Zhu Xiumin

Wanita Hamil Dicekok Paksa Obat Psikiatri saat Ditahan, Suami yang Dipenjara dalam Kondisi Kritis

Oleh  Seorang koresponden Minghui di Provinsi Heilongjiang, Tiongkok | 17-12-2018

Bayi perempuan Zhu.

Bayi perempuan Zhu.

Zhu Xiumin terkejut saat mengetahui dirinya hamil dalam pemeriksaan fisik setelah ia mengakhiri mogok makan selama lima bulan sebagai bentuk protes atas penahanan sewenang-wenang karena keyakinannya pada Falun Gong, sebuah disiplin jiwa-raga yang dianiaya oleh rezim komunis sejak tahun 1999.

Zhu telah dicekok paksa dengan obat-obatan psikiatri selama mogok makan tersebut. Obat-obatan itu membuat wajahnya bengkak, lidahnya kelu, dan ia merasa sangat haus. Merupakan sebuah keajaiban bahwa bayi yang dikandungnya mampu bertahan melewati cobaan selama lima bulan tersebut.

Meskipun ia segera dibebaskan karena kehamilannya, ia mulai menderita anemia berat, pembengkakan, dan nyeri di seluruh tubuh akibat malnutrisi jangka panjang.

Menghadapi perjuangan fisik, mental, dan finansial yang tak terbayangkan seorang diri, ia sering mendatangi berbagai instansi pemerintah untuk mencari keadilan bagi suaminya, Wang Yudong, yang ditangkap bersamanya saat mereka sedang mengunjungi seorang teman praktisi Falun Gong pada 21 Maret 2017.

Zhu melahirkan seorang bayi perempuan pada 8 Desember 2017, enam hari sebelum suaminya diadili oleh Pengadilan Longsha di Kota Qiqihar.

Wang, 46 tahun, dijatuhi hukuman tiga tahun tak lama setelah persidangannya. Itu hanya berselang tujuh tahun setelah ia keluar dari penjara pada 2011 dari masa hukuman sepuluh tahun lainnya, yang juga disebabkan oleh keyakinannya pada Falun Gong.

Pengadilan Menengah Qiqihar menolak banding Wang. Ia dibawa ke Penjara Tailai pada 1 Maret 2018. Kemudian dipindahkan ke Penjara Qiqihar.

Sama seperti istrinya, Wang juga melakukan mogok makan segera setelah mereka ditangkap. Berbulan-bulan pencekokan paksa dan penyiksaan berdampak buruk pada kesehatannya, yang semakin memburuk setelah ia dijebloskan ke penjara.

Ia baru-baru ini menderita stroke dan mengalami masalah jantung. Ia kehilangan sebagian besar penglihatannya dan tidak dapat menggerakkan tangan kirinya.

Pada 10 Oktober, Zhu dan bayi mereka yang berusia 10 bulan, bersama ibu mertuanya yang berusia 80 tahun, menjenguk Wang di penjara. Hatinya hancur melihat suaminya yang bertinggi badan 180 cm,  dulunya berbobot 100 kg, kini sangat kurus kering hingga beratnya hanya tinggal 50 kg.

Wang dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis pada 15 Oktober. Terlepas dari permohonan gigih Zhu untuk pembebasannya, pihak penjara tetap menahannya dan menolak memberikan pembebasan bersyarat.

Baca artikel selengkapnya di sini: http://en.minghui.org/html/articles/2018/10/19/172921.html

Share