13 Praktisi Falun Gong Dilaporkan Meninggal pada April 2021
Berdasarkan Laporan Asli dari Minghui.org
Pada bulan April 2021, dilaporkan 13 praktisi Falun Gong meninggal dunia akibat penganiayaan terhadap keyakinan mereka. Hal ini menjadikan jumlah kasus kematian yang terkonfirmasi pada tahun 2021 menjadi 40.
Di antara 13 kematian yang baru dikonfirmasi, tiga kasus terjadi pada tahun 2020, dua kasus pada Januari dan Februari 2021, dan delapan kasus pada Maret dan April 2021.
Ringkasan
Tiga belas praktisi yang meninggal berasal dari 11 provinsi dan kota, dengan Guizhou dan Heilongjiang masing-masing melaporkan dua kasus. Delapan dari praktisi tersebut adalah perempuan, dan tidak termasuk empat praktisi yang usianya tidak diketahui, usia para praktisi berkisar antara 53 hingga 83 tahun, dengan usia rata-rata 68 tahun.
Tiga praktisi meninggal di penjara, termasuk seorang wanita berusia 57 tahun yang menjalani hukuman 11,5 tahun, seorang kolonel purnawirawan yang menjalani hukuman 7,5 tahun, dan seorang pria berusia 69 tahun yang menjalani hukuman 7 tahun. Seorang pria berusia 83 tahun yang dijatuhi hukuman tujuh tahun meninggal beberapa jam setelah dibawa pulang dengan bantuan oksigen.
Beberapa kematian praktisi disebabkan oleh pelecehan berkepanjangan, penahanan, penyiksaan, dan pemberian obat-obatan. Seorang wanita di Shanghai ditahan di rumah sakit jiwa lebih dari 20 kali dan menjadi mengigau setelah disuntik dengan obat-obatan beracun. Seorang mantan guru sejarah menderita kondisi jantung yang parah sehingga tidak mampu melakukan pekerjaan fisik apa pun sebelum meninggal pada usia 53 tahun.
Berikut adalah cuplikan beberapa kasus.
Kematian dalam Tahanan
Pensiunan Kolonel Meninggal di Penjara, Keluarga Menduga Ada Kejanggalan
Keluarga Gong Piqi menerima telepon dari seorang sipir penjara pada malam hari tanggal 12 April 2021, dan diberitahu bahwa kolonel purnawirawan berusia 66 tahun di Kota Qingdao, Provinsi Shandong, baru saja dibawa ke rumah sakit untuk resusitasi.
Beberapa saat kemudian, sipir penjara menelepon lagi dan mengatakan bahwa Gong, yang menjalani hukuman 7,5 tahun di Penjara Jinan (juga dikenal sebagai Penjara Provinsi Shandong) karena mempraktikkan Falun Gong, telah meninggal karena stroke mendadak.

Ketika keluarga Gong pergi ke rumah sakit keesokan paginya, dokter dan pihak berwenang penjara menolak mengizinkan mereka melihat jenazahnya. Karena protes keras dari keluarganya, kakak laki-laki dan keponakan Gong akhirnya diizinkan melihat jenazahnya, dengan syarat tidak mengambil foto atau video.
Menurut saudara laki-lakinya, kepala Gong terluka dan bengkak, serta terdapat darah di telinganya.
Selama satu setengah tahun sebelum kematian Gong, pihak penjara tidak pernah mengizinkan keluarganya untuk mengunjunginya, dengan alasan pandemi. Keluarganya mengatakan mereka tidak mengetahui kondisi kesehatannya dan apakah dia disiksa di penjara.
Menurut rekaman video pengawasan yang diberikan oleh petugas penjara, Gong jatuh sakit dan tetap berbaring di tempat tidur pada malam kematiannya. Seorang dokter penjara datang untuk memeriksa tekanan darahnya, tetapi dokter tersebut pergi tanpa memberikan perawatan apa pun. Sekitar pukul 20.32, Gong jatuh ke tanah dan tidak dapat bergerak, tetapi ambulans baru tiba pukul 21.00.
Pria Berusia 69 Tahun Meninggal Mendadak di Penjara
Lu Guanru, mantan manajer keuangan konstruksi dan warga Kota Daqing, Provinsi Heilongjiang, meninggal dunia pada 4 April 2021, saat menjalani hukuman tujuh tahun karena mempraktikkan Falun Gong. Meskipun Penjara Tailai mengklaim bahwa pria berusia 69 tahun itu meninggal karena stroke, keluarganya menduga bahwa ia mungkin telah disiksa hingga tewas.

