Tiga Ayah, yang Menjadi Korban Penganiayaan oleh Rezim Tiongkok
Wang Yudong, yang kini telah tiada (kiri) dan foto keluarga terakhirnya bersama putrinya yang berusia enam tahun, yang kini menjadi yatim piatu di Tiongkok (kanan).
Penganiayaan terhadap Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah memisahkan banyak keluarga selama hampir 24 tahun hingga saat ini. Tak terhitung banyaknya praktisi yang dimasukkan ke dalam tahanan, dan banyak di antara mereka yang telah dijatuhi hukuman atau dibunuh karena keyakinan mereka.
Pada Hari Ayah tahun 2023, Pusat Informasi Falun Dafa menyoroti kisah tiga orang ayah dan tragedi yang menimpa keluarga mereka akibat perbuatan rezim Tiongkok. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap kisah para ayah ini, pusat informasi tersebut berharap akan lebih banyak orang yang menyadari penderitaan mendalam dari tragedi hak asasi manusia yang masih berlangsung hingga hari ini.
Ayah dari seorang penduduk Florida dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Zhou Deyong, seorang insinyur geologi senior di Provinsi Shandong, ditangkap dalam sebuah operasi pembersihan oleh polisi bersama 10 praktisi Falun Gong lainnya dan anggota keluarga mereka pada 23 April 2021. Setelah penangkapannya, polisi awalnya melarang Zhou untuk menemui pengacaranya, yang telah mencoba membuat janji temu pada Mei 2021. Polisi baru mengizinkan pertemuan tersebut setelah putra beliau, You, yang tinggal di Florida, menghubungi Kejaksaan Distrik Dongying dan menyebutkan bahwa perwakilan Kongres Amerika Serikat sedang memantau kasus ini.
Setelah dua tahun ditahan di Pusat Penahanan Binhai, Zhou dijatuhi hukuman delapan tahun penjara pada 22 April 2023, hanya karena memiliki buku-buku Falun Gong di rumahnya.
Istri dan putra Zhou Deyong, yang merupakan penduduk Florida, terus menyuarakan pembebasannya sepanjang tahun 2023. Puluhan anggota parlemen Florida telah merilis pernyataan publik untuk mendukung Zhou Deyong dan keluarganya, terutama Perwakilan Gus Bilirakis, yang secara pribadi menulis surat kepada Xi Jinping mengenai kasus Zhou Deyong.
Anak Perempuan Berusia Enam Tahun Kehilangan Ibu dan Ayahnya dalam Waktu Satu Tahun

Wang Yudong dari Kota Qiqihar, Provinsi Heilongjiang, adalah seorang koki yang handal dan juga seorang wasit catur. Wang dan istrinya, Zhu, ditangkap pada 21 Maret 2017. Tak lama kemudian, saat Zhu diketahui sedang hamil, ia dibebaskan, dan putri mereka lahir pada 8 Desember 2017.
Setelah pengadilan menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada Wang, istrinya harus berjuang sendirian untuk merawat bayi mereka yang baru lahir. Polisi rutin mendatangi dan mengganggu rumahnya, sehingga ia terpaksa sering berpindah-pindah tempat tinggal demi menghindari penindasan tersebut.
Sangat disayangkan, Zhu meninggal dunia pada Juli 2022. Setahun setelah kematian istrinya, Wang juga meninggal dunia pada 9 April 2023 akibat rasa duka yang mendalam serta dampak buruk dari penganiayaan yang dialaminya. Keduanya berusia 51 tahun saat mereka meninggal dunia.
Putri mereka yang berusia enam tahun kini menjadi yatim piatu. Saat ini tidak diketahui apakah ia memiliki wali atau di mana keberadaannya.


Veteran dari Henan Meninggal Dunia Satu Hari Setelah Ditangkap
Li Guoxun dan istrinya, Yu Xiuying, di Kota Zhoukou, Provinsi Henan, ditangkap dan rumah mereka digeledah paksa pada 18 Juli 2022. Petugas yang menangkap dari Kantor Polisi Zona Pengembangan Ekonomi melaporkan bahwa seorang pejalan kaki melaporkan pasangan tersebut karena membagikan materi informasi tentang Falun Gong.
Li, seorang veteran dan mantan direktur sumber daya manusia di Perusahaan Listrik Kota Zhoukou, berusia 70 tahun saat itu. Pada 19 Juli, tepat satu hari setelah ia ditangkap, Li meninggal dunia dalam tahanan.
Polisi membebaskan Yu dengan perintah tahanan rumah, sementara kepada putranya, mereka berdalih bahwa Li meninggal akibat strok sebelum akhirnya membawa jenazahnya ke rumah duka. Tanpa persetujuan keluarga, polisi segera melakukan kremasi paksa terhadap jenazah Li. Ini sebuah taktik yang sering digunakan oleh otoritas Tiongkok untuk melenyapkan bukti penyiksaan fisik dan menutupi kekejaman penganiayaan yang dialami praktisi Falun Gong selama berada dalam tahanan PKT.
Istri dan putranya curiga bahwa Bapak Li sebenarnya disiksa hingga tewas.
Mengenang Para Ayah di Seluruh Tiongkok
Ada begitu banyak ayah di seluruh Tiongkok yang mengalami penganiayaan serupa, jumlahnya bahkan tidak terhitung.
Kisah-kisah mereka mungkin tidak terungkap, namun tidak akan terlupakan. Pusat Informasi Falun Dafa akan terus mendokumentasikan dan menyoroti kasus-kasus penganiayaan ini sampai tiba harinya para praktisi Falun Gong di Tiongkok mendapatkan kebebasan mereka.










