Wanita Sichuan Menemukan Alat Pelacak di Sepeda Motor Listrik Roda Tiganya

Suasana di dalam rumah seorang praktisi Falun Gong setelah digeledah oleh polisi.

Suasana di dalam rumah seorang praktisi Falun Gong setelah digeledah oleh polisi.

Jian Yicong, warga Kota Deyang, Provinsi Sichuan, ditangkap di rumahnya pada 19 Juli 2022 karena keyakinannya pada Falun Gong. Meskipun polisi membebaskannya setelah ia diketahui menderita tuberkulosis, mereka mengancam akan menangkap seluruh keluarganya ketika ia menolak untuk mematuhi pemeriksaan fisik berikutnya. Ia juga menemukan alat pelacak di sepeda motor listrik roda tiganya beberapa hari kemudian, yang kemungkinan besar dipasang oleh polisi.

Sekelompok petugas mendobrak masuk ke rumah Jian pada jam 10 pagi tanggal 19 Juli saat ia sedang melakukan pekerjaan rumah tangga. Mereka menyita buku-buku Falun Gong milik Jian, materi informasi, dua laptop, sebuah printer, kertas fotokopi, kartrid, dan tablet.

Petugas mengklaim bahwa ia dilaporkan karena berbicara dengan seorang siswa dan memberikan diska lepas (flash drive) yang berisi informasi tentang Falun Gong, serta menunjukkan surat perintah penggeledahan kepadanya. Namun, ketika ia mempertanyakan mengapa surat perintah tersebut tidak memiliki tanda tangan kepala polisi, polisi mengabaikannya. Mereka kemudian menggeledah dan merekam rumahnya.

Jian menelepon suaminya dan memberitahunya tentang penggerebekan tersebut. Suaminya bergegas pulang dan menemukan enam petugas berpakaian sipil serta empat pejabat desa di dalam rumah. Ketika ia bertanya apa yang mereka lakukan, polisi mengancam akan menangkapnya juga.

Polisi kemudian membawa Jian ke rumah sakit untuk pemeriksaan fisik. Setelah itu, mereka membawanya kembali ke kantor polisi untuk diinterogasi dan merekam proses tersebut.

Jian berargumen bahwa penangkapannya melanggar hukum karena tidak ada undang-undang yang pernah mengkriminalisasi Falun Gong di Tiongkok, dan larangan terhadap buku-buku Falun Gong telah dicabut sejak tahun 2011.

Karena Jian menolak menjawab pertanyaan polisi, petugas mulai memanipulasi berita acara pemeriksaan (BAP), termasuk menyatakan bahwa ia telah mencetak lebih dari 100 selebaran Falun Gong di rumah.

Sekitar tengah malam, polisi membawa Jian pulang setelah dokter menemukan adanya bayangan pada rontgen dadanya dan mencurigainya sebagai tuberkulosis. Polisi memerintahkan suami Jian untuk menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP) miliknya. Namun, ia menolak dan menyatakan bahwa polisi telah menipunya untuk menandatangani dokumen kasus istrinya sebelumnya. Meskipun mereka berjanji bahwa ia akan dibebaskan, mereka tetap menahannya dan menjatuhkan hukuman penjara selama beberapa tahun.

Polisi datang kembali keesokan harinya untuk membawa Jian ke rumah sakit guna pemeriksaan ulang. Ia menolak memberikan sampel air liur sesuai permintaan. Para petugas menjadi marah dan mengancam akan menyita sepeda motor listrik roda tiganya, meruntuhkan rumahnya, serta menangkap putri dan suaminya.

Beberapa hari kemudian, sepeda motor listrik roda tiga milik Jian tiba-tiba berhenti berfungsi. Ketika ia membawanya untuk diperbaiki, teknisi menemukan kamera berfitur GPS di dekat baterai. Ia kemudian teringat bahwa setelah ia memberi tumpangan kepada beberapa praktisi, beberapa dari mereka telah ditangkap. Salah satu praktisi tersebut adalah Zhang Shufeng, yang ditangkap pada 28 Juni 2022.

Berdasarkan laporan asli dari Minghui.org.

Share