Lu ditangkap pada 9 November 2018, dalam operasi penangkapan lebih dari 60 praktisi Falun Gong di Daqing dan Harbin, ibu kota Provinsi Heilongjiang. Saat ditahan di Pusat Penahanan Kota Daqing, polisi menginterogasinya, memaksanya berdiri berjam-jam, dan memborgolnya.
Ketika Lu melakukan mogok makan untuk memprotes penganiayaan, para penjaga memaksanya makan, yang menyebabkan dia muntah darah dan mengalami gagal jantung. Dia berada di ambang kematian dan beberapa kali diselamatkan di rumah sakit.
Lu hadir di Pengadilan Distrik Ranghulu pada 6 Juni 2019. Dua pengacaranya mengajukan pembelaan tidak bersalah untuknya, dan ia bersaksi untuk membela dirinya sendiri. Hakim menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara dengan denda 40.000 yuan pada 1 Juli 2019. Ia mengajukan banding atas putusan tersebut, tetapi Pengadilan Menengah Kota Daqing menguatkan hukumannya tanpa sidang pada 23 Juli.
Meskipun kondisi kesehatannya serius, pusat penahanan membawanya ke Penjara Hulan pada 30 Juli 2019 untuk menjalani hukuman, tanpa memberitahukan keluarganya. Ia kemudian dipindahkan ke Penjara Tailai pada November 2019 dan meninggal di sana pada 4 April 2021.
Kematian Setelah Pelecehan dan Penahanan yang Berkepanjangan
Ketika Lu Songming, seorang mantan guru sejarah di Kota Xiangtan, Provinsi Hunan, kembali ke rumah pada tahun 2018 setelah menjalani hukuman penjara ketiga karena mempraktikkan Falun Gong, ia memiliki kondisi jantung yang parah dan telah berkali-kali berada di ambang kematian akibat penyiksaan.
Setelah berjuang melawan kondisi kesehatan yang buruk selama tiga tahun, pria berusia 53 tahun itu meninggal dunia pada malam hari tanggal 28 Maret 2021.

Lu lulus dari Universitas Normal Provinsi Hunan pada tahun 1990 dan menjadi guru sejarah sekolah menengah. Ia mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1996, tetapi setelah Partai Komunis Tiongkok memulai penganiayaan terhadap Falun Gong pada tahun 1999, ia dipecat oleh sekolahnya dan dijatuhi hukuman tiga kali, dengan total 14 tahun.
Selama menjalani hukuman, ia subjected to various tortures, including being hung up in handscuffed wrists, beaten, shocked with electric batons, and forced to do long hours of intensive labor. Penyiksaan dan pelecehan tersebut menghancurkan kesehatannya, menyebabkan ia menderita penyakit jantung yang parah dan beberapa kali berada di ambang kematian.
Saat menjalani masa hukuman ketiganya di Penjara Wangling, Lu dipaksa duduk di atas bangku kecil tanpa bergerak, hingga 16 jam setiap hari. Penyiksaan tersebut menyebabkan ia sering mengalami serangan jantung dan sering kali harus disadarkan kembali.
Meskipun dokter telah mengeluarkan beberapa pemberitahuan tentang kondisi kritis, para penjaga tidak berhenti memaksa Lu untuk duduk di bangku kecil. Karena nyeri dada yang hebat, terkadang ia berguling-guling di lantai, yang kemudian menyebabkan tekanan darahnya meningkat secara drastis hingga membahayakan.”Namun para penjaga tidak mengizinkannya beristirahat di tempat tidur.
Saat dibebaskan pada 31 Agustus 2018, kondisinya kritis dan ia terus berjuang hingga akhirnya meninggal dunia.
Pria Berusia 83 Tahun Meninggal Beberapa Jam setelah Dipulangkan dengan Alat Bantu Oksigen
Seorang pria berusia 83 tahun yang menjalani hukuman karena keyakinannya pada Falun Gong meninggal beberapa jam setelah dipulangkan dengan bantuan oksigen pada tanggal 26 Maret 2021.
Huang, warga Qingdeng, Kota Leqing, Provinsi Zhejiang, ditangkap di rumahnya pada tanggal 17 April 2019. Dilaporkan bahwa polisi menargetkannya setelah mengetahui bahwa ia telah mengirim pesan teks kepada publik tentang penganiayaan terhadap Falun Gong.
Setelah hampir setahun ditahan, Huang dijatuhi hukuman tujuh tahun oleh Pengadilan Kota Leqing pada 12 Maret 2020. Ia dimasukkan ke Penjara Kedua Hangzhou pada tanggal yang tidak diketahui.
Seorang sipir penjara menghubungi keluarga Huang pada pertengahan November 2020 dan mengatakan bahwa Huang didiagnosis mengidap enam penyakit dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk resusitasi. Meskipun kondisinya kritis, pihak penjara menolak untuk membebaskannya dengan jaminan.
Keluarga Huang menerima panggilan lain dari penjara pada Maret 2021 dan diberitahu bahwa ia telah dibawa kembali ke rumah sakit untuk resusitasi.
Beberapa hari kemudian, sekitar pukul 2 siang pada tanggal 26 Maret 2021, Huang dipulangkan dengan bantuan oksigen. Seluruh tubuhnya berwarna hitam dan biru. Keluarganya menduga bahwa ia telah diberi obat-obatan beracun sebelum dipulangkan. Ia meninggal pada malam itu juga.
Artikel Asli: https://en.minghui.org/html/articles/2021/5/20/193227.html






