juga ikut berlatih.
Setelah penganiayaan dimulai, Xu dan Zhou terus-menerus menjadi sasaran pelecehan, penggeledahan rumah, dan pemerasan. Terkadang pasangan ini dibawa ke kantor polisi di tengah malam untuk diinterogasi.
Penganiayaan tersebut menyebabkan tekanan besar bagi Zhou, yang memicu kambuhnya penyakit jantungnya. Ia tewas pada tahun 2005, di usia 63 tahun.
Satu tahun kemudian, Xu pindah ke Beijing untuk tinggal bersama putrinya. Karena orang-orang melaporkan Xu setelah ia berbicara kepada mereka tentang Falun Gong, ia ditangkap oleh petugas dari Kantor Polisi Yongshun dan dijatuhi hukuman dua tahun di Kamp Kerja Paksa Wanita Hohhot di provinsi tetangga, Mongolia Dalam.
Xu kembali ke kampung halamannya di Shandong setelah dibebaskan pada tahun 2008. Ia ditangkap kembali pada musim semi tahun 2010 setelah dilaporkan karena berbicara kepada orang-orang tentang Falun Gong dan dijatuhi hukuman satu tahun. Karena tekanan darah tingginya yang dipicu di Pusat Penahanan Kabupaten Guan, ia dibebaskan dengan jaminan medis.
Xu ditangkap kembali pada 2017, setelah dilaporkan karena membagikan materi informasi tentang Falun Gong. Polisi menyita 7.000 yuan dari rumahnya, dan ia dijatuhi hukuman satu tahun di Penjara Wanita Provinsi Shandong di Kota Jinan. Ia menderita tuberkulosis dan tinggal di rumah sakit penjara selama enam bulan hingga masa hukumannya berakhir.
Xu ditangkap kembali pada akhir tahun 2020 karena membagikan materi Falun Gong. Meskipun dibebaskan dengan jaminan setelah ditolak masuk oleh pusat penahanan karena tekanan darah tingginya, polisi tetap menyerahkan kasusnya ke kejaksaan dan mengupayakan penuntutannya.
Pengadilan Kabupaten Guan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Xu pada awal tahun 2021. Setelah mengetahui bahwa polisi berencana untuk membawanya kembali ke dalam tahanan, ia memutuskan untuk bersembunyi.
Pada 13 Mei 2022, Chen Yong, seorang petugas dari Kantor Keamanan Domestik Kabupaten Guan, pergi ke Kota Fengcheng, Provinsi Liaoning, dan menangkap Xu di rumah putrinya. Uang tunai milik putrinya sebesar 10.000 yuan juga disita.
Zhou, putrinya, juga ditangkap oleh polisi di Fengcheng karena memberikan perlindungan kepada ibunya. Dua ponsel, KTP, dan kartu tabungan bank miliknya disita.
Ibu dan anak tersebut dibawa kembali ke Kabupaten Guan pada 11 Juni. Polisi terus memborgol mereka selama 15 jam perjalanan.
Dua hari kemudian, Zhou melarikan diri dari fasilitas penahanan dan bersembunyi sejak saat itu. Xu tetap berada dalam tahanan dan kemudian dijatuhi hukuman.
Pada 15 Mei, putra Xu, Zhou, seorang wakil direktur Biro Pajak Kabupaten Guan, ditangkap. Ia diinterogasi dan tidak diperbolehkan tidur selama tiga hari. Ia melakukan aksi mogok makan sebagai bentuk protes terhadap penindasan tersebut hingga jatuh koma. Ia dilarang dikunjungi oleh keluarga setelah dibawa ke rumah sakit untuk resusitasi, dan keluarganya tidak mendapatkan informasi mengenai kondisinya. Istri dan anaknya sangat mengkhawatirkan keadaannya.
Informasi kontak pelaku:
Zhang Xuehong (张学宏), sekretaris dari Kantor Sekretaris Partai Kabupaten Guan: +86-13706356098
Zhang Zhigang (张志刚), bupati Kabupaten Guan: +86-635-5231139
He Shuxia (何书侠), direktur Kantor Keamanan Domestik Kabupaten Guan: +86-13906355891, +86-635-5830033
(Informasi kontak pelaku lainnya tersedia dalam artikel asli berbahasa Mandarin.)
Berdasarkan Laporan Asli dari Minghui.org:






