Gelombang Kekerasan dan Penangkapan Praktisi Falun Gong Selama Perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur
Praktisi Falun Gong ditangkap polisi di Lapangan Tiananmen pada awal masa penganiayaan.
10 September 2022 menandai Festival Pertengahan Musim Gugur, sebuah hari raya tradisional untuk reuni keluarga. Namun, banyak keluarga di Tiongkok yang melakukan latihan Falun Gong dipisahkan secara paksa selama hari raya ini.
Falun Gong, yang juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah sebuah disiplin spiritual yang telah mengalami penganiayaan oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999. Karena para praktisi Falun Gong adalah pelapor pelanggaran atas kejahatan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan otoritas Tiongkok terhadap mereka, rezim tersebut dengan gigih berupaya membungkam praktisi Falun Gong menjelang tanggal-tanggal sensitif dan hari raya seperti Festival Pertengahan Musim Gugur. Tujuan PKT adalah untuk memonopoli narasi negara.
Berikut adalah beberapa kasus penganiayaan pilihan dari minggu Festival Pertengahan Musim Gugur tersebut.
Zhang Guangjie
Ibu dari Zhang Guangjie telah tinggal bersamanya selama beberapa tahun terakhir. Wanita yang sedang sakit-sakitan dan berusia 80-an tahun tersebut terpukul berat pada 9 September 2022, ketika putrinya ditangkap karena keyakinannya pada Falun Gong.
Zhang, seorang warga Kota Jingmen, Provinsi Hubei yang berusia 50-an tahun, ditipu oleh polisi agar membuka pintu pada pagi hari tanggal 9 September. Petugas dari Kantor Polisi Baimiao merangsek masuk dan menggeledah rumahnya tanpa menunjukkan identitas atau dokumen hukum apa pun. Karena mencurigai bahwa ia telah menyebarkan materi informasi tentang Falun Gong, mereka membawanya secara paksa ke kantor polisi untuk diinterogasi. Polisi kembali lagi pada sore hari dan menggeledah rumahnya sekali lagi. Ia dibebaskan pada malam harinya untuk merawat ibunya.
Selain Zhang, empat praktisi lainnya di Hubei dan dua provinsi lainnya juga telah ditangkap atau dilecehkan menjelang hari raya tersebut.
Huang Huaichen
Juga pada tanggal 5 September, belasan petugas berpakaian sipil di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan mendatangi rumah Huang Huaichen. Mereka menipunya agar membuka pintu dengan mengaku datang untuk memeriksa hasil tes COVID-19 miliknya. Setelah merangsek masuk, dua petugas perempuan mencengkeram bahu Huang dan memaksanya duduk. Mereka mengaku berasal dari Departemen Kepolisian Kota Qionglai dan mulai menggeledah setiap ruangan di rumahnya. Komputer, uang tunai senilai 700 yuan, serta banyak buku dan materi Falun Gong miliknya disita.
Polisi membawa Huang ke Departemen Kepolisian Kota Qionglai sekitar pukul 16.00 untuk diinterogasi. Mereka memaksanya memberikan informasi pribadi dan menandatangani dokumen. Mereka juga mengambil sampel darah dan fotonya. Ia dibebaskan dengan jaminan sekitar tengah malam.
Liu Surong
Praktisi perempuan lain di Chengdu, Liu Surong, juga ditangkap dan dibawa ke Departemen Kepolisian Kota Qionglai pada waktu yang hampir bersamaan dengan Huang. Ia juga dibebaskan pada malam itu.
Jiang Hongyan
Jiang Hongyan (perempuan), dari Kota Suizhou, Provinsi Hubei, menerima telepon dari petugas polisi setempat bermarga Xu pada tanggal 7 September, yang meminta untuk datang berkunjung ke rumahnya. Xu telah menelepon sekitar sepuluh hari sebelumnya dengan permintaan yang sama. Jiang menolak kedatangannya, namun mengatakan bahwa ia akan pergi ke kantor polisi pada sore hari.
Jiang pergi ke kantor polisi dan berbicara dengan Xu. Ia menegaskan bahwa tidak ada hukum yang pernah menyatakan Falun Gong sebagai tindak kriminal di Tiongkok, dan bahwa ia tidak melakukan kesalahan apa pun dalam menjalankan latihan keyakinannya.
Petugas lain yang mendengarkan percakapan mereka memperingatkan Jiang bahwa rekan-rekan mereka dari Divisi Keamanan Domestik akan menindaknya dengan serius jika ia berbicara seperti itu di depan mereka, mengisyaratkan bahwa mereka mungkin akan mencarinya di masa depan.
Jiang kembali ke rumah setelah percakapannya dengan Xu.
Jin Tongyin
Di Kabupaten Gu’an, Provinsi Hebei, Jin Tongyin ditangkap pada 5 September dan telah ditahan di Pusat Penahanan Kabupaten Gu’an sejak saat itu.
Berdasarkan artikel asli dari Minghui.









